Terjerat Cinta Majikan Duda

Terjerat Cinta Majikan Duda
Keracunan senyumanmu


__ADS_3

Rumanah meremas ujung bantal dan menahan dirinya agar tidak goyah. Sementara sang suami tampak semakin menggila. Ia memeluk erat tubuh istrinya dan semakin mengusel pada tengkuk sang istri yang putih dan harum.


"Hummmm, harum sekali," gumamnya yang sesekali mengendus-enduskan penciumannya pada tengkuk dan wajah cantik istrinya.


Rumanah benar-benar dibuat tersiksa oleh suaminya yang jail itu. Tentu saja hembusan napas Andre membuatnya bergidik geli dan terasa menggelitiki bagian bawah pusarnya.


"Astaga, apa yang harus aku lakukan? Ya Tuhan, aku begitu tersiksa dan sangat sulit bernapas. Oh, napasku ... napasku sesak sekali!" cerocos Rumanah dalam hati. Ia mulai tidak tenang dan tidak nyaman. Namun sang suami sepertinya sangat sengaja sekali menjebol pertahanannya.


"Annabelle, aku merindukanmu. Ayolah bangun," bisik Andre yang kini tampak meraba dua balon kenyal milik istri sirrinya itu.


Glek!


Rumanah kembali menelan ludahnya kasar. Rasanya air liurnya menumpuk begitu saja dan napasnya terasa sesak.


"Ayolah, kau harus bangun dan menatapku, Belle," ucap Andre dalam hati.


Beberapa menit hal itu terjadi, usaha sang suami nampaknya berbuah hasil. Karena napas yang terasa sesak dan tercekat di tenggorokan, wanita cantik itu tampak tak tahan lagi jika harus berakting seolah ia tidak merasakan apa-apa.


"Uhuk uhuk uhuk uhuk!" Rumanah terbatuk kecil dan membuat Andre menyunggingkan senyuman puasnya.


"Ha ha ha ha, akhirnya dia tergoda juga," sorak Andre dalam hati.


"Uhuk uhuk, engap sekali. Ada apa di kamar ini? Kenapa tiba-tiba hawanya panas dan mencekam seperti ini? Apakah ada ... makhluk gaib tak kasat mata yang sedang menatap ke arahku? Hiiiy, menyeramkan sekaliiiiiii," cerocos Rumanah seraya menggeliat dan seolah tidak tahu jika sang suami berada di sampingnya.


Andre tampak membulatkan kedua bola matanya penuh dan menelan ludahnya kasar. "Apa katanya? Makhluk gaib? Astaga, dia benar-benar menyebalkan!" cicit Andre dalam hati.


Dengan kasar Andre mengusap wajahnya dan membuang napasnya kasar. "Aku berada di samping—" belum sampai Andre menyelesaikan ucapannya, tiba-tiba saja Rumanah berbalik badan dan dengan sengaja menendang suaminya hingga terjatuh ke lantai.


"Hwaaaaaaa!!!!" pekik Andre yang tampak terkejut bukan main. Karena sang istri mendadak menendangnya, pria itu tidak mengeluarkan pertahanan dan tentu saja ia hilang keseimbangan sehingga membuatnya terjatuh ke lantai.


Rumanah tampak membulatkan kedua bola matanya penuh dan buru-buru ia beringsut bangun dari tidurnya. "Haaaaaahhh???"


Andre meringis dan menatap sengit pada istri sirrinya yang menatap tanpa dosa ke arahnya.


"Maaf, saya tidak tahu jika Anda ada di sini," ucap Rumanah dengan ekspresi yang datar.


Andre memutar bola matanya jengah dan membuang napasnya kasar. "Sialan! Bantu aku berdiri," cicitnya seraya mengulurkan tangannya pada Rumanah.


"Anda sudah besar, Tuan. Tidak usah manja, Anda bisa bangun sendiri!" sungut Rumanah yang tampak sewot dan dingin.


"Whaat??" Andre benar-benar terhenyak kaget dengan ucapan istrinya itu. Tentu saja ia sangat kesal karena sang istri masih saja bersikap cuek dan dingin padanya.


Rumanah beringsek turun dari ranjang dan melewati suaminya yang masih duduk di lantai. "Princess sedang tidur nyenyak dan tenang. Saya harap Anda tidak mengganggunya dengan tingkah Anda yang kekanak-kanakkan. Dia sudah cukup penat dengan masalah yang datang kepadanya hari ini," ucap wanita cantik itu tanpa menolehkan wajahnya pada suami tampannya itu. Dan, setelah bicara demikian, wanita cantik itu melangkahkan kakinya hendak keluar kamar putri sambungnya.


Andre benar-benar tak tahan lagi melihat sikap istrinya yang cuek bebek dan tak peduli padanya. Dengan cepat ia bangkit berdiri dan berlari mengejar istri cantiknya itu.


"Annabelle, tunggu!" ucapnya berusaha menghentikan langkah istri sirrinya.


Bruaaak!


Rumanah membanting pintu kamar Sandrina dengan kekuatan yang sedikit kencang, sehingga hal itu membuat Andre terkejut dan menghentikan langkahnya tepat di depan pintu.

__ADS_1


"Sssshhh, sial! Dia benar-benar menguji kesabaranku!" cicit Andre seraya mengacak rambutnya frustasi.


Dengan cepat ia membuka handle pintu dan melangkahkan kakinya mengejar sang istri yang sudah berada di ujung lantai tiga.


"Annabelle, tunggu! Berhenti di sana atau aku bunuh bunuh diri saat ini juga!" teriak Andre yang tampak tak peduli lagi pada apa pun dan siapa pun.


Rumanah tampak terbelalak kaget dan refleks ia menghentikan kakinya tepat di bibir tangga. "Astaga, apa yang dia lakukan? Kalau ada yang mendengarnya, bagaimana? Ck, benar-benar seperti anak kecil!" cicit wanita cantik itu di dalam hati.


Sementara itu Andre tampak melangkahkan kakinya mendekati sang istri yang membelakanginya. "Kau benar-benar menyiksaku, Annabelle!" ucapnya seraya menarik tangan istrinya lalu memeluk tubuh mungil itu dengan erat.


Tentu saja hal itu membuat Rumanah tampak terbelalak kaget dan buru-buru ia melepaskan dirinya dari pelukan suami tampannya itu.


"Astaga, apa yang Anda lakukan? Bagaimana jika ada yang melihat? Ya Tuhan!" cicit Rumanah seraya celingukkan memperhatikan sekitar area tempatnya berada.


Andre mengusap wajahnya kasar dan membuang napasnya berat. "Aku tidak peduli. Bukan kah itu yang kau inginkan? Kau ingin aku mempublikasikan pernik—" Andre tampak menggantung ucapannya saat tiba-tiba sang istri membungkam mulutnya menggunakan telapak tangannya.


"Hentikan, Tuan!" ucap Rumanah seraya menatap tajam pada suami tampannya itu.


Dengan kasar Andre menepis tangan istrinya lalu menarik tubuh istrinya agar lebih dekat dengannya.


"Anda sudah melebihi batas! Tolong jaga sikap dan ucapan Anda, Tuan!" ucap Rumanah penuh penekanan.


Andre tak menjawab, ia tampak menatap tajam pada istrinya dan...


Muaaachh!


Pria tampan itu mendaratkan bibirnya pada bibir ranum istrinya. Dan hal itu benar-benar membuat Rumanah terbelalak kaget dan dengan cepat mendorong tubuh suami tampannya.


"Kau yang sudah membuatku gila!" balas Andre yang tak kalah sengitnya.


Rumanah menyibakkan rambutnya dan membuang napasnya kasar. "Apa yang Anda inginkan?" tanya wanita cantik itu dengan napas yang ngos-ngosan dan terlihat tidak nyaman.


"Kamu!" jawab Andre yang kemudian mengangkat tubuh istrinya lalu menggendongnya seperti bayi.


"Haaaaah???" Rumanah benar-benar terbelalak kaget dan berubah menjadi tegang. Ia sangat takut seseorang akan melihatnya.


Dengan cepat Andre melangkahkan kakinya ke arah lift. Dan hal itu membuat Rumanah semakin fruatasi.


"Ya Tuhan! Lepaskan saya, Tuan!" ucap Rumanah yang tampak berusaha melepaskan dirinya dari gendongan suaminya.


"Diam!" tegas Andre yang kini sedang berusaha menekan tombol di samping pintu lift.


"Jangan seperti ini, Tuan. Anda sungguh benar-benar akan menggemparkan dunia ini," cicit Rumanah yang tampak masih berontak.


Andre tak peduli, dengan cepat ia masuk ke dalam lift yang akan mengantarkannya ke lantai lima. Sementara Rumanah tampak benar-benar kesal dan tak habis pikir pada tindakan suaminya yang tentu saja akan membuat pernikahannya terbongkar.


"Lepaskan saya, Tuan. Saya harus menemani princess," ucap Rumanah yang tampak masih bernegosiasi.


"Kita harus bicara, Belle. Kau sungguh membuatku gila," ucap Andre seraya menatap serius manik mata istri sirrinya itu.


Rumanah mendelikkan matanya dan membuang napasnya kasar. "Saya sedang marah dan kesal pada Anda, Tuan. Semestinya Anda paham jika saya tidak ingin bicara dengan Anda," ucapnya sebal.

__ADS_1


Andre melengkungkan bibirnya membentuk senyuman tipis. "Justru itu, kita harus bicara dan menyelesaikan percekcokan ini dengan kepala dingin agar tidak ada kesalahpahaman dan masalahnya semakin berlarut-larut, Belle. Aku akan mendengarkan semua keluhanmu dan penjelasanmu! Karena aku tak ingin terus-terusan seperti ini. Aku tak sanggup jika terus-terusan kau mengacuhkanku!" ujar pria tampan itu yang tampak menekan setiap ucapannya.


Tring!


Pintu lift terbuka, sesegera mugkin Andre melangkahkan kakinya keluar dari lift.


"Anda egois, Tuan." Rumanah bicara seraya menepuk dada bidang suaminya.


"What? Atas dasar apa kau mengataiku egois, Annabelle?" selidik Andre seraya menatap intens wajah cantik istrinya.


Rumanah terdiam sejenak dan memutar bola matanya malas. "Lepaskan saya dulu, Tuan. Anda pasti kelelahan dan menahan beban berat," ucapnya.


Andre menghentikan langkahnya tepat di jarak lima centi dengan pintu kamarnya. "Baiklah, tapi kau harus jelaskan apa yang membuatku marah padaku," desaknya.


Rumanah mengangguk seraya menyunggingkan senyuman tipisnya. Dan Andre pun langsung percaya sehingga membuatnya dengan mudah menurunkan istrinya itu.


"Terima kasih, tapi ... bye!" ucap Rumanah yang tiba-tiba berlari mengambil langkah seribu menjauhi suaminya.


"Astaga, jangan kabur kau, Annabelle!" teriak Andre yang dengan cepat mengejar istri sirrinya itu.


Rumanah terus berlari menjauhi suaminya. Namun, saat ia berada di depan lift, sang suami sudah dapat menggapainya.


"Tertangkap kau, buronan cantik!" ucap Andre seraya menangkap tubuh Rumanah dan memeluknya erat.


Rumanah membulatkan kedua bola matanya penuh dan masih berusaha berontak. Namun kali ini sang suami menahannya dengan erat dan tak akan melepaskan istri cantiknya begitu saja.


"Jangan bertingkah, Annabelle. Kita harus menyelesaikan masalah secepat mungkin. Jangan suka membesar-besarkan masalah kecil seperti ini. Belajarlah menyikapi masalah dengan kedewasaan." Andre bicara lembut pada istrinya.


Rumanah terdiam dan mencerna setiap ucapan yang keluar dari mulut suaminya itu. Sementara Andre tampak mendaratkan dagunya pada bahu istrinya.


"Sepertinya aku sudah keracunan, Belle," ucap Andre.


Rumanah mengerutkan dahinya. "Keracunan apa?" tanyanya.


"Keracunan senyumanmu," jawab Andre yang berhasil membuat Rumanah diam-diam tersenyum senang dan tersipu malu.


"Hidupku terasa kacau saat kau menyembunyikan senyumanmu dariku, Belle. Kumohon untuk tetap tersenyum padaku setiap hari, karena senyumanmu mampu mengisi energi di dalam tubuhku," bisik Andre dengan suara yang lembut.


Rumanah masih terdiam dan menggigit bibir bawahnya menahan sesuatu.


"Jangan menghindar lagi. Aku ingin tahu apa yang membuatmu marah dan mengacuhkanku," ucap Andre seraya membalikkan tubuh istrinya agar menghadap kepadanya.


Rumanah menundukkan wajahnya dan meremas jari jemarinya. Sejujurnya ia selalu nyaman dan tenang ketika menatap manik mata indah milik suami tampannya itu.


"Belle." pria tampan itu mendongakkan wajah cantik istrinya agar menatap wajahnya.


Rumanah pun menatap tenang wajah tampan suaminya. Seketika jantungnya berdebar-debar tak karuan saat empat mata bertemu dan dua hati saling menyapa.


Muaaccchh!


Dengan lembut Andre mendaratkan bibirnya pada bibir mungil istrinya. Dan hal itu membuat Rumanah memejamkan matanya.

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2