Terjerat Cinta Majikan Duda

Terjerat Cinta Majikan Duda
Nikahin saya!


__ADS_3

Andre melangkahkan kakinya masuk ke dalam bathub. Rumanah yang masih berendam tampak sedikit menggeser tubuhnya, memberi tempat untuk majikan galaknya itu.


"Harumnya," bisik duda tampan itu seraya mendekatkan wajahnya pada wajah manis Rumanah.


Gadis desa itu sedikit bergidik geli. Tetapi kali ini ia harus tahan dan jangan sampai termakan oleh rayuan majikan galaknya itu.


"Jangan lama-lama, Tuan. Anda harus segera berangkat kerja dan mengantarkan princess ke sekolah." ucap Rumanah seraya menahan majikan galaknya itu agar tidak nyosor padanya.


Andre tersenyum kecil. "Aku sudah meminta Meliza untuk menunggu di mobil. Mereka pasti akan sabar menunggu kita, Annabelle." jawab duda tampan itu seraya menggerakkan tangannya, meraba perut rata Rumanah yang terendam oleh busa.


"Ssssssssh!" Rumanah berdesis seperti ular. "Kasihan mereka jika terlalu lama menunggu, Tuan." ucapnya seraya menyingkirkan tangan Andre yang sangat nakal dan menyebalkan.


"Ck, lebih kasihan pada adik kecilku, Annabelle. Dia sudah tegang dan sudah ingin memakan sesuatu. Astaga! Dan ini semua gara-gara kamu." decak duda tampan itu seraya mengusap wajahnya kesal.


Rumanah melirikkan matanya pada wajah Andre, seketika ia tertawa terbahak-bahak saat melihat wajah majikan galaknya yang dihiasi oleh busa.


"Ha ha ha ha ha ha ha ha ha!" gelak tawa seketika pecah. Rumanah tampak terbahak-bahak menertawakan majikan galaknya itu.


"Hei, kenapa kau malah tertawa, Annabelle!" sungut Andre kesal.

__ADS_1


"Ha ha ha, lihat wajah Anda, Tuan. Anda lucu sekali seperti boneka salju. Ha ha ha ha ha." ucap Rumanah di sela-sela tawa ngakaknya.


Andre melirikkan manik matanya pada sebuah kaca, seketika ia terlonjak kaget saat melihat wajahnya. "Haaaaaaah, busa-busa sialan!" ucap duda tampan itu seraya menyingkirkan busa-busa yang ada di wajahnya.


"Ha ha ha ha, sudah tidak usah disingkirkan, Tuan. Biarkan busa-busa itu jadi hiasan." goda Rumanah yang berhasil membuat Andre setengah kesal.


"Ck, menyebalkan! Beraninya kau menertawakanku, Annabelle!" decak duda tampan itu seraya menatap tajam pada pengasuh putri kecilnya itu.


Rumanah menghentikan tawanya dan membuang wajahnya ke udara. "Maaf, Tuan. Habisnya Anda lucu sekali sii." ucap gadis desa itu.


"Lucu matamu!" sungut Andre seraya menggerakkan tangannya kembali pada mis vags mungil milik Rumanah.


"Ck, ayolah sebentar saja. Ini sudah kepalang tanggung, Belle. Kau harus bertanggung jawab. Kasihan sekali adik kecilku yang sudah bangun sedari tadi." decak duda tampan itu semakin kesal dan frustasi. Di satu sisi ia ingin memuntahkan lem kayu dari mulut mister penpen nya. Namun di sisi lain ia pun memikirkan putri kecil dan sekretaris cantiknya yang sudah menunggu.


"Tidak ada yang harus saya pertanggung jawabkan, Tuan." sanggah gadis desa itu seraya meletakkan tangan kanannya pada wajah majikan galaknya. "Justru Anda yang harus bertanggung jawab pada saya," lanjutnya yang kini tampak terlihat serius.


Andre menangkap tangan Rumanah dan menggenggamnya dengan erat. "Kau ingin aku bertanggung jawab? Baiklah, aku akan bertanggung jawab. Aku akan melanjutkan permainan tadi." ucap duda tampan itu seraya menatap lekat manik mata pengasuh putri kecilnya itu.


Rumanah menggeleng. "Bukan itu maksud saya, Tuan." sergah gadis desa itu.

__ADS_1


Andre mengerutkan dahinya. "Lantas, apa?" tanyanya.


Rumanah mendekatkan bibirnya pada telinga majikan galaknya. "Nikahin saya," ucapnya yang berhasil membuat Andre terperanjat kaget.


"Haaaaah??? Nikahin kamu!?" duda tampan itu tampak membulatkan kedua bola matanya penuh.


Rumanah mengangguk. "Ya, nikahin saya dulu, jika sudah menikah maka Tuan akan puas melakukan apa pun pada saya. Termasuk bercinta di dalam bathub ini." ujar gadis desa itu seraya tersenyum nakal.


Andre terdiam dan melongo tak percaya. Ternyata gadis desa itu sungguh pintar.


"Bagaimana? Apakah Anda setuju? Tuan sangat ingin bukan menikmati tubuh saya yang masih ori ini? Apa lagi mahkota milik saya yang masih disegel dan selalu saya rawat sebaik mungkin. Jika Tuan menginginkannya, maka Tuan harus menikahi saya." desak gadis desa itu yang semakin membuat Andre frustasi.


"Jangan gila, deh!" sungut duda tampan itu. "Aku tidak mungkin menikahimu, Annabelle. Aku sama sekali tidak mencintaimu. Kau pikir, menikah itu hanya memikirkan soal se*ks, apa?? Nyatanya tidak, menikah juga butuh cinta." ujar duda tampan itu yang tampak menekan setiap ucapannya.


Rumanah tersenyum seraya mengangguk. "Baiklah, kalau begitu keinginan Tuan, maka apa yang terjadi di pagi ini biarkan menjadi yang pertama dan terakhir bagi kita. Saya anggap ini sebagai kursus pada Anda, Tuan. Terima kasih karena sudah melatih saya menjadi wanita liar, bar-bar dan binal. Suami saya pasti sangat suka dengan keahlian saya nanti." ucap gadis desa itu panjang lebar.


Andre tampak melongo setengah tak percaya. Sementara Rumanah sudah bangkit dari tempatnya dan berjalan keluar dari bathub.


"Sialan, dia bilang menikah harus karena cinta. Lantas, bermain se*ks tidak harus dengan cinta? Sialan, dia sudah menganggapku seperti j*al*ang!" dengus Rumanah dalam hati.

__ADS_1


***


__ADS_2