
Andre mengeringkan rambutnya menggunakan handuk kecil. Duda tampan itu tampak baru saja selesai mandi.
"Hmmm, kalau saja aku sudah memiliki istri baru. Alangkah indahnya jika aku selesai mandi, dia yang akan mengeringkan rambutku. Huuumm, semoga saja Meliza berhasil aku dapatkan." ucap Andre dalam hati.
Setelah Andre selesai mengenakan baju kaosnya, ia berniat untuk mengajak Sandrina makan malam di luar. Tentu saja Rumanah pun akan turut bersamanya. Tanpa membuang waktu lagi ia pun melangkahkan kakinya keluar kamarnya, berjalan menuju lift dan akan ke kamar princessnya yang berada di lantai 3, sementara dirinya berada di lantai 5.
Sementara itu yang terjadi di dalam kamar Sandrina..
Rumanah terus melangkahkan kakinya mencari Ferhat dan Sandrina, hingga menit ke delapan ia masih belum berhasil menangkap kedua mangsanya itu.
"Ayo dewi peri semangaaaaat, kami di sini, di dekat dewi periii!" sorak Sandrina yang begitu antusias.
"Iya, ayoooo Rumrum kamu pasti bisa menangkap kami berdua. Ayo ayo ayo, semangaaaaat. Kami selalu berada di sini. Ayoo tangkap kami!" timpal Ferhat yang juga begitu antusias dan semangat.
"Ck, dasar kalian berdua benar-benar membuatku sesak napas." gerutu Rumanah dalam hati.
Tanpa kenal lelah Rumanah masih terus melangkah mencari kedua mangsanya yang entah sampai kapan ia akan berusaha menangkapnya.
"Yaelah, kalau begini caranya, mereka berdua tidak akan berhasil aku dapatkan. Mau sampai rambutku beruban dan sampai hari kiamat pun mereka pasti tidak akan bisa aku dapatkan. Sialan, tapi ini menyenangkan sii. Yang penting princess senang dan gembira." cerocos Rumanah dalam hati.
Namun, walaupun Rumanah sudah merasa lelah dan menyerah, gadis desa itu tampak tetap menjalankan tugasnya. Berusaha sebisa mungkin mencari dan menangkap Ferhat dengan Sandrina.
Sementara itu Andre tampak menyipitkan kedua matanya dan menajamkan pendengarannya, "Ada apa di dalam sini? Kenapa heboh dan ramai sekali." ucap Andre dalam hati.
Andre menempelkan telinganya pada daun pintu, menguping apa yang sedang terjadi di dalam kamar putri tercintanya itu.
"Ramai, dan sepertinya ada suara seorang pria." bisik Andre yang tampak penasaran.
Tanpa pikir panjang ia pun membuka handle pintu lalu mendorongnya pelan, melangkahkan kakinya masuk ke dalam dan pada saat itu Sandrina sedang berloncatan di atas ranjangnya, sementara Ferhat duduk di sofa. Dan Rumanah, tampak berdiri tak jauh dari arahnya sembari masih memakai costum kepala serigala.
__ADS_1
"Astaga, apa yang sedang mereka lakukan? Kenapa si gadis desa ini memakai costum kepala serigala." Andre membatin.
Sementara itu Ferhat yang sudah melihat Andre masuk ke dalam kamar tampak menempelkan telunjuknya pada bibirnya. Memberi kode pada Andre untuk tidak berbicara apa pun. Tentu saja Andre langsung memahami jika mereka sedang bermain serigala mencari mangsa.
Rumanah terus melangkahkan kakinya mencari kedua mangsanya, saat ia mendengar setitik langkah kaki seseorang dari belakangnya, gadis desa itu langsung membalikan badannya dan buru-buru mencari sosok orang yang berada di belakangnya.
"Hahay, dia ada di sini. Kali ini aku pasti bisa menangkap salah satu di antara kalian." ucap Rumanah dalam hati.
Tanpa pikir panjang Rumanah pun mengarahkan kedua tangannya, saat ie menyentuh sebuah objek di hadapannya, dengan cepat ia menangkap tubuh kekar itu dan memeluknya.
"Kena kauuu!!!!" sorak Rumanah seraya menubruk seseorang yang ia kira adalah Ferhat.
Namun hal yang tak terduga pun terjadi, Andre yang tidak menyadari serangan Rumanah tampak terbelalak kaget dan hilang keseimbangan. Hingga pada akhirnya..
"Bruuuuuuggggghhhhh!!!"
Rumanah terjatuh ke dalam pelukan Andre. Andre tidak kuat menahan serangan Rumanah hingga membuatnya terjatuh dan berbaring di lantai. Sementara Rumanah pun menelungkup di atas tubuh kekar Andre.
"Oh My Good Daddy!" pekik Sandrina seraya meloncat dari atas ranjangnya.
"Astaga, dia salah sasaran." desis Ferhat seraya menepuk jidatnya.
"Hah? Daddy??" Rumanah tampak tidak mengerti saat Sandrina memanggil Daddynya. Dengan cepat gadis desa itu membuka costum kepala serigalanya dan menatap apa yang ada di hadapannya.
"Hah, Tuan Andre." ucapnya yang tampak terkejut bukan main.
Andre memelototkan kedua bola matanya dan mendorong tubuh Rumanah hingga terpental ke lantai.
"Sialan kau membuatku terjatuh. Untung saja kepalaku tidak terbentur dan tidak menyebabkan gegar otak." umpat Andre dengan tatapan kesalnya.
__ADS_1
Rumanah tampak meringis kesakitan karena kini kepalanya lah yang terbentur ke lantai, "Auuuuw," ringisnya seraya memegangi kepalanya.
"Daddy, apa yang Daddy lakukan pada dewi peri!?" cicit Sandrina yang tampak terlihat kesal pada Daddynya. Dengan cepat ia menghampiri dewi perinya dan membantu gadis desa itu untuk bangkit berdiri.
Andre mengerutkan dahinya dan menatap heran pada putri kecilnya yang lebih perhatian pada gadis desa itu, "Daddy tidak melakukan apa-apa pada dewi perimu, princess." sanggah Andre seraya bangkit berdiri.
"Halah, princess melihat Daddy mendorong dewi peri dengan kasar." protes Sandrina.
Andre tampak menggaruk kepalanya yang sama sekali tidak terasa gatal, "Ya, itu karena kesalahan dewi perimu yang tiba-tiba menubruk Daddy." balas Andre membela dirinya.
"Jadi Daddy membalasnya, begitu?" selidik Sandrina.
"Yup, seperti itu." jawab Andre seraya menaikkan kedua alisnya.
"Ck, Daddy pendendam!" ketus Sandrina seraya menyilangkan kedua tangannya di dadanya.
Andre tampak terhenyak kaget mendengar ucapan bocah usia lima tahun itu. Begitu pun dengan Rumanah dan Ferhat, mereka tidak menyangka ucapan itu lolos dari mulut gadis kecil itu.
"Ah, sudah-sudah tidak usah diperpanjang, princess. Dewi peri tidak apa-apa kok. Lagi pula benar kata Daddy, dewi peri lah yang memulainya. Jadi, dewi peri yang salah." sela Rumanah yang mencoba mendinginkan suasana Sandrina dengan Daddynya.
"Emh, benar. Sebaiknya kita lupakan saja hal ini, princess. Toh, ini semua karena ketidak sengajaan." timpal Ferhat membela Rumanah. Pasalnya ia sedikit kesal melihat sikap mantan Abang iparnya yang terkesan kasar pada pengasuh putrinya sendiri.
"Dan kau, Bang Andre. Harusnya kau memaklumi Rumanah, dia melakukan itu karena dia tidak dapat melihat siapa pun, wajar saja dia tiba-tiba menangkapmu karena dia pasti mengira jika dirimu adalah aku atau princess. Apa lagi Rumanah sudah dua puluh menit menjadi serigala yang mencari mangsa. Ck, kau ini tidak mengerti!" tukas Ferhat yang tampak memojokkan mantan Abang iparnya itu.
Andre tampak mengernyitkan dahinya setengah tak mengerti, "Tidak dapat melihat apa pun? Oh ya ampun, apa yang mereka lakukan pada gadis desa ini. Tentu saja sampai kapan pun dia tidak akan bisa menangkap mangsanya. Ck, dasar gadis bodoh!" celoteh Andre dalam hati.
Andre mengusap wajahnya kasar, "Hmm, jadi di sini aku yang bersalah?" sindirnya.
"Ya!" jawab Ferhat dan Sandrina secara bersamaan.
__ADS_1
Andre tersenyum kecut, "Lalu bagaimana dengan kalian yang sengaja menutup mata serigala untuk melihat mangsanya?" sindir Andre yang berhasil membuat Ferhat dan Sandrina terdiam seribu bahasa.
"Apaaa??? Sengaja menutup mata serigala??" ucap Rumanah dalam hati.