
Setelah Andre berhasil membujuk dan meyakinkan putri mahkotanya, pria tampan itu tampak dapat bernapas dengan lega. Sementara Rumanah tampak tegang dan panik. Tentu saja sebuah hukuman telah menunggu di hadapan matanya.
"Baiklah, kalau gitu ayo kita berangkat, princess. Omma sangat merindukan princess yang sangat cantik dan pintar ini," ajak Ferhat seraya menggendong keponakannya yang imut dan lucu itu.
"Okeeeeey! Tapi ... princess nggak mau ketemu sama Mommy," ucap Sandrina setengah merajuk.
Ferhat tersenyum serta mengangguk. "Tidak akan, sayang. Uncle akan menggembok semua pintu agar Mommy princess tidak bisa masuk. He he he," jawabnya sedikit berkelakar.
"Ya, princess tenang saja. Mommy tidak akan berani ke rumah Omma. Jika princess ingin menginap di sana, tidak apa-apa menginap saja. Besok Daddy akan menjemput princess, ya." Andre menimpali dan sangat terlihat antusias sekali.
"Astogeh, kenapa pria ini sangat terlihat bersemangat sekali," ucap Rumanah dalam hati.
"Oooh gitu, jadi tidak apa-apa kalau princess menginap? Ya sudah, kalau gitu princess ingin menginap dan bobok dengan Omma di sana," jawab si cantik Sandrina dengan senyuman manisnya.
"Ya, tentu saja sayang. Omma pasti sangat senang sekali," ucap Ferhat.
"Princess, apakah Dewi Peri benar-benar tidak perlu ikut?" tanya Rumanah sedikit memaksa. Ia sangat berharap putri sambungnya akan mengajaknya pergi dari rumah itu.
"Tidak perlu ya, princess. Di sana 'kan ada Omma dengan Uncle." Ferhat mengompori.
"Iya, tidak perlu, Dewi Peri. Selama princess berada di rumah Omma, Dewi Peri bisa istirahat dan bersenang-senang di rumah dengan Daddy," seru Sandrina yang berhasil membuat Rumanah dan Andre tampak terjingkat kaget.
"Hah? Kenapa gadis kecil ini seolah tahu jika aku dengan Daddy nya sudah menikah," ucap Rumanah dalam hati.
"Hmmmm, anak yang pintar dan pengertian. Kau sangat tahu apa yang Daddy mau, sayang. Hihihi," ucap Andre dalam hati.
"Ciiiaahhh! Princess pun tahu apa yang harus kalian lakukan di sini. Aku rasa ini adalah kesempatan emas untuk kalian berdua. Hmmm, selamat menikmati!" ucap Ferhat dalam hati.
Rumanah mendekati putri sambungnya yang sedang berada dalam gendongan Ferhat. "Dewi Peri sangat terharu sekali dengan perhatian princess pada Dewi Peri." ucapnya seraya mengusap lembut wajah cantik Sandrina.
Gadis kecil itu tersenyum manis seraya mengangguk. "Karena princess sangat saaayaaaaang sekali pada Dewi Peri," ucapnya seraya memeluk leher Dewi Perinya.
Rumanah tersenyum hangat. "Dewi peri juga saaayaaaang banget pada Princess,"balasnya.
__ADS_1
"Ck, kalian sangat dramatis sekali. Seperti akan berpisah seumur hidup saja," cicit Ferhat.
Sandrina dan Rumanah terkekeh kecil.
"Hati-hati ya, sayang. Mmuuaacch!" ucap Rumanah yang kemudian mencium manja pipi putri kecilnya itu.
Sandrina mengangguk serta tersenyum.
"Rumrum, di sini juga dong!" pinta Ferhat sembari mengetuk-ngetukkan telunjuknya pada pipinya. Memberi kode agar Rumanah mencium pipinya juga. Tentu saja hal itu ia lakukan untuk menggoda mantan Abang iparnya itu.
Rumanah tampak membulatkan kedua bola matanya penuh. Sementara Andre tampak menatap tajam pada Ferhat dan siap-siap menghajar pria itu jika Rumanah sampai mendaratkan bibirnya pada pipi Ferhat.
Plak!
Rumanah menampar tipis-tipis pipi Ferhat.
"Auuuwh!" ringis Ferhat yang tampak terjingkat kaget.
"Itu 'kan yang kau mau? Kukira aku tidak salah," ucap Rumanah seraya membuang pandangannya ke udara.
"Sudah jangan membuang-buang waktu lagi. Sebaiknya kalian segera berangkat. Kasihan Mami sudah menunggu." Andre berkata penuh desakan dan terkesan buru-buru. "Dan kau, princess. Daddy janji akan mengajakmu ke kebun binatang di lain waktu. Emh, mungkin setelah princess mengikuti lomba ballet nanti," lanjutnya seraya menggenggam tangan mungil putri mahkotanya.
"Horreeeeee! Baiklah Dadd, princess setuju!" sorak Sandrina yang tampak ceria.
"Ya sudah, kalau gitu kami pamit, ya. Bye!" ucap Ferhat yang kemudian membawa masuk keponakannya ke dalam mobilnya.
"Dadaaaaah!" sorak Rumanah seraya melambaikan tangannya.
"Byeee!" teriak Sandrina di dalam mobil.
Mobil pun melaju meninggalkan halaman rumah yang luas itu. Setelah kepergian Ferhat dan Sandrina, kini tinggal ketegangan yang Rumanah rasakan.
"Waduh, gawat sepuluh watt ini mah! Sepertinya aku harus menyiapkan jasmani dan rohaniku untuk menghadapi pria tangguh di sampingku ini," ucap Rumanah dalam hati.
__ADS_1
Andre menatap tajam dan dingin pada istri rahasianya itu. Beberapa ide hukuman yang tepat telah bersarang dan berkeliaran di kepalanya.
"Dalam sepuluh menit setelah aku naik, kau harus menyusulku ke kamar. Tak ada bantahan apa pun!" bisik Andre dengan suara yang dingin dan menyeramkan di telinganya.
Rumanah tampak membulatkan kedua bola matanya penuh dan bergidik ngeri. Sementara sang suami sudah berlalu masuk ke dalam rumah mewahnya.
"Ya Tuhan, semoga saja tidak terjadi pertumpahan darah di rumah ini," gumam Rumanah seraya meletakkan kedua tangannya di dadanya.
Setelah menyiapkan dirinya, Rumanah pun masuk ke dalam rumah mewah itu. Di dalam, Muhsin tampak sedang berdiri di bibir tangga dan menatap intens kepadanya.
"Permisi," ucap Rumanah tanpa menatap wajah pria di hadapannya.
"Tuan Andre melarangku dekat denganmu. Aku heran, keistimewaan apa yang kau miliki, Rumanah? Apakah kau datang membawa semacam pelet ke rumah ini? Sehingga bisa dengan mudahnya kau menarik hati pria yang sudah belasan tahun menjadi majikanku," ucap Muhsin dengan nada yang terdengar sinis.
Rumanah tampak terbelalak kaget mendengar ucapan pria di hadapannya. Tentu saja ia tidak dapat menerima tudingan chef dingin itu.
"Apa yang Anda katakan, Pak Muh!? Aku sama sekali tidak seperti yang Anda pikir. Aku datang ke rumah ini dengan tangan kosong! Lagipula, aku tidak sengaja bertemu dengan princess dan Tuan Andre. Jadi, masalah keistimewaan, aku rasa setiap orang pasti memilikinya. Jadi, janganlah iri pada saya, Pak Muh!" sungut Rumanah yang tampak menekan setiap ucapannya.
"Tentu saja aku sangat iri padamu, Rumanah. Kau, pengasuh yang baru beberapa bulan saja tinggal di sini, tapi bisa dengan mudahnya merebut hati Tuan Andre. Dan, kau bisa dengan mudah masuk ke dalam kamarnya. Sedangkan aku? Ck, menyebalkan sekali!" cicit Muhsin yang sebenarnya hanya sedang mengetes Rumanah.
"Apa? Kenapa dia bicara seperti itu? Apakah dia tahu jika aku sering masuk ke dalam kamar suamiku? Astaga," ucap Rumanah dalam hati.
"Hng, nampak jelas kecemasan di wajahmu, Rumanah. Kau pikir aku tidak tahu apa yang selama ini terjadi? Ha ha ha," ucap Muhsin dalam hati.
"Sepertinya Anda terlalu baper, Pak Muh. Makanya cepat cari pelabuhan hati agar Anda bisa mendapatkan cinta yang haqiqi. Saya permisi!" ucap Rumanah yang kemudian melangkahkan kakinya meninggalkan Muhsin yang tampak tersenyum usil.
🌷Anak angsa mandi di kali
Anak ayam sedang mengamati
Wahai readers yang baik hati
Terima kasih karena selalu menanti 🌷
__ADS_1
Hihihi😆 Pantun gabut 😜
BERSAMBUNG...