Terjerat Cinta Majikan Duda

Terjerat Cinta Majikan Duda
Pria tua


__ADS_3

Rumanah merangkul tangan suaminya, mereka berdua melangkahkan kaki menyapa halaman rumah yang besar dan luas. Terdapat pepohonan yang rindang dan juga bunga-bunga di sana. Entah apa yang menjadi inspirasi pemilik rumah besar itu, yang jelas, sedari tadi Andre menemukan beragam tanaman di sana.


"Ini pohon apa, darling?" tanya Andre seraya menunjuk pada sepohon kayu daunnya rimbun. Eh, kok malah nyanyi, sih. Hi hi hi.


"Ooh ini, pohon liang liu, sayang." Jawab Rumanah seraya tersenyum manis.


Andre mengerutkan dahi setengah tak mengerti. Pasalnya, ia jarang sekali menemukan pohon semacam itu.


"Pohon liang liu? Kenapa namanya asing sekali?" tanya Andre penasaran.


Rumanah tersenyum. "Ya, sayang. Karena ini tanaman asli Thailand." Jawabnya yang berhasil membuat Andre sedikit terlonjak.


"Hah, Thailand. Hmmm, sedari tadi aku pusing memikirkan tentang keluarga istriku ini. Sepertinya sebentar lagi terjawab, aku rasa istriku berdarah Thailand," ucap Andre dalam hati.


"Nangsaw, mungkin keadaan tidak akan setenang ini jika Than dan Nang melihat Anda bersama pria ini." Ucap anak buah ayah Rumanah.


Rumanah mengangkat kedua alisnya santai. "Yes, I know. Tapi, tidak apa-apa, Phoo dan Maae mesti tahu!" jawabnya enteng.


"Baik, Nangsaw." Balas anak buah ayah Rumanah seraya mengangguk.


Beberapa penjaga di depan pintu utama rumah besar berarsitektur Thailand klasik berpadu padan dengan modern itu, begitu terkesiap saat melihat sang Nona muda putri tunggal pemilik rumah itu. Mereka semua menatap intens dan bertanya-tanya dalam hati. Namun, mereka tetap membungkuk memberi hormat pada Rumanah yang ternyata memiliki nama asli Tesanee Sunee.


"Selamat datang kembali, Nangsaw. Kami sangat merindukan Anda," sapa seorang penjaga wanita dengan senyuman ramahnya.


Rumanah mengangguk serta tersenyum. "Ya, terima kasih. Aku juga merindukan kalian," jawabnya yang juga tak kalah ramahnya.


Andre dibuat kagum dan benar-benar tak menyangka. Ini seperti mimpi baginya. Ternyata, sang istri adalah orang yang sangat disegani dan dihormati di rumahnya. Ya, tentu saja seperti itu. Sebab, Rumanah adalah putri tunggal seorang saudagar kaya yang memiliki perkebunan luas di desa itu serta di Thailand.


"Ya Tuhan, ternyata istriku bukan orang kismin. Kenapa aku tidak menebaknya sedari dulu. Pantas saja dia begitu berubah saat sudah masuk ke rumahku. Dia sangat terlihat cantik dan tubuhnya seperti terawat. Aku sungguh tidak menyangka. Jadi, selama ini ... dia bersedia menjadi pengasuh putriku dengan senang hati. Tapi, untuk apa? Aku sangat merasa bersalah padanya." Ucap Andre di dalam hati.


"Ayo, sayang." Ajak Rumanah seraya melangkah masuk ke dalam rumah yang besar itu.


Para penjaga di depan pintu tampak dibuat terkejut oleh panggilan sayang yang keluar dari mulut Nona muda mereka. Tentu saja mereka terkejut karena tiba-tiba sang Nona muda kembali pulang dengan seorang pria yang dipanggil sayang. Beberapa orang di antara mereka tampak bisik-bisik membicarakan hal itu.


"Wah, kau benar-benar membuatku hampir jantungan, darling. Ternyata oh ternyata, kau tidak sekismin yang aku kira. Aku jadi penasaran, kenapa orang kaya seperti dirimu bersedia menjadi pengasuh putriku? Apa jangan-jangan ini memang sengaja kau rencanakan? Ini sebuah taktik agar kau bisa menikah denganku? Aaaah, aku rasa begitu." Cerocos Andre seraya mengedarkan pandangannya ke sana kemari.


Beberapa foto di dinding membuat Andre tersenyum kecil. Foto-foto Rumanah saat kecil sangat terlihat lucu dan menggemaskan. Hal itu membuat Andre tertarik untuk mendekatinya.


"Ada apa, sayang?" tanya Rumanah.

__ADS_1


"Tidak ada, sayang. Aku hanya tertarik melihat foto ini," jawab Andre.


Rumanah tersenyum. "Itu fotoku saat masih tinggal di—" belum sampai Rumanah menyelesaikan ucapannya, tiba-tiba saja...


"Sanee!" terdengar suara seorang wanita yang membuat Rumanah langsung menolehkan wajahnya.


"Hah, Maae!" seru Rumanah seraya berlari menghampiri ibunya yang sedang berdiri di tepi tangga.


Andre turut menolehkan wajahnya dan menatap intens pada seorang wanita yang sepertinya masih berusia empat puluh tahunan. Wajahnya sangat cantik dan tubuhnya pun begitu terawat.


"Sepertinya itu ibu mertuaku," gumam Andre seraya melangkahkan kakinya.


"Ya Tuhan, Sanee. Kamu dari mana saja, Nak? Kenapa kau tiba-tiba pergi dari rumah. Astaga, Maae dengan Phoo begitu mengkhawatirkan kamu, sayang," ucap Maae memberondong Rumanah dengan beberapa pertanyaannya.


Rumanah tersenyum hangat dan melepaskan pelukannya. Ia begitu terlihat bahagia dapat bertemu dengan ibunya.


"Maafkan Sanee, Maae. Ini semua karena Sanee kesal pada Phoo. Jika Phoo tidak memaksa Sanee untuk menikah dengan Chaisay, pasti Sanee tidak akan pergi dari rumah ini." Ucap Rumanah dengan raut wajah yang cemberut.


Andre tersenyum simpul melihat istrinya yang tampak manja pada ibunya. "Kalau seperti ini, kau sangat terlihat manja, darling. Aku yakin, selama kau menyamar jadi gadis desa yang kismin dan jadi pengasuh princess, kau berusaha keras menjadi gadis yang mandiri dan pemberani. Kamu memang hebat, darling." Ucapnya dalam hati.


Maae Lilis tersenyum hangat dan mengusap lembut puncak kepala putri tunggalnya itu. Ya, ibu Rumanah memang asli Sunda, sedangkan ayahnya asli dari Thailand. Maka tak heran jika Rumanah memiliki wajah yang sangat cantik dengan bola mata bulat seperti ibunya. Hidung yang tak seberapa mancung seperti ayahnya. Kulit putih bersih yang selalu dimiliki oleh gadis Thailand. Pantas saja Andre pernah berpikir jika istrinya keturunan Indo-China.


Andre tampak terbelalak kaget mendengar ucapan ibu mertuanya itu. Tentu saja ia dapat mendengar dengan jelas setiap kata yang terucap dari mulut ibu mertuanya itu.


"Putri Anda sudah menikah dengan saya, Bu. Saya suaminya." Ucap Andre yang berhasil membuat Maae Lilis menolehkan wajahnya dan terlonjak kaget mendengar ucapan pria tampan yang ternyata adalah menantunya.


Rumanah membulatkan kedua bola matanya penuh dan begitu terkejut dengan pengakuan suaminya yang secara tiba-tiba.


"Apa? Maksudnya menikah? Menikah apa? Kapan? Astaga, apa ini lelucon? Sanee, bisakah kau jelaskan? Siapa pria tua itu? Kenapa dia mengaku menjadi suamimu?" tanya Maae Lilis yang tampak terlihat heran dan bertanya-tanya.


"What? Pria tuaaa?? Astaga, kesal sekali aku mendengarnya. Jika bukan ibu mertuaku, maka sudah pasti kutampol mulutnya itu!" cicit Andre dalam hati.


Rumanah melipat bibirnya ke dalam dan menatap ragu pada Maae-nya. "Maae, sebaiknya kita bicarakan hal ini." ucapnya seraya menarik tangan Maae-nya dan mengajaknya turun menemui suaminya.


Maae Lilis terlihat bengong tak mengerti namun tetap berjalan bersama putri tunggalnya. Sementara Andre tampak tersenyum simpul dan menatap penuh cinta pada istri cantiknya itu.


"Maae, duduklah dulu di sini. Phoo juga harus tahu soal ini." Ucap Rumanah seraya mengajak Maae-nya duduk.


Andre tersenyum manis pada ibu mertuanya yang cantik dan awet muda. Tampak seperti wanita berusia tiga puluh tahunan.

__ADS_1


"Selamat siang, bumer. Kenalkan, nama saya Andre Wijaya Rakadewa. Suami dari putri Anda, Rumanah." Ucap Andre memperkenalkan dirinya. Senyumnya liar dan usil, senang ia melihat ekspresi heran dan melongo dari ibu mertuanya.


"Haha, bumer. Dasar pria nakal, bisa-bisanya dia bertingkah konyol di hadapan mertuanya." Ucap Rumanah di dalam hati.


"Apa? Suami anakku? Jangan ngaco, aku tidak percaya!" desis Maae Lilis seraya menatap penuh intimidasi pada putri tunggalnya itu. "Sanee, Aduh, apa yang sebenarnya terjadi? Maae sangat pusing memikirkan ini. Sebaiknya kalian tunggu di sini, Maae akan memanggil Phoo." lanjutnya yang kemudian beranjak dari duduknya dan berjalan menaiki anak tangga.


Andre tersenyum usil dan menatap geli pada ibu mertuanya. Sementara Rumanah tampak tersenyum kecil dan bergegas duduk di samping suaminya.


"Ibumu sangat cantik, darling," ucap Andre yang berhasil membuat Rumanah memelototkan matanya.


"Kamu! Nakal!" desisnya seraya menyentil hidung mancung suaminya. "Dia ibu mertuamu, jangan genit padanya. Awas saja jika kau sampai menyukai ibuku!" cicitnya penuh penegasan.


"Hehehe, aku tidak mengatakan menyukai ibumu. Aku hanya mengatakan jika ibumu sangat cantik. Tapi tenang saja, masih cantik putrinya ini, kok. Kau, tidak begitu mirip dengannya. Dia memiliki wajah ayu dan khas Indonesia. Kalau kamu, seperti keturunan Indo-China." Ucap Andre seraya membenamkan wajah istrinya pada dadanya.


Rumanah tersenyum. "Aku memang berdarah Indo-Thailand, sayang. Ayahku asli Thailand, sedangkan ibuku asli Indonesia. Dan aku, memang mirip dengan ayahku. Ibuku hanya mewariskan—"


"Kedua mata yang bulat!" sela Andre tepat sasaran.


Rumanah tersenyum. "Tepat!" ucapnya.


"Jadi, kau berdarah Thailand. Astaga, pantas saja hatiku selalu berkata jika kau berdarah blasteran. Hmmm, sangat menarik dan menakjubkan!" Andre bicara sembari mengusap lembut wajah cantik istrinya.


"Hehe, iya, sayang. Dan aku memang terlahir di Thailand. Saat usiaku lima tahun, phoo dan maae memutuskan untuk tinggal di desa ini. Tapi, aku masih sering bolak-balik Thailand-Indonesia. Karena di sana juga Phoo memiliki rumah dan beberapa perkebunan." Ungkap wanita cantik berdarah Thailand-Indonesia itu.


Andre manggut-manggut tanda mengerti. Ia benar-benar seperti diberi kejutan oleh istri cantiknya itu. "Dengan pria yang dimaksud oleh ibumu? Aku sangat penasaran. Apakah kau dijodohkan dengan pria itu?" tanyanya.


Rumanah terdiam sejenak dan sedang menyiapkan keberaniannya. Tentu saja ia akan berhadapan dengan sang ayah yang kerap kali memaksanya untuk menikah dengan seorang pria Thailand yang masih memiliki ikatan dengan keluarga raja.


"Ya, ayah memintaku menikah dengan Chaisay. Tapi, aku tidak mau. Aku tidak menyukainya! Bagiku, dia hanya sebatas sahabat saja. Dan, apakah kau tahu? Ini alasanku kabur dari rumah dan menyamar menjadi gadis buruk rupa. Kau pasti terkejut akan hal ini. Tapi, ini benar-benar kebetulan yang luar biasa. Tuhan mempertemukan kita dengan cara yang unik dan hingga pada akhirnya kau menikahiku." Tutur Rumanah seraya ngelendot manja pada suaminya.


Andre tersenyum kecil dan lagi-lagi ia harus dibuat terkejut oleh kenyataan tentang istrinya.


.


.


.


Holla, deaaars. Sampai sini sudah bosan belum? Othor harap gak bosan, ya. Thankiyu, ya, sudah mendukung Rumanah dan Andre. Sarangheooooo, dearsss🥰🥰🥰🥰

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2