
Andre melangkahkan kakinya menuruni anak tangga lantai tiga menuju lantai dua. Lantai di mana kamar sang istri berada. Keadaan rumah sudah terlihat sepi, mungkin para penghuni di rumah itu sudah pada tenggelam ke alam mimpi. Tapi, tidak seperti itu. Karena, memang di rumah mewah itu selalu sepi di setiap lantainya. Sebab, para ART dan anak buah Andre menghuni lantai dasar. Mereka semua berkumpul di sana. Kecuali Rumanah dan Muhsin, kamar keduanya berada di lantai dua. Sebegitu spesialnya Muhsin dengan Rumanah. Hihihi.
"Aku harus pastikan jika Annabelle tidak main-main di belakangku. Aku rasa Ferhat mulai jatuh cinta pada istriku. Astaga, ini tidak bisa dibiarkan!" cicit Andre dalam hati.
Tap tap tap tap tap!
Andre melangkah pelan di lantai dua. Menengokkan kepalanya ke kanan dan ke kiri. Kamar Muhsin berada di paling pojok, sementara kamar Rumanah masih berada di dekat-dekat tangga.
"Hmmm, sepertinya aman. Tidak ada yang melihatku," ucap Andre dalam hati.
Merasa sudah cukup aman, pria tampan itu pun bergegas membuka handle pintu kamar istri rahasianya. Kebetulan pintunya tidak dikunci, tentu saja hal itu membuat Andre leluasa dan dengan mudah masuk ke dalam kamar istri cantiknya itu.
"Hmmmm, akhirnya bisa masuk juga," ucap Andre seraya menutup pintunya kembali.
Pria tampan itu melemparkan pandangannya pada tempat tidur. Di sana, sosok seorang wanita cantik sedang terlelap dengan posisi miring menghadap dinding. Seketika senyum Andre mengembang dengan sempurna.
"Astaga, bisa-bisanya dia tidur enak seperti ini. Sementara suaminya sedang kesal dan membutuhkannya. Ck, benar-benar tidak punya akhlak!" decak Andre dalam hati.
Dengan pelan Andre melangkahkan kakinya mendekati sang istri yang benar-benar sedang tidur lelap. Sedang kesal pun, ia masih saja berharap dapat menghukum istrinya malam ini. Ya, tentu saja hukumannya tak lain dan tak bukan adalah berolahraga di atas ranjang.
"Sebentar, apakah wanita ini benar-benar sudah tidur?" bisik Andre seraya memperhatikan wajah cantik istrinya yang tidur lelap.
"Annabelle," panggil Andre dengan nada yang lembut. Pria tampan itu mengira sang istri sedang pura-pura tidur.
"Hmmm, dia diam saja. Apa mungkin dia benar-benar sudah tidur? Astaga, aku harap dia tadi tidak menemui Ferhat dalam keadaan seperti ini. Lihat daster yang dia pakai, sangat seksi sekali di tubuhnya," ucap Andre seraya memperhatikan seluruh tubuh istrinya dari atas hingga bawah.
Glek!
__ADS_1
Seketika pria dewasa itu menelan ludahnya kasar. Si jantan ular berbulu itu nampaknya sangat terusik dengan keindahan tubuh wanita cantik di hadapannya. Walaupun tubuh Rumanah tidak tinggi. Tapi, pinggang ramping, bokong sintal yang montok, dan juga balon kenyal yang bulat dan mungil itu membuat Andre tak kuasa menahan hasratnya.
"Astaga, wanita ini benar-benar menyenangkan." Andre berbisik sembari menyilangkan tangannya di dadanya.
Untuk beberapa saat ia terdiam dan mengamati sang istri yang sedang tertidur nyenyak. Sebenarnya ia bingung harus berbuat apa, sementara sang istri nampaknya benar-benar tidur nyeyak. Tidak mungkin ia tega membangunkan sang istri yang sedang terlelap.
Krreteekkk!
Tiba-tiba Rumanah membalikkan badannya, namun matanya masih terpejam. Wanita cantik itu kini terlentang dengan tangan berada di atas bantal.
"Oh sayang, kau benar-benar menggemaskan," bisik Andre seraya menaikkan kakinya ke atas ranjang dengan perlahan.
Dengan lembut pria tampan itu mengecup kening istri cantiknya. Setelah itu ia merebahkan tubuhnya di samping sang istri. Tentu saja tangannya ia lingkarkan pada perut rata istrinya. Wajahnya ia benamkan pada leher istrinya yang putih mulus. Senyuman manis mengembang di wajahnya, aroma harum yang lembut itu menyeruak masuk ke dalam indera penciumannya. Dan hal itu tentu saja membuatnya semakin tidak tenang. Kelelakiannya seketika terusik dan tergelitik.
"Oh, astaga. Padahal wanita ini diam saja. Tapi, kenapa aku sangat tergelitik begini?" ucap Andre dalam hati.
"Ya Tuhan, engap sekali," gumam Rumanah seraya membuka matanya dan menolehkan wajahnya ke samping.
Andre tersenyum manis sembari menatap wajah cantik istrinya. Sementara sang istri tampak terkejut saat menyadari keberadaan suaminya di sampingnya itu.
"Muonyooong lu! Eh monyong." latah Rumanah seketika muncul saat itu juga.
"Apa? Monyong? Kurang ajar kau, Annabelle!" cicit Andre sembari menggelitiki pinggang istrinya.
"Aaaaa, astaga! Ha ha ha, hentikan. Geli, Tuan!" Rumanah kelojotan menahan geli. Sementara sang suami tampak tersenyum usil sembari menggelitiki pinggang istrinya tanpa ampun.
"Ini balasannya karena kau sudah membuatku kesal dan menunggu di kamar," ucap Andre seraya beringsut bangun dari tidurnya. Dengan cepat ia menaiki tubuh istrinya dan menangkap tangan wanita yang ditindihnya.
__ADS_1
"Astaga, berat sekali, Tuan!" desis Rumanah sembari mengatur napasnya yang sangat terasa engap.
"Ini tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan kekesalanmu padaku, Annabelle. Kau tidak tahu? Sedari tadi aku menunggumu di kamar. Tapi, kau sangat tidak mengerti sama sekali. Bahkan, aku sangat curiga jika kau masih akrab dengan Ferhat. Padahal, sudah kuperingatkan untuk tidak dekat dengannya. Karena, tidak mustahil jika pria itu akan jatuh cinta padamu," omel Andre yang tampak menekan setiap ucapannya.
Rumanah memutar bola matanya malas dan membuang napasnya kasar. "Saya rasa Anda terlalu berlebihan, Tuan." selorohnya sembari membuang wajahnya ke samping.
"Berlebihan? Apa maksudmu!?" selidik Andre yang tampak tak terima.
Rumanah menatap tajam pada suaminya. "Anda terlalu posesif, Tuan. Jika dengan Ferhat pun saya tidak boleh akrab, maka sekalian saja Anda kurung saya di dalam gudang!" ucapnya ketus.
Andre tampak terhenyak kaget mendengar ucapan istrinya yang terkesan memberontak dan memprotes perintahnya. Pria tampan itu tampak menatap lekat wajah istrinya dan membusungkan dadanya merasa sedikit diremehkan oleh istrinya sendiri.
"Kenapa kau bicara seperti itu? Apakah karena kau masih ingin bebas dari diriku? Kau ingin tetap akrab dengan pria mana pun? Kau merasa terkekang dengan peraturanku? Apakah kau tidak sadar jika hal itu karena aku sangat menyayangimu? Aku tidak ingin kehilanganmu, Annabelle. Tidak sedikit kemungkinan kau akan berkhianat dariku! Apalagi, pernikahan kita masih dirahasiakan. Bisa jadi kau merasa bebas dan merasa mudah untuk berpaling dariku. Aku ... sungguh tidak ingin terulang kedua kalinya!" Andre melepaskan tangan istrinya dan beringsut turun dari tubuh sang istri.
Dengan pelan ia menurunkan kakinya dari ranjang. Membiarkan kakinya menapak di lantai dan ia masih duduk di sisi ranjang dengan posisi membelakangi istri sirrinya.
Rumanah tampak terjingkat kaget mendengar ucapan suaminya. Tentu saja ia tidak seperti yang suaminya bayangkan. Hanya saja, ia merasa sang suami terlalu posesif padanya. Yang ia inginkan, sang suami membiarkannya bergaul dengan Ferhat yang tak lain adalah mantan adik iparnya itu. Namun, tentu saja ia akan tetap menjaga hati dan cintanya hanya untuk suami tampannya itu.
Rumanah terdiam dan menatap berat punggung suaminya. Wanita cantik itu merasa bingung dan dilema. Bagaimana pun, Andre adalah suaminya. Tentu saja ia tahu apa saja kewajiban seorang istri pada suami.
"Ya Tuhan, kenapa jadi seperti ini? Aku sungguh tidak berniat untuk mengkhianati suamiku. Tapi, kenapa dia berprasangka buruk seperti itu padaku." Rumanah bicara dalam hati.
"Aku, sungguh kesal pada diriku sendiri. Kenapa, kenapa aku harus tergila-gila padamu. Semestinya aku bersikap biasa saja seperti pertama kali kita bertemu," ucap Andre sembari beranjak dari duduknya dan melenggang pergi begitu saja.
Degg!
Rumanah tampak menatap berat dan hampa pada suaminya yang sepertinya benar-benar marah padanya. Namun, jujur saja dia bingung dengan keadaan yang menimpanya saat ini.
__ADS_1
BERSAMBUNG...