Terjerat Cinta Majikan Duda

Terjerat Cinta Majikan Duda
Kiss me, please


__ADS_3

Rumanah mengeringkan rambutnya menggunakan handuk kecil. Gadis desa yang manis itu tampak baru saja selesai mandi. Ya, dia bisa melarikan diri dari majikan galaknya itu.


"Duh, apa yang sudah aku lakukan dan katakan? Astaga, aku rasa majikan galak itu benar-benar tidak main-main dengan ucapnnya. Ya Tuhan, setelah ini apa yang harus aku lakukan? Sementara pernikahan bukanlah hal yang main-main. Tetapi, aku juga tidak bisa membiarkan majikan galak itu terus-terusan mengejarku dan hendak memperkosaku. Astaga!" cerocos Rumanah seraya memandangi wajahnya di pantulan cermin.


"Haruskah aku kabur saja dari rumah ini? Ah, tapi aku sangat menyayangi princess. Aku sudah menganggapnya seperti anakku sendiri. Apa sebaiknya aku menikah saja dengan Tuan Andre? Tapi, bagaimana dengan keluargaku? Argh, aku sangat pusing sekali," kembali gadis desa itu nyeloteh sendiri.


Ya, Rumanah memang sedikit memiliki rasa pada majikan galaknya itu. Bahkan ia sangat tersanjung dan terlena setiap kali majikan galaknya bucin padanya. Akan tetapi, banyak sekali pertimbangan yang masih ia pikirkan. Masalah menikah, sebenarnya bisa saja ia menikah dengan majikan galaknya itu sekarang juga. Tetapi, tentu saja dia tetap harus memikirkannya matang-matang.


"Sebenarnya apa yang membuat Tuan Andre ngebet sekali ingin mendapatkanku? Apa karena aku ini masih perawan? Astaga, jika hanya karena itu, aku sungguh takut akan menyesal saat aku sudah menikah dengannya. Jika tidak karena cinta, aku takut Tuan Andre akan meninggalkanku di saat dia sudah bosan dan sudah mendapatkan keperawananku. Ya Tuhan, bagaimana ini?" gadis desa itu benar-benar bingung dan dilema.


Di satu sisi, ia tidak ingin dikejar-kejar dan diperkosa terus-terusan oleh majikan galaknya itu. Tapi di sisi lain, ia pun sangat takut akan menyesal jika ia terlalu cepat mengambil keputusan. Bagaimana pun ia masih memiliki masa depan yang panjang. Tentu saja ia harus berhati-hati dan ekstra berpikir keras.


Sementara dengan Andre sendiri, duda tampan itu pun saat ini sedang berimajinasi dengan pikirannya. Mencoba mencari jalan terbaik yang harus ia hadapi. Tak ada yang lain yang ia inginkan saat ini, kecuali dengan gadis desa itu. Ya, ia hanya ingin mendapatkan gadis desa itu seutuhnya. Apakah ini benar-benar cinta? Tetapi, mengapa secepat itu? Dan, bagaimana dengan perasaannya pada Meliza? Apakah sudah menghilang atau hanya tertahan.


Entahlah!


Author pun tidak tahu! He he he.


"Ting toooooong!" terdengar suara bell berbunyi. Sontak saja Andre membuka matanya yang sedang terpejam. Namun, walaupun ia sedang terpejam, otak dan hatinya masih berputar dan berinteraksi.


"Ck, siapa sii?" duda tampan itu sedikit berdecak. Banyak penasaran dan kini tengah menyambar sebuah mikrofon canggih guna untuk memberitahu orang yang ada di luar. Karena memang kamar duda tampan itu kedap suara.


"Masuk!" perintah duda tampan itu.


Tak menunggu waktu lama, pintu pun terbuka dengan sendirinya. Pintu canggih itu memang memiliki beberapa tombol di bagian luar dan dalam. Ada tombol untuk mengunci dan membuka. Namun, Andre lebih senang menggunakan remote untuk membuka, menutup atau mengunci pintu kamarnya itu.


"Siapa yang di luar? Masuklah jika ada perlu," ucap Andre sekali lagi.

__ADS_1


Namun, orang itu tampak enggan melangkahkan kakinya untuk memasuki kamar duda tampan itu. Sehingga hal itu membuat Andre sedikit geram.


"Ck, siapa pun yang mempermainkanku tak akan kuampuni!" kembali duda tampan itu berdecak. Namun kali ini ia menurunkan kaki, lalu melangkah menghampiri pintu kamarnya.


"Benar-benar menyebalkan! Tak akan kuampuni kau!" gerutu duda tampan itu di dalam hati. Dengan kesal ia terus melangkah, mendekati pintu yang sudah terbuka.


Sementara seseorang yang menekan bell itu tampak berdiri dengan santai di depan kamar duda tampan itu.


"Apakah kau tuli? Tidak kah kau tahu jika aku paling tidak suka memerintah dua ka...," Andre tampak menggantung ucapannya saat ia menangkap sosok gadis desa yang sedang tersenyum santai ke arahnya. Seketika kemarahannya tertahan dan kini ia sedikit berubah pikiran.


"Oh, ternyata kau, Annabelle." duda tampan itu melipat tangannya di dadanya dan menyandarkan lengannya pada dinding.


"Seperti yang Anda lihat, Tuan. Saya datang kemari dengan sengaja," ucap Rumanah seraya melangkahkan kakinya sedikit maju, satu langkah laki ia masuk ke dalam kamar majikan galaknya itu.


Andre tersenyum simpul seraya menyapu tubuh Rumanah dari ujung kaki hingga ujung kepala.


Rumanah mengerutkan dahi tak mengerti. "Kenapa? Ada yang salah dengan pakaian tidur saya? Apakah terlihat kurang sopan? Atau terlihat sangat menakjubkan?" seloroh gadis desa itu.


"Cih, menakjubkan matamu!" desis duda tampan itu seraya menarik tangan Rumanah dengan paksa sehingga membuat gadis desa itu masuk ke dalam kamar majikan galaknya.


"Ish, jangan macam-macam, Tuan. Saya tidak ada niat lain selain memanggil Anda untuk menemui princess di dalam kamarnya," tegas gadis desa itu penuh peringatan.


Andre tersenyum sinis. "Tapi aku selalu ingin macam-macam padamu, Annabelle. Kau tahu? Aku sudah siap menikahimu. Dan mungkin dua hari lagi kita akan menikah. Kau harus siap, karena ini adalah keinginanmu!" ujar duda tampan itu yang berhasil membuat Rumanah terbelalak kaget.


"Hah?? Du... dua hari lagi?" ucap gadis desa itu yang tampak syok.


"Yes, tentunya kau sangat senang, bukan? Oh ya, aku minta padamu untuk tidak merubah apa pun yang ada pada tubuhmu sampai kita menikah. Kalau tidak ... kheeeeckkk!" tegas duda tampan itu sembari diiringi oleh ancamannya. Tangannya ia letakkan di lehernya dan berlagak seperti menyekek.

__ADS_1


Rumanah menelan ludahnya kasar dan membulatkan kedua bola matanya penuh. "Gilee, apa-apaan ini? Dalam dua hari ke depan aku harus berpikir keras dan mempersiapkan diri." ucap gadis desa itu dalam hati.


"Dan satu lagi, Annabelleku. Nanti akan kubelikan kau pakaian tidur yang lebih sopan dari pada yang ini. Ck, pakaian tidurmu membuat mataku malas menatapnya," ucap duda tampan itu seraya melirikkan matanya pada baju tidur yang Rumanah kenakan.


"Apa lagi ini? Ada apa dengan baju tidurku? Kurang sopan dari segi mananya? Baju tidur ini kan rapi dan panjang. Kenapa dia bilang tidak sopan? Argh, dasar tidak jelas!" cerocos Rumanah dalam hati.


Dengan terpaksa Rumanah menganggukkan kepalanya dan tersenyum semanis mungkin. "Baiklah, Tuan. Jika pidatonya sudah selesai, lebih baik sekarang Anda temui princess di kamarnya. Putri Anda ingin menunjukkan sesuatu pada Anda." ucap gadis desa itu penuh penekanan.


"Dengan senang hati," jawab Andre. "Tapi...," duda tampan itu seketika menarik tubuh Rumanah sehingga mereka menjadi semakin dekat. "Kiss me, please!" pinta duda tampan itu seraya meletakkan telunjuknya pada bibir seksinya.


Rumanah membulatkan matanya. "Hahhh???" gadis desa itu terperanjat dan tidak melakukan apa yang majikan dudanya perintahkan.


"Come on!" desak Andre seraya memejamkan mata.


Rumanah bergidik dan tengah mencari cara. Hingga beberapa detik kemudian...


Plaaaakk!!


Gadis desa itu menepuk bibir Andre dengan kekuatan sedang. Dan hal itu membuat Andre terjingkat kaget lantas membuka matanya.


"Cepat temui princess di kamar, Tuaaaaaan!" teriak gadis desa itu seraya berlari menjauhi majikan galaknya.


Andre membulatkan mata, duda tampan itu tampak kesal bercampur gemas pada pengasuh putri kecilnya.


Seperti anjing dan kucing, begitulah yang terjadi dengan Andre dan Rumanah.


BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2