Terjerat Cinta Majikan Duda

Terjerat Cinta Majikan Duda
Maafkan Daddy princess


__ADS_3

Rumanah menundukkan wajahnya yang memerah dan air mata yang sudah membendung di sudut matanya. Gadis desa itu begitu tak ingin mendongakkan wajahnya yang sedang menahan malu dan kesedihan. Para pengunjung yang tidak menyia-nyiakan moment memalukan yang Rumanah alami tampak menatap iba padanya.


Sementara itu Andre tampak mengusap wajahnya kasar dan menatap kesal pada pengasuh putri cantiknya. Ferhat yang hanya diam tampak menatap iba pada Rumanah yang sedang menahan tangis. Dan si cantik Sandrina, tanpa di minta oleh Rumanah gadis kecil itu tampak beranjak dari duduknya lalu mendekati Rumanah dan merangkul pengasuhnya itu.


"Sudahlah bang, jangan seperti itu. Kasihan dia pasti malu pada mereka yang melihatnya. Lagi pula harusnya kau memakluminya, mungkin saja dia memang tidak pernah mskan menggunakan sumpit." ucap Ferhat membela pengasuh keponakannya.


Andre melirikkan matanya ke sana kemari, tentu saja saat itu semu mata menatap ngeri pada dirinya. Dan hal itu benar-benar membuat dirinya malu.


"Lebih baik kita pulang sekarang juga." ucap Andre seraya beranjak dari duduknya.


"Pulang?" Sandrina tampak terperangah kaget.


"Ya." jawab sang Daddy singkat.


"Tapi dewi peri belum selesai makan, Dadd. Princess juga ingin bermain di time zone. Kenapa tiba-tiba Daddy mengajak kami pulang? Jika Daddy ingin pulang, maka silakan pulang duluan. Biarkan princess di sini bersama Uncle dan dewi peri."protes gadis kecil berusia lima tahun itu.


Andre tampak terhenyak kaget mendengar ucapan putri kecilnya, "Princess! Kenapa kau semakin banyak bicara dan semakin menantang Daddymu ini?" Andre tampak setengah menaikkan suaranya.


Rumanah mendongakkan wajahnya lalu menarik tubuh Sandrina hingga duduk di pangkuannya, "Princess, tidak apa-apa malam ini kita tidak usah lama-lama di sini. Sekarang kita pulang saja, dewi peri janji lain kali akan menemani princess bermain di sini lagi sampai puas. Jangan bicara seperti itu pada Daddy." ucap gadis desa itu penuh bijaksana. Sifat keibuannya begitu nampak anggun.


Walau memanyunkan bibirnya dan menekuk wajahnya, Sandrina tetap mengangguk mengiyakan. Sementara Ferhat tampak mengusap wajahnya kasar, ia tidak mengira jika makan malam bersama secara dadakan itu akan serumit ini.


"Baiklah kalau begitu ayo kita pulang sekarang, aku rasa lauk pauk yang ada di sini memang sedang tidak ingin kunikmati sampai habis." ucap Ferhat seraya beranjak dari duduknya.


Rumanah menarik napasnya lalu membuangnya kasar, setelah itu ia pun turut beranjak dari duduknya lalu menggendong Sandrina yang sedang bete.


"Dasar majikan galak. Kenapa dia tidak bisa memahamiku? Kenapa malah Ferhat yang selalu paham pada diriku. Astaga, kalau bukan karena princess ini, sudah pasti aku akan secepatnya kabur dari rumah itu!" ucap Rumanah dalam hati.

__ADS_1


Setelah Andre membayar makanan yang telah mereka pesan, duda tampan itu pun bergegas melangkahkan kakinya menyusul Ferhat dan Rumanah yang berjalan menggandeng Sandrina.


Selama di perjalanan pulang, suasana hening tidak ada yang berbicara. Sandrina yang duduk di belakang bersama Rumanah pun tampak diam tanpa kata. Sementara Rumanah hanya berargumen di dalam hati.


***


"Tidur yang nyenyak ya, sayang. Uncle Fer masih berbincang di luar bersama Daddy." ucap Rumanah seraya mengusap lembut kepala asuhannya.


Sandrina tersenyum seraya mengangguk, "Maafkan Daddy princess ya, dewi peri." ucapnya dengan tatapan yang memelas.


Rumanah tersenyum simpul, "Tidak usah dipikirkan, sayang. Dewi peri baik-baik saja. Apa pun yang Daddy katakan pada dewi peri, pasti akan dewi peri dengarkan. Dan dewi peri sama sekali tidak marah. Sekarang, princess tutup mata dan tidurlah." ujar Rumanah seraya menyuruh asuhannya untuk cepat tidur.


Sandrina pun mengangguk dan memejamkan matanya, menuruti perintah pengasuhnya. Sembari mengusap lembut puncak kepala asuhannya, Rumanah tampak mengingat kembali kejadian beberapa menit yang lalu saat Andre mengatainya kampungan dan memalukan. Sungguh membuat hati gadis desa itu remuk redam.


Sementara itu di luar, Ferhat tampak sedang berbincang dengan mantan abang iparnya. Walaupun pernikahan Kakaknya dengan Andre sudah hancur berantakan, tapi hubungan Ferhat dengan duda tampan itu tetap membaik. Karena Ferhat pun sangat tahu siapa yang salah di antara pernikahan Kakaknya dengan Andre. Tentu saja Ferhat juga sedikit tidak respect pada Kakaknya yang ketahuan berselingkuh di belakang suaminya.


Andre menguyup kopi instan buatan mantan adik iparnya, "Aku muak dengan kekatroannya, Fer. Bagaimana mungkin di dunia ini ada manusia segokil gadis desa itu." jawab Andre.


"Wajar, karena dia terlahir di pedesaan yang mungkin jauh dari keramaian. Dia hanyalah gadis desa yang tidak tahu apa-apa, aku yakin gadis itu tidak pernah makan menggunakan sumpit, maka tak heran jika dia tidak bisa melakukannya." balas Ferhat yang tampak membela Rumanah.


Andre terdiam sejenak, "Memang benar yang kau katakan. Tapi, tetap saja gadis itu membuatku malu." ucap Andre dalam hati.


"Emh, apakah kau mengerti pada ucapan putrimu beberapa jam yang lalu? Dia mengatakan jika ingin memiliki Mommy seperti dewi perinya. Aku rasa gadis kecil itu sedang memberi kode kepadamu agar menikahi gadis desa itu." papar Ferhat yang berhasil membuat Andre jingkat kaget lalu tak lama setelah itu ia tergelak.


"Ha ha ha ha ha!" Andre tertawa terbahak-bahak.


Ferhat tampak mengernyitkan dahinya.

__ADS_1


"Apa kau sudah gila? Kau pikir mataku sudah buta? Ha ha, bagaimana nasibnya para wanita cantik dan seksy yang selalu mengantri untuk mendapatkan cintaku? Ha ha, kau ini. Kalau bicar suka ngawur!" ucap Andre yang tampak masih tertawa.


"Loh, kenapa? Toh saat ini yang kau butuhkan bukan hanya sosok seorang istri, bukan? Tapi juga sosok seorang ibu untuk putri kecilmu itu. Dan kebetulan princess sangat menyayangi Rumanah, pun sebaliknya." ujar Ferhat tetap teguh pendirian.


"Ah sudahlah, jangan memaksaku. Lagi pula, di dalam hatiku sudah ada seorang wanita yang mampu membuatku nyaman. Aku yakin princess pun setuju jika aku menikah dengannya." sanggah Andre sembari mengungkapkan uneg-unegnya.


Ferhat tampak mengerutkan dahinya dan memasang tajam kedua telinganya.


"Tapi sayangnya, wanita itu sedang berusaha menggapai cintanya yang entah siapa." lanjut Andre yang membuat Ferhat semakin penasaran.


"Siapa wanita itu?" selidik Ferhat.


"Hm, bukan siapa-siapa. Dia hanya wanita tangguh, smart, cantik dan menarik. Wanita yang sudah bertahun-tahun lamanya mengabdi padaku dan perusahaanku." ungkap Andre yang masih menyembunyikan sebuah nama.


Ferhat tampak membulatkan kedua bola matanya penuh, kali ini lelaki tampan itu tampak sudah memahami ucapan mantan Abang iparnya, "Meliza kah wanita itu?" tebaknya tepat sasaran.


Andre menolehkan wajahnya pada Ferhat dan menganggukkan kepalanya.


"Astaga," desis Ferhat yang tampak terkejut.


"Why?" tanya Andre.


"Itu artinya apa yang Kak Luna katakan tentang kalian.." belum sampai Ferhat menyelesaikan ucapannya, dengan cepat Andre menyelanya.


"Itu tidak benar. Kau jangan salah sangka padaku. Sebenarnya baru beberapa minggu yang lalu aku menyadari perasaanku pada sekretarisku itu." sanggah Andre menyela ucapan mantan adik iparnya.


Ferhat terdiam dan mencoba mempercayai ucapan mantan Abang iparnya. Sementara itu, di jarak yang tak jauh dari mereka. Seorang wanita tampak sedang menahan sesak di dadanya saat mengetahui siapa wanita yang menetap di hati Andre.

__ADS_1


***


__ADS_2