
"Dewi peri, kenapa jalannya seperti itu? Kok kayak bebek entog siii," tanya Sandrina yang tampak heran melihat dewi peri nya berjalan tidak seperti biasanya.
Rumanah tersenyum kecut, hal itu membuatnya sedikit risih dan kesal. Ya, proses penjebolan gawang siang tadi benar-benar membuat Rumanah kesakitan. Selang*kangannya tarasa perih dan berdenyut. Bahkan untuk berjalan pun rasanya sangat berat sekali.
"Hehehe, bukan seperti bebek entog, princess. Tapi seperti buaya buntung. Hehehe," jawab Rumanah disertai cengengesnya.
"Hah, memangnya ada buaya buntung?" tanya gadis kecil itu.
"Emh, ada kok, sayang." Rumanah menjawab sembari celingukan. "Contohnya ... Daddy princess, hihihi." lanjut gadis desa itu disertai cekikikannya.
"Haaaaah??? Daddy? Daddy buaya buntung?" gadis kecil itu tampak membulatkan kedua bola matanya penuh.
Ceklek!
Tiba-tiba terdengar suara pintu terbuka. Refleks kedua orang yang ada di kamar itu menolehkan wajah mereka masing-masing.
"Hai, everybody!" sapa Andre seraya membawa dua gelas minuman hangat di tangannya.
"Hallo, buaya buntuuuung!" sahut Sandrina yang berhasil membuat Andre melongo dan membulatkan kedua bola matanya penuh.
Sementara Rumanah tampak menggigit bibir bawahnya dan menepuk jidatnya frustasi. "Astaga, gadis kecil ini!" desis Rumanah dalam hati.
"Apa yang kau katakan, princess? Siapa yang mengajarimu bicara seperti itu pada Daddy, hah??" semprot Andre seraya meletakkan dua gelas minuman hangat di atas meja.
Sandrina melirikkan manik matanya pada pengasuhnya yang sedang terdiam pura-pura tak mendengar.
"Jadi dewi peri mu yang mengajarkan itu?" tanya Andre penuh selidik dan sindiran.
"Tidak!" sangkal Rumanah dengan cepat.
"Tidak matamu! Itu princess melirikkan matanya padamu, itu artinya kau yang mengajarinya, Annabelle!" sungut Andre yang tampak memelototkan manik matanya dan mendekati istrinya.
__ADS_1
"Tidak seperti itu, Tuan! Sebenarnya saya hanya bercanda. Ceritanya panjang dan tidak langsung ke buaya buntung," sangkal Rumanah mencoba membela dirinya sendiri.
Andre memelototkan matanya dan berdiri tepat di hadapan istri rahasianya itu. "Jika kau berbohong...," pria tampan itu mengarahkan telunjuknya siap menyentil jidat istri rahasianya itu.
"Jika Anda menjentikkan telunjuk Anda pada saya...," gadis desa itu mendekatkan bibirnya pada telinga suami rahasianya. "Saya akan mengunci kamar saya dan tidak akan meladeni Anda. Jangan harap saya mau memberikan mahkota dewa saya," bisik gadis desa itu yang berhasil membuat Andre terhenyak kaget.
Setelah berbisik demikian, Rumanah melangkahkan kakinya mendekati anak sambungnya yang sedang duduk di kursi menghadap meja belajarnya. "Jangan hiraukan, lanjutkan belajarnya, sayang." ucap gadis desa itu seraya mengusap lembut rambut ikal anak sambungnya itu.
"Ck, menyebalkan!" Andre berdecak seraya mengusap kasar wajah tampannya.
"Baiklah, dewi peri. Oh ya, dewi peri mau 'kan tidur bersama princess? Terkadang, princess suka mimpi buruk lhooooo," ucap gadis kecil itu meminta dewi peri nya menemaninya tidur.
"Apaaaa?????" Andre terbelalak mendengar permintaan putri kecilnya itu.
"Bukan apa-apa, hanya ingin ditemani tidur oleh dewi peri." gadis kecil itu menjawab santai.
"Emh, itu bukan hal yang buruk, princess sayang. Dewi peri tidak keberatan dan malah sangat senang sekali," ucap Rumanah seraya tersenyum usil pada suami rahasianya itu.
"Horrre, princess senang sekali deh! Nanti dewi peri bacakan dongeng cinderella, yaaaa!" sorak gadis kecil itu yang tampak sumringah.
Rumanah tersenyum usil dan mengedipkan matanya centil pada suami tampannya itu. Sementara Andre tampak pusing dan frustasi.
"Sayang, tapi kau harus minta izin dulu pada Daddy mu. Dewi peri tidak mau sampai Daddy kesal dan marah jika dewi peri yang menemani princess," bisik Rumanah pada putri sambungnya.
Sandrina mengangguk tanda mengerti. Tanpa pikir panjang ia melangkahkan kakinya menghampiri sang Daddy.
"Dadd, boleh 'kan dewi peri menemani princess bobok?" Sandrina merajuk manja.
Andre mengusap wajahnya kasar dan tersenyum masam. "Kenapa princess ingin ditemani oleh dewi peri? Biasanya juga bobok sendiri," ucap pria tampan itu dengan segenap rasa kesalnya.
"Princess suka mimpi buruk, Dadd. Dan princess sangat takut sekali," rengek gadis kecil itu.
__ADS_1
"Sudahlah, Tuan, izinkan saja saya tidur bersama princess." Rumanah ikut menimpali.
Andre memelototkan matanya pada istri rahasianya itu. Tentu saja ia kesal karena Rumanah terkesan menghindarinya. Padahal ia sudah berjanji jika malam ini akan menjebol gawang.
"Tidak! Kau tidur di kamarmu! Dan kau, princess ... tidurlah sendiri di sini. Jangan banyak alasan, karena sekarang kau sudah besar!" tegas pria tampan itu yang berhasil membuat Sandrina merengut kesal dan menekuk wajahnya hampir menangis.
"Astaga, lagi-lagi pria ini mengedepankan egonya sendiri. Dia benar-benar haus akan se*ks!" cicit Rumanah dalam hati.
"Tapi princess ingin ditemani oleh dewi peri, Dadd. Ayolah izinkan dewi peri menemani princess!" rengek gadis kecil itu yang tampak sudah menitikan air mata.
"Tidak, princess. Kau sudah besar, belajarlah untuk mandiri!" tegas Andre yang semakin membuat Sandrina kesal dan sedih.
"Princess baru berusia lima tahun, Tuan. Tidak wajar Anda bicara seperti itu. Lagipula permintaan princess bukanlah hal yang merugikan. Astaga!" sosor Rumanah yang tampak kesal.
"Daddy menyebalkan! Daddy tidak sayang pada princess!" gadis kecil itu merutuki Daddy nya dan berlari ke arah ranjangnya lalu naik dan membaringkan tubuhnya di sana. Nampaknya ia sangat kesal pada Daddy nya itu.
Andre tampak membulatkan kedua bola matanya penuh dan mengusap wajahnya kasar. Sejujurnya ia tidak tega pada putrinya itu. Tidak pernah ia melarang apa pun yang putrinya inginkan. Namun kali ini, ia sangat berharap putrinya mengerti. Karena ia tidak ingin lagi melewatkan moment honeymoon dengan istri rahasianya itu.
"Ya Tuhan, Anda benar-benar tidak waras!" cicit Rumanah seraya melangkahkan kakinya dengan tertatih. Ia sangat merasa kesulitan melangkahkan kakinya dan sesekali meringis kecil manahan sakit.
"Ini semua gara-gara dukunganmu, Annabelle. Apa pun yang terjadi, malam ini kau harus datang ke kamarku!" desak Andre seraya mencekal erat tangan istri rahasianya itu.
Rumanah memutar bola matanya malas dan tidak menanggapi ucapan suaminya itu. Sementara si cantik Sandrina tampak menangis sendiri di atas ranjangnya.
"Princess sayang, jangan menangis. Dewi peri akan menemani princess bobok. Jangan hiraukan ucapan Daddy, Daddy hanya bercanda. Ia hanya mengetes princess saja! Percaya deh sama dewi peri," ucap Rumanah yang tampak berusaha membujuk putri sambungnya agar tidak menangis lagi.
"Benarkah? Apa itu artinya Daddy mengizinkan dewi peri untuk menemani princess?" selidik Sandrina.
Rumanah mengangguk. "Ya, Daddy mengizinkan. Jangan khawatir, dewi peri akan bicara pada Daddy," ucap gadis desa itu mencoba meminta pengertian dari putri sambungnya itu.
Sandrina mengangguk mengiyakan. Setelah merasa sedikit tenang, Rumanah pun melangkahkan kakinya menghampiri suami rahasianya itu.
__ADS_1
BERSAMBUNG...