Terjerat Cinta Majikan Duda

Terjerat Cinta Majikan Duda
Gol


__ADS_3

Warning: Terdapat adegan yang harus dihindari oleh kalian yang belum cukup umur dan belum memiliki suami atau istri.


____________________________________________


Rumanah melucuti pakaian suaminya satu persatu. Kini, ia yang memegang kendali. Secara bergantian, Andre bersandar pada dinding dan Rumanah yang menggerayangi tubuh seksi suaminya.


"Tuan, makanan apa yang Mami Anda konsumsi sehingga mampu mengeluarkan anak yang sangat tampan seperti Anda? Saya sangat ingin tahu dan sangat pensaran," ucap Rumanah seraya membelai lembut dada bidang suami tampannya itu.


Andre terkekeh mendengar ucapan yang keluar dari mulut istri sirrinya. "Hehehe, harusnya kau tanyakan hal ini pada Papi-ku, Belle. Karena dialah yang punya benih. Benih itu ia tanam pada kebun Mami-ku, sehingga tumbuhlah bibit yang bagus dan berhasil berbuah manis seperti diriku ini." ujar pria tampan itu disertai senyuman manisnya.


Rumanah menyunggingkan senyuman manisnya lalu kembali mendaratkan bibirnya pada bibir seksi suaminya. Sementara tangannya mengusap lembut ular bulu milik suaminya yang begitu gagah perkasa.


"Emh!" Andre bergumam. Tangannya membelai lembut punggung istrinya.


Cup!


Rumanah melepaskan ciumannya. Untuk sesaat ia menatap wajah tampan suaminya yang sedang tersenyum padanya.


"Kau sangat menyenangkan dan menggemaskan, Annabelle." Andre mengusap bibir Rumanah yang basah dan memerah.


Rumanah tersenyum manja dan kembali menyapu setiap inci kulit tubuh suaminya. Seperti yang Andre lakukan padanya, gadis desa itu tampak menghis*ap habis dada suaminya dan membangunkan si ular berbulu yang gagah berani itu.


"Huuummmm, besar sekali. Apa yang Anda berikan pada peliharaan Anda ini, Tuan?" ucap Rumanah yang tampak berbinar melihat ular bulu yang sudah bangun. Tegak berdiri dan siang menancap masuk ke dalam lubang miliknya.


Andre tersenyum. "Sejak kapan kau binal dan liar seperti ini, Annabelle?" goda Andre seraya menatap mesum pada istri sirrinya itu.


"Semenjak Anda mentransfer saliva Anda pada saya, Tuan." Rumanah menjawab santai lalu kemudian ia menyambar ular bulu yang sangat kuat perkasa.


"Uhmmmm, enak sekali, Belle. Kau sudah jago sekarang," gumam Andre yang tampak merem melek saat Rumanah melahap ular bulunya yang panjang dan besar.


"Uuummmmmh!" Rumanah hanya bergumam. Sesekali ia memejamkan matanya dan kemudian membukanya lagi. Menatap jeli pada wajah Andre yang sedang menahan sesuatu.


"Oh Annabelle, aku sudah tak tahan lagi. Kau benar-benar lincah dan agresif. Uh!" racau Andre yang kemudian menarik tubuh Rumanah agar berdiri tegak.


Rumanah tersenyum genit pada suaminya. "Anda terpukau, bukan? Bagaimana? Apakah istrimu ini masih monoton dan membosankan?" sindir Rumanah seraya membelai perut sixpack suami tampannya itu.

__ADS_1


"Hehehe, tentu saja tidak, Belle. Kau semakin berkembang dan penuh pesona. Aku sangat terpukau dan terpesona," jawab Andre seraya mengusap lembut wajah cantik istrinya.


Zayyanah tersenyum senang. Ia menyandarkan kepalanya pada dada bidang suaminya. Sementara Andre mengusap lembut punggung istrinya.


"Apakah kau sudah siap menerima sengatan ular bulu milikku?" tanya Andre.


Rumanah mengangguk tanpa ragu.


"Hmm, apa pun yang terjadi, jangan gagal lagi," ucap Andre yang kemudian mengangkat tubuh istrinya lalu menggendongnya hingga ke atas ranjang.


Rumanah tersenyum, deru napasnya sudah tak karuan. Tak ada lagi yang dia inginkan selain merasakan sengatan ular bulu milik suaminya itu.


"So beutifull." bisik Andre yang kemudian mulai melakukan pemanasan lagi.


Rumanah menggelinjang dan mengerang. Meremas apa saja yang bisa ia remas. Setiap sentuhan dan lum*atan suaminya membuat gadis desa itu hornay dan kini mis vagsnya sudah basah dan siap menerima sengatan ular bulu yang perkasa.


"Tahan sedikit, ya. Ini mungkin masih membutuhkan pengorbanan dan pertahanan. Tapi, setelah itu rasanya akan sangat menghanyutkan," bisik Andre yang kini sudah siap dan mengarahkan ular bulunya pada lubang yang masih sempit.


"Emh, lakukanlah dengan lembut dan hati-hati, Tuan." Rumanah menjawab dengan suara yang lembut.


Andre tersenyum serta mengangguk. Untuk sesaat ia menggesek-gesekkan pucuk ular bulunya pada mis vags istrinya.


"Siap, ya!" ucap Andre yang kemudian mulai menyuntikkan senjata tajamnya pada lubang yang benar-benar masih sempit itu.


"Aaaarrgh!" kembali Rumanah meringis kesakitan. Namun kali ini ia tak banyak bicara dan hanya diam menahan perih yang terasa di mis vagsnya.


Andre tersenyum menenangkan. "Tahan sedikit lagi, kau pasti kuat, Belle." bisiknya.


Rumanah mengangguk. Tentu saja ia harus kuat, jika tidak kuat maka sampai kapan mereka akan seperti itu?


Sementara itu Andre tampak sedikit berkeringat karena berusaha menjebol gawang yang memiliki beberapa lapis penghalang. Dan, Rumanah tampak masih meringis menahan sakit. Buliran bening sudah menggenang di pelupuk matanya. Tangannya meremas seprei agar sedikit membantunya untuk tetap bertahan.


Dalam hitungan detik saja, Andre kembali menghentakkan bokongnya dan benar-benar mendorong ular bulunya agar masuk ke dalam lubang itu. Dan benar saja, ular bulu yang besar itu kini sudah berhasil menjebol gawang dan menancap masuk ke dalam lubang.


"Aaaaarrrgghhhhhhh!!!!!!! Tuaaaaaaan!" Rumanah memekik histeris. Seketika darah segar mengalir dari mis vagsnya. Itu artinya, ular bulu milik suaminya telah berhasil merobek selaput daranya.

__ADS_1


Andre memeluk hangat istrinya, mencoba memberikan ketenangan pada istri sirrinya itu. Sementara senjata tajamnya masih ia biarkan menancap dan merasakan aliran darah dan hangatnya mis vags milik istrinya itu.


"Sakit, Tuan. Hiks hiks hiks," kali ini Rumanah benar-benar menangis. Ia terisak kecil dalam pelukan suaminya. Sementara air matanya sudah mengalir deras sedari tadi. Kini, Rumanah sudah tak lagi perawan. Keperawanannya sudah ia berikan pada sang suami yang menikahinya secara sirri.


"Maafkan aku, Annabelle. Aku janji akan memberikan yang terbaik untukmu," ucap Andre seraya mengusap lembut air mata istri sirrinya itu.


Rumanah menatap sayu dan masih menahan sakit. Entah apa yang ada dalam pikirannya saat ini. Yang pasti, ia sangat berharap jika pria yang telah merenggut kesuciannya itu akan menjadi pendampingnya seumur hidup.


"Berjanjilah untuk tidak meninggalkan saya, Tuan." Rumanah meminta.


Andre mengangguk disertai senyuman hangatnya. "Aku berjanji tidak akan meninggalkanmu, Annabelle." ucap pria tampan itu dengan suara yang lembut.


Rumanah tersenyum manis dan menatap penuh harap pada suaminya. Sementara Andre kini mulai menyiapkan tenaganya untuk mengguncang istri sirrinya itu.


Muaacchh!


Dengan lembut Andre mengecup bibir istrinya. Setelah itu...


"Aarrgh! Uuuh, pelan-pelan, Tuan." Rumanah kembali meringis dan melenguh saat Andre memaju mundurkan bokongnya. Memompa lubang hangat yang sempit dan legit menyapit ular bulunya yang besar.


"Ini sudah pelan, Belle. Diam dan nikmatilah!" ucap Andre yang kemudian menghentakkan bokongnya dan memaju mundurkan senjata tajamnya.


"Aaaccchhh, ouuuchhhh!!! Acch acch aaachh! Tuannnn, eeeemhhhhhh! Ooouuuchhhhh!" Rumanah tak kuasa menahan amukan ular bulu yang besar dan panjang itu. Walaupun masih terasa perih, tapi sejujurnya ia sangat menikmati sensasi enak hingga ke ubun-ubun.


"Oouuccch, Annabelle. Kau seksi sekali! Uuch, akan kuhabisi kau malam ini juga. Ooucch!" racau Andre yang tampak semangat dan begitu terpukau dengan kelezatan mis vags milik Rumanah yang melahap habis ular bulunya.


Rumanah meremas seprei, matanya terpejam dan mulutnya tak henti berkicau.


"Ooohh yeaaahhhh! Oouchhh, ach aaach aaaaachh ah ah ah!" seperti itu yang keluar dari mulut Rumanah. Sungguh ia merasakan kenikmatan yang tiada bandingnya. Kenikmatan yang tidak bisa diungkapkan oleh kata-kata.


Ia sampai tak mengerti, kenapa hal itu sangat terasa enak. Ular bulu milik suaminya itu seakan masuk ke dasar mis vagsnya. Mengobrak abrik isi di dalam mis vagsnya.


"Annabelle, kau cantik dan hebat. Aaaachhh! Milikmu ... milikmu enak sekali. Oouucch!" kembali Andre berkicau. Seakan ia baru merasakan kenikmatan seperti ini dalam sejarah hidupnya. Rasanya memang nikmat, hingga mereka berdua merasa seperti terbang ke atas awan.


Horreeeee! Akhirnya gooool juga. Ucapkan selamat dan berikan tepuk tangan yang meriah buat Tuan Andre dengan Rumanah.

__ADS_1


Prok prok prok prok prooook!!!


BERSAMBUNG...


__ADS_2