
Embusan angin sore menerpa dedaunan yang saling memberikan kesejukan. Gelombang air kolam mengayun halus, menjadikan suasana sore semakin hidup. Sesekali namun sering terjadi, daun pakis yang bercabang itu saling mengadu seperti bertepuk tangan. Melambaikan setiap helai daunnya pada dua manusia yang sedang bergulat di sisi kolam.
Ya, dua orang di sisi kolam tampak sedang beradu bibir dan lidah. Namun, satu orang di antaranya sesekali menolak dan berusaha menjauh, menyudahi dan nyaris tak ingin melakukannya. Namun, yang satu lagi tampak begitu semangat dan tak perduli dengan penolakan dari pasangan di hadapannya.
Apa? Pasangan? Sejujurnya mereka bukan sepasang kekasih atau sepasang suami istri. Tetapi hanya sebatas majikan dan parumusiwi. Ah, mereka memang memusingkan. Bagaimana bisa antara majikan dan pramusiwi melakukan sesuatu yang sangat mustahil. Dan, sejujurnya bukan pramusiwi yang membuat hal ini aneh. Tetapi si majikan yang tak dapat menahan hasratnya setiap kali menatap pramusiwi putri kecilnya itu.
"Eeeeemmmhhhh!!!!!" Rumanah masih saja berontak dan mencoba menjauh dari majikan galaknya yang mesum itu. Namun, hal itu tidak membuat Andre hilang gairah dan enggan melanjutkannya.
"Diam! Kenapa kau ubruk sekali?" kali ini Andre tampak kesal karena sang pramusiwi masih saja menjauhinya dan berusaha menolak ciumannya. Ah, sialan!
Rumanah mengusap kasar bibirnya yang sudah basah dan berdenyut. Sementara deru napasnya tampak sudah tidak beratutan. Antara ingin melakukan lebih, kesal, emosi dan marah pada majikan galaknya itu.
"Sudah saya katakan saya tidak mau melakukannya, Tuan! Kenapa sii Anda pemaksa sekali!? Bukan kah sudah saya beritahu apa syarat untuk melakukan itu dengan saya? Kenapa Tuan masih saja tidak mengerti!?" kali ini Rumanah tampak sedikit menaikan suaranya. Mungkin ia sudah terlalu jengah dan kesal pada majikan mesum itu. Wanita normal memang begitu, butuh kepastian tanpa kepalsuan.
Andre membuang napasnya kasar dan mengusap wajahnya frustasi. "Oke oke! Aku akan menikahimu!" ucap duda tampan itu yang berhasil membuat Rumanah tercengang dan terbelalak kaget.
__ADS_1
Rumanah membulatkan kedua bola matanya penuh dan terdiam seribu bahasa. Mungkin gadis desa itu sedikit tidak percaya dan tidak menyangka jika sang majikan galaknya itu menyetujui syarat yang ia berikan pada duda tampan itu.
"Aku akan menikahimu secepatnya, aku akan bertanggung jawab atas apa yang aku lakukan. Aku berjanji akan hal itu. Tapi...," Andre meraih tangan Rumanah lalu mengecupnya penuh mesra.
"Kau harus menyerahkan kevirginanmu saat ini juga!" ucap Andre dalam hati. Duda tampan itu benar-benar tidak mengerti jika gadis desa yang ia inginkan keperawanannya itu hanya akan menyerahkan mahkota dewanya jika mereka sudah menikah. Benar-benar majikan bolot!
Rumanah memalingkan wajahnya ke udara, sejujurnya ia sangat bingung harus berbuat apa. Sementara saat ini ia merasa jika hanya pria di hadapannya lah yang berhak mendapatkannya seutuhnya. Sebab, majikan galaknya itulah yang pertama kali menyentuh dan mencicipi setiap inci kulit tubuhnya.
Tetapi, ada rasa menyesal karena ia telah memaksa Andre untuk menikahinya. Dan sekarang saat duda tampan itu telah menyanggupi syarat yang ia berikan, seketika Rumanah merasa berat jika harus menikah dengan duda tampan di hadapannya itu. Masih banyak pertimbangan yang harus ia pikirkan matang-matang.
Rumanah terdiam dan hanya melongo seperti orang dongo. Astaga!
"Apakah kau bisa berenang?" tanya Andre dengan tatapan yang lembut. Sebenarnya duda tampan itu sudah merasa ada yang aneh pada hati dan perasaannya. Ya, tentu saja ia merasa jika di dalam hatinya sudah tumbuh benih-benih cinta. Akan tetapi, ia masih ragu dan gengsi mengakuinya. Astoge!
Rumanah tersentak kaget dan seketika ia menggelengkan kepalanya. "Tidak bisa!" jawabnya tanpa ragu.
__ADS_1
Andre tersenyum kecil. "Kalau begitu aku akan menyajarimu berenang," ucapnya seraya membuka satu persatu kancing kemejanya. Dan hal itu berhasil membuat Rumanah sedikit tegang dan juga panik.
"Astaugeh, apa lagi yang akan majikan galak ini lakukan? Ya Tuhan, apakah duda mesum ini adalah jodoh yang Engkau kirimkan kepada hamba?" cicit Rumanah dalam hati.
Andre sudah selesai melepas kemejanya. Dada bidang dan perut yang sixpack itu kini terpampang nyata di hadapan Rumanah. Dan, sekarang duda tampan itu tengah membuka ikat pinggangnya. Tentu saja ia akan membuka celana panjangnya.
"Stop! Anda tidak perlu membukanya, Tuan," cegah Rumanah seraya membalikkan badannya membelakangi majikan galaknya itu.
Andre tersenyum geli. "Oh iya, aku lupa jika gadis desa ini belum pernah melihat samurai pedang panjang milikku ini," ucapnya dalam hati.
Gadis desa itu benar-benar takut dan tidak sanggup jika harus melihat kejantanan milik Andre yang mungkin tidaklah kecil. Sudah dapat Rumanah bayangkan jika kejantanan milik duda tampannya itu sangatlah besar dan panjang. Dan, hal itulah yang membuatnya merinding geli saat membayangkan benda itu menerobos masuk merobek selaput daranya. Duh, menyeramkan sekali.
🌷Yuk masukkan ke rak favorit kalian, agar dapat notifikasi saat novel ini telah update. Dan jangan lupa untuk terus dukung karya ini. Karena, komentar kalian adalah vitamin dan suntikan semangat untuk author kalem ini, he he he he he🌷
BERSAMBUNG...
__ADS_1