
Andre membulatkan kedua bola matanya penuh. Segelas susu hangat itu benar-benar memenuhi wajahnya. Hangat dan lengket pastinya yang ia rasakan di wajahnya. Sementara Rumanah tampak terdiam dan menggigit bibir bawahnya menahan gugup. Sedangkan si cantik Sandrina tampak tertawa terbahak-bahak melihat sang Daddy yang tersiram oleh segelas susu.
"Annabelle, apa yang kau lakukan!? Kau sengaja ya, menyiramkan segelas susu itu padaku!? Ayo katakan, ada dendam apa kau terhadapku?" semprot Andre penuh tudingan.
Rumanah menggeleng dan menatap penuh tantangan pada suami tampannya itu. "Apa? Dendam apa maksud Anda, Tuan? Lagipula saya tidak sengaja menyiramkan susu ini. Emh, ada juga Anda yang sengaja menantikan hal ini terjadi. Benar begitu 'kan, princess?" sungut wanita cantik itu penuh percaya diri.
"Ha ha ha ha, ya, benar sekali, dewi peri. Daddy memang sengaja menunggu dewi peri di sana." Sandrina mengiyakan ucapan dewi peri nya.
"Naaah 'kan! Kata princess Anda yang sengaja, Tuan. Jadi, Anda tidak berhak marah pada saya," ujar Rumanah seraya menyilangkan kedua tangannya di dadanya.
Andre memelototkan matanya dan menatap sebal pada istri sirrinya itu. "Kau harus merasakan apa yang aku rasakan, Annabelle!" ucapnya seraya mengusap wajahnya kasar dan...
"Dewi peri, awaaaaass!" teriak Sandrina memberitahu dewi peri nya akan tindakan Daddy nya.
Rumanah membulatkan kedua bola matanya penuh dan menolehkan wajahnya pada sang suami. Namun, na'as sekali baginya, tangan kekar Andre berhasil mendarat pada wajah cantik istri sirrinya itu.
"Aaaaaaaaaaaaa!!!!!!!" pekik Rumanah seraya berusaha menghindar dan menepis tangan suaminya. Namun, tenaga pria dewasa itu lebih kuat darinya, sehingga hal itu membuatnya tak bisa menghentikan pembalasan suami tampannya itu.
"Rasakan pembalasanku! Nikmati kelengketan susu di wajahmu itu. Ha ha ha ha ha!" ucap Andre seraya mengusel habis wajah cantik istrinya dengan susu yang berantakan di lantai.
Rumanah tampak kewalahan dan pasrah, melawan pun rasanya tak ada artinya. Sementara itu Andre tampak tertawa puas dan menatap geli pada istrinya yang sedang menekuk wajahnya bertingkah manja dan sebal.
"Ha ha ha ha, kau lucu sekali. Bagaimana rasanya? Enak bukan? Ha ha, sekarang impas deh!" ucap Andre yang tampak tertawa penuh kemenangan.
Rumanah memutar bola matanya malas dan membuang napasnya kasar. "Enak sii, tapi ... kalau dijil*at seperti ini!" ucapnya seraya menjil*ati bagian atas, bawah, dan sisi-sisi bibirnya.
Andre tampak membulatkan kedua bola matanya penuh dan menatap ekstream pada istri cantiknya itu.
"Ada apa? Coba lakukan sendiri, ini sangat menyenangkan," ucap Rumanah.
Glek!
Andre tampak menelan ludahnya kasar dan terus menatap istri sirrinya itu. Seketika ide konyol muncul di kepalanya. Pria tampan itu tampak tersenyum usil dan menatap genit pada istri sirrinya.
"Annabelle, kau benar sekali. Pasti rasanya enak, dan aku sangat penasaran sekali." Andre bicara setengah berbisik.
"Jika penasaran, maka lakukan lah!" ucap Rumanah.
Andre tersenyum tipis. "Ya, tapi ... aku yang akan menjil*ati susu yang di wajahmu itu. Bagaimana, hmmm??" ungkapnya yang berhasil membuat Rumanah terjingkat kaget dan membulatkan kedua bola matanya penuh.
__ADS_1
"Hahh??? Jangan gila deh! Kalau princess dengar, gimana? Astaga!" cicit Rumanah yang tampak sebal.
"He he he, tidak akan. Dia bahkan tidak fokus pada kita. Oke, sebaiknya kita bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan susu sialan ini." Andre bicara dengan tatapam mesumnya.
Rumanah memutar bola matanya malas dan membuang napasnya kasar. "Tidak! Saya malas deh! Sebab, saya tahu jika Tuan akan U U S!" tolaknya tanpa basa-basi.
Andre tersenyum usil dan mengedipkan matanya genit. "Sssstt, apa kau sudah gila? Jangan berburuk sangka terlebih dahulu. Aku tahu ini kamar princess, aku tidak mungkin melakukan apa pun di kamar ini. Aku hanya akan bertanggung jawab atas perbuatanku padamu." ucapnya penuh penekanan.
Rumanah hanya diam tak menanggapi. Percuma saja ia menolak dan menghindar, laki-laki macam Andre akan terus berusaha merndapatkan apa yang dia inginkan.
"Princess sayang, kami akan pergi ke kamar mandi sebentar, ya. Kau lihat wajah kami sangat lengket dan sebentar lagi akan diserbu oleh semut. Jadi, tunggu di sini sebentar, ya!" ucap Andre meminta pengertian dari putri satu-satunya itu.
Sandrina tersenyum serta mengangguk. "Tentu saja, Dadd. Jangan lupa basuh pakai sabun, ya. Pasti sangat lengket sekali," ucapnya.
"Oke sayang," jawab Andre disertai senyuman manisnya.
"Hng, dia memang pandai segalanya," cicit Rumanah dalam hati.
Akhirnya Andre pun bergegas mengajak sang istri untuk pergi ke kamar mandi yang ada di dalam kamar Sandrina. Tentu saja Rumanah tak dapat menolak lagi. Wanita cantik itu pun mengekori suaminya ke kamar mandi.
Bruaakkk!
Srrreeeetttt!
Brruuugghhh!
Andre menarik tangan Rumanah lalu menyandarkan tubuhnya pada pintu kamar mandi yang sudah ia kunci.
"Aaaargh! Apa yang Anda lakukan, Tuan? Princess pasti akan curiga," ucap Rumanah sedikit merendahkan suaranya.
"Sstttt, tidak akan. Dia masih bocah yang tidak mengerti apa-apa," sanggah Andre seraya memepet istrinya yang bersandar di pintu.
Rumanah tampak mengatur napasnya yang ngos-ngosan. "Tuan, lepaskan saya. Ini di kamar mandi princess. Kita tidak bisa melakukannya di sini. Lebih baik sekarang kita bersihkan wajah kita. Emh, saya akan membersihkan wajah Anda, Tuan." ucapnya seraya mendorong tubuh suaminya agar menjauhinya.
"Ck, menyebalkan!" decak Andre seraya melangkahkan kakinya mendekati istrinya yang berdiri menghadap westafel.
"Aku punya sesuatu untukmu," bisik Andre seraya memeluk mesra pinggang ramping istrinya.
Rumanah membilas wajahnya lalu mengelapnya dengan handuk kecil yang menggantung di sana. "Sesuatu apa?" tanyanya.
__ADS_1
"Sesuatunya ada di kamarku," jawab Andre.
"Hmmm, jika begitu nanti saja. Sekarang saya akan membersihkan wajah Anda," ucap Rumanah seraya memutar tubuhnya menghadap suaminya.
Andre tersenyum dan membiarkan sang istri membersihan wajahnya. Ia tampak senang diperlakukan manis seperti itu oleh istrinya.
"Sudah selesai, Tuan," ucap Rumanah memberitahu Andre yang sedang terpejam.
"Emh." Andre membuka matanya. "Terima kasih," ucapnya seraya memainkan jari jemarinya pada wajah cantik istrinya.
Rumanah tersenyum manis serta mengedipkan matanya. "Sebaiknya kita segera ke—" belum sampai ia menyelesaikan ucapannya, dengan cepat Andre membungkam mulutnya dengan ciumannya.
"Eeemmhhh!" Rumanah tampak terjingkat kaget dan mencoba melepaskan bibirnya dari serangan suaminya. Namun, sang suami tampak tidak membiarkannya lolos begitu saja.
Untuk beberapa saat mereka berdua berciuman dengan lembut dan penuh cinta. Rumanah tampak memejamkan matanya dan membiarkan suaminya meremas balon kenyal miliknya.
"Eeemmmh!" gumam Rumanah seraya meremas rambut suaminya.
Cup!
Andre melepaskan ciumannya. Deru napasnya sudah tak karuan. Melihat sang istri yang juga sepertinya sudah terpancing, membuatnya ingin melakukan hal yang lebih dari itu.
"Kau ingin ini, sayang? Katakan jika kau selalu menginginkan jagoan milikku!" bisik Andre seraya menatap penuh cinta pada istrinya.
Rumanah mengatur napasnya yang mulai berat. Tatapannya memang sudah meminta lebih. Ia pun menyunggingkan senyuman genit dan mengusap lembut bibir suaminya yang basah karena ulahnya.
"Tentu saja saya selalu menginginkan milik Anda, Tuan. Tapi ... ini di kamar mandi princess, kita tidak mungkin melakukannya di sini. Gadis kecil itu akan curiga pada kita," jawab Rumanah seraya membelai lembut dada bidang suaminya.
Andre tersenyum kecil serta menurunkan celana tidur yang Rumanah kenakan. "Itu tidak masalah, Annabelle. Di mana pun tempatnya, kita akan selalu bisa melakukannya. Kau tahu? Adik kecilku ini tidak suka jika ditunda-tunda. Nanti dia marah dan gak mau bangun lagi, hehehe. Dan soal princess, tidak usah khawatir. Sudah kubilang dia hanya bocah lima tahun yang belum mengerti apa-apa," ujarnya panjang lebar.
"Hahaha, itu tidak mungkin, Tuan. Masak adik kecil Anda bisa marah sii? Itu sangat tidak masuk akal, apalagi sampai tak mau bangun. Hihihi, mustahil sekali," protes Rumanah tak percaya.
Andre tersenyum usil seraya menurunkan cd yang istrinya kenakan. "Aku serius, Belle. Dia memang seperti itu. Jika kau ingin dia ngambek dan tidak mau melihatnya bangun, maka buatlah dia marah. Nanti, kau sendiri yang akan menyesal karena telah menyia-nyiakannya!" ujarnya yang tampak berusaha meyakinkan istrinya.
Rumanah terdiam dan tampak berpikir keras, tentu saja dia tidak mau jika milik suaminya tidak bisa bangun lagi. Itu artinya ia tidak akan bisa menikmati si ular bulu yang besar dan panjang itu lagi.
"Ah, tidak tidak tidak! Tidak seperti itu, aaachhh!" sanggah Rumanah diiringi desahannya, karena sang suami tiba-tiba saja memainkan jemarinya pada mis vags yang sudah tidak terhalang oleh apa pun.
BERSAMBUNG...
__ADS_1