Terjerat Cinta Majikan Duda

Terjerat Cinta Majikan Duda
Sekretaris dukun santet


__ADS_3

"Hei, kamu!" ucap Ferhat seraya menunjuk pada Rumanah.


Rumanah tampak panik dan benar-benar pucat melihat lelaki yang tadi mengejarnya. Sementara itu Sandrina tampak berlari mendekati Uncle Ferhat, berjingkrak-jingkrak seraya menengadah ke atas meminta ice cream yang ada di genggaman Uncle Ferhat.


"Ice creamkuuuuu!" sorak Sandrina seraya memeluk pinggang Uncle Ferhat.


"Baiklah princess, jika kau ingin ice cream ini maka kau harus cium pipi Uncle dulu." ucap Ferhat seraya berjongkok mengarahkan pipinya pada Sandrina.


Tanpa diminta dua kali Sandrina pun mendaratkan bibirnya pada pipi lelaki yang ia panggil Uncle.


"Sudah, sekarang berikan ice creamnya padaku." pinta Sandrina setengah merengek.


Ferhat pun memberikan ice creamnya pada Sandrina, sementara kedua bola matanya tampak melirik Rumanah yang masih berdiam diri dengan ekspresi yang sangat absurd.


"Astaga, sebenarnya siapa lelaki itu? Kenapa mereka terlihat akrab sekali." ucap Rumanah dalam hati.


"Ayo Uncle duduk di sini." ajak Sandrina seraya menarik jemari Uncle Ferhat.


Ferhat pun menurut, ia tampak berjalan mengikuti Sandrina.


"Duduklah di sini Uncle." perintah Sandrina dengan tingkahnya yang manja.


Ferhat tampak terdiam dan menatap wajah Rumanah yang tegang dan kaku.


Sementara itu, tanpa diminta, Rumanah beranjak dari duduknya memberi tempat untuk lelaki yang ia anggap penjahat itu.


"Dewi peri mau ke mana?" tanya Sandrina.


"Tidak ke mana-mana sayang, dewi peri di sini saja." jawab Rumanah seraya tersenyum kikuk.

__ADS_1


"Dewi peri?" ucap Ferhat dengan ekspresi mengejeknya.


Rumanah tampak meremas jari jemarinya dan menundukkan wajahnya. Ia sudah mengira jika lelaki yang dia anggap orang jahat itu akan menertawakannya.


"Iya, dia dewi peri teman princess." kata Sandrina seraya menjil*ati ice creamnya.


"Hahahahhahaaa." seketika tawa Ferhat pecah saat itu juga. Ia tampak tertawa terbahak-bahak saat mendengar ucapan princess Sandrina. Tentu saja yang ia tertawakan adalah dewi peri yaitu Rumanah.


"Tuh kan benar, dia pasti menertawakanku. Aku yakin dalam hatinya mengatakan panggilan tak sesuai dengan wajahnya. Haha, aku menyadari itu." cerocos Rumanah dalam hati.


"Kenapa Uncle tertawa?" tanya Sandrina yang tampak heran.


"Dia menertawakan dewi peri, sayang." ucap Rumanah menjawab pertanyaan princess Sandrina.


Ferhat menghentikan tawanya. Memegangi perutnya yang sedikit ngilu akibat tertawa ngakak.


"Kata siapa aku menertawakanmu? Haha, kau terlalu percaya diri." ucap Ferhat yang tampak masih tertawa.


Ferhat tercengang mendengar kicauan gadis desa yang sangat sederhana itu. Namun seketika ia kembali tertawa terbahak-bahak.


"Hahahahahha."


"Astaga, sepertinya dia puas sekali menertawakanku." gumam Rumanah.


"Uncle, berhenti tertawa!" pekik Sandrina seraya menghentakkan kakinya ke tanah.


"Ups, sorry princess, habisnya dewi peri princess sangat lucu si." ucap Ferhat yang kini mulai menghentikan tawanya.


"Memang dia sangat lucu dan cantik." seru Sandrina seraya tersenyum ceria.

__ADS_1


Ferhat tampak membulatkan kedua bola matanya penuh.


"Hah, cantik? Bahkan wanita yang mengejar-ngejarku tidak ada seperapatnya dari wanita ini. Haha." ucap Ferhat dalam hati.


"Kenapa dia menatapku seperti itu? Ck, dasar! Bilang saja kau menghinaku." ucap Rumanah dalam hati.


"Oke princess, coba kau tanyakan pada dewi perimu itu, kenapa dia berlari ketakutan saat Uncle hendak bertanya padanya." ujar Ferhat seraya mendudukkan bokongnya di sebuah bangku dan kemudian mengangkat tubuh Sandrina agar duduk di pangkuannya.


Sandrina terdiam dan mengerutkan dahinya. Nampaknya gadis kecil itu tidak mengerti pada ucapan Unclenya.


"Hiss dasar aneh! Kau bicara begitu pada gadis kecil yang tak tahu apa-apa." sungut Rumanah yang tampak sinis.


"Tentu saja dia kebingungan mendengar ucapanmu itu." lanjut Rumanah seraya mengerlingkan kedua bola matanya.


Ferhat tampak tercengang mendengar celotehan Rumanah.


"Gila, sewot banget ni cewek cupu. Awas saja kau, kupastikan pertemuan kita tidak akan sampai di sini saja." ucapnya dalam hati.


"Princess, sebaiknya kita tunggu Daddy di sana. Sepertinya sebentar lagi Daddy princess datang." ajak Rumanah pada Sandrina.


"Ayo." sahut Sandrina.


"Eh princess mau ikut sama Uncle gak? Uncle mau pergi ke taman bermain lhooo. Nanti di sana princess bisa naik komedi putar, rolercoaster, kereta-keretaan, dan banyak jajanan yang pasti princess suka." Ferhat tampak membujuk princess agar mau ikut dengannya.


Sandrina tampak terdiam dan sedang berpikir keras.


"Hei, jangan mengajarkan princess aliran yang sesat. Sebaiknya kau cepat pulang ke rumahmu dan biarkan kami pergi dari sini." cetus Rumanah seraya menarik lengan Sandrina.


Ferhat tampak terjingkat kaget mendengar ocehan Rumanah. Dengan kuat ia menahan Sandrina agar tetap di pangkuannya.

__ADS_1


"Hahahaha, aliran sesat? Sepertinya wanita ini mantan sekretaris dukun santet. Hahaha." cerocos Ferhat dalam hati.


****


__ADS_2