
Rumanah masih terdiam tanpa kata. Gadis desa itu nampak bingung dan dilema. Sebenarnya apa yang harus dia lakukan sekarang? Sementara itu, Andre pun kini masih menunggu tindakan pengasuh putri kecilnya itu. Sungguh ia ingin sekali melihat seluruh tubuh milik gadis berusia sembilan belas tahun itu. Entah mengapa setiap objek di dalam pakaian yang Rumanah kenakan, begitu terlihat menggemaskan dan lebih menarik di mata duda tampan beranak satu itu.
"Ya Tuhan, apa yang harus aku lakukan sekarang? Kenapa majikan galak ini begitu banyak syarat untuk berbuat kebaikan." ucap Rumanah dalam hati.
Sementara itu Andre nampak melirikkan manik matanya pada paypayud milik Rumanah yang masih tertutupi oleh baju kaosnya. Baju kaos itu memang sedikit ngepas, sehingga hal itu membuat paypayud milik Rumanah sedikit menonjol.
"Itu, argh! Cepat dibuka sii. Gue pengen lihat lagi. Astaga, bahkan rasanya gue ingin mencicipinya, pasti ranum dan lezat." ucap Andre dalam hati.
Andre mengusap wajahnya kasar, ditatapnya wajah Rumanah yang sedang kebingungan. "Belle, cepat lakukan apa yang kuinginkan. Jika tidak, maka aku yang akan membukanya." perintah duda tampan itu yang nampak memaksa.
Rumanah mendongakkan wajahnya dan menatap wajah majikan galaknya yang sedang tersenyum mesum kepadanya. "Maaf, Tuan. Saya tidak bisa melakukan itu." tolak gadis desa itu tanpa ragu.
Andre membulatkan kedua bola matanya penuh. "What? Jika begitu silakan keluar dari mobilku, Annabelle!" ucap duda tampan itu mengusir pengasuh putri cantiknya.
Rumanah kembali terhenyak, bagaimana pun caranya, ia harus ikut pulang bersama bos dudanya itu. "Tidak, Tuan. Saya akan tetap ikut bersama Tuan." sanggah Rumanah.
__ADS_1
Andre mengusap wajahnya kesal. "Kalau begitu cepat buka pakaianmu, Annabelle!" paksa Andre yang kian mendesak. Duda tampan itu nampak menarik baju Rumanah agar terlepas dari tubuh gadis desa itu.
"Tuan, apa yang Anda lakukan? Hentikan, Tuan! Anda bisa merusak baju saya. Astaga, pemaksa sekali sii!" sungut Rumanah yang nampak kesal pada tindakan majikan galaknya itu.
Sejujurnya Rumanah sangat heran pada majikan galaknya yang sangat ingin melihat seluruh tubuhnya. Tentu saja ia ingin tahu alasan apa yang membuat Andre sangat ngebet ingin melihat seluruh tubuhnya lagi.
"Kau membuatku kesal, Annabelle! Sudah kukatakan kau harus membuka seluruh pakaianmu." ujar Andre seraya menatap kesal pada pengasuh putrinya itu.
Rumanah mendelikkan manik matanya. "Tidak, Tuan. Tuan akan menyesal jika melihat tubuh saya." tolak Rumanah.
Andre mengerutkan dahinya. "Hng, menyesal?"
Andre nampak terdiam dan seperti sedang berpikir keras. "Ya, aku memang sangat penasaran dan ingin menikmati milik gadis desa ini. Ck, sialan! Dia benar-benar menantangku, aku berjanji pada diriku sendiri untuk dapat menikmati tubuhmu itu, Annabelle." ucap Andre dalam hati.
Duda tampan itu mengusap wajahnya, ucapan Rumanah membuatnya takut. Ya, takut sampai dibenci oleh putrinya sendiri, seperti yang dirasakan oleh Luna.
__ADS_1
"Baiklah, kali ini aku berbaik hati padamu, Annabelle. Tapi ingat, suatu saat nanti aku pasti akan melihatmu telanj*ang lagi. Dan, aku pasti akan menikmati tubuhmu itu." ucap Andre yang berhasil membuat Rumanah bergidik ngeri.
"Ish, tidak sudi! Untuk apa aku memberikan tubuhku pada lelaki ini. Suamiku bukan!" cicit Rumanah dalam hati.
Andre pun mulai menyalakan mesin mobilnya. Tanpa bcara apa-apa lagi, duda tampan itu pun bergegas melajukan mobil mewahnya. Kali ini tanpa Leo yang menyetir, sebab lelaki itu sedang mengurus pekerjaan yang lain.
"Gila, kenapa gue seperti ini? Gadis desa ini benar-benar bikin gue penasaran dan ingin mencicipi setiap inci kulit tubuhnya, astaga!" cerocos Andre dalam hati.
"Kenapa duda tampan ini sangat ingin sekali melihat tubuhku lagi? Apakah dia tertarik padaku? Ah tidak, bahkan dia masih berusaha untuk mendapatkan Mbak Mel. Sebaiknya aku jangan terlalu kege'eran dan jangan ceroboh." ucap Rumanah dalam hati.
Andre melirikkan manik matanya pada gadis desa yang sedang menatap kaca jendela mobilnya. Tiba-tiba senyuman usil mengembang di wajah tampannya. Dan tanpa Rumanah duga, duda tampan itu menyentuh pahanya yang masih terlindungi oleh celananya.
"Astaga, Tuan. Apa yang Anda lakukan?" Rumanah nampak terjingkat kaget dan buru-buru ia menepis tangan kekar majikan galaknya itu.
Sementara Andre nampak hanya tersenyum usil dengan tatapannya yang mesum.
__ADS_1
"Ck, menyebalkan!" decak Rumanah dalam hati.
***