
Andre mendudukkan bokongnya di kursi samping Rumanah. Senyuman manisnya tiada henti mengembang di wajah tampannya. Bagaimana bisa ia melupakan keindahan tubuh gadis desa itu yang nyaris tidak pernah disentuh oleh siapa pun selain dirinya. Sementara sang gadis desa itu kini berusaha untuk menahan dirinya agar tidak melakukan hal yang lebih ekstream dari pagi tadi. Astaga!
"Nyenyak sekali kau, Annabelle," ucap Andre dalam hati.
Beberapa menit Andre memandangi wajah dan seluruh tubuh gadis desa itu, seketika gejolak asmaranya kembali muncul dan menggebu-gebu. Tak dapat ia lupakan pesona tubuh dan nikmatnya dua bukit kembar milik pengasuh putrinya itu.
"Astaga, gadis ini benar-benar membuatku ingin menghabisinya," desis Andre dalam hati.
Tak berapa lama, Rumanah tampak membuka kelopak matanya. Yang pertama ia lihat adalah langit biru yang luas. Tentu saja ia belum menyadari kehadiran majikan galaknya, sebab ia sedikit memiringkan kepalanya.
"Astaga, apa yang aku lakukan? Kenapa aku bisa sampai tertidur di sini," ucap Rumanah di dalam hati.
Andre yang melihat gadis desa di hadapannya terbangun dari tidurnya tampak tersenyum lebar. Kini saatnya ia mengajak gadis desa itu untuk berenang bersamanya.
"Enak bener ya tidur di sini, untung saja tidak ada orang yang tega menyeburkanmu ke dalam kolam," ucap Andre yang berhasil membuat Rumanah terjingkat kaget.
"Hah, Tuan! Sejak kapan Anda berada di sini?" tanya Rumanah yang tampak beringsut bangun dari tidurnya. Terpaan angin sore tampak sedikit menyingkapkan daster mini yang Rumanah kenakan. Astaga, hal itu membuat Rumanah sedikit syok dan sangat merasa panik.
"Aaaaa," gadis desa itu berusaha mempertahankan daster mininya agar tidak tersingkap.
"Astaga, kenapa kau tutupi? Itu artinya angin sengaja membuka dastermu agar terlihat olehku," desis duda tampan itu seraya mengacak rambutnya kasar.
"Hish, dasar otak mesum!" desis Rumanah seraya menurunkan kakinya dan berdiri tegak. Kesal ia pada majikan galaknya yang selalu saja berpikiran mesum.
__ADS_1
"Ayolah, Belle. Kau tidak usah berpura-pura dan munafik seperti ini. Kau jangan lupa jika kau sangat menikmatinya, dan bahkan kau memejamkan mata seraya mendesah dan mengerang nikmat, ha ha ha ha ha ha ha!" ucap Andre disertai tawa ngakaknya.
Rumanah tampak membulatkan kedua bola matanya penuh dan menatap tajam pada majikan galaknya itu. "Sialan, majikan galak ini begitu mengingat apa yang telah terjadi pagi tadi. Astaga, aku tidak boleh membiarkannya terus mengingat semua yang telah terjadi," ucap gadis desa itu di dalam hati.
"Dan sekarang, aku ingin melakukannya lagi, aku harap nanti malam kau bersedia menemaniku di dalam kamarku, Annabelle," bisik Andre pada telinga gadis desa itu.
Rumanah tampak memejamkan matanya dan bergidik geli. Sementara Andre tampak tersenyum mesum dan menatap gemas wajah manis pengasuh putri cantiknya itu.
"Dengar ya, Tuan Andre yang terhormat sejagad raya! Pokoknya saya tidak akan mau melakukannya lagi sebelum Anda menikahi saya!" tegas Rumanah tanpa ragu.
Andre tampak tercengang kaget dan memutar bola matanya malas. "O M G, Annabelle! Harus berapa kali sii aku katakan kepadamu jika pernikahan itu harus didasari dengan sebuah rasa cinta. Sementara aku dan kamu, astaga! Sudah lah jangan banyak menghayal, pokoknya aku akan terus mengincarmu, Annabelle!" seloroh duda tampan itu yang terus-terusan membuat Rumanah kesal.
Rumanah mengerlingkan manik matanya dan membuang napasnya kasar. "Tuan bisa mencintai saya ketika kita sudah menikah. Yang penting nikah saja dulu, urusan cinta mah nanti juga nyusul belakangan. Sudah tidak usah gengsi, Tuan. Bilang saja kalau sebenarnya Tuan sangat ingin menikahi saya," ucap gadis desa itu penuh percaya diri.
Andre melongo mendengar ucapan pengasuh putri kecilnya itu. "Astaga, kau ini benar-benar tidak tahu malu, Annabelle!" desis duda tampan itu. "Sudah jelas-jelas aku menolaknya, tetapi kau masih saja mengemis dan memaksaku seperti ini. Benar-benar menyebalkan!" lanjutnya.
Andre terbelalak kaget mendengar ucapan gadis desa di hadapannya itu. "Sialan, bisa-bisanya dia mojokin gue kayak gini," desis duda tampan itu di dalam hati.
"Dan, memangnya Anda pikir melakukan hubungan se*ks tidak harus didasari dengan rasa cinta? Astaga, saya bukan ja to the lang yang bebas untuk Anda singgahi kapan saja tanpa memiliki rasa cinta! Ck, memusingkan!" gerutu gadis desa itu yang benar-benar kesal.
Andre masih diam selama Rumanah mengomel kesal padanya.
"Pokoknya kalau Anda ingin menikmati ini, ini, ini dan ini." gadis desa itu mengarahkan telunjuknya pada pipi, bibir, dua bukit kembar dan mis vagsnya. "Maka Anda harus menikahi saya terlebih dahulu," ucapnya seraya tersenyum manis. Setelah bicara seperti itu, gadis desa itu pun melangkahkan kakinya hendak meninggalkan tempat itu.
__ADS_1
"Sialan, tidak akan kubiarkan kau lolos dariku, Annabelle!" desis duda tampan itu penuh dendam.
Rumanah melangkahkan kakinya dengan santai, tanpa ia duga ternyata sang majikan tiba-tiba berlari mendahuluinya.
"Astaga, orang ini aneh sekali," desis gadis desa itu dalam hati.
Andre berhenti di depan pintu, entah apa yang lelaki itu lakukan.
"Sedang apa dia si sana?" ucap Rumanah dalam hati. Gadis desa itu tampak menghentikan langkahnya.
"Ha ha ha ha, syukurin! Pintunya aku kunci, kau tidak bisa keluar, Annabelle. Kau benar-benar terkurung di dalam sini bersamaku," ucap Andre dalam hati.
Rumanah tampak terbelalak kaget saat menyadari jika majikan mesumnya telah mengunci pintu itu. Tentu saja gadis desa itu mulai terserang panik dan tegang. Sementara sang majikan kini tengah berjalan cepat ke arahnya.
"Ya Tuhan, dia benar-benar gila!" cicit Rumanah dalam hati.
Andre tersenyum mesum pada gadis desa yang sedang mematung di tempatnya. Pokoknya ia harus mendapatkan apa yang dia inginkan.
"Apa yang Anda lakukan, Tuan?" tanya Rumanah dengan wajah yang mulai pucat. Tentu saja ia sangat takut hal yang sangat tidak ingin ia ulangi terulang kembali.
Andre tersenyum sinis dan menatap tajam wajah manis Rumanah. Tanpa menjawab pertanyaan gadis desa itu, dengan cepat Andre mendekatkan wajahnya pada wajah pengasuh putri kecilnya itu, dan...
"Eeeeeemmmmhhhhhhh!!" Rumanah berontak dan berusaha menjauh dari terkaman Andre yang kini sudah menghisap dan melum*at habis bibir tipisnya. Gadis desa itu berusaha melepaskan diri, namun sang majikan galak itu pun berusaha mempertahankan diri dan mengekang gadis desa itu agar tidak menjauh darinya.
__ADS_1
Duh, jadi takut gini ya!
BERSAMBUNG...