
Minggu, 14 September 2025
Pesta keberhasilan membunuh World Boss berhasil digelar dengan teratur tanpa ada masalah, dan dalam acara tadi malam itu menghabiskan banyak biaya yang tidak terduga-duga, dan tentunya Player lain tidak akan mungkin atau mau menghabiskan banyak uang hanya untuk berpesta dalam semalam.
Biaya yang harus dibayarkan untuk makanan, hiburan dan lain sebagainya, menghabiskan 750.000.000 Gold. Mungkin mengharuskan membunuh monster Lv.500 dengan jumlah 1.500.000 untuk membiayai pesta satu malam, tapi dengan menjual material, biaya itu bisa ditutup.
Ketika pestanya sudah memasuki tengah malam, Natan memutuskan untuk kembali ke Istana Guild karena ingin beristirahat, dan saat ini sudah berkumpul di Aula Istana untuk membahas sesuatu.
Yang ada di sini hanya anggota Guild yang sedari awal bergabung dengannya, sebelum Longquan Mountain menjadi markas mereka.
"Aku akan meninggalkan Provinsi Sichuan, aku akan ke Kota Chongqing. Sendirian."
Pernyataan Natan ini sangat mengejutkan dan tidak terduga, mereka hanya berpikiran jika pertemuan ini untuk membahas tentang pengembangan Armonia Guild, tapi, ternyata lain.
Calista berdiri seraya membanting kedua tangannya cukup keras, kepalanya tertunduk melihat kedua kakinya. "Kenapa?" Suaranya terdengar berat seperti kecewa.
Natan bisa mengerti mengapa Calista terlihat marah dan kesal, mengingat seberapa dekat hubungan mereka berdua, yang sudah bisa dibilang seperti suami istri. Bahkan, jika saja Calista tidak meminum ramuan, Calista sudah hamil sejak pertama kali mereka melakukannya.
Natan menundukkan kepalanya, melihat kedua tangannya yang saling menggenggam di atas meja. "Aku ingin meningkatkan kekuatan dan mengembangkan kemampuanku, selama ini kita bekerja sama untuk membunuh monster. Memang bagus, tapi aku merasa, pengalaman dalam bertarung semakin menumpul ..."
Natan mendongak menatap Calista yang duduk di kanan depannya. "Karena itu, aku ingin berpetualang seorang diri. Aku akan kembali seminggu sekali."
Calista hanya diam dan tidak menjawab, mengabaikan apa yang dikatakan Natan. Ia kembali membanting kedua tangannya, lalu berbalik meninggalkan ruangan seraya membanting pintu.
Vely dan Olivia juga keluar dari ruangan tanpa berbicara sama sekali, meski tidak membuat keributan seperti Calista. Tapi, dari raut wajah mereka, mereka juga nampak kesal karena Natan yang ingin pergi secara tiba-tiba tanpa berdiskusi dengan mereka ataupun mengajaknya.
Ayumi menoleh ke kanan melihat pintu kembar yang kembali tertutup, lalu kembali menoleh ke kiri menatap Natan. "Ayu tidak masalah jika Kakak pergi, tapi, Ayu harap Kakak menepati janji untuk pulang seminggu sekali ..." Ia berdiri dari tempat duduknya.
"Ayumi mengerti mengapa Kakak ingin pergi, ini semua demi kebaikan kami. Ayu tidak bisa banyak membantu, tapi, Ayu akan selalu mendukung Kakak!"
Natan tertegun dengan mulut sedikit terbuka, lalu tersenyum hangat menatap Ayumi yang sudah berdiri di sebelahnya. "Terima kasih." Ia mengusap lembut puncak kepala Ayumi.
Erina juga datang menghampiri Natan seraya berjinjit dan menutup matanya, seperti mengatakan meminta perlakuan yang sama.
Natan tersenyum hangat, memberikan usapan yang sama seperti Ayumi di kepalanya. "Maaf membawa kalian berdiskusi meski sudah malam, sekarang kembali ke kamar masing-masing dan beristirahat."
__ADS_1
"Baik, Kakak." Ayumi dan Erina menganggukkan kepala, lalu pergi menuju pintu keluar bersama Jia Meiya dan Xia Feiya.
Hanya meninggalkan Natan seorang di tempat pertemuan dan masih duduk tanpa beranjak dari sana. Ia tidak tahu apakah harus kembali ke kamar, atau mungkin saja kamarnya sudah terkunci dari dalam.
Natan menghela napas panjang seraya berdiri, kemudian berjalan menuju pintu keluar. Cukup sepi di lorong Istana Armonia yang luas ini, karena memang saat ini sudah malam.
Tiga menit kemudian, Natan sudah sampai di depan kamarnya, tapi tidak langsung membuka pintu. "Apakah aku boleh masuk?" Ia mengetuk pintu.
Pintu terbuka perlahan, memperlihatkan Calista yang mengenakan pakaian minim.
Natan membuka kedua tangannya hendak memeluk Calista, tapi Calista menghindari pelukannya dengan melangkah mundur. Ia terpana melihatnya, kemudian hanya diam dan menutup pintu.
"Apakah kau membenciku?" Natan menangkap Calista dan memeluknya dari belakang.
Calista terdiam sejenak dengan kepala tertunduk. "Janji."
Natan mengerutkan keningnya tidak tahu apa maksud ucapan Calista. Ia mendongak melihat Olivia yang mengenakan kaus putih transparan tanpa mengenakan dalaman.
"Seminggu sekali, Natan harus kembali. Kami di sini akan menunggumu dan menjaga Armonia Guild." Olivia menghampiri Natan.
Natan tersenyum hangat menatap Olivia dan Vely. "Tentu, aku pasti akan kembali."
Tanpa berlama-lama lagi, Calista melepaskan tangan Natan yang memeluknya dari belakang seraya berbalik. Ia menarik pergelangan tangan Natan, lalu melemparkannya ke atas tempat tidur.
Natan tidak bisa bereaksi karena kecepatan Calista terasa hampir tiga kali lebih cepat dari biasanya. Ketika ia hendak kembali duduk, Olivia langsung datang dan duduk di atas perutnya. "Ap- Apa maksudnya ini?" Ia sangat panik.
Vely naik ke atas tempat tidur, melepaskan pakaian yang ia kenakan. "Karena Natan ingin pergi, setidaknya kita harus melakukannya lagi. Bagaimanapun, harusnya kita melakukannya lima hari sekali, tapi sebelumnya kita tidak melakukannya selama sepuluh hari karena penyerangan," ucapnya seraya melepaskan satu per satu pakaian Natan.
Natan tidak bisa menggerakkan tubuhnya karena mereka menggunakan Light of Battlefield, sehingga ia hanya bisa pasrah tanpa melawan. Ada air yang menetes dari sudut matanya, mengungkapkan perasaan sedih tak berdaya.
Dengan air yang mengalir di matanya, Natan menghela napas pasrah dan berucap, "Baiklah, peras aku sesuka kalian."
Hal ini termasuk salah satu alasan mengapa ia ingin berpetualang seorang diri, ia ingin tenang dan menghabiskan waktunya, tanpa harus memikirkan tentang hubungan. Ia ingin menenangkan pikirannya dengan membunuh monster-monster di luaran sana.
Olivia langsung mencium leher Natan sampai meninggalkan bekas. Begitu pun dengan Vely dan Calista yang tidak tinggal diam, keduanya melakukan hal yang sama.
__ADS_1
***
Senin, 15 September 2025
Natan benar-benar diperas habis oleh tiga wanita selama empat jam dan itu sangat melelahkan, banyak bekas ciuman yang tertinggal di tubuhnya. Ia harus meminum ramuan untuk menghilangkannya, serta meminum ramuan stamina.
Natan beranjak turun dari tempat tidur, melihat ketiga wanita yang masih tertidur karena kelelahan. "Aku harus menahan mereka untuk tetap tenang dan jangan selalu memintanya, aku tidak ingin menjadi maniak."
Ia mengenakan pakaian yang biasanya ia gunakan untuk berburu, serta memasang dua pistol di paha, granat, pisau pendek, pedang, tombak dan sniper.
Natan berjalan menghampiri jendela kaca, melihat langit yang masih gelap. Kemudian ia menoleh ke belakang kembali melihat Vely, Calista dan Olivia. "Apakah aku harus menunggu mereka bangun? Tapi, aku tidak ingin melihat mereka menangis saat mengantarkan aku pergi."
Natan sedikit bimbang antara menunggu bangun baru pergi, atau pergi sekarang tanpa berpamitan, karena ia sudah memberi surat di atas meja. Begitu pun surat yang ia letakkan di meja kamar Ayumi maupun Erina melalui Skeleton Knight.
"Biarlah." Natan membuka jendela kaca, lalu melompat turun.
Wosh!
Skeleton Fire Dragon terbang saat ia melompat dari lantai tiga, kemudian terbang tinggi membawanya keluar dari wilayah Armonia Guild.
Natan menoleh ke belakang bawah, melihat Istana Armonia. "Aku pasti akan kembali seminggu dari sekarang, aku harap kalian semua bisa mengembangkan Guild ..."
Baru saja mengatakan itu, Natan tersadar jika ia terlalu mendramatisir keadaan. Padahal, ia hanya pergi sebentar saja, dan terlalu berlebihan mengatakan hal-hal semacam itu.
Natan yang duduk bersila di atas Skeleton Fire Dragon, membuka Mapping dan Peta Tiongkok yang sudah ia beli. Ini menghabiskan banyak sekali biaya untuk mendapatkan peta dunia yang sekarang.
"Perubahan terbesar ada di Kota Beijing, Provinsi Heilongjiang dan Gunung Kunlun di Provinsi Qinghai ..."
Natan terus membalikkan lembaran kertas cokelat yang merupakan peta dan informasi yang ia dapatkan dari Ainsley. "Pegunungan Himalaya, perbatasan antara China dan India juga mengalami perubahan ..."
Ainsley sendiri sudah sering datang berkunjung ke Armonia Guild, dan hubungan dengannya sangat dekat. Bahkan mereka berdua pernah bersantai bersama seraya menikmati teh hitam, meski hanya setengah jam saja karena Ainsley harus pergi.
"Target pertama, Kota Chongqing, kemudian Beijing dan seterusnya."
...
__ADS_1
***
*Bersambung...