
Ssrreeeettttt!!!!
Pintu kamar terbuka. Tanpa ragu Rumanah melangkah masuk ke dalam kamar suami tampannya itu. Ah tidak, bukan kamar suaminya. Melainkan kamar dirinya juga.
"Ada apa, suamiku sayang? Nampaknya Anda benar-benar semakin berani memanggil saya tanpa pandang waktu," ucap Rumanah seraya melingkarkan tangannya pada pinggang suaminya. Ya, sang suami sedang berdiri menghadap jendela.
Andre tersenyum serta menangkap tangan istri cantiknya itu. "Untuk apa aku menahan diriku seperti seorang tawanan. Ini rumahku, ini hidupku, mereka semua tidak berhak mengomentari atau mencampuri urusanku, darling." ujarnya penuh penegasan.
"Saya mengerti," balas Rumanah seraya melepaskan pelukannya lalu berjalan dan duduk di sofa.
"Malam ini aku merasa sangat berbeda, sayang. Princess tidak ada di rumah, hal itu sangat terasa asing sekali bagiku," ucap Andre seraya melangkahkan kakinya menghampiri istrinya.
Rumanah tersenyum kecil. "Saya pun merasa demikian, Tuan." jawabnya. "Apakah Anda Ingin menjemput princess malam ini?" tanyanya kemudian.
Andre merangkul manja bahu istrinya. Digenggamnya sebelah tangannya menggenggam erat tangan mungil istrinya.
"Tidak, darling. Aku yang menawarinya menginap di tempat Mami. Jadi, sangat terasa kurang etis kalau aku tiba-tiba menjemputnya," jawab Andre seraya memainkan tangan mungil istrinya.
"Lantas, apa rencana Anda malam ini? Saya harap, Anda tidak memperkosa saya lagi. Seluruh tubuh saya begitu terasa sakit dan remuk redam. Bayangkan saja, setiap hari Anda menghabisi saya di atas ranjang. Ya Tuhan, jika saya bukan istri Anda, pasti sudah saya laporkan ke polisi," cerocos Rumanah bagaikan burung murai yang sudah gacor.
"Hehehe, kau begitu cerewet dan bawel, darling. Tapi, aku sangat suka!" ucap Andre seraya mencubit gemas pipi mulus istrinya itu. "Rencanaku malam ini, seperti yang kau pikirkan, darling!" lanjutnya yang berhasil membuat Rumanah tampak terjingkat kaget.
"Apaa?? U U S???" sosor Rumanah yang tampak membulatkan kedua bola matanya penuh.
Andre tersenyum usil. "Itu salah satunya. Aku selalu menuruti apa yang orang itu pikirkan tentangku. Jadi, berhubung kau memikirkan itu, maka aku akan melakukannya. Hehehe," jawabnya santai.
Rumanah menatap intens wajah tampan suaminya. "Apakah Anda tidak waras?" semburnya kesal.
"Tentu saja aku masih waras, darling. Memang kau pikir aku sudah gila? Jika aku gila, itu artinya kau pun gila. Ha ha ha!" jawab Andre disertai tawa ngakaknya.
"Iiiiiiiiyyyy, kok gitu sih!" cicit Rumanah seraya mencubit kesal pinggang suaminya. "Kalau Anda waras, maka Anda tidak akan melakukan pergulatan di atas ranjang sampai setiap hari. Astaga! Itu keterlaluan namanya, Tuan!" lanjutnya yang tampak mengomel ria.
"Hehehe, justru itu adalah suatu bentuk rasa sukaku padamu, darling. Sudah jangan banyak protes! Mau kau bilang suamimu ini sangat aneh, suamimu ini seperti orang gila, tetap saja kau harus selalu nurut atas semua perintahku padamu!" papar Andre panjang lebar.
__ADS_1
Rumanah terdiam dan hanya manggut-manggut tanda mengerti. Walaupun dia sangat kesal, tapi ia tidak ingin melanjutkan perdebatannya. Sebab, dia tidak akan pernah kalah oleh suami tampannya itu.
"Darling, sebenarnya aku ingin mengajakmu makan malam di luar. Apakah kau mau?" ajak Andre.
Rumanah mengerutkan dahinya dan seperti sedang berpikir keras. "Makan malam di luar? Apakah itu tidak terlalu berlebihan, Tuan?" tanyanya sedikit bimbang.
"Tentu saja tidak, darling. Kita sudah menikah dan sebentar lagi pernikahan kita akan dipublikasikan, maka tidak ada salahnya jika aku mengajakmu makan malam di restoran bintang lima," ujar Andre penuh penekanan. "Kau tidak akan menolak ajakanku, bukan?" desaknya.
"Eeeemmmmmh." Rumanah tampak menaikkan bola matanya dan seperti sedang berpikir keras. Sementara Andre tampak menunggu jawaban istrinya.
"Ya, aku mau!" jawab Rumanah tanpa ragu.
Andre tersenyum manis dan mengecup lembut puncak kepala istrinya. "Muach!"
"Kalau begitu, segeralah berganti pakaian, darling. Jangan lupa jika di kamar ini bajumu sudah tersedia." Andre mengingatkan istrinya perihal pakaian Rumanah yang telah ia sediakan di kamar itu.
Rumanah tersenyum seraya mengangguk. "Tentu saja saya tidak lupa, Tuan. Bukan hanya baju saja, tas dan sepatu pun sudah tersedia di dalam lemari. He he he," jawabnya disertai cengengesnya.
Rumanah mengangguk tanda mengerti. Tanpa membuang waktu lagi ia pun bergegas mengganti pakaiannya. Ya, tentu saja dengan pakaian yang super cantik dan mewah.
•
•
"Kenapa kau berdandan begitu cantik seperti ini, darling. Lihat para pria itu, mereka sampai menyempatkan diri memperhatikanmu. Astaga!" desis Andre yang tampak kesal.
Rumanah tersenyum tipis. "Ada apa, Tuan? Santai saja, mereka hanya melihat tanpa memiliki dan menikmati tubuh saya. He he he," jawabnya enteng.
Andre mendelikkan matanya dan sesekali ia menatap sangar pada para pria yang menatap istri cantiknya.
"Ck, tetap saja! Kau membuatku tidak terima. Aku tidak rela kecantikanmu dinikmati oleh pria-pria itu!" decak Andre yang tampak menekan setiap ucapannya.
"Tenang saja, suamiku sayang. Sebenarnya saya juga tidak terima saat wanita-wanita di depan tadi menyerbu Tuan dan bergelayut manja seperti itu. Ck, benar-benar menyebalkan! Untung saja saya bisa menahan diri saya. Kalau tidak, pasti sudah saya colok mata para wanita itu menggunakan bambu runcing!" ujar Rumanah membalikkan fakta.
__ADS_1
"He he he, itu 'kan bukan keinginanku, sayang. Dan, itu hal yang wajar. Karena, aku memang pria yang tampan, seksi, gagah dan kaya raya. Itu hal yang sering terjadi, darling. Tapi, kau tenang saja. Seperti yang kau katakan padaku, tak ada wanita yang mampu membuatku bergairah selain dirimu," balas Andre panjang lebar.
Rumanah tersenyum kecil. Ya, memang wajar bagi pria seperti Andre dikerumuni oleh banyak wanita cantik. Selain tampan, Andre juga seorang pengusaha sukses yang tidak sombong.
Setelah selesai makan, Andre mengajak Rumanah untuk pergi ke hotel. Rencananya, ia ingin menginap dan melakukan honeymoon di hotel bintang lima. Hadeuh, honeymoon saja terus!
"Darling, mau kah kau menungguku sebentar di sini? Aku kebelet buang air kecil," ucap Andre.
"Baik, Tuan. Bergegaslah, nanti Anda mengompol. Hihihi," goda Rumanah disertai cekikikannya.
"Ck, sialan!" decak Andre yang kemudian melangkah pergi ke toilet.
Sementara itu Rumanah tampak menunggu di dekat parkiran. Suasana lumayan sepi, sehingga membuat Rumanah sedikit merinding ngeri.
"Hmmm, lama sekali," gumam Rumanah seraya mengamati area toilet.
Dari jarak yang tak terlalu jauh, seorang pria bertubuh kekar tampak berjalan mendekat ke arahnya. Pria itu seperti sedang mencari seseorang, tingkahnya begitu aneh dan mencurigakan.
Namun, saat pria itu semakin dekat, betapa terkejutnya Rumanah saat menyadari siapa pria itu. "Astaga! Tidak mungkin!" ucapnya dalam hati.
Si pria tampak menyipitkan matanya saat menatap wajah Rumanah yang sedang syok dan panik.
"Sepertinya aku harus pergi dari tempat ini," ucap Rumanah dalam hati.
"Hei, tunggu!" teriak si pria berbadan kekar itu saat Rumanah sudah berlari menjauhinya.
Rumanah terus berlari menghindari pria bertubuh kekar itu. Sementara si pria tampak terus mengejarnya sembari sesekali memanggil namanya.
"Masuk!" ucap seorang pria tampan yang tiba-tiba membuka pintu mobilnya lalu menyuruh Rumanah masuk.
"Haahhh???" Rumanah tampak terbelalak kaget melihat sosok pria yang tak lain adalah Ferhat. Namun, tanpa pikir panjang ia pun masuk ke dalam mobil Ferhat untuk bersembunyi dari kejaran pria bertubuh kekar itu.
BERSAMBUNG...
__ADS_1