Terjerat Cinta Majikan Duda

Terjerat Cinta Majikan Duda
Manja, Pemaksa, posesif


__ADS_3

"Sayang, besok aku langsung bekerja, ya. Banyak pekerjaan yang sudah menungguku," ucap Andre pada istrinya yang sedang menonton televisi di dalam kamar mereka.


Rumanah tersenyum lantas mengangguk, "Ya, sayang. Aku juga akan mulai mengantar princess ke sekolah," jawabnya.


Andre melangkahkan kakinya menghampiri istrinya, "Apakah kau tidak ingin menemaniku ke kantor, darling?" tanyanya sambil merebahkan kepalanya pada paha istrinya.


"Memangnya kau tidak malu jika aku menemanimu ke kantor, hm? Pasti orang-orang kantor pada bingung dan bertanya-tanya tentangku. Mereka semua pasti berpikir jika aku adalah adikmu," ledek Rumanah sambil memainkan setiap helai rambut milik suaminya.


Andre mendelikan manik matanya dan menatap tajam pada istri cantiknya itu, "Apa katamu? Adikku?" selorohnya sedikit tak terima.


Rumanah mengangguk enteng sambil terkekeh kecil.


"Memangnya aku setua apa, hah? Wong masih tampan dan keren seperti ini, kok!" cicit pria tampan itu sambil menyilangkan kedua tangannya di dada bidangnya.


"Hehehe, aku bicara apa adanya, hubby. Bukan kah setiap orang yang melihat kita bersama akan bertanya-tanya dan mengira jika aku adalah adikmu?" ujar Rumanah panjang lebar.


Andre mengerucutkan bibirnya dan memutar bola matanya malas, "Memang benar seperti itu. Tapi, kau tidak perlu mengatakan jika kau adalah adikku. Katakan saja kau istriku! Dengan begitu, tak akan ada lagi yang menganggapmu adalah adikku!" tegasnya penuh penekanan.


Rumanah tersenyum dan mengusel wajah tampan suaminya, "Benarkah begitu? Apakah aku mesti merubah penampilan diriku menjadi lebih dewasa?" tanyanya.


Andre terdiam sejenak dan seperti sedang berpikir keras, "Sepertinya tidak perlu, sayang," jawabnya.


"Kenapa?" tanya Rumanah heran.


Andre mendongakkan wajahnya dan menatap hangat wajah cantik istrinya, "Karena kau sangat menggemaskan seperti ini, darling," ucapnya sambil menangkap tangan lentik istrinya lalu mengecupnya manis.


Muacch!


Rumanah tersenyum manis dan mengusap wajah suaminya. Ia merasa malu dan salah tingkah karena suaminya memandang wajahnya yang merah merona.


"Untuk saat ini aku mungkin menggemaskan bagimu, sayang. Tapi, seiring berjalannya waktu, aku pun pasti akan berubah menjadi lebih dewasa dan ... tua!" ujar Rumanah dengan tatapan yang ia lemparkan ke arah yang jauh.


Andre tersenyum kecil dan mengusap lembut punggung tangan istrinya, "Itu pasti terjadi, darling. Tapi, walaupun kau dewasa dan mungkin tua. Aku akan tetap menemukan sisi menarik dari dirimu. Kau akan tetap menggemaskan dengan setiap tingkah dan sikapmu padaku. Dan, cintaku tidak akan pernah luntur walau termakan waktu," ucapnya panjang kali lebar kali tinggi.


Rumanah tersenyum kecil dan begitu tersanjung mendengar setiap kata yang keluar dari mulut suaminya. Ya, Andre memang selalu bisa membuat Rumanah termesem-mesem dan salah tingkah. Membucin saja setiap harinya. Rumanah merasa tenang karena sejauh ini tidak ada masalah yang sangat besar di dalam rumah tangganya dengan Andre. Paling masalah dikit-dikit dan mereka bisa langsung menyelesaikan permasalah. yang berawal dari kesalahpahaman itu.


"Terima kasih, sayang. Aku sangat senang mendengar semua yang kau katakan. Semoga saja kau tidak hanya membual, ya," ucap Rumanah sembari mengusap lembut wajah tampan suaminya.


Andre tersenyum, "Tidak, darling. Aku benar-benar tidak hanya membual. Dapat kau lihat binar di manik mataku. Lihat! Aku tidak berbohong, aku tulus bicara ini padamu," ujarnya penuh penegasan.


Rumanah tersenyum, jika sudah seperti itu, ia sungguh tidak bisa lagi berkata-kata apa pun. Yang pasti saat ini ia sangat bahagia dan baper dengan kebucinan suaminya.


"Semoga saja semua yang kau katakan benar-benar tulus dan tidak membual, sayang. Aku tidak mau menyesal dengan keputusanku. Kau adalah pria yang menjadi pilihanku, aku tak mau kecewa dengan pilihanku sendiri," ucap Rumanah di dalam hati.


Andre mendongakkan wajahnya dan menatap lembut wajah cantik istrinya. Tangan kanannya menuntun tangan istrinya agar membelai dada bidangnya. Sementara tangan kirinya menangkap wajah cantik istrinya dan membelainya lembut.


"Terima kasih ya, darling. Karena kau sudah mau menjadi istriku sekaligus ibu untuk putriku," ucap Andre dengan suara yang lembut dan penuh cinta.


Rumanah tersenyum lantas mengangguk. Tangannya membelai lembut dada bidang suaminya. Sementara kedua manik matanya saling beradu tatap dengan kedua manik mata milik suami tampannya itu.


"Aku terima semuanya, sayang. Tapi, kau juga perlu berterima kasih pada Tuhan yang telah menyatukan kita," balas Rumanah dengan senyuman hangatnya.


"Ya, darling. Kalau itu sudah sering aku lakukan. Aku sangat bersyukur dan berterima kasih pada Tuhan Yang Maha Kuasa," jawab Andre yang tidak menghentikan kegiatan tangannya yang mengusap lembut wajah cantik istrinya.


"Aku senang mendengarnya," ucap Rumanah sambil mendekatkan wajahnya pada wajah suaminya.


Andre tersenyum, ditekannya tengkuk istrinya agar wajahnya lebih mendekat ke wajah tampannya. Hal itu membuat Rumanah tersenyum manis dan tersipu malu. Tentu saja ia tahu jika suaminya hendak menciumnya.


Rumanah memejamkan mata saat bibirnya sebentar lagi menyatu dengan bibir suaminya. Rasanya aneh sekali jika harus berciuman dengan posisi seperti itu bagi Rumanah. Sehingga hal itu membuat dirinya membuka mata dan menjauhkan wajahnya dari wajah suaminya.

__ADS_1


"Ada apa, darling? Kenapa kau menjauhkan wajahmu? Padahal sebentar lagi sampai," tanya Andre yang tampak heran.


Rumanah menggeleng kecil sambil tersenyum kikuk, "Rasanya tidak biasa, hubby. Aku takut tersedak. Hehehe," jawabnya sambil melepaskan tangannya yang bermain di dada bidang suaminya.


Andre terkekeh dan mencubit gemas pipi mulus istrinya, "Tidak kah kau ingin mencobanya, darling? Jika kau tidak biasa, maka kau harus membiasakan apa pun yang tak pernah kau lakukan denganku," ucapnya sambil beringsek membangunkan tubuhnya.


Rumanah tersenyum kecil dan menggaruk pelipisnya yang sama sekali tidak terasa gatal, "Emh, itu ... sepertinya aku masih canggung, hubby. Hehehe," jawabnya diiringi cengengesnya.


Andre tersenyum kecil dan menangkap wajah cantik istrinya.


Cuuppp!


"Mau kah kau membuat anak lagi malam ini?" tanya Andre dengan suara yang terdengar erotis.


Rumanah mendongakkan wajahnya dan menyunggingkan senyuman manisnya. Pipi mulusnya tampak memerah merona karena malu.


"Yes, I want," jawab wanita cantik itu dengan ekspresi malu-malu.


Andre tersenyum penuh kemenangan. Dengan cepat ia menarik tangan istrinya agar bangun dari duduknya. Dan Rumanah pun bergegas beringsek hendak bangun dari duduknya.


Namun, tiba-tiba saja...


"Aauuuwh!" ringis Rumanah sembari memegangi kepalanya. Ia tampak kembali menjatuhkan dirinya kembali.


"Ada apa, darling? Apakah kau baik-baik saja?" tanya Andre dengan ekspresi wajah yang terlihat panik.


Rumanah menyipitkan kedua matanya dan memegangi kepalanya yang kembali terasa sakit, "Kepalaku, sakit lagi, sayang," jawabnya dengan suara yang lirih.


Andre tampak terlihat cemas dan buru-buru ia memijat kepala istrinya seperti yang ia lakukan sore tadi, "Apakah lebih terasa membaik?" tanyanya.


"Ya, sayang. Emh, sepertinya mabuk perjalanannya keterusan sampai sekarang, deh!" jawab Rumanah sembari tersenyum masam.


Rumanah nyengenges dan menyandarkan kepalanya pada bahu suaminya.


"Aku rasa kau memang sedang tidak baik-baik saja, darling. Bagaimana kalau aku panggilkan dokter saja? Kau harus diperiksa, sayang." Andre tampak bicara serius dan kini mulai semakin khawatir pada kondisi kesehatan istrinya.


Ya, bagaimana Andre tidak khawatir, pasalnya Rumanah sudah merasakan sakit kepala sejak sore tadi. Dan kini, wanita cantik itu kembali merasakan sakit di kepalanya. Hal itu benar-benar membuat Andre cemas dan takut.


"Tidak, hubby. Kau seperti tidak tahu bagaimana istrimu ini. Aku 'kan takut pada dokter," rajuk Rumanah manja.


Andre tersenyum kecil dan mengusap lembut wajah cantik istrinya, "Dokter hanya akan memeriksa kondisi tubuhmu saja, darling. Aku sangat takut kau kenapa-napa," ucapnya membujuk.


Rumanah menggeleng, "Tidak mau, sayang. Aku sungguh merasa baik-baik saja," tolaknya penuh penegasan.


"Darling." Andre menangkupkan tangannya pada wajah cantik istrinya, "Please! Aku takut kau kenapa-napa. Mau, ya? Periksa sama dokter pribadiku," bujuknya yang tampak berharap sang istri mau diperiksa oleh dokter pribadinya.


Rumanah terdiam dan seperti sedang berpikir keras. Raut wajahnya tampak murung dan ditekuk. Ia benar-benar merasa tidak lebih dari masuk angin karena mabuk perjalanan.


"Mau, ya? Biar kita tahu apa penyebab sakit di kepalamu, sayang." Andre kembali membujuk istrinya dengan lembut dan penuh harap.


Secepat kilat, Rumanah menggeleng dan merengut manja. Sekali tidak, ya tetep tidak! Tidak ada jawaban dari mulutnya, sebuah gelengan yang penuh penegasan sudah cukup membuat Andre menghela napas dan membuangnya berat.


"Ya sudah, kalau gitu sekarang istirahat, ya. Bikin anaknya besok lagi saja saat kau sudah membaik," ucap Andre yang kini tampak pasrah. Padahal di dalam hatinya menggerutu sebal.


Rumanah mengangguk tanpa penolakan. Ia pun hendak bersiap berdiri, namun pada saat itu Andre dengan cepat menghentikannya.


"Biar kugendong, ya!" ucap Andre seraya beringsek bangun dari duduknya.


"Baiklah, suamiku." Rumanah menjawab disertai senyuman manisnya.

__ADS_1


Tanpa membuang waktu lagi Andre pun bergegas menggendong sang istri dengan pelan dan hati-hati.


"Tidur ya, sayangku. Jika besok kepalamu masih terasa sakit, terpaksa aku harus memanggil dokter untuk memeriksa kondisi kesehatanmu," ucap Andre sembari menutupi tubuh istrinya dengan selimut.


"Kamu mau ke mana? Tidak ikut bobok juga?" tanya Rumanah dengan raut wajah yang terlihat manja dan menggemaskan.


Andre tersenyum lantas mengangguk, "Tentu saja aku akan tidur juga, darling. Tapi, aku akan mengecek pekerjaanku dulu sebentar saja," jawabnya sambil mengelus lembut punggung tangan istrinya.


Rumanah mengerucutkan bibirnya bertingkah manja, "Tidak boleh. Temani aku bobok saja!" rengeknya sembari menarik tangan suaminya dengan paksa.


Andre tampak terlonjak kaget dan menatap heran pada istrinya yang tiba-tiba pemaksa dan semakin manja padanya. Tetapi, tentu saja ia pun sangat senang dengan sikap istri cantiknya itu.


"Sebentar saja, ya? Hanya mengecek saja," pinta Andre sembari tersenyum hangat.


Rumanah menggeleng dan merengut lagi. Bibirnya maju hingga lima centi, "Sudah kubilang tidak boleh, sayang. Temani aku saja! Jika kau tetap memaksa untuk bekerja, ya sudah! Mulai detik ini aku tidak mau lagi bobok denganmu!" ujarnya penuh penegasan dan penekanan.


Andre benar-benar dibuat terkejut oleh ucapan istrinya yang tampak tidak main-main. Tentu saja pria tampan itu semakin merasa heran. Sebab, sang istri begitu terkesan posesif sekali padanya.


"Kenapa diam? Sudah sana bekerja saja! Biarkan aku bobok sendiri saja," sungut Rumanah yang kemudian mengubah posisi tidurnya jadi miring ke kanan, membelakangi suaminya.


Andre tampak terdiam dan melongo tak percaya dengan sikap istrinya itu. Dengan kasar ia mengusap wajahnya dan menggaruk pelipisnya yang sama sekali tidak terasa gatal.


"Posesif dan pemaksa sekali!" desis pria tampan itu dalam hati.


Jujur saja Andre sangat heran namun juga geli melihat tingkah manja istrinya itu. Sudah persis princess Sandrina yang selalu manja padanya.


"Sayang, kenapa kau bicara seperti itu? Tentu saja aku akan menemanimu sekarang juga. Ayolah jangan ngambek, darling. Aku tidak memilih pekerjaanku, kok!" ucap Andre membujuk istrinya agar tidak marah padanya.


Dengan pelan pria tampan itu naik ke atas ranjang dan merebahkan tubuhnya di samping istrinya yang membelakanginya.


"Darling, aku sudah berada di sampingmu. Eh, bukan di samping, ya. Di belakangmu!" bisik Andre mencoba memecah keheningan.


Rumanah terdiam dan tak segera membalikkan tubuhnya.


"Darling, dosa tahu membelakangi suami seperti ini," ucap Andre yang berhasil membuat Rumanah tersentak kaget.


"Astaga, apa yang aku lakukan," gumam Rumanah dalam hati.


Dengan cepat wanita cantik itu membalikan tubuhnya menghadap suaminya, "Aku tidak mau berdosa," ucapnya sambil melingkarkan tangannya pada tubuh suaminya. Membenamkan wajahnya pada ketiak suaminya.


Andre tersenyum kecil dan mengusap lembut puncak kepala istrinya, "Tentu saja, kau tidak berdosa. Hanya manja dan pemaksa. Apakah ini karena kau masih merindukan Phoo dan Maae? Kau bertingkah seperti seorang anak pada orang tuanya. Hehehe," ujarnya disertai cengengesnya.


Rumanah mendongakkan wajahnya dan tersenyum simpul, "Entahlah! Tapi aku memang sedang ingin ditemani olehmu, hubby," jawabnya yang kemudian kembali membenamkan wajahnya pada ketiak suaminya.


"It's okey, darling. Aku akan selalu menemanimu sampai kapan pun. Jangan khawatir, ya! Sekarang, cepat pejamkan matamu dan terlelap lah!" ucap Andre dengan suara yang lembut dan penuh kasih sayang.


Rumanah mengangguk mengiyakan. Ia pun mulai memejamkan matanya dan hendak terbang ke alam mimpi. Sementara sang suami tampak membelai lembut rambut panjangnya, menemani sang istri yang sedang manja padanya.


Ya, Rumanah memang sedang manja pada suaminya. Mungkin memang benar, hal itu karena ia masih merindukan kasih sayang ayah dan ibunya. Bagaimana pun, Rumanah adalah seorang putri tunggal yang selalu dimanja dan disayangi oleh Phoo dan Maae-nya. Jika ia bermanja pada suaminya, mungkin ia merasa seperti bermanja pada ibu dan ayahnya.


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Hai, dears. Terima kasih karena masih mengikuti jejak Rumanah dan Andre sampai di sini. Oh ya, othor mau sedikit promosi novel baru. Jangan lupa mampir ke sini juga, ya! Terima kasih 🥰🥰🥰🥰🥰


#Sopir Cantik Kesayangan Tuan Muda



BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2