
Andre mengusap wajahnya kasar dan mengacak rambutnya frustasi. Keputusan Meliza yang sangat mendadak membuatnya uring-uringan. Pengakuan dari Meliza yang terang-terangan benar-benar membuat Andre terkejut bukan main.
"Dengan siapa kau akan menikah? Kenapa keputusanmu mendadak begini, Mel?" Andre bertanya dengan raut wajah yang menggambarkan kekecewaan dan kesedihan.
Ya, Andre sangat kecewa karena ternyata wanita yang sudah beberapa bulan belakangan menetap di hatinya akan menikah dengan pria lain.
Meliza tersenyum kecil, menatap wajah tampan Andre dengan tatapan yang tenang.
"Belum tahu dengan siapa saya menikah, Pak. Saya juga belum pernah memikirkan hal itu sebelumnya. Beberapa hari ini, setelah saya menyadari jika usia saya sudah matang dan sudah mesti mencari sosok seorang pendamping yang tepat untuk saya, saya memutuskan untuk istirahat dari pekerjaan saya. Bukan karena saya sudah tidak sayang pada perusahaan dan Pak Andre, tapi karena saya ingin fokus mencari jati diri dan mencari sosok pria yang akan menjadi suami saya." tutur Meliza panjang lebar
Meliza berbicara pelan dan lembut, tenang dan juga sopan yang terdengar di telinga Andre.
"Belum tahu siapa calon suaminya? Itu artinya aku masih memiliki kesempatan untuk mendapatkan hati dan cintanya." ucap Andre dalam hati.
Andre beranjak dari duduknya, melangkahkan kakinya menghampiri Meliza yang tampak masih bersabar menunggu jawaban bos dudanya.
"Baiklah, Mel. Aku menghargai keputusanmu." ucap Andre seraya mendudukkan bokongnya di samping Meliza.
Meliza tampak tercengang kaget dan setengah tak percaya pada ucapan bos tampannya itu.
__ADS_1
"Tapi, jawabannya tunggu sampai besok hari. Aku akan memikirkan keputusanmu ini." lanjut Andre seraya meraih tangan Meliza lalu mengusapnya lembut. Tentu saja hal itu membuat Meliza terperanjat kaget dan semakin heran pada sikap bos dudanya.
"Astaga, ada apa dengan Pak Andre? Kenapa dia selembut ini bicara padaku dan menggenggam tanganku. Jangan-jangan..." Meliza tampak berargumen dengan hati dan pikirannya.
Sementara itu Andre tampak menatap lembut wajah cantik Meliza. Tak dapat ia pungkiri, hatinya selalu merasa nyaman setiap kali berada di sisi Meliza. Wanita yang sudah bertahun-tahun mengabdi kepadanya. Entah sejak kapan Andre memiliki perasaan cinta yang tumbuh untuk sekretaris cantiknya.
"Baiklah kalau begitu, Pak. Saya setuju dan saya akan menunggu jawaban dari Pak Andre." jawab Meliza seraya melepaskan tangannya dari genggaman tangan Andre.
"Ups, sorry." ucap Andre pura-pura tak menyadari dengan tindakannya.
***
Sandrina mengangguk seraya tersenyum ceria, "Tentu saja, Uncle. Princess sangat puas, senang, dan ingin lagi. Ha ha ha ha." jawab Sandrina yang tampak tertawa lepas.
Ferhat dan Rumanah pun ikut tertawa mendengar jawaban yang keluar dari mulut Sandrina, mereka bertiga tampak berjalan bergandengan tangan masuk ke dalam rumah mewah milik Tuan Andre Wijaya Rakadewa.
"Uncle, apakah Uncle bisa menginap di sini malam ini?" tanya Sandrina seraya mendudukkan bokongnya di tepi ranjangnya.
Ferhat duduk di samping keponakannya, sementara Rumanah tengah sibuk menyiapkan peralatan mandi untuk asuhannya.
__ADS_1
"Demi princess yang cantik dan lucu, Uncle siap menginap di sini dan menemani princess setiap hari." jawab Ferhat yang berhasil membuat bocah berusia lima tahun itu bersorak ria dan bergembira.
"Yeeaaaay, horee! Uncle akan menginap dan menemani princess setiap hari." sorak Sandrina seraya meloncat kegirangan.
Rumanah yang sedang menyiapkan baju ganti untuk asuhannya tampak terjingkat kaget setengah tak percaya dengan ucapan Ferhat.
"Apa? Menginap dan menemani princess setiap hari??" seloroh Rumanah seraya menghampiri Ferhat dan Sandrina.
"Iya, dewi peri. Uncle Fer akan menemani princess setiap hari." jawab Sandrina seraya ngelendot manja pada Pamannya.
"Benarkah itu, Fer?" selidik Rumanah.
"Mungkin, tapi tidak untuk sekarang ini. Emh, maksudku setelah aku menyelesaikan kuliahku maka aku akan meminta izin pada Bang Andre untuk tinggal di sini." jawab Ferhat.
"Owalah, begitu rupanya." balas Rumanah seraya manggut-manggut bagaikan burung unta.
"Seru juga kalau si Ferhat tinggal di sini. Pekerjaanku pasti akan semakin ringan karena Ferhat akan selalu menemani princess. Hi hi hi, dan aku juga bakalan ada teman ngobrol di sini." celoteh Rumanah dalam hati.
***
__ADS_1