Terjerat Cinta Majikan Duda

Terjerat Cinta Majikan Duda
Penipu!


__ADS_3

Mobil Honda Brio milik sebuah rentalan itu berbelok ke arah kanan di pertigaan. Sesuai dengan petunjuk Rumanah. Namun, Andre dibuat heran dengan situasi dan kondisi yang ada di jalan itu. Manik matanya tak henti-hentinya memperhatikan setiap jengkal jalanan yang cukup untuk dua mobil.


Di sisi sebelah kanan jalanan itu, kebun bunga dan buah-buahan seperti strawberry, semangka, anggur, dan tanaman buah berjalar lainnya. Sedangkan di sisi sebelah kiri, terdapat perkebunan jagung, tebu dan kacang-kacangan lainnya. Sungguh membuat Andre semakin heran. Tidak ada rumah di lokasi itu. Berbeda dengan yang tadi ia lihat sebelum belok kanan di pertigaan, di sana ia menemukan beberapa bangunan rumah penduduk desa di sisi jalan sebelah kanan. Di sebelah kirinya, pure perkebunan semua.


"Darling, ini sangat menakjubkan. Bagaimana bisa di sepanjang jalan ini isinya perkebunan semua. Dan, di mana letak rumahmu? Aku tidak melihat rumah penduduk desa di sini." Ucap Andre dengan raut wajah yang terlihat heran namun penasaran.


Rumanah tersenyum kecil serta menatap penuh teka-teki pada suaminya. "Sebentar lagi kau akan tahu, suamiku." jawabnya enteng. Ia mengusap lembut wajah tampan suaminya.


Andre mengerutkan dahinya. "Kenapa sulit sekali mencari rumah mertuaku. Astaga!" desisnya.


Rumanah tersenyum. Ia sedang memikirkan bagaimana ekspresi wajah suaminya saat tahu rumahnya seperti apa dan bagaimana kehidupan keluarganya.


"Semoga kamu tidak jantungan mengetahui kenyataan tentang diriku, hubby." Ucap Rumanah di dalam hati.


Mobil yang mereka tumpangi terus melaju memecah jalan aspal yang di sisi kanan dan sisi kirinya terdapat perkebunan yang luas.


"Sepertinya di daerah sini tidak ada rumah penduduk, Bos. Dan, jalan ini ternyata mentok. Tidak ada jalur ke mana pun setelah pembatas sebuah rumah yang sangat besar." Ucap Leo memberikan info pada bos tampannya.


Andre mengerutkan dahi setengah tak mengerti. "Tidak ada jalur ke mana pun? Kau tahu dari mana?" tanyanya heran.


"Ya, saya melihatnya di google map, Tuan." Jawab Leo seraya menunjukkan sebuah tab di tangannya.


Andre menyipitkan matanya dan menatap intens pada layar tab yang Leo tunjukkan. Ya, memang benar apa yang Leo katakan. Di maping itu, tidak ada lagi jalan jalur ke mana pun setelah mentok di sebuah rumah yang besar.


"Hah, benar. Coba di-zoom, apa itu nama rumahnya?" ucap Andre seraya lebih mendekatkan wajahnya pada tab yang Leo tunjukkan.


Leo pun memperbesar layar tab di tangannya. Seketika sebuah nama tertera di sana.


"King house," gumam Andre dengan tatapan heran.


"Artinya itu rumah raja, begitu ya, bos. Hmmm, mungkin itu rumah yang punya perkebunan luas ini, bos." Timpal Leo.


"Sepertinya begitu. Hmmm, jika memang begitu rumah ini—" belum sampai Andre menyelesaikan ucapannya, dengan cepat Rumanah menyelanya.

__ADS_1


"Sayang, lihat burung elang itu, cantik sekali, bukan?" sela Rumanah seraya menunjukkan burung elang yang sedang terbang.


Andre memincingkan matanya dan menatap burung elang yang sedang terbang bebas. "Waw, benar-benar menakjubkan! Ternyata, di desa banyak pemandangan yang membuatku jatuh cinta." sorak Andre.


"Ya, dong. Desanya saja sudah membuat jatuh cinta, apalagi penduduknya. He he he," jawab Rumanah disertai cengengesnya.


Andre tersenyum kecil serta mengusap lembut puncak kepala istrinya.


"Bos, lihat itu!" tunjuk Leo pada sebuah rumah yang di depannya terdapat pagar besi yang kuat dan tinggi. Pintu gerbang yang tinggi dan terkesan penuh pengamanan.


Andre membulatkan kedua bola matanya penuh dan tampak tercengang hebat saat manik matanya menangkap sebuah rumah yang sangat besar dan mewah.


"Ya Tuhan, rumahnya besar sekali. Ini benar-benar seperti rumah raja. Tapi, tetap saja tidak mengalahkan rumahku. Hmmm," ucap Andre yang masih menatap rumah bercat putih tulang mix gold.


Rumanah tersenyum kecil mendengar ucapan suaminya. Tentu saja rumah suaminya tidak terkalahkan. Memiliki lima lantai dan setiap lantainya sangat luas dan megah. Belum lagi halaman rumah dan fasilitas yang cetar membahana badai.


Ciiitttttt!


Ban mobil berdecit saat sopir menginjak rem untuk berhenti. Ya, mobil Honda Brio itu berhenti di depan rumah yang besar dan mewah.


Rumanah terdiam sejenak dan tampak menggigit bibir bawahnya menahan tegang dan cemas. Di hadapannya sudah terbentang rintangan yang pasti akan menghadang.


"Darling, jawab!" desak Andre memaksa.


Rumanah meremas jari-jarinya dan menatap ngeri pada suaminya. Tapi, masih ada lagi yang akan membuatnya ngeri yaitu ayahnya.


"I–iya, sayang." Rumanah menjawab dengan gugup.


Jedueeerrrr!!!!


Bagaikan tersambar petir di siang bolong. Andre dan Leo tampak terbelalak kaget mendengar pengakuan Rumanah. Rumah besar yang mewah itu milik kedua orang tua Rumanah? Itu artinya, Rumanah bukan gadis desa yang melarat dan kampungan seperti yang Andre temui pertama kali.


"Apa? Jadi, kau! Argh, apa yang sebenarnya terjadi. Kau, kau hanya berpura-pura menjadi orang miskin? Apa tujuanmu, hah!?" kali ini Andre bicara sedikit membentak istrinya.

__ADS_1


Rumanah tampak tegang dan gemetaran. Seperti yang sudah ia bayangkan, sang suami ternyata benar-benar marah padanya saat tahu kenyataan yang sebenarnya.


"Aku bisa jelaskan, hubby. Apa yang aku lakukan—" Rumanah belum selesai bicara, dengan cepat Andre menyelanya.


"Kau telah membohongiku! Kau membohongi princess, mami, papi, Ferhat, dan semua orang yang mengenalmu di Jakarta. Astaga!" semprot Andre menyela ucapan istrinya itu.


Rumanah terdiam dan tampak menundukkan wajahnya merasa takut dan bersalah. Sementara Leo tampak menatap heran padanya.


"Maafkan aku, sayang. Aku sungguh bisa jelaskan apa alasanku berpura-pura," ucap Rumanah meminta maaf.


Andre membuang napasnya ke luar kaca mobil. "Sejak kita menikah, aku sudah curiga padamu. Aku merasa jika kau bukan orang sembarangan. Dan ternyata benar, kau bukan orang sembarangan. Kau anak raja di sini!" ucapnya dengan sorot mata yang terlihat marah.


Rumanah benar-benar bingung dan tegang menghadapi suaminya yang sedang marah. Sedangkan di hadapannya, rumah besar yang sudah lama ia tinggalkan kini terpampang nyata dan seakan melambai-lambaikan tangan padanya.


"Bukan, sayang. Aku bukan anak raja. Itu hanya—" lagi-lagi Rumanah harus menggantung ucapannya saat tiba-tiba Andre menyelanya.


"Tetap saja, kau anak orang kaya yang terhormat. Selama ini aku mengira jika kau orang miskin yang membutuhkan uang untuk membantu perekonomian keluargamu. Tapi ternyata, kau ... argh! Benar-benar penipu!" sungut Andre dengan raut wajah yang benar-benar marah.


Rumanah menekuk wajahnya dan nyaris menangis karena takut dan merasa bersalah.


"Bukan maksudku menipu semua orang, sayang. Aku punya alasan khusus untuk melakukan itu. Aku mohon dengarkan penjelasanku dulu," mohon Rumanah meminta pengertian dari suaminya itu.


Andre mengusap wajahnya frustasi. Ia benar-benar tidak menyangka jika ternyata istrinya bukanlah gadis desa yang miskin dan kampungan seperti yang ia duga.


.


.


.


Gimana, guys? Sudah terpecahkan 'kan teka-teki yang bersarang di kepala kalian? Hihihi, maaf ya kalau othor kurang gemez bikin kejutannya. Sarangheo, guys🥰🥰🥰


Like and koment-nya yuk ramaikan!

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2