Terjerat Cinta Majikan Duda

Terjerat Cinta Majikan Duda
Menjijikan


__ADS_3

Andre meraih selembar surat yang tergeletak di atas meja. Pria tampan itu tampak terlihat kesal dan marah pada mantan istrinya itu.


"Aku sama sekali tidak percaya dan tidak peduli dengan surat ini! Aku tahu kau hanya mengada-ngada, Luna! Dan lagipula, princess tidak akan mau hidup dengan Mommy nya yang tidak punya hati. Sudah cukup kejadian kemarin membuatnya syok dan takut. Aku yakin princess semakin membenci Mommy nya sendiri! Jadi, sebaiknya kau jangan terlalu berharap!" tegas Andre yang tampak menekan setiap ucapannya.


Luna tampak terhenyak kaget mendengar ucapan mantan suaminya itu. "Aku tidak percaya! Aku yakin princess masih mau tinggal denganku. Dia tidak membenciku, dia pasti merindukan Mommy nya. Karena dia sudah lama tidak mendapatkan kasih sayang dariku. Dan mungkin saja dia ingin melihat Mommy dan Daddy nya hidup rukun kembali." ucap wanita cantik itu penuh percaya diri.


Andre memelototkan matanya dan mengeraskan rahangnya. "Enyahlah dari hadapanku, lintah darat! Aku sangat muak melihat wajahmu! Kuperingatkan sekali lagi, princess tidak akan mau hidup dengan seorang wanita yang jahat seperti dirimu! Dan, soal surat ini...," maki Andre yang kemudian merobek tanpa ragu selembar surat dari mantan istrinya itu.


Luna membulatkan kedua bola matanya penuh dan menatap syok pada selembar surat yang sudah hancur berkeping-keping.


"Andreeee! Apa yang kaulakukan!" teriak Luna yang tampak tidak terima dengan perbuatan mantan suaminya. Wanita cantik itu tampak menyambar robekkan kertas itu.


"Pergi kau dari sini, Luna! Aku sangat muak melihatmu. Kutegaskan untuk tidak mengusik kehidupanku lagi! Pergi saja kau dengan kekasihmu yang tua bangka itu!" maki Andre yang tampak memelototkan matanya.


Luna mengusap wajahnya kasar dan menyilangkan kedua tangannya di dadanya. "Aku tidak akan pergi sebelum kau merelakan princess tinggal bersamaku!" tegas Luna tak mau kalah.


"Sampai kapan pun aku tidak akan membiarkan itu terjadi! Sudah kubilang jika princess benar-benar membencimu dan tidak ingin tinggal bersamamu. Lagipula, princess sudah memiliki Mommy baru yang lebih baik baginya. Jadi, lebih baik kau menyerah saja!" ungkap Andre yang tampak berhasil membuat Luna terjingkat kaget.


"Apa katamu? Mommy baru? Omong kosong apa lagi yang kau katakan, Andre!? Aku sungguh tidak percaya dengan semua ucapanmu. Karena kuyakin kau masih sangat mencintaiku! Ha ha ha ha ha ha!" sergah Luna yang tampak tak percaya dengan ucapan mantan suaminya itu.

__ADS_1


Andre memutar bola matanya jengah dan menatap sangar pada mantan istrinya yang tak tahu malu itu.


"Aku jijik mendengar ucapanmu, Luna! Sebaiknya kau jangan bermimpi dan banyak menghayal. Karena saat ini hidupku sudah sangat bahagia dengan kehadiran Mommy baru untuk princess. Ah tidak! Maksudku bukan Mommy. Tapi ... Bunda! Ya, dia tidak ingin dipanggil Mommy seperti dirimu!" ujar Andre dengan kemarahan yang meninggi.


Luna mendelikkan matanya dan menyibakkan rambut churly nya. "Aku sungguh tak percaya dengan semua ucapanmu, Andre. Sayang sekali. Aku mungkin akan menemui princess dan membujuknya untuk tinggal bersamaku. Dan tentunya ... aku akan berusaha membuat kau kembali kepadaku, Andre." ucap wanita cantik itu seraya mendekati mantan suaminya dan kini berdiri di hadapan pria tampan itu.


"Sialan! Tak tahu malu kau!" maki Andre seraya mengarahkan telunjuknya pada wajah mantan istrinya itu. Ia sungguh benar-benar membenci mantan istrinya itu.


"Aku bukan tak tahu malu, Ndre. Tapi aku ... ingin kembali padamu dan menolongmu dalam keterpurukan. Aku tahu jika selama ini kau sangat terpuruk karena hidup tanpaku," ucap Luna seraya menggerakkan tangannya dan meraba lembut dada bidang mantan suaminya.


Andre tampak benar-benar kesal dan emosi. Terlebih saat mantan istrinya itu dengan berani menyentuh dirinya. "Lepaskan tangan kotormu itu, lintah darat!" dengan kasar ia menepis tangan Luna dan mendorongnya agar menjauhinya.


Andre menyunggingkan senyuman sinisnya. "Berapa uang yang kau butuhkan, Luna? Seratus juta? Dua ratus juta? Atau tiga ratus juta?" tanya pria tampan itu penuh sindiran.


Luna tampak mengerlingkan manik matanya dan menatap penuh intimidasi pada mantan suaminya itu. "Hng, sudah kuduga!" ucapnya seraya kembali mendekati mantan suaminya yang kini duduk di kursi kebesarannya. "Kau masih tertarik padaku, bukan? Sampai-sampai...," wanita cantik itu mendudukkan bokongnya di pangkuan mantan suaminya. "Kau berani membayarku dengan ratusan juta. Kau benar-benar gentlemen, Andre. Tapi ... jika kau ingin, aku sungguh tidak mengharapkan bayaran darimu. Aku akan sukarela melakukannya demi kamu," lanjut wanita cantik itu seraya memainkan jemarinya pada rahang tegak dan kekar milik mantan suaminya itu.


Sementara itu Andre tampak tersenyum sinis dan membiarkan Luna dengan kegilaannya. Walaupun sejujurnya ia sedang menahan emosi dan rasa jijiknya pada wanita yang berani berselingkuh darinya.


"Tidak, bukan seperti itu maksudku," ucapnya seraya meraih tangan mantan istrinya sehingga berhasil membuat Luna tersenyum lebar dan tampak berbinar. "Aku hanya merasa jika kekasihmu yang tua bangka itu sudah tak mampu lagi memberikanmu uang yang banyak, *******!" lanjutnya seraya mendorong tubuh mantan istrinya dengan kasar sehingga membuat wanita cantik itu terjatuh ke lantai.

__ADS_1


Luna tampak membulatkan kedua bola matanya penuh dan mengepalkan tangannya menahan emosi.


"Lekas pergi dari ruanganku sebelum kupanggil security untuk menyeretmu dari sini!" ucap Andre seraya bangkit berdiri dan mengelap tangannya menggunkan tissue.


"Dasar sialan kau! Aku sungguh akan merebut semua yang berhak menjadi milikku! Kau dan aku, akan hidup bersama lagi dengan princess!" ucap Luna yang tampak menatap sengit pada mantan suaminya itu.


"Lakukanlah hal yang tidak berguna!" balas Andre dengan nada yang sinis dan dingin.


"Kau akan menyesali perbuatanmu ini, Andre!" ancam Luna yang kemudian menghentakkan kakinya lalu berjalan meninggalkan mantan suaminya itu.


Andre memutar bola matanya malas dan melepas jas hitamnya yang sempat tersentuh oleh Luna. "Menjijikkan sekali." ucapnya seraya melemparkan jas hitamnya ke sembarang tempat. "Uhm, apakah aku harus melepas celanaku juga? Astaga, lintah itu benar-benar lancang!" desisnya seraya menghempaskan bobot tubuhnya pada kursi kebesarannya.


Sementara itu Luna tampak membanting kasar pintu ruangan Andre. Dan hal itu membuat Ririn sangat terkejut bukan main.


"Dasar, pria brengsek!" rutuk Luna yang berhasil membuat Ririn membulatkan kedua bola matany penuh dan tampak heran dengan sikap mantan istri bosnya itu.


Waduh, nampaknya sang mantan muncul kembali di kehidupan Andre yang sangat manis ini.


BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2