Terjerat Cinta Majikan Duda

Terjerat Cinta Majikan Duda
Siap-siap, ya!


__ADS_3

Andre memasangkan pengait bra yang Rumanah kenakan. Mereka berdua baru saja selesai melakukan porefly. Ya, tentu saja Andre pun tak ingin menjebol gawang sebelum ia menikahi gadis desa yang manis itu. Rumanah memang manis, bahkan ribuan gula yang pernah Andre nikmati sangat kalah oleh kemanisan gadis desa itu. Hmmm, benar-benar membuat semut-semut yang mengerumuni gula terserang iri dengki pada Andre. Semut juga ingin menikmati manisnya gadis desa itu.


Othor bicara apa sii?


"Sampai sini saja, Annabelle. Aku tidak ingin membuatmu menjerit histeris sebelum kau sah menjadi istriku." duda tampan itu berkata dengan tatapan yang manis.


Rumanah tersenyum kecil dan tersipu malu. Tentu saja ia pun tak ingin melakukannya sebelum ia menikah dengan majikan galaknya itu.


"Annabelle, semakin hari, kau semakin manis dan menggemaskan. Hal itulah yang membuatku terhibur dan selalu memikirkan tentangmu," ucap Andre seraya mengusap lembut wajah manis Rumanah.


"Apakah, Tuan jatuh cinta pada saya?" tanya gadis desa itu dengan kepolosannya.


Andre tersenyum kecil. "Dengar, Belle. Sosok seorang Andre bukanlah pria yang suka main-main. Jika aku sudah merasa ada yang lain ketika melihat seorang wanita, dan bahkan aku tertarik untuk meniduriny, viks! Aku jatuh cinta pada wanita itu. Dan kau tahu siapa orangnya?" jawab Andre seraya menyelipkan teka-teki yang sebenarnya tidak mesti dijawab.


Rumanah menggeleng kecil dan melongo seperti orang dongo. Entah karena ia oons atau karena ia salah tingkah dan terlalu bahagia. Yang jelas, Rumanah hanya merasakan getaran cinta di dalam dadanya.


Andre tersenyum kecil serta menepuk jidat gadis desa itu.


Plak!


"Auuuwh!" Rumanah meringis.


"Kau ini!" desis Andre seraya memeluk manja gadis desa itu. Mereka berdua sedang berada di atas ranjang.


"Apa? Jadi, siapa orangnya?" tanya Rumanah mendesak.


"Ya tentu saja dirimu, Annabelle." duda tampan itu menjawab tanpa ragu.


Seketika Rumanah tersenyum simpul dan tersipu malu. Wajahnya merah merona dan ubun-ubunnya endut-endutan karena bahagia. Astaga, duda tampan itu memang sangat mempesona.


"Kau percaya padaku, bukan?" tanya Andre.


Rumanah mengangguk.


"Baiklah, sekarang siap-siap. Kita akan pergi ke rumah sakit, setelah itu kita langsung caw ke sebuah tempat untuk melangsungkan pernikahan," ucap Andre yang kemudian menghujani wajah Rumanah dengan ciumannya.


"Baiklah, Tuan." Rumanah menjawab tanpa ragu.


"Oh ya, berapa banyak mahar yang kau inginkan, Annabelle?" tanya Andre.

__ADS_1


Rumanah terdiam sejenak. "Anu, terserah Tuan saja." jawabnya.


"Tidak, jangan jawab terserah. Kau harus mengatakan berapa banyak mahar yang kau inginkan. Cepat! Berapa pun akan kuusahakan," desak Andre.


Rumanah terdiam dan bingung harus menjawab apa.


"Ayo katakan, Belle. Kau mau uang ratusan juta atau perhiasan yang cantik dan mewah?" kembali Andre mendesak.


"Uhm, bagaimana kalau seperti Lestaa dan Rizka Biller? Ha ha ha ha ha," ucap Rumanah disertai tawa ngakaknya. Entah hanya bercanda atau memang benar-benar ingin seperti mereka.


Andre mengerutkan dahi tak mengerti. "Maksud kau bagaimana? Siapa mereka itu? Aku tidak mengenalnya," tanya duda tampan itu keheranan.


"Ha ha ha ha ha, tidak-tidak! Saya hanya bercanda." Rumanah menjawab disertai tawa ngakaknya.


"Ish, ini sedang serius, Annabelle. Kenapa kau malah bercanda? Kau dengar, aku ingin kau menyebutkan berapa banyak mahar yang kau inginkan? Jangan bercanda lagi. Katakan saja!" cicit Andre sedikit greget.


"He he he he he, saya mah terserah Tuan saja. Saya tidak mengerti akan hal itu. Gimana baiknya saja, Tuan," jawab gadis desa itu pasrah. Ia memang tidak mengerti apa-apa.


"Hmmm, baiklah. Aku akan memberikan yang terbaik untukmu." Andre menjawab seraya meremas balon kenyal milik Rumanah.


"Aauuuwhhh! Sakit dong, Tuan!" cicit Rumanah.


"Ha ha, kalau cuma sebentar dan kasar seperti itu, rasanya tidak enak, Tuan. Ha ha ha ha," jawab Rumanah yang lagi-lagi diiringi tawa ngakaknya.


Andre tercengang dan sangat geli mendengar jawaban gadis desa di hadapannya. Ternyata, gadis desa yang lugu itu kini semakin liar. Ya ampun!


"Astaga! Kenapa kau menjadi semakin binal, Annabelle. Kau mulai nakal!" ucap Andre yang kemudian menggelitiki pinggang gadis desa itu.


"Ha ha ha ha ha ha ha, ampuuuuun! Geli, Tuan!" gadis desa itu tertawa serta minta ampun karena geli.


"Kau nakal, Annabelle. Tapi aku suka!" ucap Andre yang kini tampak ngusel pada leher gadis desa itu.


"Ha ha ha ha ha, sudah ah Tuan. Saya mau siap-siap dulu," ucap Rumanah.


"Siap-siap ke mana?" tanya Andre menggoda.


"Tuan maunya ke mana?" Rumanah balik menggodai.


"Eeeemh, ke mana yaaaa!" Andre berlagak sedang berpikir keras.

__ADS_1


"Ke mana maunya?" desak Rumanah.


"Ke syurga dunia, he he he he he he," jawab Andre disertai cengengesnya.


"Hahh?? Macam apa itu?" tanya Rumanah sok tidak mengerti.


"Ini, aku menancapkan samurai pedang panjang milikku ke dalam lubang buayamu. Kau tahu? Itu sangat enak sekali!" ucap Andre seraya mengusap-usap mis vags gadis desa itu.


"Isssshh, nakal deh!" desis Rumanah seraya menepis tangan majikan galaknya itu.


"He he he he, kau juga nakal, Annabelle." duda tampan itu membalikan fakta.


"Karena Anda yang membuat saya nakal. Ha ha ha ha ha ha," ungkap Rumanah disertai tawa ngakaknya.


"Ha ha ha ha ha, dasar kau ini." Andre mencubit gemas pipi gadis desa itu.


"Emh, tadi princess sudah bilang pada saya, katanya dia berangkat dengan Uncle Fer. Sementara saya juga sudah bilang jika hari ini akan check up ke rumah sakit. Kebetulan gadis kecil itu sangat mengerti," tutur Rumanah seraya beringsut bangun dari tidurannya.


"Oh ya? Jadi Ferhat yang akan menemani princess?" tanya Andre.


"Iya, princess juga tidak keberatan akan hal itu," jawab Rumanah.


"Bagus dong! Itu artinya kita bisa menghabiskan waktu bersama. Sebentar lagi 'kan kita menjadi pengantin baru. He he he he," ucap Andre disertai cengengesnya.


Rumanah tersenyum kecil seraya memalingkan wajahnya yang memerah merona karena tersipu malu.


"Ya sudah, kalau begitu ayo kita siap-siap. Kau dengar, tidak perlu menghabiskan waktu lama untuk berangkat ke rumah sakit dan ke sebuah tempat untuk menikah. Jadi, bergegaslah!" ujar Andre seraya beringsut bangun dari tidurannya.


Rumanah mengangguk mengiyakan. "Baiklah," ucapnya yang kemudian turun dari ranjang lalu melangkahkan kakinya hendak keluar.


"Annabelle," panggil Andre.


"Ya," jawab Rumanah seraya menolehkan wajahnya.


Andre tersenyum kecil seraya melangkah mendekati calon istrinya. "Siap-siap, ya! Setelah ini kau akan merasakan sengatan si lebah jantan yang kuat dan perkasa milikku ini!" ucap duda tampan itu seraya memeluk manja gadis desa itu.


Rumanah membulatkan kedua bola matanya penuh. "Haaaahhh????" gadis desa itu tercengang hebat dan merinding ngeri.


BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2