Terjerat Cinta Majikan Duda

Terjerat Cinta Majikan Duda
Sebuah jawaban


__ADS_3

Tiga hari sudah Rumanah berada dalam penculikan si joker. Para keluarga sudah mencarinya ke mana-mana. Tapi hasilnya nihil. Bahkan tiga pasukan pemberani yaitu Ferhat, Mami Purwati dan Papi Dargono pun salah sasaran.


Rupa-rupanya, bukan Dimas yang telah menculik Rumanah. Tapi, orang lain! Dan, sampai saat ini mereka semua tidak tahu siapa orang itu.


Mengapa sulit sekali mencari keberadaan si Bunda? Bahkan polisi yang telah Andre perintahkan untuk mencari Rumanah pun tak dapat menemukan. Dan Andre, pria tampan itu sudah dua hari belakangan tak pulang ke rumah. Sandrina yang cemas, kerap kali menangis dan memaksa pada sang pengasuh untuk turut mencari Bundanya itu.


Lantas, di manakah kini sang wanita kuat dan hebat yang begitu disayangi oleh penduduk rumah mewah milik Andre?


"Daddy! Pulang hari ini! Princess ingin mencari Bunda! Hiks hiks hiks!" paksa si cantik Sandrina yang tampak menangis. Ia menelepon sang Daddy yang kabarnya sedang mencari sosok wanita yang menjadi ratu di hatinya.


"Ya, princess sayang. Daddy pasti pulang. Tapi ... tunggu sampai Bunda ketemu dulu, ya!" jawab Andre di seberang sana.


Sandrina semakin merengut dan menangis terisak-isak. Ia begitu merindukan Bundanya yang entah berada di mana.


"Sudah, princess sayang. Jangan menangis lagi, ya. Sabar saja! Kita tunggu Daddy di sini, ya. Daddy pasti bisa menemukan Bunda," ucap Mami Purwati mencoba menenangkan cucu satu-satunya itu.


Sandrina tak menjawab. Ia hanya menangis tak tertahankan. Dan Mami Purwati tampak bingung melihat cucunya yang tak henti menangis.


❤️


❤️


❤️


Andre mendatangi putrinya di pagi hari. Tak tahan ia mendengar tangisan putrinya di telepon.


"Princess sayang!" panggil pria tampan itu sembari membuka pintu kamar putrinya.


Sang putri mahkota itu tampak masih terpejam ditemani oleh Omma nya. Namun, pada saat ia mendengar suara Daddy nya. Dengan cepat gadis kecil itu membuka mata,menoleh dan memasang alat pendengarannya dengan jeli dan tajam.


"What happened, princess?" tanya Mami Purwati yang kebangun karena princess tiba-tiba beringsek.


"Daddyyyyyyyy!" teriak gadis kecil yang tampan sumringah melihat Daddynya.


Andre tersenyum, dengan cepat ia melangkahkan kakinya mendekati sang putri yang begitu ceria melihat kedatangannya.


"Ya Tuhan, putraku!" gumam Mami Purwati seraya beringsek bangun dari tidurnya.


Andre memeluk putri kecilnya itu. Betapa rindunya ia pada putri mahkotanya. Pasalnya, beberapa hari ini ia tidak pulang karena sibuk mencari istrinya.


"Apa kabarmu, sayang?Daddy kangen banget sama Princess," ucap Andre seraya mengusap lembut puncak kepala putrinya.


"Princess tidak baik-baik saja. Princess kangen sama Bunda, kangen sama Daddy. Princess sedih karena Bunda belum juga kembali," rajuk gadis kecil itu yang tampak menekan setiap ucapannya.


Andre tersenyum kecil lantas mengecup manis puncak kepala putrinya itu.


"Setiap menit dia menangis. Kami sangat kehilangan cara untuk membuatnya berhenti menangis," adu Mami Purwati sambil menurunkan kakinya dari ranjang.


"Ya Tuhan! Kasihan sekali putriku ini." Andre memeluk erat dan hangat putri kecilnya itu.


"Daddy! Kapan Daddy akan temukan Bunda? Princess ingin Bunda kembali," rengek Sandrina dengan ekspresi sedihnya.

__ADS_1


Andre menarik napasnya dalam lalu membuangnya berat. Betapa ibanya ia melihat kesedihan putrinya itu.


"Kau belum menemukan tanda-tandanya?" tanya Mami Purwati penuh selidik.


Andre menggeleng kecil, "Ini sulit sekali, Mam. Tapi, sampai ke ujung dunia pun Andre pasti akan mencari keberadaan menantu Mami. Pokoknya kalian tenang saja, ya. Setelah ini pun kami akan mencarinya lagi," ucapnya dengan tatapan beratnya.


"Princess ingin Bunda pulang hari ini juga!" pinta gadis kecil itu yang tampak memaksa.


Andre mengangguk lantas tersenyum, "Daddy janji!" ucapnya penuh percaya diri.


"Sekarang kau akan pergi mencarinya ke mana? Mami khawatir Rumanah dibawa ke luar negeri," desis Mami Purwati yang tampak cemas.


"Mami tenang, ya. Dan, kalian tidak beritahu Maae dan Phoo, 'kan?" tanya Andre.


"Tidak. Kami tidak ingin mereka khawatir. Lagipula mereka baru pulang beberapa hari yang lalu," jawab Mami Purwati.


Andre mengangguk, "Ya sudah. Kalau begitu Andre sekarang mau jalan lagi, ya. Mau berusaha mencari istri Andre," ucapnya minta izin.


Mami Purwati mengangguk mengiyakan.


"Daddy, jangan lama-lama, ya. Pokoknya princess mau Bunda pulang hari ini," desak si cantik Sandrina.


Andre mengangguk, "Tenang saja, sayang. Daddy janji!" jawabnya.


Sandrina mengangguk. Ia dapat mengerti setelah sang Daddy membujuk dan berjanji padanya. Sehingga sang Daddy bisa langsung pergi lagi untuk mencari Bundanya.


🧚


🧚


🧚


"Sampai kapan pria misterius itu mengurungku seperti ini. Ya Tuhan! Aku merindukan suamiku. Tapi ... mengapa aku merasa jika suamiku selalu berada di dekatku? Apa karena jauh di mana tapi dekat di hati? Benarkah seperti itu?" gumam Rumanah yang tampak galau.


Selama ia berada di dalam kurungan si Joker. Rumanah sangat rajin makan. Sebab, setiap detik para anak buah Joker itu mengantarkan makanan ke dalam kamarnya. Dan lagipula, tak ada yang bisa ia lakukan selain makan, tidur, mandi, dan boker.


Ceklek!


Terdengar suara pintu terbuka. Dengan cepat Rumanah menolehkan wajahnya.


"Selamat siang, Nona!" sapa seorang anak buah Joker.


"Hm," sahut Rumanah malas-malas.


"Bos kami meminta Anda untuk siap-siap," ucap anak buah Joker yang berhasil membuat Rumanah tak mengerti.


"Siap-siap ke mana?" tanya Rumanah.


"Tidak ke mana-mana. Hanya jalan-jalan saja. Oh ya, Anda harus memakai baju ini," jawab si pria itu sembari memberikan gaun hitam bling-bling.


Rumanah tampak membulatkan kedua bola matanya penuh, "Aku tidak mau!" tolaknya.

__ADS_1


"Anda harus mau! Bos kami sudah menunggu. Jika Anda ingin tahu ... bos kami akan membawa Anda ke luar negeri," tegas pria itu.


Rumanah tampak tersentak kaget mendengar ucapan si pria, "Jangan ngawur! Aku sungguh tidak sudi!" ujarnya penuh penolakan.


Si pria berseringai, "Anda tidak bisa menolak. Jika tidak mau mengganti pakaian Anda, maka kami yang akan menggantikan pakaiannya yang melekat di tubuh Anda itu.


Rumanah membulatkan matanya kesal, "Gila!" umpatnya sambil melempar bantal sofa pada pria itu.


"Ya sudah, cepat pakai baju ini. Pukul empat tepat kami akan membawa Anda menemui bos kami," ujar si pria yang kemudian keluar dari kamar itu tanpa disuruh.


Rumanah menghela napas panjang lalu membuangnya kasar, "Sialan! Dia pikir bosnya siapa? Orang penting sedunia? Astaga! Jadi, apa yang harus aku lakukan sekarang?" desisnya yang tampak kesal dan bingung.


Entah apa yang akan dilakukan oleh si Joker. Yang pasti, Rumanah sangat cemas dan takut. Takut ia tak akan dapat lagi bertemu dengan suami, anak dan orang tuanya.


🔥🔥🔥


Ddrrrttt....


Getar di gawai Ferhat berhasil membuat pria tampan itu menoleh. Ia yang sedang bekerja tampak berhenti sejenak. Meraih gawainya lalu membuka pesan yang masuk.


"What?" desis pria tampan itu yang tampak terkejut melihat pesan yang masuk ke dalam gawainya.


Jika kau ingin melihat wanita ini lagi. Maka kau harus membawa uang sebesar 1 miliar padaku. Aku tunggu nanti malam pukul tujuh di pelabuhan kepala buntung.


Seperti itu pesan yang dikirim oleh nomor baru. Beserta foto Rumanah pun ada di pesan itu. Tentu saja Ferhat tampak panik, bingung dan juga antusias karena kini sudah terlihat jalan untuk menemukan Rumanah.


"Aku harus menghubungi Bang Andre," ucap pria tampan itu seraya mengalihkan hatinya mencari kontak mantan kakak iparnya itu.


Namun, ternyata nomor Andre sedang tidak aktif. Mungkin itu karena Andre sibuk mencari Rumanah sehingga tak mempedulikan gawainya.


"Astaga! Dia tidak aktif. Kalau begitu aku hubungi Omma saja," desis pria tampan itu yang kini beralih mencari kontak Mami Purwati.


Namun, belum sampai ia menekan tombol panggil. Tiba-tiba saja sebuah telepon masuk dan ternyata dari Mami Purwati. Kebetulan sekali, pikir Ferhat.


"Hallo, Omma!" sapa Ferhat.


"Ferhat! Kau di mana sekarang? Bisakah ke rumah saat ini juga? Ini begitu penting," terdengar suara cemas dan panik dari sosok Mami Purwati.


"I–iya, Omma. Ferhat segera ke sana," jawab Ferhat.


Setelah sambungan telepon terputus, Ferhat pun bergegas meluncur ke kediaman Andre. Tentunya ia sangat semangat karena telah mendapat kabar dari seseorang. Tapi, harus membawa uang 1 miliar. Tidak apalah, ia punya uang sebanyak itu mah.


"Omma, ada apa?" tanya Ferhat saat ia sudah berada di kediaman Andre.


"Omma mendapat pesan dari—" belum sampai Mami Purwati menyelesaikan ucapannya, dengan cepat Ferhat menyelanya.


"Dari penculik!" tebak Ferhat tepat sasaran.


"Benar! Kenapa kau bisa tahu? Kau juga mendapat pesan?" tanya Mami Purwati penasaran.


"Tepat! Sepertinya ini memang sebuah jawaban. " Ferhat berkata dengan wajah yang sumringah.

__ADS_1


Guys, maaf ya othor batu update lagi. Menjelang End~


BERSAMBUNG...


__ADS_2