Terjerat Cinta Majikan Duda

Terjerat Cinta Majikan Duda
Harus periksa ke dokter


__ADS_3

Andre memarkirkan mobil mewahnya tepat di garasinya. Duda tampan itu tampak tak henti-hentinya menggodai pengasuh putri kecilnya itu. Selama di perjalanan, tangan kekar Andre tampak tak mau diam. Sehingga hal itu semakin membuat Rumanah geram dan ilfeel pada majikan galak plus mesumnya itu.


"Sudah sampai, Annabelle. Kau bisa turun sendiri, bukan?" ucap Andre pada pengasuh putrinya.


Rumanah mendelikkan matanya dan membuang napasnya kasar. "Tidak usah ditanya!" ketusnya yang kini semakin berani pada majikan galaknya itu.


Andre tersenyum usil. "Jangan bohong, aku yakin kau membutuhkan bantuanku, Annabelle. Dan, jika kau ingin membuka pakaianmu terlebih dahulu, maka lakukan lah! Aku rasa ada yang mengganjal di hatimu." seloroh Andre penuh percaya diri.


Rumanah memutar bola matanya malas dan menatap tajam pada majikan galaknya itu. "Huuah, aku sudah tidak mengerti lagi pada majikan galak ini. Kenapa yang ada di dalam pikirannya hanya membuka pakaian dan telanja*ng bulat? Astaga, benar-benar membuatku ilfeel terhadapnya. Tampan sii tampan, tapi mesum bangeet. Iyuuuwww, aku rasa Mbak Mel bakalan kewalahan kalau mereka sampai menikah. Majikan galak ini pasti selalu meminta Mbak Mel untuk melayaninya setiap hari sampai seluruh tubuh terasa remuk dan hancur. Hiiiyyy!" cerocos Rumanah dalam hati.


"Hei, apa yang kau pikirkan? Kenapa kau diam dan menatapku seperti itu? Kau ingin mengatakan sesuatu tapi kau tidak mampu mengatakannya, begitu? Katakan saja jika kau ingin membuka pakaianmu di hadapanku, Annabelle!" desak Andre yang benar-benar membuat Rumanah jengah dan kesal padanya.


"Ck, sebaiknya setelah ini Anda harus periksa ke dokter, Tuan. Bila perlu saya yang akan mengantarkan Anda untuk memeriksakan kesehatan otak dan pikiran Tuan. Astaga!" cicit gadis desa yang masih berusia sembilan belas tahun itu.

__ADS_1


"Ha ha ha ha ha ha ha!" Duda tampan itu seketika tergelak mendengar ucapan pengasuh putrinya.


Sementara Rumanah tampak tak ingin lagi menanggapi dan meladeni majikan mesumnya yang hampir gila karena menginginkan dirinya telanja*ng di hadapan duda tampan itu.


"Setres!" dengus Rumanah dalam hati. Tak membuang waktu lagi Rumanah pun turun dari mobil mewah itu. Tangan kirinya yang sudah di operasi itu masih dibalut oleh kain kasa dan perban anti air.


"Ck, sialan. Sampai kapan majikan galak itu mesum seperti ini padaku. Astaga, apakah Mbak Mel diperlakukan seperti ini juga?" Rumanah berceloteh saat ia hendak masuk ke dalam rumah mewah milik majikan galaknya itu.


"Ya, aku berani. Karena kau juga sudah berani mesum padaku, majikan galak!" sungut Rumanah dalam hati. Gadis desa itu tampak terus melangkahkan kakinya tanpa menoleh pada majikan mesumnya itu.


"Tunggu aku, Annabelle. Kau tidak boleh mendahului majikanmu ini." ucap Andre setengah berteriak. Duda tampan itu semakin mempercepat langkahnya, hingga saat ia sudah dekat dengan Rumanah, tanpa pikir panjang duda tampan itu menarik lengan Rumanah sehingga membuat Rumanat terjingkat kaget, dan...


"Haaaaaaahh." Rumanah refleks membalikkan badannya dan hampir saja terjatuh, namun untungnya Andre dengan gesit menangkap tubuhnya. Sehingga hal itu membuat Rumanah harus berada di dalam pelukan majikan galaknya itu.

__ADS_1


Andre terdiam saat paypayud milik Rumanah menempel tepat pada bawah dada atas dan bawah perutnya. Ya, tentu saja ia dapat merasakan kekenyalan paypayud milik gadis desa itu. Sementara Rumanah tampak terhenyak kaget saat menyadari apa yang sedang terjadi.


"Ah, maafkan saya, Tuan." ucap gadis desa itu seraya melepaskan dirinya dari pelukan Andre.


Andre mengerjapkan matanya dan menatap datar pada pengasuh putrinya. Tanpa senyum dan tanpa berkata apa-apa, duda tampan itu pun berlalu begitu saja dari hadapan Rumanah.


"Iiish, sial." desis Rumanah seraya merapikan rambut panjangnya yang sedikit berantakan.


Rumanah kembali melangkahkan kakinya menuju kamarnya. Tentu saja ia harus menaruh paper bag yang isinya adalah pakaian kotornya itu di dalam kamarnya. Setelah itu gadis desa yang sebenarnya memiliki wajah cantik dan memikat itu kembali melangkahkan kaki hendak menemui asuhannya yang mungkin sedang berada di dalam kamarnya.


***


Jangan lupa dukungannya, dears!

__ADS_1


__ADS_2