Terjerat Cinta Majikan Duda

Terjerat Cinta Majikan Duda
HUKUMAN 2


__ADS_3

"Astaga, apa yang akan Anda lakukan, Tuan? Saya mohon ampuni saya. Jangan hukum saya, Tuan!" mohon Rumanah dengan tampang yang memelas.


Andre menatap sinis dan meraih sehelai dasi dan penutup mata. "Tidak akan kuampuni kau, istri nakal!" cicitnya seraya melangkahkan kakinya kembali menghampiri istrinya yang terlihat panik dan tegang.


"Haaaah??? Tidak, Tuan. Maafkan saya, jangan lakukan itu!" kembali Rumanah memohon dan kini ia tampak beringsut turun dari ranjang. Berlari kecil menghampiri suaminya. "Jangan hukum saya, Tuan. Sudahi ini semua," pintanya sembari memeluk erat tubuh istrinya. Dia tidak tahu lagi apa yang akan suaminya itu lakukan padanya. saat ini, ia berharap Tuhan akan menolongnya. Siapa pun pasti akan tegang dan ketakutan jika dalam situasi seperti ini. Begitu juga dengan Rumanah. Ia sangat tegang dan panik.


Andre tersenyum sinis dan melepaskan pelukan istrinya. "Tidak ada ampun bagimu, kau dengar itu? Jadi, bersiaplah menerima hukuman dariku!" ujarnya dengan tatapan sinis dan dingin.


Rumanah tampak terhenyak kaget dan membulatkan kedua bola matanya penuh. "Tidak, Tuan! Ampuni saya, jangan lakukan itu! Saya mohon! Saya tidak mau dipukul, Tuan. Jangan pukul saya, Tuan. Orang tua saya tidak pernah memukul saya, Tuan. Saya mohon. Hiks hiks hiks," wanita cantik itu memohon sembari bersimpuh dan bertekuk lutut di hadapan suami tampannya itu.

__ADS_1


Andre tampak membulatkan kedua bola matanya penuh dan seketika ia menahan tawanya agar tidak meledak. Ia sangat geli mendengar permohonan istri cantiknya itu. "Hahaha, rupanya dia takut aku pukul. Astaga, memangnya siapa yang mau memukulnya.. Ck, benar-benar meresahkan!" cerocosnya dalam hati.


Rumanah masih bersimpuh di hadapan suaminya. Dengan air mata yang sudah berderai hebat, Rumanah berharap sang suami akan luluh padanya. Tapi ternyata tidak! Andre tampak menatap bengis pada Rumanah dan tanpa Rumanah duga, suami tampannya itu mengangkat tubuhnya dan menghempaskannya ke atas ranjang.


"Aaaarrrgghhh!" pekik Rumanah yang tampak mengampul di atas springbed empuk. "Astaga! Aku sudah seperti adonan kue donat saja yang mesti dibanting-banting terlebih dahulu," ucapnya dalam hati.


Andre manaikkan kakinya ke atas ranjang dengan tatapan yang begitu menyeramkan bagi Rumanah. Sementara itu, Rumanah tampak panik dan ketakutan. Wanita itu tampak meringkuk dan berusaha melindungi dirinya.


"Ti–tidak, Tuan. Saya khilaf Tuan. Jangan lakukan itu, Tuan. Saya mohon," mohon Rumanah seraya menatap melas dan penuh ketakutan pada suaminya.

__ADS_1


Andre menggelang dan menatap tajam manik mata istrinya. "Tidak akan! Hukuman tetap hukuman!" ucapnya seraya memasangkan penutup pada mata istrinya. Dan hal itu semakin membuat Rumanah panik dan ketakutan.


"Tidaaaak! Lepaskan saya, Tuaaaan! Saya tidak ingin mati pada hari ini! Tuaaaan, ampuuuun!" pekik Rumanah dengan mode ketakutan yang sangat dahsyat.


Kini, kedua mata indah milik Rumanah sudah tertutup rapat sehingga ia tidak dapat melihat apa pun di hadapannya. Sementara kedua tangannya kini dalam keadaan terikat kuat dan tidak dapat dilepaskan.



__ADS_1


Hallo, dears. Terima kasih ya, karena sudah mendukung othor dengan like, vote, hadiah dan coment kalian. Maafkan othor jika jarang membalas komentar kalian semua. Yang pasti, othor sangat menghargai dukungan kalian. Sayang kalian semua, muach 😘


BERSAMBUNG...


__ADS_2