Terjerat Cinta Majikan Duda

Terjerat Cinta Majikan Duda
Memberitahu Princess


__ADS_3

Andre memarkirkan mobilnya di halaman rumah Mami Luna. Pagi, sekitar pukul delapan, Andre dan Rumanah bergegas ke rumah Nenek Sandrina untuk menjemput gadis kecil itu.


"Kita harus bergegas memberitahu princess soal pernikahan kita, darling. Aku tidak mau lintah darat itu yang memberitahu princess lebih dulu," ucap Andre seraya membuka seatbelt nya.


Rumanah mengangguk mengiyakan. Tentu saja dia pun tak ingin sampai putri sambungnya tahu pernikahannya dengan Andre dari wanita rubah itu.


"Ya, Tuan. Tapi, kita harus bicara yang dapat dengan mudah dipahami oleh princess," jawab Rumanah seraya merapikan rambut dan pakaiannya.


"Tentu saja, darling. Kita akan bicara bersama-sama, ya." Andre berkata sembari mengusap lembut wajah cantik istrinya.


Setelah dirasa cukup, keduanya bergegas turun dari mobil. Berjalan bersamaan menuju rumah yang sudah lama tidak Andre kunjungi.


Ting toooooong!!!


Andre menekan bell. Beberapa menit ia menunggu di depan pintu rumah Mami Luna.


"Andre," ucap seorang wanita paruh baya yang tak lain adalah Mami Luna dan Ferhat.


Andre menyunggingkan senyuman hangatnya pada wanita paruh baya yang masih menjadi mertuanya. Karena, tidak ada yang namanya mantan mertua.


"Selamat pagi, Mam. Bagaimana kabar Mami?" sapa Andre seraya mencium tangan Mami Luna. Disusul oleh Rumanah yang juga mencium tangan Mami wanita rubah itu.


Mami Luna tersenyum hangat dan menyapa wanita cantik di samping Andre dengan tatapan lembutnya. "Pagi juga, Ndre. Sudah lama sekali kau tidak mengunjungi Mami." sahutnya. "Seperti yang kau lihat, Mami dalam keadaan baik." lanjutnya.


Andre tersenyum hangat. Rumanah pun tetap menyunggingkan senyuman manisnya. Tentu saja ia harus bersikap ramah dan sopan santun pada wanita paruh baya itu.


"Ya, Mam. Itu karena Andre terlalu sibuk mengurus pekerjaan dan princess. Jadi, Andre tidak sempat berkunjung ke rumah Mami," jawab Andre.


Mami Luna tersenyum. "Ya, Mami sangat memaklumi. Ya sudah, ayo masuk. Princess sedang bermain di dalam kamar. Tadi dia sudah sarapan bersama Uncle nya." ucapnya mempersilakan Andre dan Rumanah untuk masuk ke dalam rumahnya.


Andre tersenyum, ia pun menggandeng tangan istrinya dan masuk ke dalam rumah itu.


"Sepertinya kau akan memberi kabar bahagia pada Mami, Ndre." Mami Luna bicara seraya tersenyum usil pada Rumanah. Seolah tahu jika wanita cantik itu adalah istri Andre.


Andre tampak tersenyum simpul dan mengangguk mengiyakan. "Tentu saja, Mam." jawabnya seraya mendudukkan bokongnya di sofa.


"Mami ikut senang, Ndre. Bay the way, siapa namamu, Nak?" ucap Mami Luna yang kemudian menatap lembut wajah cantik Rumanah. Ia tampak menanyakan nama wanita cantik yang duduk di samping Andre.

__ADS_1


Rumanah tersenyum. "Nama saya Rumanah, Tante," jawabnya penuh sopan santun.


"Panggil saja Mami, Nak." Mami Luna berkata sembari tersenyum hangat. "Rupanya kau masih pintar mencari yang cantik ya, Ndre." celetuknya pada mantan suami putri sulungnya itu.


Andre tampak membulatkan kedua bola matanya penuh dan melirikkan matanya pada istrinya. Apakah Mami Luna sudah tahu?


"Kenapa? Kau pasti terkejut dengan ucapan Mami, Bang," terdengar suara Ferhat yang baru saja turun bersama keponakannya yaitu Sandrina.


Andre menolehkan wajahnya pada Ferhat yang tersenyum usil. "Astaga, pasti kerjaan bocah ini," desisnya.


"Astaga, semoga saja Ferhat belum memberitahu keponakannya," ucap Rumanah dalam hati.


"Daddy! Dewi Periiiii!" sorak si cantik Sandrina yang tampak berlari menghampiri sang Daddy dan Dewi Peri nya.


Rumanah tersenyum hangat serta merentangkan tangannya siap menerima pelukan hangat dari putri sambungnya itu.


"Haaii, cantiknya Dewi Peri," sahut Rumanah penuh kehangatan.


Sandrina tersenyum dan menghamburkan dirinya ke dalam pelukan Dewi Peri nya. Dan Rumanah, dengan lembut ia mengusap puncak kepala putri sambungnya itu.


Sandrina tersenyum seraya beralih memeluk sang Daddy. Sementara Ferhat sudah duduk di samping Mami nya sedari tadi.


"Tentu saja tidak, Dadd. Sebab, princess bobok bersama Omma," jawab gadis kecil itu seraya tersenyum ceria.


"Bagus, anak pintar!" puji Andre seraya mengusap lembut puncak kepala putri mahkotanya itu.


Sandrina tersenyum. Mami Ferhat tampak menatap bahagia melihat keceriaan cucu satu-satunya itu.


"Apakah princess akan tahu secepatnya, Bang?" tanya Ferhat penuh sindiran.


Andre menganggukkan kepalanya. "Tentu saja, aku akan mengatakannya sekarang juga. Kuharap, kalian bisa membantuku untuk menjelaskan pada gadis kecil yang cantik ini," jawabnya seraya mengusap lembut puncak kepala putri mahkotanya.


"Ya, kami akan membantumu menjelaskan pada princess, Ndre." Mami Ferhat menimpali.


Andre dan Rumanah tanmpak melongo tak mengerti. Keduanya tampak saling beradu pandang.


"Aku sudah memberitahu Mami. He he he," ucap Ferhat mengakui. Pria tampan itu tampak menyengir kuda tanpa dosa.

__ADS_1


"Whaaatt???" Andre dan Rumanah tampak membulatkan kedua bola mata penuh.


"Tidak apa-apa, Ndre. Mami juga harus tahu akan hal itu," ucap Mami Ferhat seraya tersenyum manis


Andre tersenyum serta mengangguk. Sementara Rumanah tampak menundukkan wajahnya dan tersenyum kaku.


Untuk sesaat, para manusia yang ada di sana tampak berbincang ria membahas apa saja yang enak dibahas. Tak terkecuali dengan Luna, walaupun Mami Ferhat sedang tidak berhubungan baik dengan putri sulungnya itu, tapi mereka tetap membahas tentang wanita rubah itu.


Hingga dirasa sudah waktunya bicara dengan Sandrina mengenai pernikahannya dengan Rumanah, Andre pun mulai meminta putri mahkotanya untuk mendengarkan ucapannya secara saksama dan serius.


"Princess, Daddy ingin bicara penting dan serius pada princess. Apakah princess bersedia mendengarkan ucapan Daddy?" Andre mulai meminta pengertian dari putri mahkotanya itu.


Sandrina mengangguk mengiyakan. Putri mahkota Andre itu memang anak yang pintar dan baik. Maka tidak heran jika ia langsung mengerti dan merespons dengan baik.


"Ya, Dadd. Princess akan mendengarkan apa yang Daddy katakan," jawab gadis kecil itu disertai senyuman manisnya.


Andre tersenyum. Untuk sesaat ia menatap lembut wajah cantik istrinya.


"Princess sayang, mulai sekarang ... princess bisa memanggil Dewi Peri dengan panggilan Bunda," ucap Andre memulai memberi kode agar putrinya dapat memahami ucapannya.


Sandrina mengerutkan dahi. "Haaah, Buuuundaa??" tanyanya yang sepertinya sedikit tidak mengerti.


Andre tersenyum serta mengangguk.


"Ya, sayang. Sekarang Dewi Peri sudah menjadi Ibu bagi princess," timpal Mami Ferhat membantu Andre menjelaskan.


"Haaaah, Ibuu?? Mommy?" tanya gadis kecil itu yang tampak terlihat melongo tak mengerti.


Andre, Rumanah, Ferhat dan Mami nya tampak mengangguk mengiyakan.


"Daddy dan Dewi Peri—" belum sampai Sandrina selesai bicara, dengan cepat Andre menyelanya.


"Daddy dan Dewi Peri sudah menikah, princess. Jadi mulai sekarang, princess bisa memanggil Dewi Peri ... Bunda!" terang Andre menjelaskan.


Sandrina tampak membulatkan kedua bola matanya penuh dan kemudian menyunggingkan senyuman lebarnya, sumringah.


BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2