Terjerat Cinta Majikan Duda

Terjerat Cinta Majikan Duda
Jangan takut


__ADS_3

Andre menatap kosong pada tempat Rumanah berdiri menunggunya. Saat ia keluar dari toiltet yang tak begitu jauh dari tempat itu, betapa terkejutnya ia saat mendapati tempat kosong dan sang istri tidak ada di sana.


Tentu saja pria tampan itu mulai cemas dan panik. Ia tampak menolehkan wajahnya ke kanan ke kiri, ke depan ke belakang. Mencari sosok Rumanah yang ia kira sedang berusaha membuatnya terkejut.


"Ke mana perginya Annabelle-ku. Kenapa dia tidak ada di sini? Apakah dia sedang bersembunyi dan berusaha membuatku terkejut? Astaga," ucap Andre seraya melangkahkan kakinya mulai mencari istrinya.


"Annabelle, di mana kau? Jangan main-main denganku, darling." Andre mulai memanggil istrinya. Kepanikan mulai menghampirinya saat tidak ada sahutan apa pun dari wanita yang dipanggilnya.


Dalam keadaan sepi seperti itu, Andre benar-benar panik dan mulai tidak tenang. Dengan cepat pria tampan itu berlari menuju mobilnya. Ia berharap sang istri menunggunya di sana. Namun, kembali ia terkejut dan bertambah menjadi kepanikannya saat sang istri tidak ada di sana.


"Hah, dia tidak ada di sini. Ya Tuhan, ke mana perginya wanita itu. Apa jangan-jangan dia diculik oleh orang jahat? Astaga, aku benar-benar mencemaskannya," cerocos Andre yang tampak panik bukan main.


Tak ingin membuang-buang waktu berharga, dengan cepat Andre berlari ke tempat post penjagaan. Siapa tahu dia bisa mendapatkan jawaban dari para security di sana.


"Permisi, apakah ada yang melihat seorang wanita cantik berkulit putih dan memakai dress navy?" tanya Andre basa-basi.


Para security mengerutkan dahi. Kemudian mereka saling beradu pandang dan berbisik-bisik.


"Kami tidak melihatnya, Tuan. Lagipula, wanita cantik yang keluar masuk dari restoran ini sangatlah banyak. Jadi, kami tidak memperhatikannya," jawab salah satu security itu.


Andre tampak mengusap wajahnya kasar dan membuang napasnya berat. "Sebenarnya aku baru saja kehilangan istriku. Dia menungguku di sana, tapi ... saat kukembali, dia sudah tidak ada di sana. Maksudku, apakah kalian tidak melihat ataupun mendengar hal yang mencurigakan?" terangnya yang tampak berharap akan menemukan jawaban.


Para security itu kembali saling beradu tatap.


"Sedari tadi kami tidak mendengar ataupun melihat yang mencurigakan, Tuan. Mungkin istri Anda pergi naik taxi karena terlalu lama menunggu Anda," jawab si security berkumis tebal.


Andre tampak membulatkan kedua bola matanya penuh. Gila saja jika Rumanah sampai melakukan itu. Dan, sepertinya itu tidak masuk akal. Tidak mungkin Rumanah berani menaiki taxi sendirian.


"Ck, tidak ada gunanya bicara dengan orang-orang kurang uang seperti ini. Lebih baik aku mencari Annabelle di sepanjang jalan," decak Andre dalam hati.

__ADS_1


Tanpa mengeluarkan sepatah dua patah kata pun, Andre tampak berlalu dari hadapan para security itu. Yang ia pikirkan saat ini adalah istrinya. Ia sangat takut sang istri dicelakai oleh orang jahat.


"Siapa yang berani menculik istriku! Tak akan kuampuni siapa pun orangnya!" cicit Andre dalam hati.


Dengan cepat ia menghidupkan mesin mobilnya. Melajukan mobilnya sedikit santai. Tentu saja ia mengedarkan pandangannya ke sana kemari. Mencari sang istri yang entah di mana keberadaannya.


Sementara itu di tempat lain...


Rumanah mengatur napasnya yang tampak ngos-ngosan dan masih terserang syok. Ferhat yang menyadari ketakutan Rumanah tampak hanya diam dan membiarkan wanita cantik itu menenangkan dirinya.


"Apa yang terjadi padanya. Aku penasaran, siapa pria yang mengejarnya tadi? Kenapa aku merasa jika Rumanah dan pria itu saling mengenal." Ferhat bicara dalam hati.


Ya, saat Ferhat baru memarkirkan mobilnya di parkiran restoran itu, tiba-tiba manik matanya menangkap sosok Rumanah yang sedang berlari menjauhi seorang pria yange mengejarnya. Tentu saja hal itu membuat Ferhat terkejut dan cepat-cepat membuka pintu mobilnya guna menyelamatkan wanita cantik itu.


"Minum dulu, Rumrum. Sepertinya kau sangat syok sekali," ucap Ferhat seraya memberikan sebotol air mineral pada wanita di sampingnya.


"Siapa yang mengejarmu tadi, Rumrum?" tanya Ferhat yang mulai berani menyelidiki.


Rumanah terdiam sejenak dan seperti enggan menjawab. Namun, beberap detik kemudian, wanita cantik itu membuka suaranya.


"Aku ... aku tidak tahu dia siapa, Fer." Rumanah menjawab sedikit gugup.


Ferhat mengerutkan dahi. "Tidak tahu? Tapi, kenapa pria itu mengejarmu?" selidiknya.


"Itu...." Rumanah terdiam sejenak dan seperti sedang berpikir keras. "Dia hendak merampas barang-barangku," jawabnya.


Ferhat mendengarkan secara saksama dan mencoba mencerna jawaban Rumanah. Tentu saja jawaban itu sangat masuk akal, tapi tetap saja ia masih sedikit merasa heran.


"Astaga, untung saja kau berlari dan aku melihatmu. Lain kali, lebih hati-hati lagi ketika berada di tempat sepi. Memangnya, Bang Andre pergi ke mana? Kenapa dia meninggalkanmu sendirian?" ujar Ferhat mengingatkan dan tampak berhasil membuat Rumanah tersentak kaget.

__ADS_1


"Hah, dari mana kau tahu jika aku pergi bersama Tuan Andre?" tanya Rumanah.


Ferhat tersenyum kecil. "Itu tidak penting sekarang, Rumrum. Yang penting, kau sudah aman bersamaku. Dan, apa yang akan kau lakukan sekarang? Mau kembali ke restoran tadi atau mau menunggu Bang Andre di sini? Bagaimana?" tanyanya.


Rumanah terdiam sejenak dan tampak berpikir keras.


"Tidak, aku tidak mau kembali ke restoran. Aku takut bertemu dengan pria itu lagi," ucap Rumanah dengan suara yang bergetar menahan tangis.


"Lantas, kau ingin menunggu Bang Andre di sini?" tanya Ferhat memastikan.


Rumanah mengangguk. Tak peduli pada pikiran dan prasangka Ferhat saat ini tentagnya dengan suaminya yaitu Andre. Yang pasti, saat ini ia sedang ketakutan dan cemas pada suaminya. Ia merasa yakin jika sang suami sedang mencarinya.


"Ya sudah, jika begitu ... aku akan menelpon Bang Andre agar secepatnya datang ke sini," ucap Ferhat yang kemudian mulai memainkan jari jemarinya pada layar ponselnya.


Rumanah mengangguk mengiyakan. Kebetulan di sendiri tidak membawa gawai.


"Hallo, Bang. Kau di mana sekarang?" tanya Ferhat to the point.


("Hallo, Fer. Ada apa? Aku sedang ... sedang berada di luar. Apakah princess membutuhkanku?") jawab Andre di seberang sana.


"Emh, tidak. Princess aman di rumah bersama Mami," jawab Ferhat sembari menolehkan wajahnya pada Rumanah. "Aku berada di jalan Rajawali depan toko buku. Secepatnya kau datang ke sini, Rumanah ada bersamaku," lanjutnya yang kemudian mematikan teleponnya secara sepihak.


Rumanah meremas jari jemarinya dan seperti sedang memikirkan sesuatu.


"Jangan khawatir, Bang Andre akan segera ke sini. Dan, pria yang mengejarmu tadi, tidak akan menemukanmu di sini," ucap Ferhat mencoba menenangkan wanita di sampingnya itu.


Rumanah mengangguk mengiyakan. Tentu saja ia berharap tidak akan bertemu dengan pria yang mengejarnya tadi.


BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2