Terjerat Cinta Majikan Duda

Terjerat Cinta Majikan Duda
Digigit serigala tampan


__ADS_3

__________________________________________


Andre mengusap lembut wajah cantik istrinya. Senyuman hangat selalu terpancar dari wajah tampannya. Tak ada lagi keraguan dalam jiwanya. Wanita cantik yang sedang berbaring dalam kungkungannya akan menjadi pendamping hidupnya untuk selama-lamanya.


"Kau sangat cantik, Annabelle. Dari mana kau dapatkan kecantikanmu ini?" ucap Andre dengan suara yang lembut. Jari jemarinya masih bermain pada wajah cantik istrinya.


Rumanah memalingkan wajahnya yang bersemu merah karena malu dan salah tingkah. Sejujurnya ia sangat gugup setiap kali sang suami menatapnya seperti itu.


"Tentu saja dari Tuhan Yang Maha Pencipta, Tuan," jawab Rumanah seraya tersenyum tipis.


Andre tersenyum lantas menggerakkan tangannya pada daster tiedy yang istrinya kenakan. Dengan pelan ia melepas kancing daster yang berjumlah empat biji.


"Benar. Tapi, di antara kedua orang tuamu, siapa yang paling mencolok?" selidik Andre sembari tiada henti menggerakkan tangannya. Memegang, menyentuh, meraba, dan membelai apa saja yang menurutnya enak untuk dinikmati.


"Emmmh." Rumanah memejamkan mata dan sedikit menggelinjang saat sang suami menyapu telinganya dengan bibir dan lidahnya. Tentu saja rasa geli menghampirinya. "Keduanya sama-sama memiliki keistimewaan." jawabnya dengan suara yang berat.

__ADS_1


Andre terdiam dan mencerna jawaban yang keluar dari mulut istrinya. Sejujurnya ia sangat penasaran dengan keluarga istrinya. Ia sangat penasaran siapa dan di mana sebenarnya orang tua istrinya itu.


"Mungkin, sebentar lagi aku akan mengetahuinya dari Leo. Semoga saja dia bekerja dengan baik dan benar," ucap Andre dalam hati.


"Tuan, apakah ... kedua orang tua Anda bisa menerima saya sebagai menantu mereka? Saya takut mereka tidak merestui kita," ucap Rumanah dengan tatapan penuh harap.


Andre menyunggingkan senyuman manisnya. Padahal, ia sendiri belum sampai memikirkan hal ini. Tapi, ia tahu bagaimana kedua orang tuanya.


"Tenang saja, darling. Kedua orang tuaku bukan orang tua yang senang mencampuri urusan putranya. Mereka selalu menghargai apa yang menjadi pilihanku. Jangan khawatir, mereka pasti senang memiliki menantu seperti dirimu, sayang." jawab Andre dengan suara yang lembut dan menenangkan. Dengan lembut pula ia mengusap puncak kepala istrinya.


Rumanah mengangguk dan tersenyum lega. Tentu saja ia pun sangat berharap kedua orang tua suaminya dapat menerimanya dengan lapang dada.


"Ya, itu dengan kedua orang tuaku. Lalu, bagaimana dengan kedua orang tuamu?" desak Andre yang berhasil membuat Rumanah terhenyak kaget.


Rumanah terdiam dan tampak sedang berpikir keras. "Waduh, bagaimana ini? Apa yang harus aku katakan? Sementara, aku sendiri tidak tahu apa yang akan kedua orang tuaku lakukan saat tahu aku telah menikah dengan pria ini," ucapnya dalam hati.

__ADS_1


"Kenapa dia diam dan seperti sedang kebingungan? Aku jadi semakin curiga," ucap Andre dalam hati.


Rumanah masih terdiam dan kini ekspresinya berubah tegang. Sementara sang suami tampak sedang melepaskan daster yang Rumanah kenakan.


"Kenapa kau diam, darling? Bagaimana dengan kedua orang tuamu? Apakah mereka akan menerimaku sebagai menantu mereka?" desak Andre.


"Emmhh!" Rumanah sejujurnya ia sangat bingung harus mejawab apa.


"Eemmhhh!"


Cupp!


Andre melepaskan ciumannya. Dan seketika Rumanah membuka matanya.


"Apakah kedua orang tuamu akan merestui pernikahan kita?" kembali Andre mendesak. Sesekali ia menghujani leher istrinya dengan ciumannya.

__ADS_1


"Eemmmh! Tentu saja, Tuan. Me–mereka pasti akan merestui kita"


BERSAMBUNG...


__ADS_2