
Meliza mengerutkan dahinya saat mendengar ucapan bos dudanya. Sementara Rumanah nampak memutar bola matanya malas dan merasa sedikit kesal karena bos mudanya selalu saja memaksa princess Sandrina untuk dekat dengan Meliza. Padahal, di lihat dari segi manapun gadis kecil itu kurang srek dan kurang cocok dengan sekretaris cantik itu.
"Maksud Daddy apa? Kan Aunty Meliza bukan Mommy princess." tanya gadis kecil yang masih polos dan minim akan wawasan.
Andre tersenyum kecil. "Ya, Aunty Meliza memang bukan Mommy princess. Maksud Daddy, mulai saat ini princess bisa menganggap Aunty Meliza sebagai Mommy princess. Aunty Meliza baik, bukan? Jadi Daddy rasa princess sangat menyukai Aunty Meliza." terang Andre yang nampak lembut berusaha membu putri kecilnya itu.
Meliza benar-benar dibuat heran oleh bos dudanya itu. Tentu saja Andre tidak pernah membicarakan hal itu sebelumnya. "Ada apa dengan Pak Andre? Kenapa dia tiba-tiba sekali bicara seperti ini. Aku jadi semakin curiga padanya, jangan-jangan bos duda ini memang sengaja menahanku untuk tidak resign dari pekerjaanku agar aku tertarik padanya. Astaga, benar-benar sulit di mengerti." cerocos sekretaris cantik itu dalam hati.
"Tidak, princess hanya ingin bersama dengan dewi peri. Sudah princess katakan jika princess ingin memiliki Mommy seperti dewi peri. Aunty Meliza tidak seperti dewi peri, Dadd. Tapi Aunty Meliza juga sangat baik pada princess." tolak Sandrina yang nampak berhasil membuat Andre, Meliza dan juga Rumanah nampak terhenyak kaget mendengar ucapan gadis kecil itu.
"Apaaaa??? Princess ingin aku menjadi Mommy nya? Astaga, gadis kecil ini. Tapi, itu sangat mustahil sekali, princess. Daddy mu tidak mencintai dewi peri." ucap Rumanah dalam hati.
Andre mengusap wajahnya kasar dan melirikkan matanya pada sekretaris cantiknya yang kini nampak berekspresi tidak enak dan tidak nyaman.
__ADS_1
"Astaga, princess. Jangan bicara seperti itu sebelum—" Andre nampak menggantung ucapannya saat tiba-tiba Meliza menyelanya.
"Sudahlah, Pak. Sebaiknya jangan paksa princess untuk menyukai saya. Lagi pula, saya hanya sekretaris Pak Andre dan sebentar lagi akan resign dari pekerjaan saya. Dan setelah saya benar-benar resign, kemungkinan besar saya akan jarang bertemu dengan princess. Jadi, biarkan princess memiliki keinginannya." ucap Meliza yang nampak menekan setiap ucapannya.
Ya, Meliza memang sudah memiliki kenalan seorang laki-laki tampan yang berasal dari Prancis. Tentu saja Meliza tidak akan main-main dengan hubungan percintaannya, pasalnya sekretaris cantik itu memang sudah sangat ingin mengakhiri masa lajangnya.
Andre nampak mengeraskan rahangnya dan menatap penuh emosi pada sekretaris cantiknya itu. "Ya, kau senang princess tidak ingin denganmu. Karena hal itu akan membuatmu leluasa berkencan dengan pria asing itu. Ck, dasar menyebalkan!" duda tampan itu berdecak dalam hati.
"Sudahlah, Tuan, Mbak Mel, sebaiknya tidak usah diperpanjang. Princess masih sangat muda untuk menangkap semua ucapan orang dewasa. Saya rasa memang perlu dan sangat membutuhkan waktu lama untuk membuatnya mengerti." ucap Rumanah penuh kebijakan. Dalam situasi yang ia rasa sangat menegangak seperti ini, berdamai dan mengalah adalah cara terbaik baginya.
"Ada apa dengan Daddy? Kenapa Daddy terlihat sangat kesal sekali? Apakah Daddy marah pada princess?" tanya gadis kecil itu yang nampak penasaran dan heran pada Daddy nya yang tiba-tiba pergi meninggalkannya tanpa kata.
Rumanah tersenyum hangat dan mengusap lembut puncak kepala asuhannya itu. "Tidak, sayang. Daddy mu hanya sedang menunjukkan leluconnya di hadapan kita. Jadi, jangan dipikirkan dan tersenyum lah!" ucap gadis desa itu yang nampak sangat lembut.
__ADS_1
Meliza tersenyum hangat menyaksikan kelembutan dan bagaimana cara Rumanah memanjakan dan memperlakukan putri bos dudanya. "Pantas saja princess sangat menyukainya," ucap Meliza dalam hati.
"Oh, begitu ya." ucap Sandrina yang nampak tidak banyak curiga.
"Ya, princess. Daddy memang selalu seperti itu, bukan?" jawab Meliza seraya tersenyum hangat.
Sandrina mengangguk. "Ya, Daddy memang suka bercanda dan menyebalkan. Seperti anak kecil yang sedang ngambek karena tidak dibelikan ice cream." cerocos Sandrina seraya melipat kedua tangannya di dadanya.
Rumanah dan Meliza nampak tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan gadis kecil itu.
***
#Meliza
__ADS_1