Terjerat Cinta Majikan Duda

Terjerat Cinta Majikan Duda
Tuan yang mengajari saya


__ADS_3

Andre menyilangkan kedua tangannya pada dadanya. Ditatapnya wajah Rumanah yang sedang tertidur tenang. eHidung mancung dan mata bulat menjadi daya tarik tersendiri dari seorang gadis desa yang bernama Rumanah itu.


"Dia pakai jilbab? Eh tidak, ini bukan jilbab. Ini untuk sholat, apa ya namanya? Duh, lupa aku." ucap Andre dalam hati.


Duda tampan itu kini tengah mencari sebuah media untuk membangunkan pengasuh putri kecilnya itu.


"Ahaaaaaa!!" sorak Andre yang saat itu sudah menemukan sebuah alat untuk membangunkan Rumanah.


Andre meraih selembar poster lalu ia gulung-gulung dan setelah itu...


"Annabelleeeeeeeee!!! Banguuuuuuun!!!!" Andre berteriak pada poster yang telah ia gulung-gulung dan mengarahkan tepat pada telinga Rumanah. Duda tampan itu benar-benar mengeraskan suaranya agar pengasuh putri cantiknya segera bangun.


Benar saja, saat Andre meneriaki Rumanah dengan suara yang sangat keras, pada saat itu juga Rumanah terbangun dan benar-benar terkejut.


"Muonyooooooong luuuuu!!!" Rumanah tampak terjingkat kaget dan latahnya pun kembali muncul. Refleks Rumanah menendang tubuh majikan galaknya.


"Sialan loe ya, mau ngapain loe!?" dengan cepat Rumanah bangkit dari tidurnya. Sementara Andre tampak meringis kesakitan akibat tendangan Rumanah.


"Auuuuuw, argh! Kamveeeer, sakiiiiiit!" Andre tampak memekik dan meringis kesakitan. Duda tampan itu tampak terjungkal ke pojokan.


"Hah?? Suaranya?" Rumanah tampak terhenyak kaget saat mendengar suara yang sudah tak asing lagi baginya.


"Sialan kau!" umpat Andre sembari bangkit dan memegangi bokongnya yang lumayan terasa sakit.


"Haaaaaahh???" Rumanah terbelalak kaget dan menutup mulutnya yang menganga.


"Beraninya kau menendangku, Annabelle!" umpat Andre seraya menyekik leher Rumanah dan mendorongnya.


"Aaaaaaaa! Khoeeek khoeeeek khoeeeeek!" Rumanah tampak terkejut dan memekik saat Andre mencekiknya dengan kekuatan yang standar.

__ADS_1


"Ini pembalasan untukmu!" ketus Andre sembari menjatuhkan tubuh Rumanah ke atas kasur. Namun kebetulan saat itu Rumanah memegangi tangan kekar majikan galaknya dan tentu saja hal itu membuat Andre pun ikut terjatuh.


"Huuwaaaaaaaa!!!!"


Bruuuugggghhhhh!


Andre dan Rumanah tampak terjatuh secara bersamaan ke atas kasur tempat tidur Rumanah. Tentu saja Rumanah berada di bawahnya dan Andre berada di atasnya.


"Ohoookk ohooookk!!" Rumanah tampak terbatuk kecil karena engap.


Sementara Andre tampak terhenyak kaget dan dengan cepat ia bangun dari atas tubuh Rumanah.


"Sialan! Kenapa kau menarik tanganku?" sungut Andre kesal.


"Hahh??? Saya tidak menarik tangan Tuan. Lagian kenapa Tuan mendorong tubuh saya!?" protes Rumanah yang juga tampak ngotot.


"Hallah, bilang saja kau ingin tidur bersamaku!" tuding Andre.


"Aku bukan memfitnah, tapi aku bicara fakta!" cetus Andre yang juga tak mau kalah.


"Fakta? Bukan kah Tuan yang mendorong tubuh saya? Itu artinya Tuan yang ingin..." Rumanah tampak menggantung ucapannya saat tiba-tiba Andre menarik mukenanya lalu membelit mukenanya pada leher gadis desa itu.


"Aaaaaaaargh! Ohok ohok! Tuan, Ya Tuhan, Anda bisa membunuh saya. Ohok ohok ohok!" Rumanah kembali memekik dan terbatuk karena sesak di kerongkongannya.


"Biarkan saja, biarkan kau tidak bicara asal lagi tentangku, Annabelle!" seloroh Andre yang tampak kesal.


"Ampuuun, Tuan. Saya bicara asal karena Tuan yang mengajari saja." ucap Rumanah membela dirinya dan malah memojokkan majikan galaknya.


"Apaaaaa??? Kau benar-benar ingin mati?" ancam Andre yang tampak kesal.

__ADS_1


"Tidak tidak tidaaaak! Saya hanya bercanda! Tolong lepaskan saya, Tuan. Saya bisa benar-benar mati jika Tuan terus-terusan membelit leher saya." rengek Rumanah meminta ampun.


"Apa perdulinya aku pada kematianmu, Annabelle!?" sungut Andre.


"Uhuk uhuk uhuk, nanti kalau saya mati, princess Sandrina pasti akan bersedih dan kehilangan saya. Dia pasti akan menangis setiap hari dan menyalahkan juga membenci Daddynya yang membunuh pengasuhnya." papar Rumanah yang berhasil membuat Andre terhenyak kaget.


Dengan cepat Andre melepaskan tangannya sehingga membuat Rumanah kini dapat bernapas lega.


"Shiit! Kau membuatku seperti orang bodoh." desis Andre sembari mengusap wajahnya kasar.


Rumanah hanya mendundukkan wajahnya dan meremas jari jemarinya.


"Lihat jam yang menempel di dinding itu!" perintah Andre seraya mengarahkan telunjuknya pada sebuah jam yang menempel di dinding.


Rumanah pun melirikkan matanya dan pada saat itu ia benar-benar terbelalak, "Haaaaaa?? Jam delapan." ucapnya yang tampak terkejut bukan main.


"Jika aku tidak membangunkanmu maka kuyakin kau akan terpejam sampai princess pulang sekolah. Dasar pemalas!" hardik Andre yang berhasil membuat Rumanah terhenyak kaget.


"Astaga, bagaimana dengan princess? Apakah dia sudah siap-siap berangkat sekolah?" Rumanah tampak panik karena waktu semakin berputar, dan dia tiba-tiba menyepelekan pekerjaannya.


"Dia sudah kubangunkan, ini semua gara-gara kau pemalas sehingga terlambat bangun." ucap Andre kesal.


Rumanah tampak tak menggubris, gadis desa itu tampak buru-buru membuka mukenanya, dan mengikat rambutnya agar lebih rapi.


"Jika princess sampai.." belum sampai Andre menyelesaikan ucapannya, tiba-tiba Rumanah menyelanya.


"Sudah jangan banyak mengoceh, Tuan. Saya sudah tidak ada waktu lagi, saya harus cepat-cepat menyiapkan peralatan sekolah princess dan bekal yang akan di bawa ke sekolah. Kalau begitu saya permisi, bye!" cerocos Rumanah yang tampak membuat Andre melongo tak percaya.


Gadis desa itu pun bergegas berlari meninggalkan Andre yang masih mematung.

__ADS_1


"Hah? Beraninya dia memotong ucapanku? Ha ha, benar-benar minta di beri pelajaran!" gerutu Andre kesal.


***


__ADS_2