
Rumanah beranjak bangun dari duduknya. Wanita cantik itu tampak tidak tahan melihat kesombongan mantan istri suaminya itu..
"Ada apa? Ada perlu apa kau datang kemari, Tante?" ucap Rumanah dengan ekspresi yang tak kalah sinisnya.
Luna tampak terbelalak kaget mendengar ucapan wanita yang ternyata adalah istri sirri mantan suaminya. "Apa kau bilang? Tante? Hng, bahkan kau dan aku jauh lebih sempurna diriku ini!" sewot wanita cantik itu dengan segenap keangkuhannya.
Rumanah tersenyum kecil dan tetap bersikap santai. "Terima kasih atas pujiannya, Tante. Sesungguhnya kepribadian seseorang dapat dinilai dan dilihat dari ucapan dan tingkah lakunya." ucap wanita cantik itu yang tampak berani melawan mantan istri suaminya itu.
Luna mengibaskan rambut churly nya lalu melirikkan manik matanya pada semua orang yang menyaksikan percekcokan itu. Tentu saja ia mulai merasa malu dan tidak nyaman dengan tatapan semua orang yang melihatnya. Tak sedikit di antara orang-orang itu yang berbisik-bisik membicarakan sikap Luna yang sangat sombong dan kurang sopan.
"Jangan banyak bicara denganku. Kita tidak saling mengenal. Sebaiknya sekarang kau pulang saja, karena aku akan menjemput princess dan membawanya pulang bersamaku!" ucap Luna yang tampak berbisik pada Rumanah agar tidak terdengar oleh semua orang.
Rumanah tersenyum sinis dan menatap sengit. "Jangan menghayal, Tante. Aku sungguh tidak akan membiarkan princess hidup dalam keadaan tersiksa bersama dirimu!" balas Rumanah yang tampak menekan setiap ucapannya.
Luna tampak membulatkan kedua bola matanya penuh dan mengepalkan tangannya menahan emosi. "Berani sekali kau bicara seperti itu padaku, kampungan!" hardiknya.
"Jangan membuang-buang waktu Anda di sini, Tante. Princess sungguh tidak ingin bertemu dengan Anda!" tegas Rumanah yang tampak sedikit menaikkan suaranya sehingga hal itu membuat orang-orang yang ada di sana dapat mendengar ucapannya.
Luna semakin geram dan panas mendengar ucapan Rumanah. Belum lagi tatapan dan bisik-bisik orang-orang di sana tampak membuatnya semakin malu dan tidak nyaman.
"Sialan! Berani sekali wanita kampungan ini mencampuri urusanku. Memangnya dia siapa!?" cicit Luna di dalam hati.
Sementara itu Leo dan para bodyguard yang ditugaskan mengawasi princess dan Rumanah tampak masih mengintai dan mengawasi di arah yang tak terlalu jauh.
"Sepertinya ondel-ondel itu minta digibas habis!" cicit Leo.
"Minta disikat pakai sikat wc, bro!" timpal yang lain.
"Haha, kasihan sekali dia!" timpal yang satunya lagi.
"Stt, jangan berisik, nanti ondel-ondel itu menyadari kehadiran kita," tegur Leo.
__ADS_1
Kedua bodyguard itu terdiam seketika dan kembali fokus pada Rumanah dan Luna yang sedang beradu taring.
"Makin hari kau makin tak tahu diri ya, kampungan! Princess adalah putri kandungku, sementara kau hanya pengasuhnya yang tidak jelas!" hardik Luna dengan sorot mata penuh permusuhan. Kali ini ia benar-benar sudah tidak bisa lagi menahan emosi dan suaranya.
Rumanah tersenyum sinis dan memutar bola matanya malas. "Ya, semua orang tahu jika saya hanya pengasuhnya. Tapi, walaupun saya hanya berstatus pengasuh, cinta dan kasih sayang saya sangat tulus pada princess. Tidak seperti kamu yang tidak pernah meluangkan waktu untuk princess!" balas wanita cantik itu tanpa ragu.
Seketika orang-orang yang ada di sana tampak menatap tidak suka pada sosok Luna. Mereka semua berbisik-bisik dan sesekali tersenyum pada Rumanah.
"Sialan kau, kampungan!" maki Luna seraya mendorong tubuh Rumanah hingga membuat wanita cantik itu sedikit mundur.
Rumanah menatap sebal pada mantan istri suaminya itu. Namun, ia sungguh tak ingin membalasnya. "Saya harap princess Sandrina tidak melihat perlakuan Mommy nya ini." ucapnya yang berhasil membuat Luna semakin tersudutkan.
Dengan kesal Luna kembali mendorong tubuh Rumanah dengan kuat dan kasar. Namun pada saat itu, Leo dan kedua bodyguard princess tampak berlari menghampiri Rumanah yang hampir saja terjerembab ke lantai.
"Jaga ucapanmu itu, kampungan! Berani sekali kau berkata seperti itu padaku. Sunggun akan kurobek-robek mulutmu itu!" maki Luna kesal.
"Hentikan!" ucap Leo seraya menatap tajam pada Luna.
Luna tampak tebelalak kaget melihat kedatangan Leo dan kedua bodyguard princess Sandrina. Sementara Rumanah pun tak kalah kagetnya melihat kehadiran Leo di sana.
"Apa????" Luna tampak membulatkan kedua bola matanya penuh.
"Sebaiknya Anda tinggalkan tempat ini dan jangan lagi mengusik kehidupan Tuan Andre dan princess Sandrina." Leo berkata dengan suara yang dingin.
Luna memutar bola matanya jengah dan mengeraskan rahangnya. "Tidak! Aku ibu kandungnya! Aku berhak melakukan apa pun pada putriku!" ucapnya yang tampak sedikit berteriak.
"Tapi maaf, princess sama sekali tidak mengharapkan itu. Dia sudah jauh lebih bahagia dengan pengasuhnya," ucap Leo yang semakin membuat Luna malu.
"Sialaaaaan! Tidak ada yang bisa menghalangiku!" ucap Luna yang kemudian melangkahkan kakinya dan membuka pintu kelas putrinya.
"Astaga, orang ini!" desis Rumanah.
__ADS_1
"Hei, apa yang Anda lakukan?" teriak Leo seraya mengejar Luna.
Jebreeedddd!
Luna membanting pintu kelas Sandrina dengan sangat kencang dan kasar. Tentu saja hal itu membuat seisi kelas terkejut dan ketakutan melihat Luna yang tiba-tiba masuk dan mencari Sandrina.
"Princess! Ayo ikut Mommy!" ucap Luna seraya melangkahkan kakinya mendekati putrinya yang sedang duduk di bangkunya dengan ekspresi wajah yang ketakutan.
"Maaf Bu, apa yang Anda lakukan di sini? Ini masih jam belajar, anak-anak bisa terganggu dengan tindakan Anda," ucap Bu guru.
"Aku akan membawa putriku pulang!" jawab Luna seraya menarik tangan Sandrina.
"Tidaaaaaak, aku tidak mauuuu!" teriak Sandrina penuh penolakan.
"Hentikan, Nona!" ucap Leo seraya melepaskan tangan Luna yang menggenggam lengan princess.
"Jangan menghalangiku! Aku harus membawa pergi princessku!" teriak Luna yang semakin panas.
Sementara itu anak-anak yang sedang belajar tampak ketakutan dan berlarian ke luar mencari orang tuanya masing-masing. Dan Sandrina, kini ia sudah bersama dewi peri nya.
"Anda sangat lancang, Nona! Dengan seperti ini mungkin Tuan Andre tidak akan mengampuni Anda!" ucap Leo yang tampak menekan setiap ucapannya.
"Aku tidak peduli!" ucapnya ketus.
"Sebaiknya sekarang Anda kembali ke kediaman Anda sebelum saya melakukan sesuatu pada Anda, Nona!" tegas Leo.
Luna memutar bola matanya jengah dan membuang napasnya kasar. "Sialan! Aku akan mendapatkan mereka kembali!" ucapnya yang kemudian melangkahkan kakinya meninggalkan tempat itu.
Sementara itu Rumanah dan princess tampak sedang bersembunyi di ruang guru. Tentu saja mereka harus menghindari Luna yang sedang mengamuk.
"Dewi peri... princess takut," ucap Sandrina seraya memeluk dewi peri nya.
__ADS_1
"Tenang ya, sayang. Ada dewi peri di sini," ucap Rumanah mencoba menenangkan putri sambungnya itu.
BERSAMBUNG...