Terjerat Cinta Majikan Duda

Terjerat Cinta Majikan Duda
Mengizinkan Meliza


__ADS_3

Di perusahaan milik Andre...


"Bagaimana dengan Ririn, Pak? Apakah Anda sudah menerimanya menjadi sekretaris baru Anda?" tanya Meliza pada bos dudanya itu.


Andre terdiam sejenak, dilihatnya wajah cantik Meliza dengan penuh perasaan dan keseriusan. Untuk sesaat ia perhatikan wajah cantik itu.


"Pak, sebenarnya ada yang ingin saya bicarakan lagi pada Anda." kembali Meliza berucap dan mencoba membuyarkan lamunan Andre.


"Hmmm, kenapa aku biasa saja menatap wajah wanita ini? Dan, kenapa lagi dengan otakku? Kenapa yang ada di dalam otakku hanya Annabelle. Astaga! Ada yang tidak beres." cerocos Andre di dalam hati.


Meliza tampak sedikit tidak nyaman dengan sikap bos dudanya itu. Bukan salah tingkah karena ia dipandangi wajahnya, tetapi ia sangat merasa tegang dan takut jika sang bos dudanya itu tidak menghargai keputusannya. Pasalnya, ia sudah tahu jika bos dudanya menyimpan rasa cinta untuknya. Itu pun ia tahu dari pengasuh princess Sandrina yaitu Rumanah.


Andre mengerjapkan matanya lalu menggelengkan kepalanya. Kemudian ia menyambar secangkir white coffe hangat buatan sekretaris cantiknya itu.


Slluuurrpppp!


Andre menyeruput kopi hangat yang ada di tangannya. Dan, kenapa tiba-tiba pikirannya melayang ke mana-mana? Ya, tiba-tiba saja Andre kembali teringat pada kejadian yang mengesankan beberapa jam yang lalu. Di mana, saat itu ia menghisap dan menjil*ati mis vags ranum milik gadis desa yang bernama Rumanah.


"Uuuuh, harumnya!" gumam duda tampan itu sembari memejamkan kedua matanya.


Meliza mendongakkan wajahnya lalu melirikkan matanya pada bos dudanya yang sedang memejamkan matanya. Tumben sekali duda tampan itu mengatakan harum pada secangkir white coffe yang sedang ia nikmati.


"Harum? Apakah kopinya sedikit berbeda dengan yang kemarin, Pak?" tanya Meliza yang berhasil membuyarkan lamunan duda tampan itu.

__ADS_1


Sontak saja Andre membuka kelopak matanya, membulatkan kedua bola matanya dan menatap datar pada sekretaris cantiknya itu.


"Astaga, apa yang kupikirkan. Gila! Bisa-bisa kacau kalau setiap saat aku terus-terusan mikirin si Annabelle." desis duda tampan itu di dalam hati.


Meliza terus memperhatikan tingkah absurd bos dudanya yang tampan itu. "Kenapa aneh sekali." bisiknya di dalam hati.


"Emh, tidak sama sekali, Mel. Ini kopinya masih sama dengan yang kemarin. Hanya saja aku batu menyadari jika kopi ini memang sangat harum. He he he he he he he." jawab duda tampan itu beralasan.


Meliza menyunggingkan senyuman kecilnya. "Saya kira ada yang berbeda, Pak." ucap sekretaris cantik itu.


"Tidak ada, Mel. Kau santai saja," jawab Andre si sertai gelengan kepalanya.


"Baik, Pak," jawab Meliza seraya menganggukkan kepalanya.


Suasana hening seketika, Andre tampak sibuk dengan lamunannya yang tiada henti memikirkan pengasuh putri kecilnya yaitu Rumanah.


"Pak Andre," panggil Meliza yang tampak memberanikan diri untuk membuka suaranya setelah terdiam beberapa saat.


"Ya, ada apa, Mel?" tanya Andre.


"Sebenarnya saya ingin bicara penting pada Anda, Pak." ucap Meliza dengan suara yang setengah lirih.


"Bicara penting apa lagi kau, Meliza? Aku rasa kau akan membicarakan pria asing yang akan melamarmu itu." ucap Andre di dalam hati.

__ADS_1


Andre membuang napasnya kasar. "Apa yang ingin kau bicarakan, Mel? Bicara saja, aku akan mendengarkan." ucap Andre dengan sikapnya yang santai.


Meliza mengangguk serta menarik napasnya lalu membuangnya perlahan. "Sebenarnya saya sudah akan menikah, Pak." ungkap sekretaris cantik itu yang tampak sedikit gugup.


Andre mengerutkan dahinya dan bersikap biasa saja. Tidak terkejut atau pun tidak terima. Bahkan marah pun sudah tidak ada pada dirinya. Lagi pula Andre sudah tahu kabar ini dari asisten pribadinya yaitu Leo.


"Menikah? Apakah kau tidak sedang bercanda?" pancing Andre.


"Tidak, Pak. Saya serius." jawab sekretaris cantik itu.


"Hmmm, dengan siapa?" tanya Andre.


"Dengan kekasih saya yang berasal dari Prancis, Pak." jawab Meliza yang berhasil membuat Andre manggut-manggut tanda mengerti.


"Dia mengakui dirinya akan menikah. Dan kenapa aku biasa saja? Kenapa aku tidak marah dan cemburu? Astaga, apa aku sudah tidak mencintainya lagi?" ucap Andre di dalam hati.


"Untuk itu saya ingin meminta izin pada Pak Andre. Lagi pula, saya sudah menghadirkan Ririn untuk menggantikan posisi saya di sisi Anda, Pak." Meliza berkata dengan penuh harapan dan permohonan.


Andre manggut-manggut tanda mengerti. Dilihat dari segi mana pun, wanita cantik di hadapannya sangat ngebet ingin menikah dengan pria asing itu. Dan, tentu saja hal itu tidak akan bisa dilarang atau dihalang-halangi oleh siapa pun termasuk Andre.


"Baiklah, jika itu keputusanmu. Aku sungguh tidak berhak melarangmu untuk menikah, Mel." ucap Andre tanpa ragu. "Jika begitu, kau sudah bisa merapikan semua barang-barangmu dari sini, Mel. Walaupun aku sangat berat melepasmu, tetapi aku sungguh tidak dapat menghalangi kebahagiaanmu." lanjut duda tampan itu yang tampak sedikit merasa sedih.


Ya, bagaimana tidak sedih. Meliza adalah sekretaris yang baik dan perfect di mata Andre. Sudah beberapa tahun lamanya wanita itu membantu Andre untuk mengembangkan bisnis dan perusahaannya. Bos mana yang tidak sedih kehilangan tangan kanannya?

__ADS_1


***


Hallo Guys, readers setia, bagi hadiah dan vote nya jangan lupa. He he he he..


__ADS_2