
Dag dig dug deg dag dig dug deg !!!!
Bagaikan suara gendang campur sari yang sedang ditepuk dengan kekuatan ekstra. Seperti itulah detak jantung wanita cantik yang tak lain adalah Rumanah.
"Siap, Rum. Kau harus siap menghadapi hukuman apa pun dari suamimu. Hmmm, tidak jauh dan tidak salah jika hukumannya adalah U U S.." cerocos Rumanah dalam hati.
Ya, setelah sepuluh menit pasca kepergian Ferhat dan Sandrina. Kini sudah tiba waktunya ia menghadapi suaminya sendirian. Dalam zona tegang itu, Rumanah harus menemui sang suami yang salah paham padanya. Entah salah paham atau dapat memahami istrinya itu, yang jelas saat ini Andre ingin menghukum istri sirrinya itu.
"Sudah aman, tidak ada yang melihat. Sebaiknya aku segera naik," ucap Rumanah dalam hati.
Setelah dirasa aman, wanita cantik itu segera masuk ke dalam lift yang akan mengantarkannya ke lantai lima.
Di dalam kamar, Andre tampak sedang menunggu sang istri yang akan ia hukun semaksimal mungkin.
"Hukuman apa yang tepat untuk istri nakal dan ngeyel seperti dia. Hmmm, sepertinya aku harus memikirkannya sedetail mungkin," ucap Andre sembari menumpangkan dua kakinya pada meja.
Tak berapa lama...
Ting tong!
Terdengar bell berbunyi. Dengan cepat Andre menekan tombol di sebuah remote guna membuka pintu kamarnya itu.
Ssrreeeeeetttttt!!!
Pintu pun terbuka. Rumanah melangkah masuk ke dalam kamar tanpa keraguan. Tentu saja wanita itu sudah siap menerima hukuman apa yang akan suaminya berikan padanya.
__ADS_1
"Akan kuhabisi kau, Annabelle," ucap Andre dalam hati. Dengan cepat ia melangkahkan kakinya menghampiri istrinya.
"Dasar istri nakal! Beraninya kau bermesraan dengan Ferhat di belakangku! Apakah diriku sudah tidak membuatmu bergairah lagi? Apakah diriku sudah tidak tampan dan seksi di matamu? Dasar kau istri tak tahu dirugi!" cicit Andre seraya menarik paksa tangan istrinya lalu menghempaskannya ke atas ranjang.
"Aaaargghh!" Rumanah tampak terhenyak kaget dengan perbuatan suaminya. Sementara sang suami tampak berkacak pinggang dengan sorot mata yang berkilat marah.
"Tak akan kuampuni kau, istri nakal!" omel Andre yang tampak kesal.
"Ampuni saya, Tuan. Saya bisa menjelaskan apa yang terjadi. Anda benar-benar salah paham pada saya, Tuan. Saya tidak bermesraan dengan Ferhat. Saya mohon, dengarkan dulu penjelasan saya!" mohon Rumanah dengan nada yang memelas. Ia tampak berusaha semaksimal mungkin meyakinkan suaminya.
"Tidak bermesraan matamu!? Aku sangat melihat dengan jelas jika Ferhat menghimpit tubuhmu dan mendekatkan wajahnya hendak menciummu! Astaga, aku sungguh akan mengiris bibir kalian berdua jika hal itu benar-benar terjadi!" maki Andre dengan suara yang mendapatkan nada tertinggi.
"Hahhh??" Rumanah tampak membulatkan kedua bola matanya penuh dan sangat terkejut dengan tudingan suaminya.
"Apa? Kau mau mengelak? Coba kau lihat wajahku ini! Masih tampan atau tidak!? Hahhhh???" sungut Andre seraya menggebrak ranjang.
Andre meletakkan kedua tangannya pada kedua pinggangnya. Wajahnya ia buang ke udara.
"Tuan sangat tampan dan seksi. Tidak ada yang mengalahkan ketampanan dan kegagahan suamiku ini," rayu Rumanah sembari membelai lembut dada bidang suaminya.
"Omong kosong!" sungut Andre sembari mendorong tubuh istrinya kembali ke atas ranjang.
"Aaarrgghhh!" kembali Rumanah memekik dan tampak tersentak kaget.
"Kau bilang aku yang paling tampan! Tapi kenapa kau masih berani bermain mata dan tertarik pada pria itu! Apa yang harus aku perbaiki dalam diriku? Aku akan mengoperasi semua apa yang harus aku perbaiki agar kau tetap tertarik padaku!" cicit Andre dengan kekesalannya yang semakin meninggi.
__ADS_1
Rumanah kembali beringsut bangun dan mendekati suaminya. "Tidak, Tuan! Anda benar-benar tampan dan tidak ada yang menandingi. Saya benar-benar tidak tertarik pada pria mana pun selain Anda. Saya mohon, percayalah! Anda suami yang sangat sempurna. Bukan hanya tampan, kaya dan juga gagah. Anda juga memiliki senjata tajam yang tangguh dan perkasa! Saya tidak akan mungkin tertarik pada pria mana pun!" ujar wanita cantik itu yang tampak menekan setiap ucapannya.
Andre terdiam sejenak dan membuang wajahnya ke udara. Sementara Rumanah tampak memeluk manja tubuh suaminya.
"Jangan marah lagi ya, suamiku sayang. Anda hanya salah paham. Sebenarnya tadi—" belum sampai Rumanah menyelesaikan ucapannya, tiba-tiba saja Andre menangkap tangan istrinya lalu memutar tubuh wanita cantik itu.
"Salah paham dalam hal apa, hah?? Kau pikir mataku sudah rabun dan sliweerrrr? Jelas-jelas kau dan Ferhat sangat dekat dan begitu mesra. Saat aku tiba di antara kalian, bisa-bisanya kau berpura-pura seolah-olah tidak terjadi apa-apa!" ucap Andre seraya menahan tangan Rumanah dengan kuat.
"Astaga, tidak seperti itu, Tuan. Sebenarnya, Ferhat sangat kepo dengan urusan saya. Saat saya hendak masuk lift, tiba-tiba saja Ferhat menghampiri saya. Dan, tentu saja saya mengalihkan semuanya. Saat Anda menelpon saya, Ferhat berusaha keras merebut gawai milik saya dan igin tahu siapa yang menghubungi saya. Astaga! Anda benar-benar tidak tahu bagaimana paniknya saya saat itu." Rumanah tampak bicara banyak dan menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.
Andre diam dan mencoba mencerna setiap kata yang keluar dari mulut istrinya. Walaupun ia kesal dan salah paham. Tapi sejujurnya ia percaya jika sang istri tidak mungkin melakukan apa yang sangat ia khawatirkan.
"Tetap saja, aku akan menghukummu, Annabelle!" desis Andre sembari kembali menghempaskan tubuh istrinya ke atas ranjang.
Rumanah memejamkan matanya dan mengampul di atas springbed empuk.
"Jangan, Tuan! Saya 'kan tidak bersalah."Rumanah memutar tubuhnya menhadap sang suami yang sedang membuka baju kaosnya.
"Tapi kau lalai dalam setiap keadaan, Annabelle!" cicit Andre seraya melempar baju kaosnya ke sembarang tempat.
Glek!
Rumanah tampak menelan ludahnya kasar saat menatap tubuh kekar nan seksi milik suaminya.
"Aku tidak akan mengampunimu! Mumpung princess tidak ada di rumah, aku bisa leluasa melakukan apa pun yang aku mau pada dirimu!" ucap Andre.
__ADS_1
"Astaga! Dia benar-benar akan melakukannya. Aaaaaa, semalam kami sudah melakukannya. Bahkan setiap malam aku harus bergelut di atas ranjang dengannya. Dan sekarang, arrgh! Benar-benar!" cicit Rumanah dalam hati.
BERSAMBUNG...