
Rumanah masih mematung dengan raut wajah yang terlihat tegang, sementara Ferhat tampak melepaskan tangannya yang digenggam oleh Rumanah. Dengan kesal ia mengusap wajahnya dan membalikan badannya menghadap mantan kakak iparnya yaitu Andre.
"Astaga, kenapa gue jadi seperti orang beg* begini sih!" dengusnya kesal.
"Hei Ferhat, kenapa kau ada di sini? Dan ada hubungan apa kau dengan gadis desa itu?" setengah berteriak, Andre bertanya pada mantan adik iparnya.
Ferhat membuang napasnya kasar dan menatap jengah pada Rumanah yang bersikap konyol.
"Aku bisa jelaskan, bang." ucapnya seraya mengusap wajahnya berkali-kali. Ia sungguh tak ingin dianggap macam-macam oleh mantan kakak iparnya itu.
Andre tampak penasaran dan sangat bertanya-tanya dalam benaknya, tentu saja ia heran saat melihat Rumanah dengan Ferhat yang begitu terlihat akrab dan seperti sudah saling mengenal satu sama lain.
"Aduuuuuhh! Kenapa pria ini oon sekali sih! Harusnya dia kabur, kenapa dia malah menyerahkan diri. Astaga, sepertinya dia ingin mengajakku bunuh diri." cerocos Rumanah dalam hati. Gadis desa itu tampak merutuki kebododohan Ferhat, padahal nyatanya dia sendiri yang bodoh.
Ferhat melangkahkan kakinya menghampiri mantan kakak iparnya. Sementara Rumanah tampak masih mematung dalam keadaan tegang dan panik.
"Daddy, jangan marahi Uncle Fer. Uncle tidak bersalah." rengek Sandrina membela pamannya. Gadis kecil itu sangat takut jika Uncle Ferhat akan kena marah oleh Daddynya.
Andre mengernyitkan dahinya setengah tak mengerti dengan maksud ucapan Sandrina. Tentu saja ia tampak memutar otaknya dan mencoba mencerna ucapan putri sematawayangnya.
__ADS_1
"Jangan marahi Uncle Fer? Kenapa dia berkata seperti itu? Hmm, apa jangan-jangan si Ferhat ada hubungannya dengan menghilangnya princess." ucapnya dalam hati.
Meliza menatap heran pada Rumanah yang masih mematung di ambang pintu. Sekretaris cantik nan cerdas itu tampak mengamati raut wajah Rumanah.
"Kenapa wanita itu terlihat tegang dan seperti ketakutan? Apakah dia telah melakukan kesalahan?" batinnya berargumen.
"Aduh, ibu princess kenapa menatapku seperti itu. Jangan-jangan dia mulai curiga kepadaku. Astaga, aku harus bagaimana sekarang?" Rumanah pun turut membatin saat ia menyadari jika sedang diperhatikan oleh Meliza.
"Fer, entah mengapa aku merasa curiga padamu." ucap Andre dengan nada yang terdengar menyelidiki.
"Ah tidak, bukan hanya padamu. Tapi pada gadis desa itu juga." lanjut Andre seraya mengekori Rumanah dengan manik matanya.
Seketika jantung Rumanah kembali berdetak kencang dan semakin merasa tegang. Terlebih saat Andre menatapnya dengan pancaran mata yang berkilatan api kemarahan.
Dengan susah payah Rumanah menelan ludahnya kasar dan menundukkan wajahnya ketakutan. Jari jemarinya tampak ia remas mencoba menghilangkan ketegangannya.
"Tentu saja, karena kami pergi secara bersama-sama." timpal Ferhat menjawab ucapan Andre.
Sontak saja Andre dan Meliza tampak terbelalak kaget mendengar pengakuan Ferhat. Keduanya tampak saling membulatkan kedua bola mata mereka dan saling beradu pandang. Sementara Rumanah tampak terhenyak kaget dan benar-benar mengutuki kecerobohan Ferhat.
__ADS_1
"Aduh-aduh, dasar pria kurang sesendok. Kenapa dia malah menjawab seperti itu. Astaga, dia benar-benar ingin melihatku dihukum gantung oleh kakak iparnya itu." rutuk Rumanah dalam hati.
"Ah, bagaimana kalau kalian bahas masalah ini di luar saja, biarkan princess istirahat di sini. Saya akan menemaninya." ucap Meliza yang berhasil membuyarkan lamunan Andre dan Rumanah.
Andre mengangguk menyetujui usulan sekretaris cantiknya.
"Baiklah, kalau begitu ayo kalian ikut aku ke ruanganku!" ajak Andre dengan suara yang terdengar mengerikan di telinga Rumanah.
"Daddy, jangan marahi Uncle Fer dengan dewi peri, mereka tidak bersalah." lagi-lagi Sandrina merengek pada Daddynya.
"Astaga anak ini, sekarang malah membela gadis desa ini juga." ucap Andre dalam hati.
"Princess sayang, sebaiknya sekarang istirahat dan matikan televisinya. Aunty akan menemani princess di sini." ucap Meliza membujuk Sandrina.
Sandrina hanya mengangguk mengiyakan. Selepas itu, Andre, Ferhat dan Rumanah tampak berjalan beriringan ke dalam ruangan Andre.
***
Jangan lupa like dan coment ya, dears..
__ADS_1