Terjerat Cinta Majikan Duda

Terjerat Cinta Majikan Duda
Apa yang aku pikirkan?


__ADS_3

Andre menatap tajam dan penuh kemarahan pada istrinya yang sedang dalam zona ketegangan. Hatinya terasa panas dan dadanya terasa sesak. Ingin rasanya ia merontokkan gigi-gigi pria yang berani mendekati wanita miliknya.


"Ini yang kau bilang kakak beradik? Apakah ini alasanmu tetap kekeh ingin dekat dengan pria ini? Kau, benar-benar membuat hatiku hancur!" ucap Andre dalam hati.


"Lihat, wajahnya begitu merah padam dan nampak jelas.kemarahan di matanya. Apakah benar dugaanku, mereka berdua menjalin hubungan spesial?" ucap Ferhat dalam hati.


Diam-diam Ferhat memperhatikan tingkah dan ekspresi wajah Andre dan Rumanah. Ya, ia kini dapat menyimpulkan jika dua orang di hadapannya itu sedang menjalin hubungan yang spesial.


"Kumohon jangan salah paham! Astaga, apa yang harus aku lakukan agar dia tidak marah?" ucap Rumanah dalam hati.


Andre menarik napasnya dalam dan membuangnya kasar. "Kalian berdua," ucapnya sembari menatap bergantian pada Rumanah dan Ferhat.


Rumanah menatap hampa dan penuh harap pada suaminya. Ia sangat berharap sang suami tidak marah padanya.


"Kalian berdua sangat menjijikan!" ucap Andre dengan tatapan penuh kemarahan.


Deggg!!!


Rumanah tampak terjingkat kaget mendengar ucapan suaminya. Tentu saja ia tidak menyangkal jika suaminya sedang marah dan salah paham padanya. Sementara Ferhat tampak semakin tertarik dengan adegan penuh dramatis di hadapannya.


Setelah bicara demikian, Andre pun melangkahkan kakinya hendak meninggalkan Ferhat dan istrinya.


"Tuan, ini semua tidak seperti yang Anda pikirkan. Saya bisa menjelaskan semuanya pada Anda, Tuan!" Rumanah berlari kecil mendekati suaminya, tentu saja ia harus berusaha membuat suaminya tidak marah padanya.


Andre menghentikan langkahnya dan tidak menolehkan wajahnya. "Memangnya apa yang aku pikirkan?" ucapnya dengan suara yang dingin.


Glek!


Rumanah tampak terdiam dan menelan ludahnya kasar. Ya, apa yang Andre pikirkan? Tentu saja Rumanah mengira jika Andre pikir, dirinya sedang berselingkuh dengan Ferhat.


"Tentu saja kau mengira jika kami sedang berpacaran, bukan? Haha," timpal Ferhat diiringi tawa usilnya. Menurutnya itu lucu. Tapi, tidak menurut Rumanah dan Andre.


"Astaga! Jaga ucapanmu, Ferfer!" tegur Rumanah yang tampak menekan setiap ucapannya.


"Apa? Kenapa aku harus menjaga ucapanku di sini? Memangnya ini kuburan? Tempat keramat? Pegunungan yang angker?" seloroh Ferhat yang tampak semakin membuat Rumanah kesal.

__ADS_1


"Tempat terlarang! Kau tahu?" jawab Rumanah seraya menatap kesal pada pria di sampingnya.


"Hahaha, tempat terlarang?Jadi, apakah ada larangan untuk aku dekat denganmu seperti ini?" Ferhat berkata sembari merangkul bahu Rumanah. Dan hal itu benar-benar membuat Rumanah emosi dan frustasi.


"Lepaskan!" ucap Rumanah sembari berusaha melepaskan tangan Ferhat. Di saat seperti itu, Andre menolehkan wajahnya dan melihat Ferhat sedang merangkul istri cantiknya.


"Kurang ajar!" ucap Andre dalam hati. Tanpa pikir panjang,pria tampan itu mendorong tubuh Ferhat dengan kuat.


"Jaga sikapmu, Ferhat! Ingatlah jika kau hanya adik mantan istriku. Jadi, kau tidak terlalu memiliki kekuasaan di rumah ini!" ucap Andre seraya menatap sengit pada mantan adik iparnya itu.


Ferhat tersenyum licik dan semakin tertarik. Sampai di titik ini, ia sangat yakin jika Andre dan Rumanah menjalin hubungan spesial.


"Oh, oke. Aku mengerti, Bang. Sorry, sebenarnya aku hanya bercanda saja," balas Ferhat yang tampak tetap santai dan tenang.


"Tidak ada waktu untuk bercanda, Ferhat!" sosor Rumanah yang tampak kesal.


Ferhat tersenyum kecil. "Untuk sekarang? Tadi sebelum ada majikanmu, kau bisa leluasa bercanda denganku." ucapnya yang berhasil membuat Andre geram.


"Damn! Aku akan menghukummu, Annabelle!" umpat Andre dalam hati. Ia tampak mengepalkan kedua tangannya menahan emosi.


"Aku berkata juj—" Ferhat tampak menggantung ucapannya saat tiba-tiba gawainya berdering.


Teng teng teng teng teng teng terengteng teng teng teng!


Ringtone khas gawai berlogo apel soak itu memecah ketegangan. Dengan cepat Ferhat merogoh saku celananya.


"Hmmm, Mami," ucapnya sembari menggeser layar ponselnya.


Sementara Ferhat bicara dengan Mami-nya, Rumanah dan Andre tampak saling beradu pandang dan saling mengobrol dalam hati. What? Ngobrol dalam hati, sakti sekali. Hihihi.


"Apa yang akan kau jelaskan padaku, istri nakal? Kau pikir setelah ini aku akan membiarkanmu tetap dekat dengan pria sialan ini? Tentu saja tidak!" ucap Andre dalam hati.


"Aku akan menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. Aku harap kau tidak ngambek dan mengacuhkanku, Tuan. Aku benar-benar bisa gila jika hal itu terjadi. Aku akan menerima hukuman apa pun yang akan kau berikan padaku," ucap Rumanah dalam hati.


"Oh, baiklah. Nanti Ferhat bicarakan dengan Bang Andre, Mam," ucap Ferhat pada Mami-nya di ambang telepon.

__ADS_1


Ferhat menutup teleponnya, memutar tubuhnya menghadap Andre dan Rumanah yang sedang beradu tatap seperti ikan cup*ang yang sedang nopeng.


"Wow, ada apa ini? Sepertinya akan ada badai yang menghadang kedua manusia ini. Ha ha ha!" ucap Ferhat dalam hati.


Rumanah dan Andre tampak mengerjapkan mata masing-masing dan menolehkan wajah mereka pada Ferhat. Tentu saja keduanya kembali bersikap seperti semula.


"Emh, sorry. Tadi Mami yang menelponku, Bang." Ferhat berkata sembari mengusap wajahnya asal.


"Ada apa? Gimana kabar Mami?" tanya Andre. Ya, hubungannya dengan Mami mantan istrinya memang tetap berjalan baik walau dirinya bukan lagi seorang menantu wanita paruh baya itu.


"Mami dalam keadaan sehat. Hanya saja ... ia sedang merindukan cucu satu-satunya yang sangat ia sayangi. Dan, Mami memintaku untuk mengajak princess menemuinya di rumah. Mami bilang, Kak Luna tidak akan tahu soal ini. Bagaimana, apakah Bang Andre mengizinkan?" tutur Ferhat dengan tampang yang mengiba.


Andre tampak terdiam sejenak dan sedang berpikir keras. "Princess ikut dengan Ferhat? Sepertinya ini ide yang sangat bagus. Aku akan leluasa menghukum istri nakal ini. Semoga saja princess mau pergi tanpa Dewi Peri nya." ucapnya dalam hati.


"Ehm, soal itu ... aku mengizinkan. Ajak princess menemui Omma nya, dia juga mungkin merindukan Mami. Tapi, jangan sampai Luna mengetahui hal ini. Jika ada persekongkolan antara kau dengan Luna, maka tak segan-segan aku akan menjadikan tanganmu sebagai kaki!" jawab Andre tampak penuh peringatan dan ancaman.


"Busyeeeet, mengerikan sekali," bisik Rumanah dalam hati. Ia tampak bergidik ngeri mendengar ucapan suaminya.


"Tentu saja, Bang. Aku tidak akan berkhianat. Kau tenang saja! Lagipula, beberapa minggu belakangan, hubungan Mami dengan Kak Luna sedikit tidak baik. Pokoknya kau tenang saja," jawab Ferhat penuh percaya diri.


Andre mengangguk tanda setuju.


"Apakah itu artinya saya juga harus ikut, Tuan?" tanya Rumanah.


"Tidak perlu, Rumrum. Di sana aman, Mami-ku akan melayani dan menjaga princess dengan baik dan penuh kasih sayang," ucap Ferhat yang lebih dulu menjawab pertanyaan Rumanah.


Andre tampak mengerutkan dahinya dan menatap heran pada mantan adik iparnya. Sementara Rumanah tampak menatap serius pada suaminya dan menunggu kesepakatan suami manjanya itu.


"Tentu saja aku tidak akan membiarkan Rumanah ikut denganku. Aku memberikan kesempatan pada kalian untuk menyelesaikan kesalahpahaman di antara kalian berdua," ucap Ferhat dalam hati.


"Bagaimana, Tuan? Saya hanya butuh jawaban dari mulut Anda," ucap Rumanah penuh selidik.


Andre membuang napasnya perlahan. "Ya, tentu saja aku setuju dengan ucapan Ferhat," jawabnya yang kemudian melenggang pergi menuju kamar putri kecilnya.


"Hah??" Rumanah tampak membulatkan kedua bola matanya penuh dan tampak sedikit tak percaya.

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2