Terjerat Cinta Majikan Duda

Terjerat Cinta Majikan Duda
Pengalaman unik


__ADS_3

"Toloooooong! Tolong keluarkan saya dari siniiiii!" teriak Rumanah meminta tolong. Wanita cantik itu tampak benar-benar terlihat ketakutan. Ya, tentu saja ia sangat takut dipukuli atau disiksa oleh suaminya sendiri. Pasalnya, dengan sengaja Andre mengikat tangannya dan menutup kedua matanya. Apalagi yang ada di dalam pikiran Rumanah selain suaminya hendak menyiksa dirinya.


Jangan tanya bagaimana panik dan tegangnya Rumanah saat ini. Coba saja kalian bayangkan, mungkin kalian semua akan paham dengan perasaan Rumanah saat ini. Ya, pastinya ia tidak bisa melawan apa pun yang akan suaminya lakukan padanya.


"Diam! Siapa yang akan mendengar suaramu, darling? Kau tahu jika kamar ini kedap suara, tidak akan ada yang bisa mendengar teriakanmu itu. Jadi, sebaiknya sekarang kau diam dan tetap pasrah," ucap Andre penuh penegasan.


Rumanah tampak terdiam dan menelan ludahnya kasar. Ya, benar juga. Percuma saja dia berteriak sekuat tenaga seperti itu. Karena, suaranya tidak akan tembus ke luar walau urat nadi dan urat lehernya sudah membentuk pipa paralon yang lurus dan tegak.


"Jangan sakiti saya, Tuan. Ayolah, ini hanya hal sepele. Terlalu berlebihan jika Anda menyiksa saya seperti ini, Tuan. Apakah Anda tidak kasihan pada saya? Katanya cinta, tapi kok jahat! Hiks hiks hiks," cerocos Rumanah yang tampak merajuk manja dan membujuk suaminya agar luluh hatinya.


Andre tampak tersenyum usil dan geli mendengar setiap kata yang keluar dari mulut istrinya itu. Memangnya apa yang akan dia lakukan? Kenapa kedua tangan Rumanah harus diikat? Ditambah lagi dengan kedua bola mata Rumanah pun harus ditutup agar tidak dapat melihat apa pun.


"Ha ha ha, apa yang dia pikirkan tentangku? Dia pikir aku suami yang gampang memukul istrinya? Astaga, dia tidak tahu jika diriku sangat berhati lembut selembut sutera. Bahkan untuk membunuh seekor semut pun aku sangat tidak berani. Ha ha ha ha!" cerocos Andre dalam hati.


"Tuaaan! Apakah Anda masih di sini? Kenapa Anda diam saja? Tuan, cepat lepaskan saya dari hukuman yang tidak masuk akal ini!" teriak Rumanah seraya menendang-nendang kedua kakinya. Kebetulan si kaki dua itu tidak Andre ikat.


Andre tersenyum kecil. Tanpa membuang waktu lagi, pria tampan itu pun merebahkan tubuh istrinya dengan perlahan. Dan hal itu membuat Rumanah sedikit terjingkat kaget dan refleks menendang-nendang kakinya.


"Aarrrggghhh! Sialan, sakiiiit!" pekik Andre seraya memegangi adik kecilnya yang tak sengaja ditendang oleh istrinya.


"Hah? Apa yang terjadi, Tuan? Apakah Anda terluka?" tanya Rumanah seraya menolehkan wajahnya ke kanan dan ke kiri.


"Aauuwhhhh." Andre tampak masih meringis dan meringkuk sembari memegangi adik kecilnya yang sedang cedera kecil. "Sialan! Kenapa dia mesti menendang aset berhargaku? Ya Tuhan, jika ada masalah dengan adik kecilku ini, dia juga yang rugi. Ck, dasar!" cicitnya dalam hati.


"Tuan, apakah Anda masih hidup? Eh, maksud saya—" Rumanah tampak menggantung ucapannya saat tiba-tiba sang suami menyelanya.


"Apa maksudmu? Kau ingin aku cepat mati, hah!?" sungut Andre yang tampak tak terima.

__ADS_1


Rumanah sedikit terjingkat kaget. Dengan cepat ia menggelengkan kepalanya. "Tidak, Tuan. Tentu saja saya tidak mau Anda mati. Karena, kita belum sempat membuat anak bersama." sangkalnya dengan nada penuh harap.


Andre bangun dari tempatnya dan mulai mendekati istrinya kembali. Sementara si adik kecil yang ketendang itu pun kini sudah siuman.


"Hmmm, kalau gitu, aku tidak akan menyia-nyiakan waktuku lagi, Annabelle. Aku ingin kau cepat hamil. Aku ingin kau mengandung anakku, memberikan seorang adik pada princess," ucap Andre yang tampak terdengar serius dan membuat Rumanah merinding ketika mendengarnya.


"Apa?? Ta–tapi kita bel—" belum sampai Rumanah menyelesaikan protesannya, tiba-tiba saja Andre membungkam mulutnya.


"Hmmmmmpppp!" gumam Rumanah.


Rumanah pasrah dan tidak ada perlawanan. Karena, kedua tangannya masih terikat dan kedua matanya masih ditutup rapat. Sementara tangan Andre mulai tak mau diam, ia merayap ke setiap objek yang sangat pantas untuk dinikmati.


"Astaga! Kenapa dia malah melakukan ini. Kupikir dia akan menyiksaku tanpa ampun seperti yang dilakukan oleh para psycopath di film luar negeri," ucap Rumanah dalam hati.


Cup!


"Apakah kau masih takut, darling?" tanya Andre seraya sesuatu istrinya yang masih tertutup oleh segitiga pengaman.


Andre terkekeh kecil. "Kenapa kau bisa berpikir demikian? Seberapa persen kau terobsesi dengan keahlianku membuatmu merem melek di atas ranjang?" sindirnya sembari tak berhenti memainkan tangannya pada apa saja yang ada di hadapannya.


"Uh! Banyak sekali, Tuan. Mungkin sampai menggunung seperti gunung Himalaya," jawab Rumanah sembari menggelinjang hebat.


Andre tersenyum kecil dan merasa gemas pada istrinya yang selalu berkata jujur ketika sedang. "Wow, aku sangat tersanjung sekali, darling. Kalau begitu, kau berhak menikmatinya saat ini juga!" ucapnya dengan santai.


"Tapi, Tuan. Kenapa mata saya harus ditutup seperti ini? Dan tangan saya, bagaimana saya bisa melakukan apa yang harus saya lakukan jika diikat seperti ini," rengek Rumanah setengah mendesak.


Andre tersenyum kecil. "Justru ini yang dinamakan hukuman yang menyenangkan, darling. Kau hanya diam dan nikmatilah apa pun yang aku lakukan padamu," jawabnya.

__ADS_1


Rumanah tampak terjingkat kaget mendengar ucapan suaminya. Tentu saja ia sedikit merasa keberatan dengan hukuman yang menurutnya sangatlah gila.


"Ta–tapi Tuan, hal itu akan membuat saya sulit untuk mengekspresikan perasaan saya. Bagaimana caranya saya meremas seprei karena merasakan kenikmatan yang Anda berikan pada saya, Tuan. Astaga!" protes Rumanah yang tampak memaksa.


Andre tersenyum kecil. "Itu risiko dirimu, Annabelle." ucapnya.


Rumanah tampak uring-uringan dan kelabakan menghadapi sang suami yang begitu teguh pendirian untuk menghukumnya seperti itu. Hanya kaki dan gumaman kecil yang Rumanah gunakan untuk mengekspresikan perasaannya.


Seperti biasa, seperti yang sudah dilakukan setiap kali mereka hendak bercinta, Andre akan melakukan pemanasan sepanas-panasnya. Dan, tak perlu membutuhkan waktu lama untuk Andre membuat istrinya kelojotan dan tak tahan menahan segala rasa yang menjalar hingga ke ubun-ubun.


"Tuan. Emh, saya sudah tak tahan lagi," racau Rumanah saat Andre memainkan lidah dan bibirnya pada sesuatu.


Andre tersenyum puas. Ia pun menghentikan permainannya, untuk sesaat ia memperhatikan dada istrinya yang naik turun mengatur napasnya yang ngos-ngosan. Tangan yang biasanya meremas rambutnya, kini tampak diam dan tak berdaya.


"Menyenangkan sekali, darling. Aku rasa ini adalah sebuah pengalaman terunik yang tidak akan pernah aku lupakan," ucap Andre seraya mulai memulai segalanya.


"Ah, dan semoga saja tidak terulang kembali!" balas Rumanah sembari mengatur napasnya yang naik turun tak beraturan.


Andre terkekeh kecil. "Darling, bersiaplah dengan apa yang akan kau dapatkan," bisik Andre yang kemudian benar-benar melakukannya.


🌸Bunga mawar di pinggir pantai


Indah dan harum aromanya


Wahai readers yang tiada duanya


Kalian semua jangan baper yaaaa🌸

__ADS_1


😅😅😅😅


BERSAMBUNG...


__ADS_2