Terjerat Cinta Majikan Duda

Terjerat Cinta Majikan Duda
Apakah kau terkejut?


__ADS_3

"Apa yang Ferhat lakukan pada istrku? Kenapa Annabelle ada bersamanya? Astaga, awas saja jika bocah itu berani menyentuh atau macam-macam pada istriku!" cicit Andre yang tampak menekan setiap ucapannya.


Pria tampan itu begitu terkejut saat mendengar ucapan Ferhat tadi. Ya, bagaimana bisa sang istri yang beberapa menit yang lalu bersama dirinya, kini sedang bersama adik mantan istrinya. Tentu saja hal itu membuat Andre bertanya-tanya.


"Tapi, kenapa Ferhat menelponku? Dan, dari mana dia tahu jika Annabelle pergi bersamaku? Apakah ... Annabelle sendiri yang mengatakannya? Astaga," cerocos Andre dalam hati. Ia benar-benar bertanya-tanya pada dirinya sendiri.


Tak ingin ambil pusing, akhirnya Andre pun bergegas menancap gas mobilnya. Memecah jalanan ibu kota yang sudah sering ia lewati. Tak ada tujuan lain selain Jalan Rajawali dan toko buku. Di sanalah keberadaan sang istri tercintanya.


Di depan toko buku, Rumanah dan Ferhat masih duduk berdua di bangku panjang. Keduanya tampak fokus menatap jalanan yang mulai menyepi.


"Setelah kuperhatikan, kau semakin berubah, Rumrum," ucap Ferhat memecah keheningan di antara mereka berdua.


Rumanah menolehkan wajahnya dan menatap datar pada pria di sampingnya itu. "Berubah? Apa maksudmu, Fer?" tanyanya kurang mengerti.


Ferhat tersenyum kecil seraya mengedarkan pandangnnya menyapu seluruh tubuh Rumanah. Dan, hal itu membuat Rumanah sedikit merasa risih.


"Apa yang kau pikirkan, Ferhat? Jangan menatapku seperti itu!" tegur Rumanah seraya memalingkan wajahnya ke samping.


Ferhat terkekeh. "Jutek dan galaknya tidak berubah. Tapi, gaya dan penampilannya berubah lima ratus derajat dari sebelumnya. Asli, ini nyata!" ungkapnya penuh sindiran.


Rumanah tampak terdiam dan menggaruk pelipisnya yang sama sekali tidak terasa gatal.


"Apakah Bang Andre yang membelikanmu baju dan sepatu yang kau pakai ini?" tanya Ferhat penuh selidik.


Rumanah tampak membulatkan kedua bola matanya penuh dan mulai terlihat gelisah. "Apa lagi yang kau pikirkan, Ferfer? Oh iya, setelah kupikir-pikir, semakin hari ... kau pun semakin berubah, Ferfer." selorohnya.


"Berubah? Apanya?" tanya Ferhat tak mengerti.


"Kau berubah menjadi kepo-kers!" semprot Rumanah seraya memutar bola matanya malas.


"Ha ha ha! Tadinya aku ingin jadi Jokers, tapi ... aku gak lulus. Akhirnya jadi kepo-kers saja. Ha ha ha!" balas Ferhat disertai tawa ngakaknya.


"Cih, banyak guuaaya!" desis Rumanah.


Ferhat hanya terkekeh. Sebenarnya ia hanya menghibur Rumanah yang sedang panik dan ketakutan. Dengan begitu, Rumanah sedikit merasa tenang dan terhibur.

__ADS_1


Dalam waktu yang bersamaan, sebuah mobil sport warna hitam berhenti di belakang mobil Ferhat. Hal itu membuat Rumanah dan Ferhat menolehkan wajah dan menatap fokus pada mobil yang sudah tak asing lagi bagi mereka.


Jebredd!


Andre membanting kasar pintu mobilnya. Dengan cepat ia berlari menghampiri Ferhat dan Rumanah.


"Tuaaaan!" Rumanah yang menyadari kedatangan suaminya tampak antusias dan begitu sumringah. Tanpa pikir panjang ia pun berlari dan memeluk hangat tubuh suaminya.


"Ya Tuhan, apa yang terjadi padamu. Kenapa kau bisa berada di sini bersama Ferhat? Kau benar-benar membuatku cemas," ucap Andre dengan suara yang berat dan begitu cemas. Dengan lembut ia mengusap puncak kepala istrinya.


Melihat hal itu, membuat Ferhat mengerti dan tak penasaran lagi. Kini ia sudah yakin dan melihat sendiri jika Andre dan Rumanah memang memiliki hubungan.


"Aku tidak sengaja bertemu dengannya, Bang." Ferhat berkata sembari bangkit dari duduknya.


Rumanah dan Andre tampak terjingkat kaget dan tiba-tiba tersadar dengan apa yang sedang mereka lakukan. Dengan cepat keduanya saling melepaskan pelukan mereka.


"Ah iya, aku sangat heran dan bertanya-tanya, kenapa tiba-tiba kalian bisa bersama," ucap Andre dengan ekspresi yang sedikit terlihat gugup.


Ferhat tersenyum. "Kau bisa tanyakan padanya, Bang. Kuharap kau tidak salah sangka padaku," jawabnya.


"Sebenarnya tadi ada orang jahat yang mengejar saya, Tuan. Kebetulan tidak sengaja Ferhat berada di sana, dan dia menyelamatkan saya," terang Rumanah menjelaskan.


Andre menghela napas panjang dan membuangnya berat. "Maafkan aku, Annabelle. Semestinya aku tidak meninggalkanmu di sana," ucapnya seraya memeluk hangat tubuh istri cantiknya itu.


Rumanah tampak terjingkat kaget dan sedikit canggung. Namun, Andre tetap memeluk erat tubuh mungil istrinya itu. Sepertinya dia memang sudah tidak peduli lagi dengan siapa pun. Mungkin saja pria itu akan mengungkap pernikahannya saat ini juga pada Ferhat.


"Tidak apa-apa, Tuan. Saya baik-baik saja," balas Rumanah seraya menyandarkan kepalanya pada dada bidang suaminya.


"Kalian berdua, ha ha ha. Menarik sekali!" ucap Ferhat dalam hati.


Rumanah melepaskan pelukannya. Melirikkan matanya pada Ferhat yang pura-pura tidak melihat apa-apa.


"Ferhat, terima kasih karena sudah menyelamatkanku." Rumanah berkata sembari memainkan jari jemarinya mencoba bersikap santai.


Ferhat tersenyum serta mengangguk. "Santai saja, Rumrum. Aku melakukan apa yang harus aku lakukan," jawabnya.

__ADS_1


"Emh, sepertinya kita perlu bicara, Fer," timpal Andre seraya melangkahkan kakinya mendekati mantan adik iparnya itu.


"Tentu saja, Bang. Kau belum menjelaskan hubunganmu dengan gadis desa ini, bukan?" sindir Ferhat sembari melirikkan matanya pada Rumanah.


Rumanah tampak tersentak kaget dan membulatkan kedua bola matanya penuh. Sementara Andre tampak bersikap santai dan siap menjelaskan hubungannya dengan Rumanah.


"Ya, itu yang harus kujelaskan padamu. Berhubung kau melihat apa yang terjadi padaku dengan Rumanah, jadi aku rasa sudah saatnya aku mengungkap pernikahanku dengan wanita ini," papar Andre yang berhasil membuat Ferhat terbelalak kaget.


"Whaaattt??? Pernikahan?" Ferhat tampak membulatkan kedua bola matanya penuh dan begitu terkejut mendengar pengakuan Andre.


Andre mengangguk. "Aku sudah menikahi Rumanah beberapa minggu yang lalu. Tapi, kami menikah secara sirri," ungkapnya.


Ferhat benar-benar tidak menyangka dan sedikit tidak percaya dengan pengakuan mantan Abang iparnya itu. Namun, walaupun begitu, ia tetap harus menerima kenyataan yang sedikit mengejutkan itu.


"Kau pasti terkejut mendengar hal ini, Ferfer," ucap Rumanah seraya melangkah maju mendekati kedua pria itu. "Nyatanya, aku sendiri pun sangat terkejut saat Tuan Andre ingin menikahiku," lanjutnya seraya merangkul manja lengan suami tampannya.


Andre tersenyum hangat seraya mengusap lembut wajah cantik istrinya.


"Ha ha ha, tidak tidak. Aku tidak terkejut, Rumrum. Wajar saja Bang Andre tertarik padamu, karena ... kau memang berwajah cantik dan menarik. He he he," jawab Ferhat seraya melirikkan matanya pada Andre yang menatapnya tajam.


Rumanah terkekeh kecil. "Kau memujiku karena saat ini aku menjadi istri mantan kakak iparmu ini, bukan? Ck, dasar!" decaknya.


"Haha, tentu saja tidak, Rumrum. Karena kau memang cantik, sudah kubilang jika kau semakin berubah dari hari ke hari." Ferhat berkilah dan mengakui kecantikan Rumanah.


"Berani kau memperhatikan istriku, Ferhat!" sembur Andre yang tampak menatap tajam pada mantan adik iparnya itu.


"Ha ha ha, sorry! Aku hanya berkata jujur," ucap Ferhat yang tampak senang menggoda mantan Abang iparnya itu.


"Dasar kau!" desis Andre seraya meninju kecil perut mantan adik iparnya itu.


"Aauwwh!" ringis Ferhat seraya memegangi perutnya.


"Sudah sudah sudah, jangan bertengkar. Lagipula, saya memang cantik 'kan, Tuan?" sela Rumanah seraya menatap manja wajah tampan suaminya.


"Tentu saja, darling. Kau wanita tercantik di dunia ini. Muacch!" jawab Andre yang kemudian mengecup lembut puncak kepala istri cantiknya itu.

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2