Terjerat Cinta Majikan Duda

Terjerat Cinta Majikan Duda
Seperti badut


__ADS_3

Warning: Terdapat beberapa adegan yang harus dihindari oleh kalian yang belum cukup umur dan belum memiliki istri atau suami.


________________________________


Andre menekan tengkuk Rumanah agar lebih dalam lagi menyusuri setiap rongga mulut gadis desa itu. Dengan ganas ia menghisap habis bibir dan lidah yang kini sudah mulai lincah itu.


"Eeemmh!" Rumanah bergumam menikmati hisapan dan lum*atan duda tampan itu. Sementara tangannya pun kini tak mau diam. Tak memikirkan bagaimana nasib lipstik yang telah terpoles di bibir mungilnya itu.


Mereka berdua seakan terhanyut dalam arus cinta dan birahi yang kian memuncak. Andre yang semakin gemas pada gadis desa itu pun kini tampak melepaskan ciumannya dan beralih menyusuri leher jenjang milik gadis desa itu.


"Uhm, harumnya. Kulitnya halus, mulus dan putih bersih. Aku rasa gadis desa ini berdarah chines atau mungkin Jepang si pemilik kulit putih bersih," celoteh Andre di dalam hati.


"Uuuuhhhh!" Rumanah melenguh manja saat Andre semakin buas menyusuri lehernya. Memberikan rasa geli dan juga nikmat yang tiada tara. Dikolaborasikan dengan peremasan dua balon kembar yang kenyal dan mungil itu. Rasanya seperti terbang ke awan. Dan, Rumanah sangat menikmatinya.


Gadis desa itu meremas rambut majikan galaknya. Kepalanya semakin ia tekan agar lebih ekstream lagi menciumi serta menghisap kecil kulit leher yang putih mulus itu.


"Aaach!" Rumanah mengerang, menggelinjang dan seketika ia meremas kuat punggung kekar Andre.


"Annabelle, aku sangat menginginkanmu!" bisik Andre seraya memainkan tangannya pada mis vags gadis desa itu.


"Ouch! Sa... saya juga!" balas Rumanah setengah sadar.


Andre tersenyum mesum dan penuh kemenangan. Melihat gadis desa itu mengerang serta mendesah nikmat dan memasang badan, membuat Andre semakin semangat dan tak ingin lagi membuang waktunya. Tapi, ini di dalam mobil. Dan, mereka juga belum menikah. Gimana dong?


Dress hitam itu kini terangkat hingga menampakkan paha mulus dan juga putih bersih milik gadis desa itu. Wah, Andre sangat terpukau melihat keindahan itu. Belum lagi gundukan kecil yang sedang ia mainkan sedikit demi sedikit mulai terlihat oleh manik matanya.


"Aaaaaahhh! Tuan, emh!" Rumanah seakan tak dapat lagi menahan dirinya. Matanya terpejam, namun dari mulutnya terus keluar ******* dan erangan manja yang semakin membuat Andre gemas dan ingin menghabisi gadis desa itu sekarang juga.


Paha mulus itu seketika terbuka lebar dengan sendirinya. Seperti mendapatkan dorongan, Rumanah menggerakkan tangannya dan membelai lembut dada bidang majikan galaknya itu. Sementara Andre terus memainkan jarinya pada mis vags yang mulai basah itu. Dan kini ia pun kembali menyatukan bibirnya dengan bibir Rumanah.

__ADS_1


"Emmmhhhh!" keduanya bergumam menikmati setiap lum*atan dan hisapan. Seakan make up dan dress yang digunakan sudah tak berarti apa-apa, Andre dengan cekatan melepas resleting dress hitam yang Rumanah kenakan.


Untung saja, kaca jendela mobil milik duda tampan itu tidak tembus pandang. Dari dalam dapat melihat luar, namun dari luar tidak dapat melihat ke dalam. Tentu saja hal itu membuat mereka tidak terganggu oleh siapa pun.


"Tuan, tunggu dulu!" seketika Rumanah melepaskan ciumannya dan menghentikan aksi majikan galaknya itu. Pasalnya, saat ini Andre telah menurunkan bagian dada Rumanah sehingga mulai menampakkan balon kembar yang kenyal itu.


"Ada apa, Belle?" tanya Andre dengan napas yang sudah sangat berat menahan sesuatu.


Rumanah melirikkan matanya ke kanan dan ke kiri. "Ini di dalam mobil, Tuan. Saya takut ada yang melihat kita," ucap gadis desa itu yang tampak mulai ketar ketir.


Andre tersenyum simpul seraya mengusap lembut wajah cantik gadis desa itu. "Tenang saja, tidak akan ada yang melihat kita, Annabelle. Kaca ini tidak tembus pandang, jadi kau tidak usah khawatir." terang duda tampan itu menenangkan gadis desa itu.


Rumanah melipat bibirnya ke dalam dan menatap intens manik mata majikan galaknya itu.


"Percayalah padaku!" tegas Andre meyakinkan.


Rumanah pun mengangguk pasrah. Dia tidak sadar jika ternyata ada Tuhan yang melihat perbuatan mereka. Astaga!


Tangan kekar itu meremas habis balon kembar yang kenyal dan mungil itu. Seketika Rumanah kembali menggelinjang dan melenguh manja.


"Aaaacch!" ******* itu nyaris terdengar seksi di telinga Andre. Tak perduli dengan mobil yang sudah bergoyang akibat ulah mereka berdua. Mungkin siapa orang yang melihat hal itu akan langsung curiga pada yang terjadi di dalam mobil itu.


"Are you oke?" tanya Andre dengan tatapannya yang lembut.


Rumanah tersenyum kecil serta mengangguk.


"So beautiful girl," bisik Andre yang kemudian mendaratkan bibirnya pada dua balon kenyal yang kini sudah terpampang nyata di hadapannya itu.


Seketika Rumanah memejamkan mata dan melenguh manja. Senasi nikmat itu kembali ia rasakan. Sementara Andre kian gemas dan nafs*u berat pada balon yang mungil dan sangat menggemaskan itu.

__ADS_1


"Aaach, Tuan. Emmmmh, enak sekali!" Rumanah berkicau dalam kenikmatannya. Dan hal itu semakin membuat Andre bersemangat.


Andre terus menghisap pucuk balon kembar itu. Dengan buas dan ganas ia menikmati si kembar mungil yang menggemaskan itu. Sementara kini tangannya masuk ke dalam CD yang Rumanah kenakan dan mulai mengorek-ngorek apa yang ada di dalam CD itu.


"Oouuch! Enak sekali, Tuan. Ach!" kembali Rumanah berkicau.


Andre semakin semangat dan hasratnya kini sudah naik ke ubun-ubun. Uh, nikmatnya!


"Tak akan kubiarkan tubuh mungil ini dinikmati oleh pria lain selain diriku!" ucap Andre dalam hati.


"Wiiiuuuwwww wiiuuuwww wiiiuuuwwwwww!!!!" seketika terdengar bunyi sirine dari luar. Dan hal itu membuat Andre dan Rumanah terjingkat kaget.


Dengan terpaksa permainan yang mengasyikan itu harus mereka akhiri. Rumanah membulatkan mata dan buru-buru ia membenarkan pakaiannya kembali.


"Ada apa itu, Tuan?" tanya Rumanah sedikit panik. Sementara di luar orang-orang sudah banyak yang berkumpul dan berlari.


Andre mengedarkan pandangannya ke luar mobilnya. "Sepertinya ada kebarakan, Belle." jawab duda tampan itu.


"Ya Tuhan, untung saja kita sudah keluar dari sana," ucap Rumanah seraya berusaha memasang resletingnya kembali.


"Ck, menyebalkan!" Andre malah berdecak kesal. Ia tampak mengusap wajahnya kasar. Sementara Rumanah tampak merapikan dirinya agar kembali seperti semula.


"Lihat wajahmu, Belle. Ha ha ha," Andre tertawa saat melihat lipstik yang menghiasi bibir mungilnya berantakan ke mana-mana.


Rumanah mengerutkan dahi seraya mengarahkan wajahnya pada cermin. Seketika ia terbelalak kaget melihat wajahnya sendiri.


"Aaaaaa! Kenapa saya seperti badut begini. Ini semua gara-gara Tuan!" oceh gadis desa itu.


"Ha ha ha ha, tidak apa-apa. Kau tetap terlihat cantik walau seperti badut. Ha ha," ucap duda tampan itu yang tampak tertawa terbahak-bahak.

__ADS_1


Rumanah memutar bola matanya malas dan membuang napasnya sebal. Tak membuang waktu lagi, ia pun membersihkan lipstik yang belepotan.


BERSAMBUNG...


__ADS_2