
Rumanah memejamkan matanya, menyambut hangat dan lembut ciuman dari suami tampannya itu. Beruntungnya, mereka berdua kini berada di lantai lima. Lantai yang tidak bisa dimasuki oleh siapa pun. Kecuali jika orang yang Andre perintahkan untuk naik ke lantai itu.
Cup!
Andre melepaskan ciumannya, menatap lembut wajah cantik istrinya. Sementara Rumanah tampak tersipu malu dan menyembunyikan rona merah di pipinya.
"Maukah kau bicara denganku?" tanya Andre dengan suara yang lembut.
Rumanah mengangguk kecil serta tersenyum manis. Memang tidak ada gunanya jika ia terus-terusan mendiamkan suaminya dan membesar-besarkan masalah yang sebenarnya dapat diselesaikan.
"Bagus, itu namanya istri yang baik dan penurut," puji Andre seraya mengacak rambut panjang istrinya.
Rumanah tersenyum tipis serta menyembunyikan wajahnya yang bersemu merah karena malu. Akhirnya mereka berdua pun berjalan bersama-sama masuk ke dalam kamar yang memiliki kenangan indah dan tak akan terlupakan.
Rumanah mendudukkan bokongnya di sofa. Sementara sang suami tampak sedang melepas kemejanya, sepertinya ia hendak mandi terlebih dahulu.
"Istriku, bisakah kau menyiapkan air hangat untukku?" tanya Andre seraya melangkahkan kakinya mendekati istri sirrinya yang sedang menatap intens pada dirinya.
Rumanah mengangguk tanpa ragu. Manik matanya seakan tak dapat berpaling dari pemandangan indah yang sudah pernah ia lihat sebelumnya.
"Bagus, kau memang benar-benar istri yang baik." Andre memuji seraya mendudukkan bokongnya di samping istrinya. Handuk merah itu membalut bagian bawah pusar dan atas lututnya. Jika sekali saja Rumanah menarik handuk itu, maka senjata tajam di dalam handuk itu akan terlihat olehnya. Dan, hal itu yang saat ini berputar di dalam pikiran Rumanah. Astaga!
Andre menaikkan kakinya pada meja di hadapannya. Sementara tangannya ia rangkulkan pada bahu istri cantiknya itu.
"Tuan, saya akan menyiapkan air hangat untuk Anda," ucap Rumanah dengan suara yang gugup dan tampak gerogi.
Andre tersenyum. "Sebenarnya aku tidak terlalu buru-buru, Annabelle." pria tampan itu memainkan jari jemarinya pada pipi mulus hingga telinga istrinya sehingga membuat Rumanah sedikit kegelian.
"Emh, mengisi air di bathub lumayan membutuhkan waktu beberapa menit, Tuan. Jadi, sebaiknya saya nyalakan air hangat untuk mengisi bathub. Tentunya Anda membutuhkan aroma therapy agar Anda lebih relax, bukan?" ucap Rumanah seraya menggeser duduknya sedikit menjauhi suami tampannya itu.
Andre tersenyum tipis serta menatap gemas pada istri cantiknya. Ia tahu jika sang istri sangatlah gugup dengan posisinya sekarang. Namun, hal itu yang selalu membuat ia gemas pada istri cantiknya itu.
"Baiklah, setelah itu kau kembali ke sini," balas Andre seraya mengusap lembut tangan istri cantiknya itu.
Rumanah tersenyum disertai anggukkannya. Kemudian wanita cantik itu pun bergegas melangkahkan kakinya ke kamar mandi untuk mengisi bathub dengan air hangat.
"Huuuffffttt!" Rumanah membuang napas kasar dan tak beraturan. Nampaknya ia benar-benar sangat gugup dan sesak napas.
"YaTuhan, ada apa dengan jantungku? Aku selalu gemetar dan gugup setiap kali suamiku mendekatiku dan bertingkah manja seperti itu. Astaga!" celoteh Rumanah saat ia sudah berada di dalam kamar mandi.
Ya, Rumanah sangat merasa dag dig dug serrr setiap kali Andre mendekatinya. Tentu saja hal ini yang dinamakan cinta. Dan, Rumanah pun sangat menyadari itu.
"Bathubnya sudah saya isi dengan air hangat, Tuan. Tapi, tunggu beberapa saat lagi sampai terisi penuh." Rumanah kembali duduk di sofa yang suaminya tempati. Namun, kali ini ia memilih sedikit berjauhan dengan suami tampannya itu.
__ADS_1
Entah mengapa Rumanah masih merasa canggung dan malu pada pria yang sudah sah menjadi suaminya itu.
"Okey, thank you so much, Annabbel," jawab Andre seraya menyunggingkan senyuman genitnya.
Rumanah mengangguk serta tersenyum. Ia tampak gugup dan tidak menatap wajah tampan suaminya.
"Annabelle, kenapa kau tidak sekalian duduk di jendela saja," sindir Andre yang berhasil membuat Rumanah terjingkat kaget.
"Haaah?" wanita cantik itu menatap ekstream pada suaminya yang sedang menatap tajam padanya.
"Ck, menyebalkan!" Andre berdecak seraya menggeser bokongnya hingga memepet pada istri cantiknya itu. "Jangan jauh-jauh dariku, kau bisa membuatku hilang akal karena ini," ucapnya seraya merangkul manja pundak istrinya dan menciumi puncak kepala istrinya itu.
Rumanah terdiam membisu dan hanya menikmati detak jantung yang kian berpacu lebih kencang dua puluh lima kali lipat dari biasanya.
"Annabelle, apa yang Luna lakukan padamu? Apakah rubah betina itu melukaimu?" tanya Andre seraya membelai lembut rambut panjang istrinya yang sedari tadi ia urai begitu saja.
Rumanah menarik napasnya dalam lalu membuangnya perlahan. "Dia tidak melukai badan saya, tapi melukai hati saya," jawabnya dengan suara yang terdengar kecewa.
Andre tersenyum kecil. "Maafkan aku, itu semua karena kecerobohanku. Emh, bay the way, apa yang dia katakan padamu sehingga membuat hatimu sakit?" tanyanya kemudian.
Rumanah terdiam sejenak, kemudian wanita cantik itu menyandarkan kepalanya pada dada bidang suaminya. "Dia ... menghina saya di depan orang banyak," jawabnya sedikit merajuk.
Andre tampak membulatkan kedua bola matanya penuh. "Hah? Berani sekali lintah darat itu mempermalukan istriku yang berharga ini." rutuk pria tampan itu yang tampak kesal. "Lantas, kau tidak membalasnya?" tanyanya penuh selidik.
"Ha ha ha, kau membawa tusuk gigi atau tusuk sate?" godanya yang berhasil membuat Rumanah menyengir kudanil.
"He he he, maksud saya, ucapan saya yang menusuk ke dalam hatinya, Tuan." Rumanah menjawab di sertai cengengesnya.
Andre terkekeh kecil dan mengacak gemas puncak kepala istri sirrinya itu. "Bagus. Aku harap dia sangat tertusuk dan malu dengan perbuatannya sendiri," ucapnya.
"Ya," balas Rumanah dengan sorot mata yang memancarkan api permusuhan pada mantan istri suaminya itu.
"Untung saja kau tidak terluka, Annabelle. Aku sangat mengkhawatirkan dirimu, masalah kemarin saja masih kita biarkan dan tidak kita laporkan pada pihak berwajib. Hari ini, lintah darat itu kembali membuat keributan denganku. Aku sungguh tidak akan mengampuninya jika berani menyakitimu dengan princess," ucap Andre yang tampak menekan setiap ucapannya.
"Saya tidak habis pikir, kenapa dulu Anda mau menikah dengan wanita yang akhirnya berpisah lagi dengan Anda. Kenapa Anda mau menikahi wanita rubah seperti dia?" celetuk Rumanah seraya mendongakkan wajahnya dan menatap wajah suaminya penuh intimidasi.
Andre terdiam sejenak dan menatap datar wajah cantik istrinya itu. "Emh, tentu saja karena dulu dia tidak seperti itu, Belle. Ah, maksudku ... aku belum tahu bagaimana busuknya wanita rubah itu." ungkapnya seraya mengusap lembut wajah cantik istrinya.
"Hmmm, begitu rupanya." Rumanah manggut-manggut tanda mengerti. "Tapi, sepertinya wanita itu masih mencintai Anda, Tuan. Bagaimana kalau dia mengajak Anda untuk kembali padanya? Apakah Anda akan menerimanya kembali?" selidik Rumanah yang tampak penasaran.
Andre tampak terhenyak kaget mendengar pertanyaan istrinya itu. Tentu saja hal itu sungguh tidak pernah ia bayangkan dan inginkan.
"Kau bicara apa, Belle. Tentu saja aku tidak akan kembali padanya. Aku sudah cukup memilikimu. Tenanglah, Luna itu sudah kuhempas jauh dari hatiku. Tidak usah khawatir, aku hanya menginginkanmu," seloroh Andre yang tampak menekan setiap ucapannya.
__ADS_1
Rumanah terdiam sejenak dan mencerna setiap ucapan suaminya.
"Kenapa kau bertanya seperti itu, Annabelle? Apakah kau meragukanku? Apakah hal ini yang membuatmu takut dan belum siap mengandung anakku?" tanya Andre penuh selidik.
Rumanah membuang napasnya kasar. "Tidak, hanya ingin tahu saja apakah Anda masih mencintai mantan istri Anda atau tidak," jawabnya dengan suara yang datar.
Andre tersenyum kecil serta menggenggam erat tangan istri sirrinya itu. "Kau sangat takut jika aku masih mencintainya?" tanyanya.
Rumanah menggeleng. "Tidak juga," jawabnya dengan suara yang lirih.
"Tidak? Jadi, apa tujuanmu bertanya seperti itu? Apakah kau berniat untuk menjodohkanku dengan Luna?" selidik Andre.
"Ha ha ha, tentu saja tidak! Memangnya saya sudah gila," jawab Rumanah disertai tawa renyahnya.
Andre mengusap wajahnya lalu menangkupkan tangannya pada wajah cantik istrinya. "Lalu, kenapa? Dengar, apa pun alasanmu, yang jelas aku tidak akan pernah kembali padanya dan aku sudah tidak mencintainya. Kuharap kau mengerti dan tidak bertanya lagi," jelasnya.
"Walaupun wanita itu memaksa dan menggoda Anda agar mau tidur dengannya?" tanya Rumanah dengan wajah yang ia tekuk.
Andre mengerutkan dahinya tak mengerti. "Why? Kenapa kau bertanya seperti itu, Annabelle?" pria tampan itu balik bertanya.
"Karena ... karena, emh, tidak ada!" jawab Rumanah gugup dan seperti menyembunyikan sesuatu.
Andre tersenyum kecil dan memeluk pundak istrinya penuh kehangatan. "Kau takut aku akan tergoda olehnya? Kau takut aku akan tidur dengannya?" tanyanya seraya memelai lengan istrinya.
Rumanah mengangguk kecil.
"He he he, tenang saja, Annabelle. Itu tidak akan terjadi, walaupun Luna memiliki tubuh yang seksi, dada yang besar dan bokong yang sintal, tapi aku tetap tidak akan tergoda dan kembali padanya," ucap Andre yang berhasil membuat Rumanah mengerucutkan bibirnya dan tampak kesal karena sang suami memuji mantan istrinya sendiri.
"Anda masih mengakui dan memuji mantan istri Anda, Tuan. Itu artinya Anda masih mengaguminya," sindir Rumanah sedikit merajuk manja.
Andre tersenyum geli dan sangat gemas pada istri sirrinya itu. "Sepertinya istri cantikku ini sedang cemburu. Menggemaskan sekali!" pria tampan itu memainkan jari jemarinya pada wajah cantik istrinya.
Rumanah terdiam dan berekspresi datar.
"Annabelle, dengarkan aku. Tidak ada lagi wanita yang kukagumi selain dirimu. Kau dan dia, ck! Jauh lebih sempurna dirimu di mataku. Kau jauh lebih cantik dan seksi, kau sangat menggemaskan dan selalu membuatku jatuh cinta. Jangan cemburu lagi, ya! Semua yang ada pada diriku, hanyalah milikmu," ujar Andre yang tampak menekan setiap ucapannya.
Rumanah terdiam, namun sebuah senyuman manis terukir di wajah cantiknya.
"Termasuk...," Andre meraih tangan Rumanah lalu menuntun tangan itu menelusup masuk ke dalam handuknya. "Yang ini juga!" lanjutnya seraya tersenyum mesum.
Rumanah tampak terbelalak kaget saat tangannya menyentuh ular berbulu milik suaminya yang masih tidur. Jantungnya seketika berdebar-debar tak menentu saat Andre menatapnya penuh makna.
BERSAMBUNG...
__ADS_1