Terjerat Cinta Majikan Duda

Terjerat Cinta Majikan Duda
Galau?


__ADS_3

Masih berada di dalam kamar Sandrina...


Andre duduk di tepi ranjang putri kecilnya. Sementara Ferhat duduk di sofa menghadap televisi. Sedangkan Rumanah, dia duduk di kursi belajar asuhannya.


"Princess, apa yang ingin kau katakan pada Daddy?" tanya Andre dengan tatapan yang lembut.


Sandrina tersenyum. "Ini, Dadd." gadis kecil itu menunjukkan selembar kertas yang telah ia tunjukkan pada pengasuhnya tadi.


Andre menyambar selembar kertas itu lalu membacanya dengan teliti. Beberapa detik kemudian...


"Princess akan ikut lomba menari ballet antar Kota?" tanya duda tampan itu memastikan.


Sandrina mengangguk. "Ya, Dadd. Dua minggu lagi dari sekarang. Apakah Daddy setuju?" jawab gadis kecil itu.


Andre tersenyum penuh bahagia dan mengangguk. "Daddy setuju dan akan selalu mendukung princess." jawab duda tampan itu.


Sandrina tersenyum sumringah. "Benarkah? Daddy tidak berbohong?" desak gadis kecil itu.


"No! Daddy sungguh-sungguh!" jawab Andre tanpa ragu.


Si cantik Sandrina bersorak seraya memeluk manja Daddy nya itu. "Yeeeeaaaaayyy! Thank you verry much, Dadd!" sorak gadis kecil itu yang sangat bahagi.


Andre tersenyum serta mengusap lembut kepala putri kecilnya itu. "You're welcome, princess." balas duda tampan itu.


Rumanah ikut tersenyum senang melihat hal itu. Begitu pun dengan Ferhat, ia ikut senang melihat keponakannya bahagia.


"Oh ya, Dadd. Ke mana Aunty Meliza?" tanya Sandrina seraya melepas pelukannya.


"Aunty Meliza sudah pulang, sayang." duda tampan itu menjawab dengan lembut.


"Tidak menginap di sini lagi?" selidik Rumanah. Entah mengapa dia sedikit sensi dan kepo dengan hubungan Andre dan Meliza saat ini.


Andre menggeleng. "Kau tidak dengar tadi? Dia sudah pulang, itu artinya dia tidak menginap di sini!" ketus duda tampan itu.


Rumanah memutar bola matanya malas dan hanya terdiam tak menanggapi.

__ADS_1


"Jadi, kau galau dong, Bang?" sindir Ferhat tanpa tendeng aling-aling.


"Hah??" Andre membulatkan kedua bola matanya penuh.


"Galau?" ucap si cantik Sandrina.


"Ups, maksud Uncle, galau karena tidak ada yang menggantikan mengerjakan pekerjaan Daddy mu, princess." Ferhat tampak sedikit mengalihkan.


Seketika raut wajah Andre tampak masam dan ia melirikkan manik matanya pada pengasuh putrinya yang seperti tidak peduli pada ucapan Ferhat.


"Huft, aman. Sepertinya Annabelle tidak curiga," ucap Andre dalam hati.


"Masak begitu saja harus galau sii? Apa jangan-jangan...," ucap Rumanah yang tampak sengaja mengorek-ngorek majikan galaknya itu. Tentu saja ia harus tahu bagaimana hubungan majikan galaknya dengan Meliza.


"Jangan-jangan apa????" seloroh Andre yang tampak membulatkan kedua bola matanya penuh.


"Jangan-jangan Daddy pacaran dengan Aunty Meliza!" tebak si cantik Sandrina.


Andre tampak terjingkat kaget dan membulatkan kedua bola matanya penuh. Sementara Ferhat tampak menepuk jidatnya kacau!


"Tidak, princess!" sanggah Andre yang tampak mengelak.


"Benarkah?" selidik Rumanah dengan tatapan penuh ancaman.


Andre tampak melirikkan matanya pada pengasuh putri kecilnya itu. Tentu saja ia tidak ingin sampai Rumanah curiga dan menyangka jika dirinya memiliki hubungan dengan Meliza. Pasalnya, ia sangat takut jika rencananya untuk menikahi Rumanah akan gagal total.


"Ya, tentu saja. Lagi pula, Meliza akan menikah dengan kekasihnya yang berasal dari Prancis," ungkap Andre tanpa ragu.


"Whaaattt????" Ferhat tampak terjingkat kaget mendengar kabar tentang Meliza. Sejujurnya ia masih menyimpan harapan besar pada sekretaris cantik itu.


"Menikah dengan orang Prancis? Apakah Anda tidak sedang bercanda, Tuan?" selidik Rumanah semakin kepo. Sebenarnya ia bukan ingin tahu soal Meliza, tapi ia hanya ingin tahu perasaan majikan galaknya itu pada wanita yang sedang menjadi pembahasan mereka semua.


"Tidak, aku serius akan hal ini. Bahkan mulai besok, Meliza sudah bukan sekretarisku lagi. Dia mengundurkan diri dengan alasan ingin menikah. Dan aku tidak bisa menahannya," terang Andre dengan ekspresi yang biasa saja. Tidak nampak kekecewaan di wajahnya. Mungkin karena ia sudah move on dan sudah kesemsem pada pengasuh putri cantiknya itu.


"Hah? Menikah dengan orang Prancis? Jadi benar yang Mbak Mel katakan padaku? Dia benar-benar tidak mencintai Tuan Andre. Baguslah! Itu artinya tidak ada penghalang lagi antara aku dengan .... astaga, apa yang aku pikirkan? Belum tentu majikan galak ini memiliki perasaan padaku. Jangan kege'eran, Rumanah!" celoteh gadis desa itu di dalam hati.

__ADS_1


"Jadi, aku merasakan patah hati lagi. Ternyata, Meliza memang bukan jodohku. Kasihan sekali aku!" ucap Ferhat dalam hati.


"Jadi, Aunty Meliza tidak akan ke sini lagi, Dadd?" tanya si cantik Sandrina.


Andre tersenyum kecil serta mengusap lembut puncak kepala putri kecilnya itu. "Untuk beberapa hari ke depan mungkin masih bisa, sayang. Tapi setelah Aunty Meliza menikah, dia akan menetap di Prancis." jawab duda tampan itu.


"Pasti Anda sedih sekali akan hal ini, Tuan," ucap Rumanah sok belagak iba.


Andre mendelikkan matanya dan menatap tajam pada pengasuh putri kecilnya itu. "Aku lebih bersedih jika kau tidak berhasil kudapatkan, Annabelle!" cicit duda tampan itu dalam hati.


"Kenapa dia menatapku seperti itu? Apa ada yang salah dengan ucapanku?" ucap Rumanah dalam hati.


"Daddy tidak usah bersedih. Di sini kan masih ada princess, Uncle Fer dan dewi periiiii," seru princess Sandrina menyemangati Daddy nya.


"He he he, iya sayang. Daddy tidak bersedih, Daddy hanya akan merasa kehilangan saja," ucap Andre seraya melirikkan matanya pada Rumanah. Sengaja ia bicara seperti itu untuk melihat ekspresi gadis desa itu.


"Cih! Kehilangan. Seperti judul lagu," desis Rumanah dalam hati. Gadis desa itu tampak memutar bola matanya malas dan menatap lurus ke jendela kamar.


"Jika begitu, Bang Andre butuh sekretaris baru. Bagaimana kalau aku saja?" seloroh Ferhat.


"Sayang sekali, nampaknya kau terlambat, Fer," ucap Andre.


"Terlambat bagaimana?" tanya Ferhat.


"Yup, aku sudah punya sekretaris baru. Kau tahu bukan jika Meliza adalah wanita yang smart, gesit, dan terampil. Dia bahkan sudah menyiapkan penggantinya untukku sebelum dia benar-benar resign dari pekerjaannya. Wanita itu benar-benar tahu apa yang kumau, maka tak heran jika aku merasa kehilangannya," tutur duda tampan itu yang terkesan memuji-muji kehebatan Meliza. Dan hal itu membuat Rumanah sedikit panas.


"Tahu apa yang dia mau? Aku juga sangat tahu apa yang dia mau. Jadi, aku juga smart, dong!" protes Rumanah dalam hati.


"Waaah, sayang sekali. Padahal aku sudah menyelesaikan masa S1-ku. Kupikir bisa bekerja dengan mantan Kakak ipar," rengek Ferhat.


"Cup cup cup cup!" Rumanah berjalan santai menghampiri Ferhat. Ia mengusap-usap puncak kepala pria tampan itu layaknya seorang Ibu yang memanjakan putranya. "Jangan bersedih, kau masih bisa bekerja dengan kakak iparmu di sini. Tetapi, sebagai sekretaris pengasuh putri kecilnya. Ha ha ha ha ha ha ha!" ucap gadis desa itu disertai tawa ngakaknya.


"Ha ha ha ha ha ha ha ha ha, sialan kau!" desis Ferhat seraya nyonyorin kepala Rumanah.


"Ck, menyebalkan!" decak Andre dalam hati.

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2