
Warning: Terdapat adegan yang harus dihindari oleh kalian yang belum cukup umur dan belum memiliki suami atau istri.
_________________________________________
Rumanah melepaskan selimut yang menutupi tubuhnya. Dari wajahnya, terpancar senyuman manis nan indah. Setelah sang suami tampan itu meminta maaf dan berusaha membujuknya kembali, gadis desa itu pun mulai mendapatkan energi dan keinginannya untuk memberikan yang terbaik.
Andre Wijaya Rakadewa, pria dewasa pemilik wajah tampan dengan bulu-bulu seksi di sekitaran rahang hingga dahunya—tampak tersenyum puas dan penuh kemenangan. Sosok Rumanah yang cantik jelita dan menggemaskan begitu membuatnya enggan menyia-nyiakan keelokan gadis desa itu.
"So beautiful, beybi!" puji pria tampan itu yang kini tengah menunggu sang istri untuk menggerayanginya.
Rumanah tersenyum. Gadis desa itu melangkah menghampiri suaminya yang sedang terbaring menunggunya di atas ranjang. Dengan tubuh polosnya, gadis desa itu nyaris membuat Andre tak dapat menelan ludahnya.
"Tuan, apakah Anda sudah siap?" gadis desa itu mencoba menggoda serta bersikap centil pada suaminya. Ia tidak lupa jika suaminya suka dengan wanita yang binal dan liar di atas ranjang.
"Sangat siap, Belle. Kau selalu membuatku terpesona," jawab pria tampan itu seraya mengulurkan tangannya untuk membantu Rumanah naik ke atas ranjang.
Rumanah tersenyum, gadis desa itu pun naik lalu duduk dan bersandar pada kepala ranjang. "Saya akan berusaha," ucapnya seraya menggerakkan jari jemarinya melepas satu persatu kancing kemeja suaminya.
"Kau pasti bisa, kuharap kau dapat menahan apa yang semestinya kau tahan," balas Andre seraya mengusap lembut wajah cantik istrinya.
Rumanah tersenyum serta mengangguk. Setelah ia selesai melepaskan baju suaminya. Gasid desa itu meringsek naik ke atas perut sixpack suaminya. Dengan posisi seperti itu, mis vagsnya menempel dengan sempurna pada perut sixpack suaminya.
Andre tersenyum serta menatap penuh hasrat pada istrinya yang menggemaskan itu. Tangannya meremas lembut dua balon kenyal yang mungil itu. Sementara kini Rumanah pun membelai hangat dan lembut dada bidang suaminya.
"Mungkin aku harus menciumi leher serta dada pria ini. Ya, dia sering mengatakan lakukan apa yang dia lakukan padaku! Baiklah, sekarang aku mengerti." gadis desa itu bicara dalam hati.
Tanpa membuang waktu lagi Rumanah pun mendaratkan bibirnya pada leher suaminya. Mengecup serta menyapu kulit leher itu dengan lidahnya. Dan, hal itu membuat Andre merinding-merinding geli.
__ADS_1
"Hummmmmmmm," Andre bergumam. Tangan kekarnya meremas bokong Rumanah yang sintal dan padat. Sementara sang istri terus melakukan kegiatannya.
"Ini memang menyenangkan, ternyata aku baru paham!" bisik Rumanah dalam hati.
Tak mau membuang waktu dengan menyapu leher pria tampan itu. Dengan perlahan Rumanah pun meringsek mundur dan mendaratkan bibirnya pada dada bidang suaminya. Memilin serta ******* dan juga menghisap bulatan kecil hampir mirip dengan kutil.
"Aaaah, kau hebat sekali, Annabelle." Andre mulai merasa terangsang. Kejantanannya mulai bangun dan menguap. Hampir saja celana dasarnya jebol karena amukan ular berbulu itu.
Rumanah sedikit merasa senang dan semakin semangat saat sang suami memujinya. Seperti mendapat dorongan, gadis desa itu pun terus menurunkan lidah dan bibirnya hingga ke perut suaminya. Dan, yang lebih membuat Andre tercengang dan mendes*ah nikmat adalah...
"Aaaaach!" pria tampan itu mendes*ah saat tiba-tiba dengan lembut tangan mungil Rumanah mengusap ular berbulunya yang sudah tegang di dalam kandang.
"Hah? Ini, besar sekali." Rumanah tercengang saat menyadari jika milik suaminya sangat besar dan sudah tegang.
"Lepaskan saja celananya, Annabelle," pinta Andre dengan suara yang berat menahan sesuatu.
"Kau luar biasa. Aku sudah sangat sesak, Belle. Cepatlah lepaskan celanaku. Uh!" kembali Andre meminta dan mendesak nampaknya ia memang sudah sangat tidak kuat.
Rumanah mengangguk. Tanpa ragu ia pun melepas ikat pinggang suaminya dan membuka resleting celana suaminya. Ya, tak dapat ia pungkiri jika sejujurnya ia pun sangat penasaran ingin melihat dan merasakannya.
Andre meringsek bangun, dengan lembut ia mel*umat bibir mungil istrinya dan membantu sang istri membuka celana yang ia kenakan.
Cup!
Pria tampan itu melepaskan ciumannya, nenatap lembut dan tersenyum manis pada istrinya. Kini, celana yang ia kenakan sudah terlepas dan tinggal menyisakan simpak di sana.
Dengan jantung yang berdetak tinggi, napas yang ngos-ngosan dan tatapan yang harap-harap cemas, Rumanah kembali mengusap serta membelai si ular bulu yang berada di balik simpak itu. Ular bulu itu sudah bangun dan sudah perkasa. Ukurannya sungguh besar dan tak dapat dipresiksikan seberapa besarnya. Yang jelas, simpak itu pun hampir robek karena amukan ular bulu itu.
__ADS_1
"Uh, kau sangat lembut, Annabelle. Tapi, kau membuatku tak tahan lagi. Uuh!" Andre berkicau tiada henti. Hasratnya semakin naik ke ubun-ubun.
Rumanah tersenyum seraya memainkan tangannya pada ular bulu itu. Namun, sejujurnya ia belum berani melihat si ular bulu yang mungkin sangat besar dan panjang. Ya, tentu saja ular bulu yang menjadi idaman bagi para wanita liar dan binal. Besar dan panjang serta mampu membuat siapa pun yang merasakan sengatan ular bulu itu akan merasa seperti terbang ke atas awan. Dan, hanya Luna lah yang pernah merasakan si ular bulu milik Andre. Mungkin, setelah ini gadis desa itu lah yang akan mendapatkan dan merasakannya.
"Lepaskan lagi, biarkan adik kecilku bernapas dengan lega dan berkenalan denganmu, Annabelle," bisik pria tampan itu dengan napas yang semakin berat.
Rumanah membulatkan kedua bola matanya penuh dan seketika menghentikan gerakkannya.
"Why? Kau tidak mau berkenalan dengan adik kecilku?" desak Andre seraya menuntun tangan Rumanah agar menelusup masuk ke dalam simpaknya.
Rumanah menggeleng kecil dengan ekspresi yang tegang. "Tidak, Tuan. Bukan seperti itu," sangkalnya.
Andre tersenyum kecil. Ia tahu jika istrinya itu hanya tegang dan perlu pemanasan untuk menerima si ular berbulu itu.
"Lakukanlah pemanasan dan berkenalanlah dengannya, Belle. Kupastikan setelah ini, dia akan menjadi salah satu favoritmu," ucap Andre seraya menarik tangannya dan membiarkan tangan Rumanah berada di dalam simpaknya.
Gadis desa itu semakin deg-degan dan merinding saat tangannya menyentuh bulu-bulu yang sepertinya sangat tipis itu. Belum lagi saat ia meraba sepotong daging yang ternyata besar sekali.
"Hah, gila! Ini besar sekali, astaga!" desis gadis desa itu.
Sungguh ia penasaran dan mulai cenat-cenut. Tanpa pikir panjang Rumanah pun menurunkan simpak suaminya dan membiarkan si ular bulu itu bernapas dengan lega dan berdiri menjulang tinggi.
"Aaaaaaaaa!" sontak saja Rumanah memekik histeris serta memejamkan matanya saat ia mendapati ular bulu yang besar dan panjang yang seakan sedang tersenyum usil padanya.
Waduh, gawat ini mah!
BERSAMBUNG...
__ADS_1