
Rumanah memeluk erat tubuh suaminya. Di pinggir kolam renang yang anggun dengan kelopak bunga dan juga lilin-lilin aroma therpy di sekitarannya.
"Aku tidak tahu kenapa pria ini sangat mencintaiku. Padahal, aku begitu buruk saat pertama kali bertemu dengannya. Dan, bagaimana bisa dia menerimaku sementara dirinya tidak tahu siapa aku. Semoga saja Tuhan selalu menyatukan kami berdua," ucap Rumanah dalam hati.
Andre mengecup manis puncak kepala istrinya. Pelukan hangat itu semakin terasa hangat dengan hadirnya lilin-lilin dan aroma harum yang tercium masuk ke dalam indera penciuman keduanya.
"Apakah ada yang ingin kau katakan, darling?" tanya Andre dengan tatapannya yang lembut, selembut sutera.
Rumanah menggeleng kecil. Tentu saja ia tidak akan mengatakan apa pun tentang dirinya dan tentang pria bertubuh kekar yang mengejarnya tadi. "Sudah aku katakan di dalam hatiku," ucapnya dalam hati.
Andre tersenyum hangat dan tidak menghiraukan. Tetapi nyatanya, ia sangat tahu jika sang istri sedang dalam kegelisahan.
"Jika begitu, ayo kita berenang terlebih dahulu, darling. Aku rasa, air kolam ini berubah menjadi hangat karena kehadiranmu di sini." Andre berkata.
"Ish, ngajak renang ya ngajak renang saja, Tuan. Tidak perlu merembet-rembet mainin bokong saya. Astaga!" cicit wanita cantik itu yang tampak menekan setiap ucapannya.
"He he he." Andre terkekeh seraya menarik tubuh istrinya ke dalam pelukannya. "Kau tahu, aku selalu gemas ketika melihat semua yang ada pada dirimu. Apalagi dengan yang ini!" ucapnya yang kemudian menyentuh balon kenyal milik istrinya.
"Aaaa," pekik Rumanah sedikit terkejut.
"Ha ha ha, biasa saja, dong! Ini, persis seperti mainan milik princess yang kemarin dia beli dari Korea. Apa ya namanya?" Andre tertawa terbahak-bahak. Dan kali ini pria itu menyamakan balon kenyal milik istrinya dengan mainan putri mahkotanya.
"Seeeek–ui–siii!" ucap Rumanah seraya menyilangkan kedua tangannya di dadanya.
"Nah, benar! Sekwisiii. Ha ha ha!" seru Andre diiringi tawa ngakaknya.
Rumanah tampak mendelikkan matanya dan memencengkan bibirnya bertingkah kesal.
"Ah, sudahlah. Pokoknya aku gemas, gemas dan gemaaaaaaas sekali padamu, Annabelle," lanjut Andre seraya mencubit gemas pipi istri cantiknya itu.
"Hmmmmm, kalau seperti ini terus, kapan mau berenangnya? Hmmmmm," ucap Rumanah seraya membelai lembut dada bidang istrinya.
Andre tersenyum dan menangkap tangan mungil istrinya. "Tampaknya kau sangat tidak sabar, darling. Tapi, apakah kau tidak takut kedalaman?" tanyanya.
Rumanah tersenyum kecil. "Tidak sama sekali! Lebih baik sekarang ... kita ... berenaaaaaaang!"
__ADS_1
Byyuuurrrr!!!
"Hwaaaa!!!"
Rumanah mendorong tubuh suaminya secara tiba-tiba. Dan hal itu membuat Andre tampak terbelalak kaget. Tentu saja pria tampan itu tidak bisa menghadang ataupun menyelamatkan dirinya. Dan, tubuh kekar yang sudah bertela*njang bulat itu pun menyebur ke dalam kolam.
"Hahahaha!" Rumanah tertawa terbahak-bahak melihat sang suami yang menyebur ke dalam kolam. "Berenanglah sendiri, Tuan. Saya akan beristirahat!" ucapnya seraya menyilangkan tangannya di dadanya.
"Astaga, sialan kau, Annabelle!" desis Andre seraya menyipratkan air pada istrinya.
"Hahaha, saya tidak mengatakan jika saya ingin berenang, Tuan." Rumanah tampak masih tertawa terbahak-bahak.
Andre memutar bola matanya malas dan mengusap wajahnya kesal. "Awas kau, yaaa! Aku akan melemparkanmu ke dasar kolam!" ancamnya seraya menepi dan bersiap hendak mengejar istrinya.
"Tangkap saja kalau Anda bisa!" tantang Rumanah seraya berlari menghindari suaminya.
"Waaah, kau menantangku, darling! Kau jangan lupa jika aku selalu menyukai tantangan!" ucap Andre seraya berlari mengejar istrinya yang sudah naik ke atas ranjang.
"Silakan jika Anda ingin ranjang ini basah kuyup!" Rumanah semakin menantang suaminya. Namun, tetap saja ia tidak bisa naik ke atas ranjang bertema kerajaan itu.
Andre berdiri di samping ranjang. Tetesan air dari tubuhnya tampak berhasil membuat alas berbulu itu basah karena ulahnya.
Rumanah tersenyum usil dan malah melambai-lambaikan tangannya menggoda suaminya. "Ayo, suamiku sayang. Cepat tangkap istrimu ini! Kau pasti bisa dan kau adalah suami yang hebat jika kau bisa mendapatkanku!" soraknya yang semakin membuat Andre gereget.
"Oke! Aku pasti akan mendapatkanmu, darling!" ucap Andre yang tampak kembali siap menangkap istri cantiknya itu.
Rumanah menyunggingkan senyuman usilnya. "Silakan kalau Anda bisa, Tuan." ucapnya penuh tantangan.
Andre menggerakkan tangannya untuk menangkap tangan istrinya. Dengan cepat pula Rumanah melangkah mundur menjauhi suaminya.
"Ayo ayo ayo, tangkap istrimu ini!" sorak Rumanah menyemangati.
Andre berlari ke arah kanan, di sana tempat istrinya berada. Namun sayang, sang istri dengan cepat berlari ke arah kiri. Hal itu terus terjadi sampai Andre lelah dan hilang arah.
"Sialan, sampai hari kiamat pun aku tidak akan bisa mendapatkannya jika terus-terusan seperti ini," desis Andre dalam hati.
__ADS_1
"Kenapa Anda diam, Tuan? Apakah Anda menyerah?" goda Rumanah penuh desakan.
Andre menggeleng. "No!" sanggahnya yang kemudian kembali berlari ke arah istrinya. Namun, tetap saja tidak tertangkap.
"Ayo, Anda pasti bisa, sumiku sayang!" kembali Rumanah bersorak. Dan, Andre pun kembali berlari. Namun, pada saat itu...
"Aaauuuwhhh!" ringis Andre yang tiba-tiba terjatuh di lantai.
"Ada apa, Tuan?" tanya Rumanah dengan ekspresi terkejut. Namun, ia masih berada di atas ranjang.
"Aauuuuuwh! Kakiku sakit sekali, darling," ringis Andre seraya memegangi kakinya.
Rumanah tampak membulatkan kedua bola matanya penuh dan menatap intens pada suaminya yang seperti sedang meringis kesakitan.
"Ada apa dengan kaki Anda, Tuan?" tanya Rumanah seraya beringsek turun dari ranjang.
"Entah, sepertinya kakiku terkilir, Belle," jawab Andre yang tampak masih memegangi kakinya.
"Astaga, coba sini saya lihat," ucap Rumanah seraya berjongkok di hadapan suaminya. Tentu saja ia sangat khawatir pada suami tampannya itu.
"Auuwh, saaa ... tapi bohooooong!" seru Andre yang tiba-tiba menangkap tubuh istrinya.
"Aaaaaaaaa!" Rumanah memekik saat tubuhnya ditangkap oleh suaminya. Tentu saja ia tidak menyangka jika sang suami hanya sedang berakting.
"Akhirnya kau tertangkap juga, Annabelle. Sekarang, akui jika suamimu ini hebat!" ujar Andre seraya memeluk erat tubuh istrinya dan menggeretnya ke arah kolam.
"Tidak! Ini curang namanya, Tuan! Anda tidak hebat, Anda curang!" sanggah Rumanah seraya berusaha melepaskan diri.
"No! Aku tetap hebat. Dan, jika kau ingin melihat kehebatanku, maka aku akan menunjukkannya di dalam kolam ini. Ayo kita menyebur bersama-samaaaa!" Andre meloncat ke kolam sembari membawa tubuh istrinya. Tentu saja wanita cantik itu tidak berdaya dan menyebur masuk ke dalam kolam.
"Huh hah huh haaahhh!" Rumanah mengatur napasnya. Untung saja air tidak masuk ke dalam hidung atau telinganya.
"Ada apa? Ayo kita berenang, darling." Andre menarik tangan istrinya dan membawanya berenang bersama.
"Astaga, Tuan. Saya tidak hobby berenang!" cicit Rumanah yang tampak kelabakan.
__ADS_1
"Oh, begitu." Andre menghentikan gerakannya. "Kalau begitu, bagaimana jika kita bercinta di dalam kolam. Aku rasa itu sangat menarik!" ucapnya yang berhasil membuat Rumanah terjingkat kaget.
BERSAMBUNG...