Terjerat Cinta Majikan Duda

Terjerat Cinta Majikan Duda
Aku tidak merebut putrimu


__ADS_3

Setelah selesai makan, Andre kembali mengajak Rumanah ke dalam kamar. Tentu saja karena waktu sudah larut. Ia juga sudah merasa puas memberikan surprise untuk istri cantiknya itu. Namun, pada saat keduanya hendak masuk ke dalam lift, tiba-tiba saja keduanya dikejutkan oleh seorang wanita yang sudah tak asing lagi bagi mereka berdua.


Luna tampak berjalan dengan seorang pria berondong yang sudah pernah bertemu dengan Rumanah di pantai tempo hari. Tentu saja hal itu membuat Rumanah dan Andre tampak terbelalak kaget. Dan, begitu pun dengan Luna, ia tampak heran dan terkejut melihat mantan suaminya berjalan penuh kemesraan dengan Rumanah.


"Astaga, bagaimana ini, Tuan? Sepertinya dia melihat kita," ucap Rumanah setengah berbisik.


"Jangan panik, kita akan putar arah," jawab Andre yang tampak berbisik juga.


Rumanah mengangguk, mereka berdua pun memutar tubuh dan hendak berbalik arah. Namun, baru saja keduanya hendak melangkah, tiba-tiba saja Luna menghentikan langkah mereka.


"Hei, kalian berdua, tunggu!" teriak Luna seraya berjalan cepat mendekati Rumanah dan Andre yang mematung membelakanginya.


Rumanah tampak menggigit bibir bawahnya dan meremas jari jemarinya. Sementara Andre tampak membuang napasnya kasar lalu memutar tubuhnya menghadap mantan istrinya.


"Astaga, ternyata benar. Mataku belum rabun dan masih normal. Ternyata itu kau, mantan suamiku." Luna berkata sembari menatap intens pada Rumanah yang masih membelakanginya.


"Ada apa lagi? Kita tidak ada urusan apa-apa lagi. Sebaiknya urusi saja kehidupanmu!" cicit Andre penuh penekanan.


"Tunggu sebentar! Aku sedikit pensaran pada wanita ini. Apakah mataku tidak salah melihat? Atau hanya salah melihat?" ucap Luna seraya menyentuh pundak Rumanah lalu memaksa wanita cantik itu untuk memutar tubuh menghadap dirinya.


Rumanah memutar tubuhnya dengan terpaksa. Melihat sang suami yang seperti tidak ingin menyembunyikan apa-apa lagi tentang mereka. Wanita cantik itu pun akhirnya berpikir jika ia pun harus menghadapi apa yang terjadi.


"Tentu saja tidak, Tante. Kau benar-benar melihat diriku!" ucap Rumanah yang berhasil membuat Luna terbelalak kaget.


"Haaaaaah!!!' Luna tampak membulatkan kedua bola matanya penuh dan menatap heran pada Rumanah. Sementara pria berondong yang bersama Luna tampak tersenyum manis pada Rumanah.


"Kenapa? Kau terkejut melihatku jalan bersamanya?" sindir Andre penuh percaya diri.

__ADS_1


Luna menatap jengah pada mantan suaminya. "Ada apa dengan kalian berdua? Sejak kapan majikan dan pengasuh bisa jalan berdua dengan penuh kemesraan di sebuah hotel?" desaknya yang tampak penasaran apa yang terjadi dengan Andre dan Rumanah.


Andre tersenyum sinis dan memutar bola matanya malas. "Kami tidak bisa memberitahumu sekarang juga, lintah darat! Karena, kami takut kau akan terkejut dan jantungan jika tahu semuanya," ucapnya penuh teka-teki dan begitu membuat Luna kesal.


"Cih, aku sungguh tidak sebegitu yakin jika kalian sedang menjalin sebuah hubungan yang spesial, Andre!" cibir Luna seolah menyangkal apa yang ada dalam pikirannya.


Andre tersenyum tipis. Sementara Rumanah tampak menatap sinis pada mantan istri suami tampannya itu.


"Sudahlah, Tan. Eh, maksudku ... sayang. Mungkin mereka sudah menikah. Sebaiknya jangan mengganggu urusan orang lain." si pria berondong bernama Dimas itu berusaha menengahi dan menyadarkan kekasihnya itu.


"Hahaha, Tante. Kau memang cocok dipanggil Tante," cibir Rumanah dalam hati.


"Tidak bisa, bep. Dia mantan suamiku, aku harus tahu apa yang sedang mereka lakukan di sini," tolak Luna seraya menepis tangan Dimas.


"Astaga, ternyata kau masih kepo pada urusan orang lain, Tante!" desis Rumanah yang berhasil membuat Luna semakin kesal.


"Jangan berani macam-macam pada istriku!" cicit Andre penuh penegasan.


Hal itu benar-benar membuat Luna terbelalak kaget saat mendengar ucapan mantan suaminya itu. Tentu saja ia benar-benar tidak menyangka jika ternyata Rumanah adalah istri mantan suaminya.


"Apaaaa???? Istrimu? Dia istrimu?" tanya Luna dengan ekspresi yang sangat syok dan penuh keterkejutan.


Andre mengangguk tanpa ragu. "Aku sudah menikahinya. Kami adalah sepasang suami istri yang sedang melakukan honeymoon di sini," ungkapnya yang semakin membuat Luna geram dan cemburu buta. Bagaimana pun ia masih berharap untuk kembali bersama mantan suaminya.


Luna memelototkan matanya dan menatap tajam pada Rumanah. Kedua tangannya ia kepalkan, gigi-giginya sudah ia satukan. Kalau di sinetron, saat ini kedua tanduk sudah muncul di kepala Luna.


"Dasar sialan! Beraninya kau mendapatkan mantan suamiku! Dasar *******!" Luna memaki sembari mendorong tubuh Rumanah hingga terjatuh ke lantai.

__ADS_1


"Aaaarrrggh!" Rumanah memekik dan tidak bisa menyeimbangkan dirinya. Tentu saja tubuhnya kini terjatuh ke lantai. Dan hal itu benar-benar membuat Andre geram dan emosi.


"Darling, kau tidak apa-apa?" tanya Andre seraya membantu istrinya untuk kembali berdiri.


Rumanah menggeleng. "Tidak apa-apa, Tuan. Tapi, sepertinya kita harus pergi dari sini, Tuan. Saya tidak mau berlama-lama mendengar ocehan nenek sihir ini," jawabnya sedikit merajuk.


"Tentu saja, darling. Kita akan pergi dari sini," balas Andre seraya merapikan kemeja navy nya.


Luna menatap sengit pada mantan suaminya. Sejujurnya ia sangat syok dan begitu cemburu melihat kebersamaan Andre dengan Rumanah.


"Sekarang sudah jelas, bukan. Dia sudah menjadi istriku! Dan, tentunya sudah menjadi Ibu untuk princess, anakku." Andre berkata seraya merangkul manja pinggang ramping istrinya.


"Tidak! Ini pasti hanya akal-akalanmu saja, Andre! Dan, princess tetap menjadi anakku! Jangan coba-coba kau rebut anakku, wanita *******!" semprot Luna yang tampak menatap bengis pada Rumanah.


"Maaf, aku tidak merebut putrimu. Tapi, putrimu yang sangat menyayangi dan menginginkanku. Seperti Daddy nya yang begitu mencintaiku," ucap Rumanah seraya menyandarkan kepalanya pada lengan kekar suaminya.


Luna benar-benar dibuat geram oleh wanita di hadapannya. Tentu saja ia tidak bisa menerima kenyataan menyakitkan ini.


"Hmmmm, ternyata dia sudah menikah dengan pria ini. Sayang sekali, padahal ... aku sangat tertarik padanya," ucap Dimas dalam hati.


"Kau, anak muda. Lebih baik sekarang kau urus lekasihmu ini. Jangan sampai dia mengamuk seperti orang gila karena tahu mantan suaminya sudah menikah dengan wanita yang cantik ini. Dan, jangan lupa! Layani dia di atas ranjang dengan baik dan benar," ucap Andre pada Dimas.


Dimas tampak menaikkan kedua alisnya. Sejujurnya ia tidak tertarik dengan perdebatan atau percekcokan antara Luna dengan mantan suaminya yaitu Andre. Dia hanya berfokus pada wanita cantik yang begitu menarik perhatiannya yaitu Rumanah.


Setelah berkata demikian, Andre dan Rumanah pun bergegas masuk ke dalam lift. Meninggalkan Luna yang sedang panas dan menahan emosi. Ya, tentu saja lintah darat itu merasa dirinya tersaingi oleh wanita yang menurutnya kampungan itu.


BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2