
Andre mencari sebuah benda yang akan ia gunakan untuk membangunkan istri sirrinya itu. Tak ada ampun bagi Rumanah malam ini. Janji adalah hal yang harus ditepati. Dan, Andre sangat ingin meminta sebuah janji yang telah Rumanah ucapkan padanya.
"Lihat gadis ini, ck! Dia benar-benar membuatku kesal dan pusing! Bagaimana bisa dia tertidur lelap dan tenang seperti ini. Sementara aku sangat membutuhkannya. Dia tidak merasa bersalah dan bahkan melupakan janjinya. Astaga!" celoteh Andre yang tampak kesal. Pria tampan itu memandangi wajah cantik istri sirrinya.
Ya, dilihat dari segi mana pun, Rumanah memang memiliki paras yang cantik dan memesona. Tapi, ia heran mengapa gadis desa itu berdandan seperti manusia yang enggan melanjutkan hidupnya saat mereka baru pertama kali bertemu. Ya, saat Rumanah tak sengaja bersembunyi di dalam mobil milik pria yang kini sudah menjadi suaminya.
"Dia sangat cantik. Bahkan aku baru menyadarinya saat ia tinggal di rumahku dan sedikit demi sedikit merubah penampilannya yang acak adul dan seperti boneka Annabelle. Tapi, apa sebabnya ia menjadikan dirinya seburuk itu saat kami pertama kali bertemu? Apakah hal itu bukan tanpa sengaja dan bukan karena suatu perkara? Ah, entahlah! Aku pun sedikit bingung dan penasaran." Andre tampak bermonolog dengan hati dan pikirannya.
Ya, saat Rumanah menginjakkan kakinya ke Kota besar itu. Rumanah nyaris seperti orang gila dan seperti tidak memiliki apa-apa. Pakaiannya compang-camping dan wajahnya cumang-cemong seperti dipolesi oleh areng. Sementara rambut panjangnya ia kepang dua khas seperti gadis desa.
Entah apa sebabnya. Yang jelas, saat ini gadis desa itu sangat terpancar kecantikannya. Tak dapat Andre pungkiri jika gadis desa itu benar-benar cantik. Mata bulat dihinggapi bulu mata lentik, hidung yang tak terlalu mancung namun pas di wajahnya. Bibir mungil dan kulit yang putih bersih, semua itu benar-benar berbeda sembilan ratus sembilan puluh lima ribu derajat dari saat pertemuan pertama itu. Jelas saja Andre selalu menghina dan memandang gadis desa yang sempat membuatnya jijik karena penampilannya. Pasalnya, saat itu Rumanah benar-benar tidak menampakkan kecantikannya.
"Sudah saatnya kau terbangun, Annabelle. Aku tak sabar ingin menjebol gawangmu. Uh!" ucap Andre yang seketika tak kuasa menahan hasratnya saat ia mengingat kembali setiap inci kulit tubuh istri sirrinya itu.
Dengan cepat Andre mengarahkan sebuah cotton buds pada lubang hidung istri sirrinya itu. Dengan perlahan ia memainkan cotton buds itu di dalam lubang hidung istri sirrinya itu.
"Bangunlah kau, Ananbelle!" bisik Andre dengan keseriusannya.
__ADS_1
Rumanah tampak masih diam dalam tidurnya. Sementara tangan Andre masih menggelitiki hidung dan juga pinggang gadis desa itu.
Sepuluh menit kemudian...
Rumanah mengerjapkan matanya saat ia mulai merasa ada yang mengusiknya. Tentu saja ia tersadar dari tidur nyenyaknya. Dan, seketika hidungnya terasa gatal. Hal itu membuatnya tak kuasa menahan...
"Huaaacchiiiiimmmm!" seketika Rumanah bersin di hadapan suami rahasianya itu.
"Astaga, Annabeeeeeeeelle!" Andre menatap kesal pada sang istri yang kini sudah bangun.
"Ya Tuhan, apa yang Anda lakukan, Tuan? Maaf, saya tidak sengaja. Tiba-tiba hidung saya terasa gatal dan geli. Astaga!" ucap Rumanah seraya beringsut bangun dari tidurnya dan menurunkan kakinya dari ranjang.
Rumanah tampak membulatkan kedua bola matanya penuh dan sangat terhenyak kaget. Ya, tentu saja ia baru ingat jika dirinya sudah punya janji dengan suami rahasianya itu.
"Astaga, saya tidak sengaja, Tuan. Saya tidak tahu jika saya akan tertidur, maafkan saya atas hal itu. Princess memaksa saya untuk tidur dan dia yang membac—" Rumanah menggantung ucapannya saat tiba-tiba Andre mendorong tubuhnya ke sofa.
"Alasan! Kau benar-benar membuatku kesal, Annabelle. Kau harus mendapatkan hukuman dariku!" sungut Andre seraya mendekati gadis desa yang sedang menatap ngeri padanya.
__ADS_1
"Tidak, Tuan. Saya benar-benar tidak se—" belum sampai Rumanah menyelesaikan ucapannya, tiba-tiba saja Andre membungkam mulutnya dengan ciumannya. Dan hal itu benar-benar membuat Rumanah terbelalak kaget.
"Eeeemhhhh! Eeemhhh!" Rumanah berontak dan berusaha mendorong tubuh kekar suaminya. Sementara Andre tampak buas dan tak ingin melepaskan ciumannya.
"Astaga, dasar pria mesum! Bagaimana kalau princess tiba-tiba terbangun dan melihat ini semua?" Rumanah nyeloteh dalam hati.
"Eeeeemmhhhh!" Rumanah bergumam, ia sangat lelah dan kalah tenaga oleh suami tampannya itu.
.
"Lanjutkan di kamarku. Ini di kamar princess, aku tidak ingin dia melihat apa yang kita lakukan," ucap Andre seraya mengusap lembut bibir ranum istrinya yang basah dan memerah.
Rumanah mengangguk kecil seraya menyunggingkan senyuman manisnya.
"Aku akan ke kamarku lebih dulu, sementara kau menyusul setelah lima menit aku tak ada," ucap pria tampan itu seraya bangkit berdiri dan merapikan baju tidurnya.
"Baiklah," jawab Rumanah disertai anggukkannya.
__ADS_1
Tak membuang waktu lagi, Andre pun bergegas melangkahkan kakinya menuju kamarnya. Sementara Rumanah masih diam di kamar princess. Ia akan menyusul saat suami rahasianya sudah berada di kamarnya. Tentu saja hal itu dilakukan agar tidak ada yang curiga dan tidak ada yang melihatnya. Bagaimana pun, seluruh penghuni di rumah itu tidak tahu pernikahannya dengan Tuan besar yang bernama Andre Wijaya Rakadewa.
BERSAMBUNG...