
Masih di dalam ruang operasi..
Andre memejamkan matanya berkali-kali. Seolah tak sanggup ia melihat apa yang ada di hadapannya saat ini. Sementara Rumanah pun nampak deg-degan dan gemetar menahan takut dan malu. Sungguh pengalaman yang memalukan!
"Oke, Ndre. Sedikit lagi, kau harus bisa menela*njagi gadis desa ini. Aku yakin tubuhnya sangat indah dan menggemaskan. Ck, apa yang aku pikirkan, kenapa aku rakus begini." celoteh Andre dalam hati.
"Kenapa lama sekali sii, duh! Kok aku jadi kayak orang bodoh begini siii." Rumanah pun turut mengoceh dalam hatinya.
Andre menarik napasnya lalu membuangnya perlahan. Kemudian ia mulai fokus melihat apa yang ada di hadapannya. Tangannya semakin gemetar, paha putih mulus tanpa cacat itu benar-benar membuat air liurnya hampir saja tumpah menyebrangi bibir bawahnya.
"Astaga, gawat ini. Sebaiknya aku harus bergegas," ucap Andre dalam hati.
Andre kembali menurunkan CD yang menutupi mis vags mungil milik gadis desa itu. Jantungnya benar-benar berirama dan berdetak seratus kali lebih cepat dari biasanya.
Deggggg!!!!!
Gundukan mungil itu benar-benar menggemaskan. Putih mulus dihiasi rumput hitam yang halus dan nyaris tidak panjang. Nampaknya gadis desa itu rajin merawat kewanitaannya. Jika dibandingkan dengan milik Luna yang tidak semungil milik Rumanah, Andre lebih terpukau pada keelokan milik gadis desa itu.
Namun, bukan soal milik siapa yang lebih elok saat ini. Tetapi, masalahnya Andre harus bergegas dan menahan amukan adik kecilnya yang sepertinya sudah mulai berdiri dan gagah perkasa.
"Argh, sial." desis Andre seraya menurunkan CD Rumanah dengan kasar. Kini, gundukan mungil itu sudah terlihat keseluruhannya. Dan hal itu benar-benar membuat duda tampan itu terpaku dan terpukau.
"Woaaaaaahhhh!" duda tampan itu memelototkan kedua bola matanya. Pemandangan indah itu mampu membuatnya terpana dan terpesona.
"Astaga, cepat pakaikan baju operasi itu pada saya, Tuan." pinta Rumanah yang sudah sangat malu karena kini dirinya benar-benar tela*njang bulat di hadapan majikan galaknya.
Andre menggeleng, matanya kini masih memandangi setiap inci kulit tubuh pengasuh putrinya itu. Dan hal itu benar-benar membuat Rumanah bergidik ngeri.
"Tuan, Anda sudah berjanji tidak akan macam-macam pada saya. Sekarang cepat pakaikan baju operasi itu!" kali ini Rumanah bicara dengan suara yang gemetar menahan takut.
"Tunggu sebentar, Annabelle. Aku rasaβ" Andre nampak menggantung ucapannya saat tiba-tiba...
"Dor dor dor dor dor dor!" terdengar seseorang menggedor pintu ruangan ganti itu.
__ADS_1
Tentu saja hal itu membuat Rumanah terkejut dan sangat panik.
"Aaaaaaaaaaa!!! Bagaimana ini, jangan masuuuuukkkk!!!!" pekik gadis desa itu yang nampak panik dan ketakutan. Tentu saja Rumanah takut seseorang masuk tanpa izin, sementara dirinya tak berdaya dan sedang bertela*njang bulat.
"Sialan, mengejutkan saja!" desis Andre kesal. "Kau tenang, Annabelle. Aku akan menghampirinya." ucap Andre yang kemudian melangkahkan kakinya.
"Jangan buka lebar-lebar, Tuan." teriak Rumanah panik.
"Tenang saja." jawab Andre.
Rumanah pun bergegas memojokkan dirinya. Sialnya, tidak ada tempat duduk di dalam ruang ganti itu. Kursi panjangnya ada di depan ruang ganti, dan hal itu benar-benar membuat Rumanah semakin tersiksa.
"Haaaah, aku ingin sekali menangis. Huwaaaa!!" ucap Rumanah seraya membuang wajahnya ke langit-langit ruang ganti itu.
"Ada apa?" tanya Andre pada seorang perawat laki-laki yang sedari tadi mengganggu hidupnya.
"Astaga, apa yang kalian lakukan di dalam, Pak Andre? Ini sudah lewat dari lima menit. Dokter sudah lelah menunggu di ruangan operasi. Ck, benar-benar memuakkan. Dan,mana pasiennya itu, apakah sudah selesai memakai baju operasinya." celoteh si perawat laki-laki yang cerewet itu. Ia nampak melirikkan matanya dan hendak masuk ke dalam ruang ganti itu, namun dengan cepat Andre menghalanginya.
"Ah, sudah kau tunggu saja di sini. Sebentar lagi aku akan mengantar pasien operasi ke dalam ruangan operasi. Jangan banyak bicara dan," Andre memelotokan kedua bola matanya. "Bye!" lanjutnya seraya menutup pintu ruangan ganti itu dengan sangat kuat.
"Hah, seram sekali." desis si perawat laki-laki itu.
Andre mengunci pintu ruangan ganti dan kembali melangkahkan kakinya menghampiri Rumanah yang sedang ketakutan. Nampaknya gadis desa itu kini sedang menangis kecil tanpa suara.
"Keee kenapa dikunci, Tuan?" tanya Rumanah dengan suara yang bergetar akibat menangis.
Andre mengerutkan dahinya. "Kenapa kau menangis, Annabelle?" tanyanya penasaran.
Rumanah mendelikkan matanya. "Saaa saya.." gadis desa itu nampak gugup dan gerogi saat Andre mendekatinya dengan tatapan penuh *****. "Jangan macam-macam pada saya, Tuan. Tuan sudah berjanji untuk tidak melakukan apa pun!" ucap gadis desa itu yang nampak menekan setiap ucapannya.
Andre mengerjapkan matanya dan mengusap wajahnya kasar. "Ck, apa yang kau pikirkan? Tidak usah sok cantik, Annabelle. Sekarang cepat berbalik dan aku akan memakaikan baju operasi ini," tegas Andre penuh penekanan.
"Hah? Kenapa harus berbalik, Tuan?" tanya Rumanah yang nampak tidak mengerti.
__ADS_1
"Ck, jangan banyak tanya dan cepatlah!" decak duda tampan itu yang kian memaksa.
Rumanah mengerlingkan matanya dan membuang napasnya kasar. Tanpa pikir panjang ia pun membalikkan badannya menghadap dinding. Tentu saja kali ini Andre melihat bagian belakang tubuh gadis desa itu.
"Woaaaaaaahh, perfecto!" bisiknya yang nampak lembali terpukau pada keindahan tubuh gadis berusia sembilan belas tahun itu.
"Tuan, cepat pakaikan baju operasi itu. Jika begini caranya, kemungkinan besar operasinya tidak akan dilakukan." ucap Rumanah yang nampak kian gusar dan tegang.
"Aku seperti orang bodoh dan gila! Aku ini wanita normal dan sudah besar. Ya Tuhan, rugi sekali kalau aku tidak mendapatkan majikan galak ini. Rugi sekali kalau aku tidak menikah dengan majikan galak yang mata keranjang ini. Dia sudah menjilati seluruh tubuhku dengan kedua manik matanya. Astaga, dendam aku padamu, Tuan!" celoteh Rumanah dalam hati.
Andre menyapu setiap inci kulit tubuh pengasuh putri cantiknya itu. Dari ujung kaki hingga ujung kepala, gadis desa itu benar-benar putih mulus tanpa noda. Dan kini, bokong seksi yang bulat dan montok itu mampu membuat Andre kembali terpukau.
"Gila, kenapa gadis desa ini mampu mengalahkan keindahan Luna. Rasanya gue lebih tertarik pada gadis muda seperti dia. Sepertinya lebih lezat dan menggemaskan." ucap Andre dalam hati.
Rumanah membalikkan badannya menghadap majikan galaknya. "Tuan, sudah cukup memandangi tubuh saya. Sebaiknya sekarang pakaikan baju operasi itu. Saya sudah tidak tahan ingin pulang dari sini, saya sangat merindukan princess." ucap Rumanah yang berhasil membuat Andre terhenyak kaget.
"Hah, tahu dari mana dia kalau gue liatin tubuhnya." ucap Andre dalam hati.
"Sekalian saja gue ceplosin, gue juga tidak sepolos yang loe kira, majikan galak!" sungut Rumanah dalam hati.
Andre mengusap wajahnya kasar. "Jangan gila! Kamu bukan tipeku. Diam dan aku akan memakaikan baju operasi ini." ucap Andre yang kini nampak menatap sangar pada Rumanah.
Rumanah hanya mendelikkan matanya dan membuang napasnya kasar. Walaupun majikan galaknya mengelak, tapi dia akan tetap dendam pada majikan galaknya itu. Hanya majikan galaknya yang pertama kali melihat seluruh tubuhnya.
***
Dasar duda galak gak ngaku dan gak tahu malu ya. Hi hi hi. Bay the way, jangan lupa like dan coment ya, dears. πππ
#Majikan Galak (Andre)
Dah cocok belum yee???π
__ADS_1