
"Aaaaaaaccchhhh!!!!" Rumanah mengerang seraya meremas seprei dan membenamkan wajahnya pada bantal. Sementara sang suami tampak mengguncang tubuhnya dan memompa mis vags dari arah belakang.
Dalam posisi seperti ini, Rumanah begitu tak kuasa menahan nikmat. Senjata tajam milik suaminya itu seakan menancap masuk ke dasar mis vagsnya yang dalam.
"Ooohh yeaahh!! Kau sangat seksi sekali Annabelle!" racau Andre seraya meremas bokong sintal istrinya.
"Ach, Tuan ... saya sudah tak tahan lagi! Uh!" Rumanah melenguh dan seakan ia sedang terbang ke atas awan. Sungguh nikmatnya.
"Tahan sebentar saja, Belle. Sebentar lagi aku sampai ke.puncak, uh! Kita akan terbang bersama-sama," ucap Andre memberi komando.
Rumanah semakin meremas seprei, sementara tubuhnya terguncang maju mundur syantik. Dan sang suami yang gagah perkasa itu pun semakin mempercepat hentakkannya.
Hingga beberapa detik kemudian...
"Annabelle, kau seksi dan cantik. Dan ... aaaaaaaaccchhhhh!!!" racau Andre yang kemudian ambruk memeluk tubuh istri sirrinya.
"Aaaaaccchhhh!!!" Rumanah pun seketika menjatuhkan dirinya saat melepaskan kenikmatannya. Dan saat itu mis vagsnya begitu terasa hangat oleh benih yang suaminya tebar ke dalam mis vagsnya.
"Oh my good, Belle. Kau akan selalu merasakan sengatanku setiap hari," ucap Andre dengan napas yang ngos-ngosan.
"Tidak, jangan terlalu setiap hari, Tuan. Bisa-bisa saya mengalami patah tulang dan mahkota saya mengalami pembengkakan. Astaga!" tolak Rumanah yang juga tampak ngos-ngosan.
"He he he he he." Andre terkekeh. "Itu tidak akan terjadi, Belle. Aku 'kan bermain dengan cara yang halus dan lembut." sanggah pria tampan itu.
"Halus mata Anda, Tuan," sungut Rumanah. "Jelas-jelas Anda bermain dengan cara yang kasar dan sangat membuat saya kewalahan." cicit wanita cantik itu yang tampak menekan setiap ucapannya.
"He he he he, tapi kau suka, bukan?" sindir Andre.
__ADS_1
Rumanah terdiam tak menanggapi. Ia tampak lemas lunglai dengan posisi tengkurap, sementara sang suami berada di atas tubuhnya.
"Belle, sepertinya aku ada yang lupa deh!" ucap Andre seketika ia melepaskan pelukannya dan duduk di samping istrinya yang masih tengkurap.
"Apa?" tanya Rumanah dengan suara yang lemas.
"Aku lupa mencabut senjataku," jawab Andre yang berhasil membuat Rumanah terjingkat kaget.
"Apaaa????" sontak saja wanita cantik itu membangunkan tubuhnya dan duduk di hadapan suaminya.
"Ya, aku lupa mencabut senjataku saat mencapai puncak. Itu artinya aku telah menebar benih di dalam rahimmu itu, Belle." Andre berucap dengan ekspresi yang penuh keterkejutan.
Mendengar hal itu membuat Rumanah sangat kaget dan syok. Pasalnya, mereka berdua sudah berkomitmen untuk tidak segera memiliki keturunan sebelum semuanya jelas dan pernikahannya diakui oleh negara.
"Astaga, Tuaaaaan! Apa yang sudah Anda lakukan? Ya Tuhan, saya tidak mau hamil, Tuaaaaaaan." kali ini Rumanah tampak ketar-ketir dan panik. Wajahnya berubah tegang dan tak tenang.
"Sorry, aku juga benar-benar tidak sadar dan tidak sengaja melakukan itu. Lagian, kau terlalu memberikan kenikmatan padaku hingga aku benar-benar keenakan, Belle. He he he he," ucap Andre disertai cengengesnya tanpa dosa.
Rumanah membulatkan kedua bola matanya penuh dan menatap kesal pada suami tampannya itu. "Jangan cengengesan, Tuan! Saya sedang panik dan tegang, kenapa Anda tetap santai begitu? Jangan-jangan Anda memang sengaja melakukannya agar saya cepat hamil. Astaga, awas saja kalau saya benar-benar hamil, maka saya akan menggugurkan kandungan saya!" omel wanita cantik itu yang tampak frustasi.
"Whatt???" Andre terbelalak kaget dan membulatkan kedua bola matanya penuh. "Bicara apa kau, Annabelle. Berani sekali kau ingin membunuh anakku? Membunuh bibit yang berharga milikku itu. Awas saja kalau kau sampai melakukannya!" sungut Andre penuh ancaman.
Rumanah menatap kesal pada suami tampanny itu. "Tapi saya tidak ingin hamil, Tuaaan. Anda juga sudah berjanji dan berkomitmen tidak akan menghamili saya sebelum pernikahan kita ini diketahui oleh semua orang dan sah secara hukum negara! Tapi kenapa Anda lalai dan membuat saya harus mengandung anak Anda. Huuwaaaaaa!" kali ini Rumanah tampak menangis histeris dan memukul-mukuli perut ratanya.
Andre tampak bingung dan juga syok melihat istrinya menangis tak terima dengan apa yang ia lakukan. Padahal, ia benar-benar tidak sengaja menyemprotkan benihnya di dalam mis vags istrinya. Sementara Rumanah tampak semakin menangis sesenggukkan dan meninju perutnya sendiri.
"Saya tidak ingin hamil. Hiks hiks hiks. Huwaaa huwaaa!!" Rumanah menangis histeris tak tertahankan.
__ADS_1
"Astaga, apa yang kau lakukan, Annabelle! Hentikan! Kau bisa melukai dirimu sendiri." Andre berusaha keras menahan tangan Rumanah agar tidak meninju perutnya sendiri.
"Saya tidak ingin hamil. Lepaskan!" pekik Rumanah di sela-sela tangisannya.
"Apa yang kau pikirkan? Kau punya suami, Belle. Tidak ada salahnya jika kau hamil." Andre bicara seraya menarik tangan Rumanah lalu mendekap erat tubuhnya.
"Hiks hiks hiks, saya belum siap hamil, Tuan. Hiks hiks hiks!" ucap Rumanah di sertai isakkan tangisnya.
"Jangan seperti ini, tenangkan dirimu. Lagipula jika kau hamil, aku akan bertanggung jawab sepenuhnya. Apa lagi yang kau takutkan, Belle?" ucap Andre seraya mengusap lembut puncak kepala istri sirrinya itu.
"Saya tahu. Tapi ... saya belum siap hamil karena saya hanya istri sirri Anda," jawab Rumanah dengan suara yang bergetar.
Andre memejamkan matanya dan menghela napasnya dalam. Kemudian ia membuka mata seraya membuang napasny berat.
"Apa masalahnya, Belle? Lantas kau pikir dengan hanya menikahimu secara sirri artinya aku akan meninggalkanmu kapan saja sesuka hatiku? Begitu?" desak Andre yang tampak tak mengerti pada perasaan istrinya.
Rumanah melepaskan dirinya dan mengusap air matanya kasar. "Hal itu mungkin saja akan terjadi selama Anda tidak mempublikasikan pernikahan kita!" ucapnya seraya beringsut turun dari ranjang.
Andre mengusap wajahnya kasar. "Aku tidak akan meninggalkanmu begitu saja, Belle. Aku bukan bajingan yang dengan mudah menodai wanita dan mudah meninggalkannya begitu saja!" ujar pria tampan itu yang tampak sedikit menaikkan suaranya.
Rumanah tak menanggapi, ia tampak buru-buru memakai dasternya kembali.
"Kau terlalu berburuk sangka padaku, Belle. Kuingatkan sekali lagi, jika anakku tumbuh di dalam rahimmu, jangan pernah kau melukainya. Jika itu terjadi, kau yang akan menanggung akibatnya!" tegas Andre penuh penekanan.
Rumanah membuang napasnya kasar dan menatap tajam pada suaminya. "Saya tidak ingin hamil!" ucapnya dingin.
Andre membulatkan kedua bola matanya penuh dan sedikit tersentak kaget mendengar ucapan istrinya. Sementara itu Rumanah tampak langsung melenggang pergi meninggalkan suaminya. Untung saja ia sudah tahu bagaimana caranya membuka pintu ribet itu.
__ADS_1
BERSAMBUNG...