
Beberapa peserta lomba balet sudah menampilkan keahlian mereka. Kini, tiba saatnya si cantik Sandrina yang akan menunjukkan bakatnya di depan ribuan penonton.
Sorak sorai penonton tampak terdengar riuh di telinga. Andre, Rumanah, Ferhat, Mami Purwati dan Papi Dargono tampak bersemangat menyambut sang gadis kecil kesayangan mereka. Senyuman ceria ditunjukkan oleh Sandrina pada kedua orang tua, Paman, dan Omma serta Oppa nya.
"What is your name, girl?" tanya Alina Cojocaru selaku bintang tamu spesial di acara tersebut.
Sandrina tersenyum. "My name is Sandrina." Jawabnya penuh semangat dan kebahagiaan.
"Woooow, so beautiful name," puji Alina Cojocaru seraya bertepuk tangan. Ia duduk di deretan terdepan dekat para juri.
"Thank you, Miss." Jawab si cantik Sandrina seraya membungkukkan badannya memberi hormat.
Alina Cojocaru tersenyum serta mengangguk. Kemudian Host pun mulai memberi aba-aba pada si cantik Sandrina. Sementara Andre dan Rumanah tampak menatap penuh cinta pada putri mereka yang tampak cantik.
"Semangat, sayang. Kamu pasti bisa! Anak Daddy harus pantang menyerah dan selalu berusaha." Andre bersorak menyemangati putri mahkotanya itu.
"Good luck, Princess! Kami di sini mendukung dan mendoakanmu, sayang." Rumanah bersorak ria dan tampak semangat empat lima.
Alunan musik mulai terdengar di telinga.Tanga gemulai dan kaki yang lincah serta lentur itu tampak sudah bermain seirama dengan musik yang telah dimainkan.
"Hebat, dia begitu lincah dan menjiwai setiap garakannya. Aku rasa princess yang paling bak tariannya di antara peserta yang lainnya," ucap Ferhat antusias.
"Ya, itu pasti, Fer. Memang keponakanmu sangat pandai dan berbakat seperti Daddy-nya." Ucap Andre memuji putri dan dirinya sendiri.
Ferhat memencengkan bibirnya. "Ge'er!" desisnya.
Para penonton dan dewan juri begitu terlihat terhipnotis oleh keelokan si cantik Sandrina. Bagaimana tidak, gadis kecil itu benar-benar menjiwai setiap gerakan yang diiringi oleh musik. Setiap putaran dan loncatan, begitu terlihat memukau di pandangan mata setiap yang melihatnya.
"Kita berikan tepuk tangan untuk pebalet cilik kita yang bernama Sandrina!" sorak si Host selalu pembawa acara.
Prok prok prok prok proookkk!!!!
Riuh tepuk tangan dan teriakan begitu memekakkan telinga. Sandrina yang sudah menyelesaikan tariannya dengan baik dan sempurna tampak tersenyum senang dan terlihat puas dengan aksinya kali ini.
"Princess, kau hebat sekali. Daddy yakin kau yang menjadi juaranya," ucap Andre seraya menatap putrinya yang berjalan meninggalkan panggung.
Setelah beberapa jam lamanya, satu persatu para peserta lomba menari balet itu akhirnya selesai juga. Andre dan Rumanah tampak tidak sabar menunggu babak pengumuman siapa yang juara di perlombaan itu.
"Ya Tuhan, aku benar-benar tegang dan deg-degan sekali, darling. Bagaimana ini! Sepertinya princess memiliki saingan berat yang pentas terakhir tadi. Astaga!" ucap Andre yang tampak terlihat cemas.
Rumanah tersenyum kecil dan menggenggam tangan suaminya itu. "Tenanglah, Hubby. Princess memiliki bakat yang tidak dimiliki oleh peserta lomba lainnya. Gerakannya sangat di luar prediksi dan jangkauan. Tadi, Alina Cojocaru saja sampai tercengang hebat saat melihat kekreatifan princess kita, hubby. Saya yakin princess juaranya." ucapnya mencoba menenangkan suaminya. Walau sejujurnya ia juga sangat gugup dan tegang.
Andre menggigit telunjuknya dan menatap ke arah panggung. Para peserta lomba itu tampak berderet rapi menunggu nama mereka dipanggil menjadi juara. Namun, entah nama siapa yang akan mendapatkan anugerah penghargaan pertama di perlombaan itu.
"Para hadirin sekalian, kini tiba saatnya kami akan mengumumkan siapa yang berhak mendapatkan anugerah penghargaan pertama di ajang perlombaan tarian balet ini. Diharap kepada para penonton agar tetap tenang dan hikmat dalam menghadiri acara ini.
Deg deg deg deg deg deg!
Genderang perang sudah terdengar mencekam di sana. Andre dan Rumanah tampak saling menggenggam tangan satu sama lain. Sementara si cantik Sandrina tampak terlihat sedikit gusar dan juga harap-harap cemas di atas panggung sana.
__ADS_1
Para juri yang menilai aksi para peserta lomba tampak saling memberikan suara mereka. Beberapa orang di antaranya ada yang berbisik-bisik, namun juga ada yang menyerahkan sebuah tab yang mereka gunakan untuk menilai dan menuliskan nama pemenangnya.
"Ya Tuhan, semoga princess menjadi juara," ucap Rumanah di dalam hati.
Beberapa menit kemudian...
"Baiklah, untuk pengumuman yang berhasil mendapatkan anugerah penghargaan pertama di perlombaan ini, kami meminta pada Miss Alina Cojocaru selaku pebalet internasional dan bintang tamu spesial di acara ini untuk menyebutkan nama para pemenang di perlombaan ini. Pada Miss Alina Cojocaru, dipersilakan untuk naik ke panggung," ucap si pembawa acara dengan sikap anggun dan penuh wibawa.
Alina Cojocaru tersenyum serta mengangguk. Kemudian ia berdiri lalu memutar badannya menghadap penonton. Ia membungkukkan badan memberikan hormat. Dan para penonton menyambutnya dengan hangat.
"Princess pasti senang sekali dapat bertemu dengannya, hubby." Rumanah berbisik pada suaminya.
"Ya, tentu saja. Dia salah satu idola princess. Dan, aku akan berusaha untuk meminta pada Alina Cojocaru agar mau berfoto dengan princess," jawab Andre penuh semangat.
"Ya, itu keinginan princess," balas Rumanah seraya melemparkan pandangannya pada putrinya yang berdiri di atas panggung.
"Alright, first of all I would like to thank you for giving me the opportunity to name the winners of this competition (Baiklah, sebelumnya saya ucapkan terima kasih karena sudah memberikan kesempatan pada saya untuk menyebutkan para pemenang lomba ini)." ucap Alina Cojocaru seraya tersenyum hangat.
Para penonton bertepuk tangan bergembira.
"Alright, then I'll start now (Baiklah, saya akan memulainya sekarang)." kembali Alina Cojocaru berkata seraya membuka amplop di tangannya.
Dalam hal ini, Andre, Rumanah, Ferhat, Mami Purwati dan juga Papi Dargono tampak tegang dan harap-harap cemas. Mereka tampak mengangkat tangan ke atas, berdoa untuk kebaikan si cantik Sandrina.
Para peserta lomba tampak terlihat tegang dan begitu deg-degan. Ini saatnya mereka harus menerima apa yang akan mereka dapatkan. Menang dan kalah dalam perlombaan adalah hal yang biasa.
"Princess! Pasti princess juaranya!" ucap Andre penuh harap.
"Sandrinaaaa!"
"Yeeeeaaaaaahhhhh!!!"
Ketika sebuah nama disebutkan, beberapa manusia yang mencintai nama juga gadis kecil pemilik nama itu tampak bersorak dan berloncatan bahagia.
Si cantik Sandrina tersenyum namun ingin menangis. Tangannya bergetar menutupi wajahnya yang sangat merah karena menangis bahagia.
"Sandrina, silakan maju ke depan. Miss Alina Cojocaru akan memberikan hadiah kepadamu." Ucap si pembawa acara.
Sandrina mengangguk serta tersenyum. Ia pun mengusap air matanya dan bergegas melangkahkan kakinya.
"Hello, Sandrina. Congratulations on the win. You are a talented little ballet (Hallo, Sandrina. Selamat ya atas kemenangannya. Kau memang pebalet cilik yang berbakat)." Ucap Alina Cojocaru memberikan semangat pada Sandrina.
Sandrina tersenyum manis dan mengangguk. "OK, thank you, mr." jawabnya.
Andre tampak menatap penuh bahagia pada putri kecilnya itu. Ia benar-benar bangga dan tidak menyangka jika ternyata sang putri benar-benar bisa menjadi juara.
"Terima kasih, Tuhan." Gumam Andre seraya mengusap wajahnya pelan.
Alina Cojocaru memberikan piala penghargaan pada gadis kecil di hadapannya itu. Senyuman kebahagiaan terukir indah di wajah cantik gadis kecil itu.
__ADS_1
"Sandrina, silakan katakan sesuatu yang ingin kau katakan," ucap si pembawa acara.
Sandrina mengangguk, lalu kemudian ia pun menerima mic yang diberikan oleh si pembawa acara itu.
"Hello, every body!" sapa Sandrina penuh ceria.
"Hello, haaaai!" sahut para penonton antusias.
"Sebelumnya Sandrina mau ucapin terima kasih pada Tuhan Yang Maha Esa. Karena-Nya, princess bisa berada di panggung yang megah ini." Ucap Sandrina di awal kalimatnya.
Andre, Rumanah, Ferhat, Mami Purwati dan Papi Dargono tampak tersenyum bahagia ke arahnya.
"Juga kepada Daddy, Bunda, Oppa, Omma dan Uncle Fer. Hello, kalian semua sangat luar biasa. Terima kasih juga pada dewan juri dan pada coach yang selalu mengajari Sandrina," lanjut si cantik Sandrina penuh kebahagiaan.
Gadis kecil itu pun mengungkapkan rasa syukur dan terima kasihnya pada orang-orang yang ia sayangi. Tak lupa ia juga mendeskripsikan kebahagiaan yang sedang ia rasakan saat ini.
"Alright, Sandrina. Apakah kami semua boleh berkenalan dengan kedua orang tuamu? Bisa panggilkan mereka untuk naik ke atas panggung ini?" tanya si pembawa acara.
Sandrina tersenyum serta mengangguk mengiyakan. "Tentu saja, mis. Mereka ada di sini," jawabnya.
Andre menggenggam tangan istrinya dan menyunggingkan senyumnya manisnya.
"Kepada kedua orang tua Sandrina, kami persilakan untuk naik ke atas panggung!" ucap si pembawa acara.
Para penonton tampak bertepuk tangan dan bersorak ria. Sementara Andre dan Rumanah sudah bangun dari duduknya dan siap berjalan naik ke atas panggung.
"Good luck, guys!" ucap Ferhat pada Andre dan Rumanah.
"Yeah!" jawab Andre penuh semangat.
"Astaga, kenapa pembawa acara itu tidak memanggil kita, Mam? Menyebalkan sekali!" cicit Papi Dargono sembari melipat kedua tangannya di dadanya.
Mami Purwati menatap absurd pada suaminya. "Kau bapaknya bukan?" selorohnya.
"Bukan!" jawab Papi Dargono santai.
"Jadi, diamlah dan lihat saja prestasi cucumu itu!" tegas Mami Purwati sembari melempar pandangannya ke atas panggung.
Rumanah dan Andre berjalan beriringan. Keduanya tampak serasi dan begitu romantis.
"Ayo, darling." Andre mengajak Rumanah naik ke atas panggung. Namun, belum sampai Rumanah melangkahkan kakinya, tiba-tiba saja...
"Stop! Kau tak pantas berada di sisi putriku! Sebaiknya kau mundur dan biarkan aku naik bersama mantan suamiku!" ujar Luna yang tiba-tiba muncul. Ia tampak menghalangi Rumanah yang hendak naik ke atas panggung.
Betapa terkejutnya Andre dan Rumanah saat itu. Tentu saja mereka tidak menyangka jika ternyata Luna hadir di acara perlombaan princess Sandrina.
Andre menatap sengit pada mantan istrinya itu. Sementara Rumanah tampak diam dan tidak berbuat apa-apa. Tentu saja itu karena ia sadar jika dirinya memang bukan wanita yang melahirkan si cantik Sandrina.
BERSAMBUNG...
__ADS_1