Terjerat Cinta Majikan Duda

Terjerat Cinta Majikan Duda
Rahasia


__ADS_3

"Andre, apa yang kau lakukan pada gadis itu? Kenapa dia sangat pucat dan seperti ketakutan?" tanya Omma Purwati pada putranya saat mereka tengah duduk berkumpul di ruang keluarga.


Gemericik air mancur yang berada di kolam ikan samping ruang keluarga tampak memberikan nuansa tenang dan damai di ruangan itu.


Andre meneguk mocachino instannya penuh nikmat.


"Bukan salah Andre, Mi." ucapnya seraya meletakan cangkir mocachinonya ke atas meja.


"Bukan salahmu? Lantas, kenapa gadis itu mepet dan seperti berlindung padamu." timpal Oppa Dargono tanpa memalingkan wajahnya dari selembar koran.


"Ah itu, sebenarnya tadi wanita itu masuk ke dalam ruangan alat-alat kesayangan Papi. Kebetulan Andre pun tak sengaja masuk ke dalam ruangan itu. Saat Andre..." Andre tampak menceritakan apa yang terjadi pada Rumanah.


"Hahahahaaha!" Omma dan Oppa tampak tertawa terbahak-bahak mendengar cerita Andre.


"Jadi dia begitu ketakutan. Hahaha." ucap Andre disertai tawa ngakaknya. Ekspresi Rumanah yang pucat, panik dan ketakutan tampak kembali terngiang di kepalanya.


"Untung saja dia tidak mengompol, Dre." celetuk Omma Purwati yang berhasil membuat mereka kembali tertawa terbahak-bahak.


"Hahahahaha, benar. Untung saja dia tidak sampai minta kamu untung menggendongnya." timpal Oppa Dargono yang semakin membuat mereka tertawa ngakak.


"Hahahaha, kalau itu terjadi, tidak akan Andre ampuni." balas Andre di sela-sela tawanya.

__ADS_1


"Hahahahaha." mereka bertiga kembali tertawa terbahak-bahak.


Begitulah jika sekeluarga itu sudah berkumpul bersama. Canda tawa selalu mereka hadirkan dalam moment yang tidak akan terulang kembali. Karena waktu, sangat berharga.


"Dre, gimana kabar mantan istrimu? Masihkah wanita itu mengganggu kehidupanmu?" tanya Omma yang kini tampak mulai serius.


Andre menghela napas panjang lalu membuangnya perlahan. Sebenarnya ia malas sekali jika harus membahas wanita yang sangat ia benci.


"Dia menderita karena putrinya sendiri sangat membencinya." jawab Andre dengan tatapan yang tajam.


Omma dan Oppa tampak saling beradu pandang.


"Membencinya? Apakah princess benar-benar tidak ingin bertemu dengan ibunya sendiri?" selidik Omma.


Omma terdiam sejenak.


"Jangan begitu dong Ndre. Bagaimana pun Luna itu ibu kandung princess, dia pernah berjuang bertaruh nyawa untuk melahirkan princess. Kau sebagai Daddynya, seharusnya mengajarkan putrimu untuk tidak durhaka pada ibunya." ujar Omma Purwati menasihati putranya.


"Mami bicara apa? Andre sama sekali tidak pernah mengajarkan pada princess hal yang tidak terpuji seperti itu. Princess membenci Mommynya karena dia melihat sendiri kegilaan Mommynya. Mami pikir bocah sekecil itu tidak bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk?" protes Andre tidak terima.


Omma kembali terdiam dan mencoba memahami ucapan putranya.

__ADS_1


"Ya, kau benar, Nak. Tapi, walaupun begitu sebaiknya kau ajari putrimu untuk tidak membenci ibunya. Bagaimana pun Luna itu tetaplah surga baginya. Jadi saran Papi, sebaiknya kau harus lebih sering mengajak princess bicara soal Luna dan kau harus berusaha sebisa mungkin agar princess tidak membenci Mommynya. Papi paling tidak suka melihat seorang anak durhaka pada orang tuanya. Maka sebelum itu terjadi, lebih baik kau berusaha sebisa mungkin agar princess tidak membenci Mommynya." timpal Oppa yang tampak mendukung Omma.


Andre tampak terjingkat kaget mendengar setiap kata yang diucapkan oleh Oppanya. Tentu saja itu semua sangat bertolak belakang dengan hatinya. Bukan karena ia ingin membuat putrinya selalu membenci Mommynya bahkan sampai membuat princess durhaka pada Mommunya sendiri tapi karena Andre takut jika Luna berhasil menarik perhatian princess dan membuat princess ingin tinggal bersama Mommynya.


"Ck, aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi." ucap Andre dalam hati.


Sementara itu, tanpa mereka sadari, di ambang pintu tampak seorang gadis yang tak lain adalah Rumanah sedang mematung dan menguping pembicaraan mereka. Rumanah diperintah oleh princess untuk mengambil sesuatu di dalam tasnya. Namun pada saat Rumanah hendak melintasi ruangan itu, tiba-tiba kakinya terhenti saat kedua telinganya mendengar obrolan tentang Mommy princess.


"Ohya, jadi kapan kau akan memberikan Mommy baru untuk princess? Mami rasa kau sudah harus menikah, Ndre. Sudah saatnya kau membina mahligai cinta yang baru. Kau mau menunggu apa lagi? Sementara hatimu kini sudah kosong dari bayangan Luna." ucap Omma yang berhasil membuat Andre gelagapan dan tidak nyaman.


Tentu saja Andre belum memikirkan hal itu. Namun, jauh di lubuk hatinya, ada seorang wanita yang sudah mampu membuat dirinya nyaman dan jantungnya berdetak kencang saat bersamanya.


"Uhm, itu, entahlah. Andre belum memikirkannya. Tapi, soal wanita, tenang saja. Andre sudah menemukan seorang wanita yang mampu membuat Andre selalu tersenyum dan nyaman saat bersamanya." jawab Andre penuh teka-teki.


Omma dan Oppa tampak saling beradu pandang, tentu saja mereka sangat penasaran.


"Siapa?" tanya Omma.


"Emh, Mami dan Papi tidak usah tahu. Ini rahasia Andre. Lagi pula wanita itu pun belum tahu akan perasaan Andre padanya. Dan, sepertinya perasaan ini baru tumbuh akhir-akhir ini." ujar Andre yang berhasil membuat kedua orang tuanya tersenyum antusias.


Wanita yang berdiri di ambang pintu itu pun tampak tersenyum-senyum sendiri saat mendengar ucapan Andre. Tiba-tiba saja jantungnya berdegup kencang dan pipinya tampak merona tersipu malu.

__ADS_1


Rumanah meletakkan kedua tangannya di dadanya. Mencoba menetralisasikan detak jantungnya yang sedang berloncatan.


****


__ADS_2