
Andre menyunggingkan senyuman mesumnya pada sang istri yang sedang syok dan terpaku tanpa kata. Hanya detak jantung yang berirama dan deru napas yang naik turun tidak karuan.
"Benda ini tidak akan kuberikan pada siapa pun, Annabelle. Kau yang berhak mendapatkan dan memilikinya," bisik Andre seraya menuntun tangan Rumanah agar memilin dan membangunkan ular berbulu yang besar dan panjang jika sudah terbangun dari tidurnya.
Glek!
Rumanah tampak menelan ludahnya kasar dan menatap syok pada sang suami yang tetap santai.
"Jadi, jangan khawatir aku akan tergoda oleh wanita lain selain dirimu. Kutegaskan sekali lagi jika senjata tajam kebanggaanku ini ... hanyalah milikmu, istriku." Andre menekan tengkuk istrinya lalu menyatukan bibirnya dengan bibir sang istri yang sangat lezat dan manis.
Rumanah tampak terhenyak kaget dengan serangan dadakan yang dilakukan oleh suaminya itu. Namun, kelincahan dan kemampuan bibir Andre tampak tak mampu membuat Rumanah menolak ciuman itu. Tentu saja wanita cantik itu kini tampak pasrah dan membalas dengan hangat setiap hisapa*an dan luma*tan bibir suaminya itu. Sementara tangannya tampak bermain di balik handuk yang melilit pinggang suaminya.
"Eeemmhhhhh," keduanya bergumam nikmat. Empat mata itu saling terpejam, menikmati hangatnya bibir dan lidah yang membelit menjadi satu.
Dengan perlahan Rumanah melepas handuk suaminya agar ia lebih leluasa membangunkan ular berbulu yang gagah perkasa itu. Ular bulu yang mampu membuatnya menjerit histeris bahkan menangis dan mengeluarkan darah segar dari mis vagsnya. Ular bulu yang ternyata memiliki cita rasa yang enak, lezat, manis, nikmat, dan gurih-gurih nyoooooyy jika dipadukan dengan mis vagsnya yang legit dan menggigit.
"Katakan padaku, apa yang membuatmu tidak ingin mengandung anakku, Annabelle," bisik Andre seraya meremas lembut dua balon kenyal yang menjadi favoritnya.
Rumanah menggelinjang dan sesekali bergidik geli. "Emh, sa... saya, saya belum siap, Tuan." wanita cantik itu menjawab dengan suara yang berat dan terbata.
Andre tersenyum kecil. Kini, handuk yang melilit pinggangnya sudah terlepas dan belalai gajah itu seolah tampak sedang melambai-lambai pada Rumanah agar segera dibangunkan kembali.
Muaacch!
Andre mendaratkan bibirnya pada pipi mulus istrinya, sementara tangannya kini menelusup masuk ke dalam daster peach yang Rumanah kenakan.
"Apa yang membuatmu belum siap, Belle? Apakah kau ingin aku menemui kedua orang tuamu?" tanya Andre sembari tak henti-hentinya membangunkan syahwat istri sirrinya itu dengan cara yang biasa ia lakukan.
Rumanah terpejam dan menggelinjang tak tertahankan. Napasnya sudah sangat berat dan mis vagsnya terasa cenat cenut menahan sesuatu. "Aaaach, ti... tidak, Tuan. Bukan begitu, emh! Saya ... saya hanya belum siap mengandung sampai Anda menikahi saya secara resmi dan setelah semua orang tahu jika kita sudah menikah," jawabnya yang tampak kewalahan dan sesekali melenguh nikmat.
Andre tersenyum kecil. Betapa gemasnya ia pada sang istri yang cantik dan ternyata memiliki libido yang sangat tinggi. Wanita cantik itu selalu mudah ia bangkitkan gairahnya dan selalu tergoda olehnya. Tapi, Andre sangat menyukai itu. Dia memang suka pada wanita liar seperti Rumanah.
"Baiklah, maafkan aku soal kemarin. Aku benar-benar tidak sengaja, Belle. Lagipula, harusnya kau tenang saja. Sebab, belum tentu benih yang kutebar ke dalam rahimmu akan tumbuh dengan cepat. Setelah ini kau dapat mengonsumsi makanan atau minuman untuk menetralisir benih yang kutanam di dalam rahimmu, Annabelle. Jadi, jangan cemas lagi," bisik Andre yang kini tangannya tampak menelusup masuk ke dalam cd yang menutupi mis vags istri sirrinya.
"Eeeemmmh," Rumanah hanya menanggapi dengan gumaman dan matanya tetap terpejam menikmati belaian lembut pada mis vagsnya.
"Ck, dasar wanita liar!" cicit Andre dalam hati.
Andre terus memainkan jari jemarinya pada mis vags istrinya. Sehingga hal itu membuat Rumanah kelojotan tak tertahankan. Sementara bibirnya kini menyusuri setiap jengkal tengkuk hingga leher istri sirrinya itu. Dan Rumanah, dengan lincah ia membelai dan mengocok senjata tajam yang kini sudah berdiri tegak dan kuat perkasa.
"Kamu semakin terlihat cantik saat sedang hornay seperti ini, Annabelle. Hi hi hi hi," bisik Andre disertai cekikikannya.
Rumanah membuka matanya dan menatap tajam pada suami tampannya. "Berisik!" sungutnya yang kemudian menekuk tengkuk suaminya lalu menyatukan bibirnya dengan bibir tebal suami tampannya itu.
Andre membulatkan kedua bola matanya penuh saat Rumanah menghi*sap habis bibir tebalnya dengan sangat ganas. Tentu saja hal itu membuat Andre semakin senang dan bersorak dalam hati.
"Hmmm, kau semakin berkembang maju, Annabelle," ucap Andre dalam hati.
Dengan perlahan Andre menaikkan daster istrinya, dan hal itu membuat Rumanah melepaskan ciumannya.
"Apa yang akan Anda lakukan, Tuan?" tanya Rumanah seraya menatap genit pada suami tampannya.
Andre tersenyum gemas. "Mengobrak-abrik tubuhmu lagi," jawabnya yang kemudian melepaskan daster dari tubuh istri sirrinya.
__ADS_1
Rumanah tersenyum kecil, tanpa diminta sama sekali, wanita cantik itu tiba-tiba menunduk dan...
"Ooouuuucch!" seketika Andre melenguh nikmat saat Rumanah melahap habis ular berbulunya yang tangguh dan perkasa.
Rumanah memaju mundurkan kepalanya, menghisa*p serta melum*at habis ular berbulu yang rasanya sangatlah lezat.
"Kau sangat pintar, Annabelle," puji Andre seraya memainkan rambut istrinya dan sesekali meremas dua balon kenyal yang kini sudah tanpa penghalang.
Untuk beberapa saat Rumanah memberikan pelumasan dan pemanasan pada belalai gajah yang besar dan panjang itu. Dan hal itu benar-benar membuat Andre terhanyut dalam lautan kenikmatan yang istrinya berikan.
Cup!
Rumanah mengec*up lembut pucuk senjata tajam milik suaminya itu.
"Apakah Anda menyukainya?" tanya Rumanah dengan tatapan yang manja.
Andre tersenyum serta mengangguk. "Yes, i like it!" jawabnya seraya merebahkan tubuh istrinya di sofa.
Rumanah mengatur napasnya yang ngos-ngosan. Gemericik air di dalam kamar mandi tampak terdengar seperti alunan musik romantis di telinga kedua manusia itu. Mungkin saja, air di bathub sudah penuh hingga membludak berantakkan tak terhentikan. Sama seperti hasrat kedua insan di sana, kian naf*su semakin menggebu, hasrat dijiwa kian naik hingga ke ubun-ubun. Apa pun yang terjadi, mereka tetap U U S. Ujung-ujungnya se*ks.
"Kau sangat seksi, Annabelle," bisik Andre seraya membuka cd yang Rumanah kenakan.
Rumanah tersenyum. "Semuanya hanya untuk Anda, Tuan," ucap wanita cantik itu dengan senyuman menggoda.
"Woaaah, i like it," sorak Andre seraya mendekatkan wajahnya pada mis vags yang merekah indah dan aromanya menyeruak masuk ke dalam indera penciumannya.
Zayyanah tersenyum serta meremas sofa yang ia tiduri. Sementara sang suami perlahan-lahan menjulurkan lidahnya, menyapu lembut mis vags yang baru kemarin ia robek selaput daranya.
"Aaach," de*sah Rumanah yang tampak tak kuasa menahan nikmat yang ada.
"Oouuccchhh! Tuan, emh! Saya sudah tidak tahan, ach!" racau Rumanah di sela-sela erang*annya.
Andre tersenyum puas serta menyudahi permainannya. Dengan pelan ia mendudukkan kembali bokongnya di sofa seraya membangunkan tubuh istrinya.
"Aku juga sangat tidak tahan, Annabelle." Andre berbisik pada telinga istrinya, sehingga hal itu membuat Rumanah bergidik geli.
"Emh,"
"Naiklah," perintah Andre seraya mulai memberikan aba-aba untuk mengguncang dunia. Eh, maksudnya mengguncang tubuh istri cantiknya.
Rumanah tersenyum serta mengangguk, untuk sesaat ia membelai lembut senjata tajam milik suaminya agar lebih berdiri tegak dan siap menyuntiknya.
"Apakah kau sudah siap?" tanya Andre seraya membelai lembut wajah cantik istrinya.
Rumanah mengangguk, ia tampak sudah berada di atas suaminya yang sedang duduk dengan posisi sedikit terperosot.
"Tapi, jangan keluarkan di dalam, Tuan." Rumanah mengingatkan.
Andre tersenyum tipis serta mengangguk. "Setakut itu dia," ucapnya dalam hati.
Tanpa membuang waktu lagi, Andre pun mulai menggesek-gesekkan ular berbulunya pada lubang mis vags yang sudah lembab dan basah itu. Sehingga hal itu membuat Rumanah merem melek.
"Letakkan tanganmu di sini," ucap Andre seraya menepuk pundaknya.
__ADS_1
Rumanah pun meletakkan tangannya pada pundak suaminya. Dan pada saat itu...
Jleeeebbbb!
Dengan perlahan senjata tajam milik Andre masuk ke dalam lubang mis vags Rumanah yang masih sempit dan legit. Dan hal itu benar-benar membuat Rumanah menjerit karena sedikit terasa linu.
"Aaarrgh!" Rumanah menjerit seraya menjatuhkan kepalanya pada bahu suaminya.
"Tahan sedikit, ya." Andre berkata sembari terus berusaha.
"Emh,"
Setelah beberapa saat, Andre pun berhasil menancapkan senjata tajamnya pada mis vags istrinya. Dan tanpa membuang waktu lagi ia pun memompa mis vags yang legit itu. Dalam posisi duduk, Rumanah tampak kewalahan dan begitu merasa keenakan dengan gaya yang baru saja ia lakukan.
Tubuhnya benar-benar terasa loncat dan balon kenyalnya naik turun seirama dengan hentakkan suaminya.
"Oooouuucchhhhhhh!" keduanya menger*ang nikmat saat mereka telah sampai pada puncaknya.
Rumanah memeluk erat tubuh suaminya. Seketika tubuhnya melemas dan napasnya ngos-ngosan.
"Perfecto, beybiii," ucap Andre seraya memeluk hangat tubuh istri cantiknya itu.
"Ternyata Anda tepat waktu juga ya, Tuan," ucap Rumanah dengan suara yang lemas.
"Tepat waktu apa, Belle? Tepat waktu menyemprotkan mayonaisku bersamaan denganmu?" tanya Andre seraya mengusap lembut punggung istri cantiknya.
"Bukan, Tuan. Tapi ... tepat waktu mencabut anu, he he he he he," jawab Rumanah disertai cengengesnya.
Andre tersenyum geli dan memeluk erat tubuh mungil istri cantiknya itu. "He he he he, ya dong, Belle. Aku tidak mau sampai lengah dan akhirnya kau marah lagi padaku," ucapnya seraya merenggangkan pelukannya dan menyibakkan rambut panjang istrinya.
"Tentu saja! Mungkin bukan hanya marah, tapi akan...,"
"Akan apa?" tanya Andre.
"Akan memperkosa Anda terus menerus. Ha ha ha ha!" jawab Rumanah mengandung kelakar.
"Ha ha ha, kau benar-benar sudah menjadi binal dan liar, Annabelle!" ucap Andre yang tampak tertawa lepas.
"He he he, tapi Anda suka 'kan? Hi hi."
"Hmmm, tentu saja, sayang," jawab Andre dengan senyuman manisnya.
"Hah? Apa? Tadi bilang apa, Tuan? Sayang? Anda memanggil saya sayang? Apa saya tidak salah dengar?" Rumanah tampak kaget dan tak menyangka mendengar kata sayang dari suaminya.
"Ya, kau hanya salah dengar, Belle. Rupanya bukan hanya binal, tapi kau juga kege'eran. He he he," jawab Andre seraya memainkan anak rambut istrinya.
Rumanah mengerucutkan bibirnya bertingkah manja. "Iiii, Tuaaaan, katakan sekali lagi! Kenapa Anda mengelaaaak??" rengek Rumanah seraya meninju kecil perut sixpack suaminya.
"He he he, memangnya apa yang kau dengar, Belle?" tanya Andre.
"Sayang," jawab Rumanah dengan tingkah manjanya.
Andre tersenyum. "Ya, sayang," ucapnya.
__ADS_1
Rumanah tersenyum senang dan menghamburkan dirinya ke dalam pelukan suaminya. Ia tampak senang dipanggil sayang oleh suami tampannya itu.
BERSAMBUNG...