Terjerat Cinta Majikan Duda

Terjerat Cinta Majikan Duda
Bayar satu milyar


__ADS_3

Rumanah menghempaskan bobot tubuhnya pada springbed berukuran sedang di dalam kamarnya. Setelah ia selesai berbincang dengan Meliza, Rumanah tampak tak henti-hentinya memikirkan siapa sosok ibu kandung princess.


"Jika Mbak Meliza bukan ibu kandung princess, lalu siapa dan di mana ibu kandung princess saat ini? Aaargh, aku benar-benar sakit kepala memikirkan hal ini." Rumanah berbicara dengan hati dan pikirannya sendiri.


Saat gadis desa itu berbincang dengan Meliza, sekretaris cantik itu tampak menceritakan siapa dirinya. Tentu saja ia mengatakan jika dirinya hanyalah sekretaris Andre yang sudah mengabdi selama bertahun-tahun lamanya.


"Oh Tuhan, aku sangat penasaran pada sosok ibu kandung princess. Aku yakin wanita itu sangat cantik sekali, tapi kenapa pernikahan mereka berakhir dengan perceraian. Aah, mungkin karena ibu princess gak kuat menghadapi sifat Tuan yang galak itu. Hihihi." lanjut Rumanah yang tampak menerka-nerka. Ia tampak cekikikan sendiri di dalam kamarnya.


________


Pagi hari, seperti biasa Rumanah akan membangunkan princess ke kamarnya. Kegiatan seperti itu akan dia lakukan setiap paginya, rutinitas yang biasa princess lakukan sudah bersarang di kepalanya.


"Selamat pagi Pak Muhsin." sapa Rumanah pada chef Muhsin yang sedang berkutat di hadapan seperangkat alat masaknya.


"Hmmmm." jawaban dari Pak Muhsin yang terkesan malas menanggapi Rumanah.


Rumanah mengernyitkan dahinya dan memutar bola matanya malas. Tanpa berkata apa-apa lagi Rumanah pun kembali melangkahkan kakinya menuju kamar princess.


Namun pada saat ia hendak membuka pintu kamar princess, betapa terkejutnya ia saat tiba-tiba pintu terbuka dan seorang pria tampan yang baru saja terbangun dari tidurnya tampak muncul dari balik pintu.


Ya, pria itu adalah Andre. Semalam Andre tidur di kamar putrinya, menemani gadis kecil itu hingga matahari terbit menampakkan sinarnya.


"Haaaaaah." terkejut dan tercengang, Rumanah tampak membulatkan kedua bola matanya dan menutup mulutnya yang sempat menganga.

__ADS_1


Sementara itu Andre tampak mengucek matanya berkali-kali. Memastikan belek-belek lucu itu pergi dari sudut mata elangnya.


Duda tampan ini memang baru saja membuka matanya, pakaian tidur yang sengaja tidak ia kancingkan begitu menampakan pemandangan yang indah di hadapan Rumanah.


"Wwooooooaaaahh, luar biasa. Syedeeep sekali dadanya. Ya Tuhan, kenapa mataku betah begini menatap perutnya yang seksoy itu." cerocos Rumanah dalam hati.


Gadis desa itu begitu terpesona melihat keindahan dada dan perut sixpack majikan galaknya. Hingga hal itu membuat kedua manik matanya enggan berpaling dari pemandangan itu.


"Ehem! Satu menit menatap keindahan tubuhku, artinya kau harus membayar satu milyar uang tunai padaku." ucap Andre yang berhasil membuat Rumanah terjingkat kaget dan seketika lamunannya ambyar begitu saja.


"Apaaa? Gila duda tampan ini. Ternyata bukan hanya galak, dia juga mata duitan. Haha, pantas saja ibunya princess tidak kuat menjadi istrinya." cerocos Rumanah dalam hati.


"Hei, indra pendengaranmu sedang konslet ya?" celetuk Andre yang kembali mengejutkan Rumanah.


Rumanah menyunggingkan senyuman nakalnya. Terlihat santai dan tanpa beban menghadapi majikan galaknya.


"Iya Tuan, saya mendengarnya." ucapnya singkat.


Andre menghela napas panjang dan membuangnya kasar.


"Lalu apa yang kukatakan padamu?" desaknya.


"Anu, emmmh.. Maaf sepertinya itu tidak penting, Tuan. Karena saya tidak sengaja menatapnya, lagipula itu kesalahan Tuan yang tiba-tiba muncul di hadapan saya sehingga membuat mata saya enggan membuang-buang rezeky di pagi hari ini." celoteh Rumanah tanpa dosa.

__ADS_1


Mendengar setiap kata yang keluar dari mulut Rumanah membuat Andre kesal namun juga ingin tertawa. Bagaimana bisa gadis desa yang cupu itu berani mengakui jika dirinya sebuah rezeky bagi gadis desa itu. Tentu saja hal itu membuat Andre merasa geli dan ingin tertawa. Namun ia harus menahan tawanya agar tidak meledak, dan hal itu pasti akan membuat Rumanah semakin berani padanya.


"Astagaa kau ini! Ck, berapa usiamu?" ucap Andre seraya mengacak rambutnya sendiri.


"Sembilan belas tahun." jawab Rumanah jujur.


"What? Sembilan belas tahun?" Andre tampak terlihat tak percaya.


Rumanah mengangguk dengan pasti.


"Astaga, kau ini masih muda. Tapi kenapa diusiamu yang masih muda ini, pikiran kotormu bersarang di sini!?" lanjut Andre seraya menjentikkan jemarinya pada jidat Rumanah.


Rumanah tampak terjingkat kaget, dengan kesal ia mengusap jidatnya yang sedikit terasa sakit.


"Pikiran kotor bagaimana maksudnya? Helloooow, pikiran saya mah masih bersih dan sehat kaleeee." protes Rumanah dalam hati.


"Ah sudahlah, lain kali kau harus kendalikan dirimu, anak kecil. Jangan terlalu banyak menonton film barat yang akan merusak otak sehatmu." ucap Andre seraya melangkahkan kakinya melewati Rumanah.


Rumanah terdiam dan mencoba mencerna ucapan majikan galaknya itu.


"Dan satu lagi, jangan coba-coba kau membuatku marah. Karena hal itu akan membuatmu menderita dan menyesal seumur hidupmu." lanjut Andre yang berhasil membuat Rumanah bergidik ngeri.


***

__ADS_1


__ADS_2